Pendidikan

Seriusi Masalah Pendidikan di Mimika, Plt Bupati John Bertemu Dinas Pendidikan dan Pihak Yayasan

Suasana pertemuan yang dipimpin langsung Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Menyikapi persoalan pendidikan di Miimika, Plt Bupati Mimika Johannes Rettob bertemu langsung dengan Dinas Pendidikan dan Yayasan Pendidikan yang ada di Kabupaten Mimika.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte, Plh Kadis Pendidikan Wilem Naa serta ketua Yasasan, yang dilangsungkan di Hotel Grand Tembaga, Jumat (4/11/2022).

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan secara umum presentasi pendidikan di kabupaten Mimika menurut data, mengalami sedikit kenaikan, namun kalau dibedah satu persatu, pendidikan di pesisir maupun di pegunungan masih jauh dari harapan.

Pasalnya, banyak murid SMP yang masih belajar membaca. Bahkan di perguruan tinggi masih harus menyertakan mata kuliah bahasa Indonesia dan cara menulis skripsi.

"Pertanyaannya kenapa pengetahuan dasar saja tidak bisa, belajar membaca, dan menulis atau 3M. Dan ada keluhan, pemerintah diskriminatif hanya memperhatikan sekolah negeri, tidak memperhatikan sekolah swasta," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia memerintahkan dinas pendidikan untuk melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang ada, agar diperoleh data yang valid sehingta menjadi acuan pemerintah dalam membenahi pendidikan di Kabupaten Mimika.

"Saya sudah perintahkan Dinas Pendidikan untuk melakukan pemetaan, berapa jumlah sekolah yang ada, swasta maupun negeri, jumlah guru, murid dan sebagainya," ujarnya.

Menurut Plt Bupati, banyak sekali persoalan di pendidikan karena itu pemerintah butuh saran dan pendapat dari pelaku pendidikan, apakah sistemnya yang salah, polanya yang salah atau kurangnya perhatian dari pemerintah.

Sementara itu, Plh Dinas Pendidikan Wilem Naa mengatakan, pertemuan ini untuk mendapatkan masukan dan saran tentang pendidikan di Mimika yang tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Selain itu ada gap-gap di dunia pendidikan, sehingga pertemuan ini untuk mempersatukan kembali dunia pendidikan, lupakan persoalan yang lalu dan memulai tata pendidikan yang lebih baik kedepan.

Sedangkan, dari pihak Yayasan YPPK mengusulkan adanya Perda Pendidikan, karena menurut mereka belum pernah menerima regulasi dari pemerintah terkait pendidikan.

Selain itu, untuk membangun pendidikan harus ada kerjasama yang baik antara Yayasan dengan pemerintah.

Yayasan yang memiliki 42 sekolah ini meminta perhatian pemerintah terkait tenaga guru, dan perlu ada pemerataan rasio antara guru dan murid agar mutu pendidikan terjaga.

Adapun perwakilan yayasan yang mengikuti pertemuan ini adalah YPK, Advent, Yapis, YPPGI, dan YP2KP.

Mereka juga mengusulkan agar adanya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur sekolah maupun peralatan sekolah, selain itu peningkatan SDM guru.

Mereka juga meminta pemerintah untuk mendatangkan guru terbang dari UNCEN atau UGM untuk mengajar guru-guru agar ada peningkatan kualitas SDM juga insentif bagi guru-guru honor.

Menanggapi masukan dari pihak Yayasan, Plt Bupati John menegaskan harus ada perbaikan kualitas pendidikan di Mimika, bagaimana caranya agar guru betah mengajar di kampung, kalau ada persoalan segera laporkan ke pemerintah. (Shanty Sang)

53 Sekolah Dasar Di Mimika Ikut ANBK, Pedalaman Belum Bisa Ikut

SDN 6 Mimika mengikuti ANBK dengan menumpang di SD Sentra Pendidikan

MIMIKA, BM

Dari 135 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Mimika, 53 diantaranya mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

ANBK dilaksanakan sebanyak empat gelombang dimana dibagi menjadi dua sesi yakni pagi dan siang.

Pada gelombang I yang dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 25 Oktober diikuti oleh 29 sekolah dimana 22 melaksanakan secara mandiri dan tujuh lainnya menumpang.

Gelombang II diselenggarakan pada tanggal 27 dan 29 Oktober dikarenakan 28 adalah HUT GKI sehingga diundur ke tanggal 29 Oktober.

Adapun SD yang mengikuti berjumlah 9 yakni 4 mandiri 5 menumpang dengan mode online 3 sekolah dan 6 semi online.

Sementara itu, gelombang III pada tanggal 31 Oktober hingga 1 November yang diikuti 8 sekolah dimana 6 menyelenggarakan secara mandiri dan 2 menumpang dengan mode online 4 dan semi online 4 sekolah.

Terakhir, gelombang IV diselenggarakan tanggal 2 hingga 3 November 2022 yang akan diikuti oleh 9 SD, 7 mandiri dan 2 menumpang dengan moda online 8 dan semi online 1.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Jenjang SD Dinas Pendidikan Mimika Stanislaus Laian kepada BeritaMimika Rabu (2/11) di ruang kerjanya.

Untuk hari pertama yang diuji adalah berkaitan dengan literasi dan hari kedua numerasi.

“Yang menumpang di Sentra Pendidikan ada sekolah SD Negeri 6 dan Pigapu,” katanya.

Lanjutnya untuk sekolah yang melaksanakan dengan moda semi online menggunakan server atau perangkat penyimpan hasil ANBK.

“Seharusnya di asesmen semua sekolah tetapi tergantung ketersediaan sarana prasarana (sarpras), tapi tidak dipaksakan karena sarpras yang terbatas. Untuk pedalaman agak susah, jaringan dan perangkat komputer tidak ada,” ungkapnya.

“Kalau menumpang kendalanya di mobilisasinya. Sampai saat ini di pedalaman belum ikut. Beberapa sekolah bisa dijangkau, dan untuk di perkotaan dan pinggiran sudah 88 sekolah dilatih proktornya,” ujarnya.

SDN 6 Mimika dan SD Pigapu Melaksanakan ANBK Menumpang di SD Sentra Pendidikan

Hari pertama untuk gelombang IV pelaksanaan ANBK, nampak SDN 6 Mimika mengikutinya dengan menumpang di SD Sentra Pendidikan.

Hal ini dilakukan karena tidak tersedianya sarpras komputer dan laboratorium di SDN 6 Mimika, sehingga pelajar kelas lima harus pergi dengan kendaraan orang tua atau ojek untuk bisa ikut ANBK di SD Sentra Pendidikan.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepada BeritaMimika Wakil Kepala Sekolah SD Sentra Pendidikan, Flore Rahawarin menerangkan ada dua sekolah yang menumpang yakni SD Pigapu sebanyak 16 dan SDN 6 sebanyak 12 siswa.

“Kalau di SD Sentra Pendidikan dari 25 siswa kelas lima diambil tujuh untuk ikut ANBK. Di kami ketersediaan komputer ada 11. Selain itu juga guru 12 termasuk operator dan tata usaha. Output dari ANBK ini nanti adalah rapor pendidikan sehingga jika ada kekuarangan akan dijadikan acuan untuk perbaikan kedepan,” jelasnya. (Elfrida Sijabat)

Anak-anak TK Kartika VI-31 Diberikan Obat Dan Pemahaman Tentang Kaki Gajah

Para siswa TK Kartika VI-13 didampingi orangtua saat menerima obat dari perawat kesehatan

MIMIKA, BM

Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Guna melakukan pencegahan, Puskesmas Pasar Sentral melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis dengan menyasar ke sekolah-sekolah salah satunya TK Kartika VI-31.

Kegiatan dilaksanakan di sekolah TK Kartika VI-31 Rabu (2/11/2022) dan diikuti oleh para siswa, guru, kepala sekolah beserta para orang tua.

Sebelum pemberian obat, mereka terlebih dahulu diberikan pemahaman apa itu penyakit kaki gajah oleh pemateri dari Puskesmas Pasar Sentral Sertirus Diani dan Nur Cahya Sianipar.

“Filariasis adalah penyakit menahun yang disebabkan oleh cacing filaria, seperti benang. Cacing ini berkembang banyak didalam tubuh sehingga menyebabkan kaki dan tangan besar. Dia hidup didalam darah selama empat sampai enam tahun,” kata Sertirus Diani.

Lanjutnya, penularan bisa melalui gigitan nyamuk, dimana nyamuk membawa cacing masuk ke orang yang berbadan sehat, akan tetapi tidak langsung dapat diketahui gejalanya karena dia hidup dalam jangka waktu empat sampai enam tahun baru gejalanya muncul.

“Oleh karena itu pemerintah menganjurkan kita mencegah dengan minum obat supaya parasitnya semua mati. Obat yang diberikan berupa obat cacing dan obat filariasis,” ucapnya.

Selain itu juga pencegahan bisa dilakukan dengan memberantas nyamuk seperti tidur gunakan kelambu, pakai obat nyamuk, membasmi sarang nyamuk dengan membersihkan penampungan air sehingga jentik nyamuk tidak bisa hidup disana.

“Nah, supaya tidak cacingan harus cuci tangan dengan sabun. Karena di kuku, kita tidak tahu ada telur cacing atau tidak, kalau tidak cuci tangan pakai sabun, bisa ke makan bersamaan dengan makanan. Gizi tidak terserap karena cacing yang makan,” jelasnya.

Sementara itu Nur Cahya Sianipar menambahkan cara meminum obat pencegahan filariasis sebaiknya diminum pada malam hari sesudah makan karena efek samping yang ditimbulkan yakni mual, pusing atau mengantuk.

“Anak yang berumur dua sampai sepuluh tahun yang berbadan sehat boleh minum. Kalau ibu hamil, ibu menyusui, peminum obat jangka panjang, hipertensi tidak dianjurkan minum ya,” imbuhnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Sekolah TK Kartika VI-31, Juahira.

Menurutnya, dengan kegiatan ini anak-anak jadi mengenal apa itu penyakit kaki gajah dan pencegahannya.

“Disini ada 80 murid dan setiap tahun kita adakan kegiatan seperti ini selalu ada dan juga pemberian vitamin A untuk anak-anak sehat dua kali dalam setahun setiap enam bulan. Harapan kami semoga anak-anak tidak takut minum obat ini untuk upaya mencegah kaki gajah, sehingga anak-anak bisa tumbuh sehat,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Top