Pendidikan

Bapenda Mimika akan Datangi Sekolah Lakukan Hal Ini

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika akan melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi SMA-SMK guna memberikan pemahaman pajak daerah secara interaktif.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, diharapkan para siswa yang menerima sosialisasi dapat meneruskannya kepada keluarganya agar pemahaman dan kesadaran membayar pajak dapat lebih ditingkatkan sehingga penerimaan pajak daerah semakin optimal.

Demikian dikatakan Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa saat ditemui, Selasa (1/11/2022).

Menurutnya, pemerintah punya tugas yang besar agar 5-10 tahun mendatang semua masyarakat terutama generasi muda bisa aktif dan paham pajak daerah.

"Kegiatan sosialisasi di sekolah untuk menyadarkan generasi muda kita dari alam bawah sadar. Agar bisa sadar pajak daerah sejak dini," Ujarnya.

Pasalnya, peningkatan kesadaran wajib pajak yang selama ini dilakukan Bapenda hanya ke wajib pajak saja seperti wajib pajak hotel, restauran dan lainnya.

Tetapi, menurut Dwi dengan masuk ke anak sekolah mungkin bisa lebih disosialisasikan ke keluarganya agar taat membayar kewajibannya.

"Jadi memang kita perlu dimensi lain," Ungkapnya. (Shanty Sang)

SATP Gelar Pertunjukan 'Amor Fest' Pada Momen Bulan Bahasa

Siswa siswi SATP Saat Tampil di Pentas Amor Fest

MIMIKA, BM

Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang dikelola Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) menyelenggarakan program 'Bulan Bahasa' setiap bulan Oktober sekaligus mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10/2022).

Puncak Bulan Bahasa yang digelar SATP dikemas dalam ‘Amor Fest’ atau Pesta Cinta dengan tema "Bahasa Santun, Budaya Tangguh".

Pada momentum Bulan Bahasa ini, para siswa tampil dengan segala kreativitas dan potensi yang mereka miliki. Tentu saja ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan diri menjadi generasi yang unggul di masa depan. 

Para murid atau siswa tingkat SD dan SMP di sekolah berpola asrama tersebut antusias mengikuti berbagai kegiatan yang digelar. Mereka unjuk potensi masing-masing  diantaranya, panggung boneka, tutur cerita, speech contest winner declamation, nyanyian solo, paduan suara, film pendek, drum band dan tarian.

Kepala Perwakilan YPL Andreas Ndityomas mengatakan, Puncak Bulan Bahasa yang dibuka sejam tanggal 1 Oktober 2022. Dalam sepanjang bulan Oktober ini rangkaian kegiatan bagian dari proses implementasi kurikulum berbasis kehidupan pendidikan kontekstual Papua di desain khusus anak Papua di Sekolah Asrama Taruna Papua.

"Intisari dari kurikulum berbasis kehidupan pendidikan kontekstual Papua adalah berbasis pengalaman nyata siswa membangun teori pengetahuan dan karakter tentang realistas," Kata Andreas.

Menurutnya, Ini merupakan proses kolaborasi kegiatan-kegiatan dalam kompetisi sehat antar pribadi dengan pribadi, kelompok dan kelompok secara bersama-sama. Dan hari ini adalah puncak merayakan prestasi siswa.

Dikatakan, kurang lebih ada 500 anak yang diberi kesempatan di atas panggung untuk mengekspresikan potensi kemampuan dan bakat yang dimilikinya. Ini bagian dari proses pembentukan karakter dan kepribadian tetapi intelektualitas anak yang betul betul-betul terintegrasi.

"Harapan kami adalah anak-anak ini benar-benar disiapkan sebagai sumber daya manusia Papua. Hari ini dan kedepan yang berkualitas dan bermartabat yang bakal memimpin Indonesia dan dunia. Ini menjadi doa dan perjuangan kita bersama," Ujarnya.

Lebih lanjut Andreas mengatakan, di SATP ini ada 1080 siswa anak Amungme, Kamoro dan 5 suku kerabat anak Papua dan ribuan anak ini adalah aset sumber daya manusia Papua hari ini dan untuk negeri ini, bangsa ini, serta untuk dunia Indonesia.

"Ini terjadi hanya mungkin karena kita semua bergandengan tangan mengupayakan pendidikan yang bermutu dan bermartabat bagi masa depan negeri tercinta. Upaya telah kita lakukan namun membutuhkan ketekunan dan kerja keras," Ucapnya.

Katanya, Alam Papua begitu kaya, manusia Papua begitu berharga dan bermartabat, kearifan lokal yang begitu tinggi dan bernilai adalah satu kesatuan utuh tak terpisahkan yang membutuhkan kajian-kajian serius dalam proses mendesain kurikulum pendidikan yang cocok bagi anak Papua.

"Semoga cita-cita kita untuk sumber daya manusia Papua yang unggul, kreatif dan inovatif mampu bersaing secara global dan ini salah satu bentuk dari proses pendidikan itu," Ungkapnya.

Sementara, Sementara Kepala SATP Johana MM Tnunay mengatakan, Lomba yang dilaksanakan sejak 1 Oktober 2022 adalah terbagi dari lomba akademik dan non akademik.

Lomba akademik berupa speech contest bahasa inggris sedangkan non akademik seperti olahraga.

"Kami mengangkat itu semua karena satu pribadi yang utuh. Jadi tidak saja hanya pengetahuan dia mampu tetapi juga karakter," Jelasnya.

Ia mengatakan bahwa, Para siswa yang mengikuti lomba ini melalui seleksi yang dimulai dari dalam kelas masing-masing untuk selanjutnya tampil di panggung ini.

Bulan bahasa itu sebenarnya adalah rangkaian kegiatan yang dibuat untuk puncak Bulan Bahasa yang jatuh tanggal 28 Oktober ini.

"Kami sebut bulan bahasa karena proses dalam satu bulan ini dan juga dalam bulan ini ada sumpah pemuda sehingga kami angkat disini. Uniknya, SATP menggelar bulan bahasa dengan menggunakan pakaian adat," Katanya.

Adapun tema dalam kegiatan ini adalah "Bahasa Santun Budaya Tangguh". Dengan demikian maka anak-anak bisa langsung belajar bahkan semua guru di civitas pendidikan ini menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak anak-anak.

"Jadi mereka mengejar kemajuan. Sehingga mempersiapkan bibit anak-anak sejak sekarang," tutup Johana. (Shanty Sang)

Pembangunan dan Rehab Sarpras Sekolah Untuk Jenjang SMP Di Mimika Hampir Rampung

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting

MIMIKA, BM

Pada tahun ini pembangunan dan rehab sarana prasarana (sarpras) sekolah untuk jenjang SMP di Kabupaten Mimika sudah berjalan 80 persen sehingga dapat dikatakan hampir rampung.

Hal ini dilakukan tidak hanya di perkotaan tetapi juga hingga ke pedalaman seperti Atuka dan Amar.

Sekolah yang ada di wilayah pedalaman kebanyakan di lakukan rehab karena pada dasarnya sekolah tersebut masih bagus hanya saja terdapat kerusakan seperti bagian atap yang diakibatkan oleh angin kencang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting kepada BeritaMimika melalui telepon.

“Di Atuka kita rehab perpustakaan dan asrama yang tidak terpakai jadi ruangan kelas SD ada enam kelas. Daripada asrama tidak terpakai, kita rehab supaya tidak menumpang lagi,” tuturnya.

Lanjutnya, untuk di Amar dilakukan rehab ruangan yang rusak, sementara untuk perpustakaan secara perlahan juga akan dibangun disana.

“Di Potowaiburu kita bangun ruang guru karena sudah tidak mencukupi. Rata-rata di pedalaman untuk ruang kelas masih bagus hanya rusak mungkin karena angin kencang, plafon terbang jadi kita rehab,” imbuhnya.

Untuk pembangunan di wilayah perkotaan, Manto menjelaskan disesuaikan dengan kebutuhan setiap sekolah.

“Kita 80 persen hampir rampung, yang belum akan dikerjakan sampai akhir kontrak bulan Desember. Laboratorium komputer, perpustakaan, unit kesehatan sekolah (uks) dan toilet sudah semua 100 persen,” ungkapnya.

Di SMPN 1 Mimika dibangun pagar dan sudah 90 persen pengerjaan. Sementara SMPN 2 ditambah lagi sepuluh ruang kelas dikarenakan jumlah murid yang semakin banyak.

“Pembangunan ruang kelas juga untuk SMP 11 dan Koperapoka. Kalau SMP Ebenheizer itu perpustakaan. Sementara SMP 3 toilet, SMP 4 toilet dan kantor guru. Rata-rata sekolah perlu toilet dan air bersih,” ucapnya.

Tak berhenti disitu, Dinas Pendidikan juga telah merehab perpustakaan yang berada di Distrik Kwamki Narama yang telah dirusak oleh orang dengan gangguan jiwa.

“Pembangunan laboratorium komputer diperlukan karena sekolah sudah harus melaksanakan Asesmen. Namun, ketika sudah dibangun yang terpenting adalah pengamanannya,” tukasnya.

Menurutnya, yang menjadi kendala saat ini adalah masalah sengketa tanah karena surat yang tidak jelas sehingga masih ada klaim mengklaim. Ia berharap agar tim gabungan dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

“Untuk anggaran tahun ini kami sudah menjalankan dengan baik. Sudah diatas 80 persen semua pengerjaannya. Kalau yang kecil-kecil hampir 100 persen. Saya harap sarpras pendukung terpenuhi terutama yang berkaitan dengan standar sarpras, terutama sarana air bersih itu penting,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top