Pendidikan

Ribuan Siswa SATP Ikut Lomba Potensi Sains

Suasana Siswa SD SATP saat mengikuti Lomba Potensi Sains

MIMIKA, BM

Sebanyak 1.156 siswa dari kelas kelas 1 SD hingga kelas 9 SMP Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) mengikuti lomba potensi sains dalam rangka memperingati Hari Pendidkan Nasional (Hardiknas) tahun 2026.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini SATP menggelar lomba potensi sains khusus internal saja.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari mulai Selasa 7 April hingga Rabu 8 April 2026 di SATP.

Perwakilan YPL Bidang Pendidikan, Oktavianus Vic Rori, mengatakan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan minat sains sejak dini.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih anak-anak berpikir kritis, kreatif, dan berani bereksperimen. Mereka juga dilatih untuk memecahkan masalah melalui tantangan berbasis sains.

Dalam lomba potensi sains ini ada tiga mata lomba pembelajaran, yakni matematika, IPA, dan IPS, yang diharapkan mampu mendorong siswa memahami sekaligus menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami harap nanti anak-anak bisa mempraktekkannya dalam kehiduoan nyata. Kaeena, lomba-lomba ini juga untuk mempersiapkan anak-anak agar bisa berkom, bersaing keluar terutama untuk mengikuti ujian-ujian yang diselenggarakan oleh sekolah, pemerintah dan lain sebagainya,"kata Oktavianus.

Selain itu, anak-anak Papua juga dilatih untuk disiplin, berani dalam mencari solusi, berani mengembangkan pola pikir yang kreatif, inovatif tentu demi masa depan yang lebih cerah.

"Setiap tahun kami mengadakan lomba potensi sains. Khusus tahun ini kami lebih memperkuat ke internal sehingga anak-anak secara masif kemampuan akademik terutama di bidang sains," ujarnya.

Kepala Sekolah SATP Timika, Sonianto Kuddi, mengapresiasi dukungan PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro terhadap pengembangan pendidikan di SATP.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan kemampuan akademik dan daya juang siswa dalam bidang sains,” ujarnya.

Adapun tujuan dalam lomba potensi sains ini adalah untuk meningkatkan kemampuan akademik semua anak-anak SATP.

Menurutnya, anak-anak perlu dukungan, perlu dorongan agar mereka bisa mempunyai semangat juang yang tinggi dalam akademik dan olahraga juga tentunya.

Tidak hanya itu, lomba potensi sains ini juga akan menjaring bibit-bibit yang punya bakat sehingga nantinya akan mewakili sekolah dalam setiap ajang lomba baik secara lokal, nasional bahkan internasional.

“kedepannya akan banyak lomba jadi kami mempersiapkan anak sedini mungkin, sehingga visi misi dari YPMAK dan SATP tercapai yaitu menjadi institusi unggul yang tanggap, inovatif dan kreatif mencerdaskan anak-anak asli papua terutama amungme dan kamoro dan 5 suku kekerabatan lainnya,"tuturnya.


Sementata itu, ketua panitia, Yeremia Piri, mengungkapkan bahwa tahun ini lomba diikuti oleh 1.156 siswa dari kelas 1 SD hingga kelas 9 SMP.

“Seleksi dilakukan di masing-masing kelas, kemudian dipilih lima siswa terbaik untuk mewakili tiap mata pelajaran. Untuk kelas 1 sd difokuskan pada literasi dan numerasi,” jelasnya.

Selanjutnga, Ketua UPT Pusat Prestasi, Elpianus Paat, menambahkan bahwa peserta, guru, hingga penyusun soal akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk motivasi.

“Penghargaan berupa trofi dan sertifikat diharapkan dapat mendorong siswa dan guru untuk terus berprestasi,”pungkasny. (Shanty Sang)

Bunda PAUD Mimika Minta Perhatikan Perkembangan Pendidikan dan MBG Anak

 

Bunda PAUD nampak bercengkrama dengan para anak didik

MIMIKA, BM

Bunda PAUD sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika, Ny. Susana Susy Herawaty Rettob, melakukan kunjungan ke PAUD Kasih Amuro di Jalan Cenderwasih, Selasa (24/02/2026).

Kunjungan kerja (kunker) ini merupakan kunjungan perdana di tahun 2026 dan PAUD Kasih Amuro merupakan Paud binaan PKK Mimika.

Dalam kunjungan ini, Ketua PKK Ny. Susy Rettob didampingi Pokja PAUD serta pengurus PKK lainnya.

Pada kesempatan itu, masih dalam momen lmlek anak-anak mendapatkan bingkisan dari Bunda PAUD.

“Iya, ini merupakan kunjungan pertama. Kami ingin melihat bagaimana kondisi belajar sekaligus kita melakukan pendataan perkembangan anak terutama yang sudah bisa untuk naik jenjang ke SD,” ujar Ny. Susi Rettob kepada media.

Terkait dengan perkembangan lanjutan anak ke SD, mengingat usia anak, ia mengatakan akan berkoordinasi dan menyurati dinas terkait agar mereka disertakan dalam ujian TK guna bisa langsung ke sekolah dasar (SD).

“Usia harus mengikuti perkembangan pendidikan sehingga jangan sampai terlambat apalagi sampai di tahan satu tahun lagi. Kalau usia sudah bisa apalagi didukung kemampuan anak maka mereka harus ke SD,” ungkapnya.

Di momen kunker ini, Ny. Susy Rettob juga berpesan kepada para pendidik di PAUD agar memperhatikan kemampuan dasar belajar anak dan terutama makanan bergizi gratis (MBG) mereka.

Ia berharap sejak masih di PAUD anak-anak sudah bisa memahami huruf, dapat membaca secara perlahan dan berhitung dasar.

“Biasanya anak kalau masuk SD terlambat baca, mereka suka ketinggalan makanya pendidik di PAUD harus maksimal untuk perkembangan anak,” harapnya.

“Kita juga harus perhatikan rasio ideal antara guru dan murid. Jadi kalau satu kelas itu idealnya 20 anak dengan dua guru. Ini kenapa? supaya lebih mudah membantu mengoptimalkan kemampuan dan pengawasan anak dalam belajar,” lanjutnya.

Menurutnya, satu kelas idealnya diisi 20 anak dengan dua guru, agar perhatian dan pendampingan bisa lebih optimal.

Perlu diketahui PAUD Kasih Amuro binaan PKK Mimika ini telah memiliki 50-an anak didik. Tahun ajaran baru nanti ada rencana penerimaan 20-25 murid baru untuk satu kelas baru.

“Penerimaan nanti tentunya akan disesuaikan juga dengan jumlah tenaga pengajar dan kapasitas gedung PAUD,” ungkapnya. (Elfrida Sijabat)

SMA Negeri 6 Gelar Educrea Fest, Ajang Siswa Berkarya

Kaur Kesiswaan SMA N 6 Mimika, Bertha Lenayati bersama Sekretaris Komite SMA N 6 Mimika, Elvry Leiwakabessy, S.T saat melihat stand pada kegiatan Educrea Fest

MIMIKA, BM

SMA Negeri 6 menggelar Education, Creativity, Ary, and Achievement Festival (Educrea Fest), sebuah ajang kreatifitas dan edukasi yang dirancang untuk mengajak siswa melakukan kegiatan positif.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Kamis-Sabtu, 12-14 Februari 2026.

Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan SMAN 6, Bertha Lenayati mengatakan, festival ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat, ide, dan inovasi mereka dalam bentuk pameran, lomba, maupun pertunjukan seni.

Di mana Kelas 10 dan 11 mengikuti kegiatan kurikuler berupa pameran karya dari semua mata pelajaran. Sedangkan, untuk kelas 12 fokus pada pentas seni (tari, paduan suara, drama) sebagai bentuk praktik akhir semester.

“Tujuannya, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan dalam bentuk karya nyata," kata Bertha.

Pentas seni memberi ruang ekspresi sekaligus pemahaman sosial, misalnya lewat drama bertema konflik sosial. Dengan itu siswa belajar menghubungkan teori dengan realitas di lingkungan mereka.

Untuk diketahui, semua karya yang dipajang akan dinilai oleh dewan juri. Dewan juri terdiri dari semua guru SMAN 6 yang mana akan bergantian menilai.

"Semua karya yang dipajang tidak dianggap terbaik saja tetapi akan dinilai per mata pelajaran, lalu digabung untuk menentukan juara 1, 2, dan 3. Hasil penilaian pun akan di masukkan ke raport siswa, sehingga kegiatan ini resmi menjadi bagian dari evaluasi akademik," jelasnya.

Katanya, kegiatan ini baru pertama kali dilakukan untuk kurikuler, sementara pentas seni kelas 12 sudah menjadi tradisi tahunan.

"Kami rencana untuk menjadikannya agenda rutin, tetap mengikuti kurikulum merdeka, sehingga kegiatan ini akan berlanjut sebagai bagian dari sistem pembelajaran,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Komite SMAN 6 Mimika, Elvry Leiwakabessy, S.T mengatakan, ia mewakili orang tua merasa sangat bangga dengan adanya kegiatan yang diadakan mengikuti kurikulum merdeka.

Menurutnya, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa SMAN 6 telah unggul dalam setiap aktivitas positif.

Mengingat saat ini situasi Mimika kurang kondusif dengan adanya kejadian-kejadian kriminal, sehingga anak-anak difokuskan pada kegiatan pembelajaran positif dan menjauhi kegiatan negatif.

“Dengan adanya kegiatan pentas seni ini, anak-anak difokuskan pada pembelajaran yang lebih bervariatif, dengan adanya pentas seni ini pun meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, mereka terhindar dari pergaulan yang negatif yang berkembang saat ini,” ucapnya.

Elvry berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kepada sekolah dengan akademik yang baik dan meningkatkan. Sehingga Disdik pun tidak dinilai hanya memprioritaskan beberapa sekolah.

Bahkan SMAN 6 telah mewakili Mimika pada lomba Yospan se-Papua Tengah serta adanya perwakilan 6 pada lomba Bahasa Jerman tingkat nasional.

“Akademiknya SMA Negeri 6 Mimika ini sudah sangat baik dan meningkatkan, bahkan ekstrakurikuler nya pun sudah sangat luar bias, maka itu kita harap adanya perhatian lebih dari Disdik Mimika,”pungkasnya. (Shanty Sang)

Top