Pendidikan

Saatnya Pendidikan Terhadap Anak-Anak Paud Harus Diberikan Perhatian Lebih

Foto bersama para peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika bekerjasama dengan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) serta mitra Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) menggelar Training Of Trainer (TOT) Implementasi Pendidikan Anak Usia Dini-Holistik Integratif (PAUD-HI).

Kegiatan yang berlangsung di hotel Horison Diana, Selasa (18/10) di buka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono.

Diketahui, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung integrasi program PAUD dengan pelaksanaan program imunisasi di tingkat sekolah.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono mengapresiasi tim dan penyelenggara kegiatan yang telah melaksanakan kegiatan ini karena memiliki perhatian yang cukup besar terhadap Kabupaten Mimika.

Hendritte meminta kegiatan ini harus berkelanjutan, bukan hanya dalam kota saja yang memerlukan pelatihan ini, tetapi distrik dan kampung-kampung juga perlu pelatihan.

"Kesehatan dan pendidikan sangat penting untuk kita semua, apalagi bagi anak-anak usia dini. Sebagai pemerintah daerah, kita perlu lebih memperhatikan hal tersebut. Untuk itu kami berikan apresiasi kepada UNICEF yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," Ujarnya.

Ia berharap peserta yang telah mengikuti TOT nantinya dapat membina dan membimbing anak-anak yang ada di PAUD agar bisa hidup sesuai apa yang diharapkan, dengan kesehatan dan pendidikan yang baik di Kabupaten Mimika. (Shanty Sang)

4.860 Siswa SD dan 1.800 Siswa SMP di Mimika Dapat Dana Bantuan PIP Dari Kemendikbud

Kabid SMP Dinas Pendidikan mimika, Manto Ginting

MIMIKA, BM

Sebanyak 4.860 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 1.800 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika mendapatkan dana bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting kepada BeritaMimika Kamis (13/10/2022) melalui telepon.

“Total jumlah siswa SD yang ada di Mimika 17.000-an dimana kuota untuk PIP ini 4.860 orang. Dari 12.000-an siswa SMP, yang dapat berjumlah 1.800 orang. Bantuan ini diberikan sejak tahun 2019 sampai nanti mereka lulus,” katanya.

Ia menjelaskan untuk SMP kelas tujuh dan delapan mendapatkan bantuan sebesar Rp750.000 per tahun, sementara untuk kelas sembilan Rp350.000.

“Untuk SD kelas dua sampai dengan lima Rp450.000. Kalau kelas satu dan enam sebesar Rp225.000 per tahun,” imbuhnya.

Manto menuturkan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi adalah wajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Banyak sekolah yang tidak punya NIK karena mereka tidak mau urus Kartu Keluarga (KK), kalau sekarang harus ada NIK. Kalau tidak ada maka tidak terdaftar. Otomatis sekolah yang di pedalaman juga wajib punya NIK supaya tidak ada pendobelan. Apalagi sekarang Disdukcapil sedang gencar perekaman kartu tanda penduduk (Ktp),” ungkapnya.

Dijelaskan NIK digunakan sebagai acuan agar bantuan diberikan kepada yang tidak mampu atau berkekurangan.

“Kalau sudah terdata akan kelihatan pekerjaan orang tua apa, kalau tidak ada NIK akan sulit terdata. NIK sebagai acuan untuk melihat mana siswa yang mampu, menengah atau kurang mampu,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Freeport Indonesia Lakukan Groundbreaking Pembangunan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan di Universitas Cenderawasih 

Pelatakan batu pertama juga dihadiri Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia

JAYAPURA, BM 

Mewujudkan komitmen dukungan pengembangan mutu pendidikan di Papua, PTFreeport Indonesia (PTFI) resmi memulai pembangunan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan di Universitas Cenderawasih (UNCEN),  Jayapura, pada Kamis (6/10/2022).​ 

Pembangunan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan bantuan PTFI ini menelanan biaya total Rp 45 miliar dan pembangunannya direncanakan akan memakan waktu 12 bulan.

Pembangunan gedung ini akan berdiri 3 lantai dengan luas total bangunan 2.765 m2, luas lantai dasar 630m2, luas lantai 2 sebesar 570 m2, luas lantai 3 sebesar 870 m2, dan  luas auditorium sebesar 320 m2, dan akan mewujudkan program hemat energi berkelanjutan denganpenggunaan panel solar untuk sebagian kebutuhanlistriknya, ungkap General Superintendent General Construction & Special Project (GCSP) PTFI, David Kaban.

Pembangunan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan di UNCEN ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Chairman of the Board and Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoRan, Richard C. Adkerson, bersama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dan Rektor Universitas Cenderawasih Dr.Ir.Apolo Safanpo, ST., MT.

PTFI selama ini telah menjalin kerjasama dengan UNCEN melalui berbagai program, dan kali ini PTFI memberi dukungan pembangunan gedung Pusat Sains dan Kemitraan, bertujuan untuk mendukung peningkatan mutu dan perkembangan pendidikan di bumi Cenderawasih,” kata Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas.

Sementara itu Rektor Universitas Cenderawasih, Dr.Ir.Apolo Safanpo, ST., MT mengungkapkan bantuan Freeport merupakan kontribusi nyata dari perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Papua, dimana keberadaan Freeport tidak dapat dipisahkan dari Papua, dan Freeport berkomitment untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Papua.

Rektor UNCEN menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Investasi dan PTFI yang turut hadir bersama-sama mendukung pembangunan Gedung Pusat Sainsdan Kemitraan. 

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan Menteri Investasi/BPKM bersama PTFI, yang telah memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan mutu dan perkembangan pendidikan di Papua,” kata Apolo Safanpo.

Rektor berharap pembangunan gedung ini akan memberimanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan teknologi, dan pengembangan keterampilan bagi mahasiswa UNCEN dan juga seluruh masyarakat Papua.

Sebelumnya, PTFI bersama Pihak UNCEN telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada April 2022 di Hotel Rimba Papua Timika, terkait komitmen dukungan pembangunan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN, dimana kolaborasi ini merupakan lanjutan dari kerjasama sebelumnya dalam bentuk dukungan kerja sama program magang dan berbagai penelitian oleh UNCEN yang selama ini didukung PTFI. (Red)

Top