Pendidikan

Peringati Hari Kartini, SMKN 3 Kesehatan dan Pekerjaan Sosial Mimika Gelar Pentas Seni

 

Foto bersama di sela kegiatan

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati hari kartini, SMK Negeri 3 Kesehatan menyelenggarakan acara spesial yang di isi berbagai penampilan seni antar kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat emansipasi dan kreativitas siswa dalam mengenang jasa R.A. Kartini.

Pentas seni ini dilaksanakan di halaman sekolah, Selasa (21/4/2026) dan anak-anak mengenakan kebaya menampilkan Fashion Show maupun pembacaan Puisi.

Kepala SMKN 3 Mimika, Maria M. Bala mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah pengembangan karakter sekaligus momen refleksi bagi guru dan siswa. Mengingat di SMKN 3 ini didominasi oleh 80 persen siswi dan 75 persen tenaga pendidik perempuan.

"Kami melihat momen ini sangat bagus untuk guru dan anak berefleksi kembali. Sebagai guru harus lebih giat mengajar dan mengabdi, sementara bagi anak-anak perempuan ini, kami dorong untuk merenungkan peran Ibu Kartini agar mereka memiliki impian besar, mereka harus belajar, mereka harus bisa menjaga diri mereka sehingga perjuangan dari Ibu Kartini itu tidak sia-sia,” kata Maria.

Maria mengatakan, bahwa kegiatan kalo ini berbeda dengan perayaan pada umumnya dimana pentas seni yang ditampilkan bukanlah sebuah perlombaan, melainkan ajang pertunjukan yang bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri siswa sejak dini.

“Kalau sudah percaya diri mereka akan bisa berani untuk memperjuangkan mereka punya masa depan,”ujarnya.

Acara kali ini semakin meriah dengan kehadiran Miss Bintang Papua Tengah dan Maluku yang turut memberikan motivasi bagi para siswa.

Maria pun memberikan pesan kepada para siswinya agar perjuangan Kartini tidak sia-sia, pentingnya menjaga diri dan bijak dalam bergaul di era modern.

"Harapan saya, anak-anak bisa belajar lebih giat dan mampu membedakan pergaulan yang negatif dan positif. Dengan menjaga diri dan terus bertumbuh, mereka akan mampu mencapai cita-cita yang diimpikan,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Pastikan SPPG Terapkan Standar BGN, Satgas MBG Sidak Lima SPPG

Ketua Satgas dan rombongan tinjau proses pengelolaan MBG di SPPG Karang Senang


MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (15/4/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan dilakukan sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Pengecekan ini juga dilakukan, menyusul adanya suspend atau tindakan penghentian atau penangguhan sementara operasional 11 SPPG oleh BGN.

Adapun, SPPG yang dikunjungi yakni SPPG Mimika Kuala Kencana di Karang Senang 02, SPPG Kitong Bisa, Mimika Wania Kamoro Jaya 01 dan Lahan Pemda Jalan Poros Mayon SP3.

Selain mengunjungi SPPG, Satgas juga melihat langsung pendistribusian MBG di SD Negeri 5 di Jalan Cenderawasih SP2.

Dalam tinjauannya, Ketua Satgas MBG Emanuel Kemong menilai pengelolaan SPPG ini telah berjalan dengan baik. Mulai dari perencanaan menu bergizi, proses pengolahan makanan yang higienis, hingga pendistribusian kepada siswa.

"Yang berjalan baik adalah SPPG yang masih beroperasi. Sedangkan, SPPG yang di suspend saya harap agar SPPG melalukan perbaikan khususnya untuk sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)," katanya.

Diharapkan, kekurangan di SPPG seperti belum ada sarana IPAL bisa segera diperbaiki sesuai ketentuan dari pusat. Kalau salah satu tidak terpenuhi maka tidak bisa jalan.

"Kita mau program ini berjalan tanpa ada masalah yang muncul termasuk ke tetangga sekitar. Jadi, semua persyaratan dan prosedur sesuai juknis BGN harus terpenuhi," ujarnya.

Satgas kata Kemong, memiliki tugas dan fungsi pengawasan SPPG mulai dari pelayanan sampai lingkungan yakni sanitasi.

Menurutnya, SPPG yang kurang bagus bukan saja akan berdampak pada tetangga tetapi juga ke kesehatan anak.

"Hari ini kami masih sebatas kunjungi yang SPPG kena suspend itu, nanti tim satgas akan rapatkan lagi. Tadi kita lihat yang 1 saja dan administrasi lainnya ok, cuma IPAL saja yang belum. Tapi tadi mitranya bersepakat dalam waktu dekat mereka sudah menyiapkannya. Kami juga sampaikan ke SPPG untuk yang bagus dipertahankan, yang kurang bisa disampaikan," ungkapnya. (Shanty Sang)

Lokakarya Pendidikan Keuskupan Resmi Dibuka, Ini Harapan Wabup Kemong dan Uskup Bernardus

Foto bersama di sela-sela kegiatan

MIMIKA, BM

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong secara resmi membuka Lokakarya Pendidikan dari Keuskupan Timika, yang dilaksanakan di Hotel Swiss-Belinn, Mimika pada Selasa (14/4/2026).

Lokakarya yang menggandeng beberapa pihak diantaranya Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika, dan PT Freeport Indonesia (PTFI) ini mengusung tema “Membangun Kembali Pendidikan Katholik di Tanah Papua, Menemukan Terobosan di Tengah Krisis”.

Wabup Kemong dalam sambutannya mengapresiasi pihak Keuskupan dan PTFI yang telah menggagas Lokakarya Pendidikan hari ini yang akan dilaksanakan selama dua hari ke depan.

Wabup yang juga sebagai pelaku pendidikan sangat menyayangkan pendidikan di Mimika, di mana saat ini semua aspek bahkan teknologi meningkat namun pendidikan saat ini dinilai tidak lebih baik dari pada pendidikan di waktu lalu.

“Kita lihat masa lalu pendidikan cukup baik dan kami dulu meningkatkan pendidikan dengan penuh tanggung jawab. Tapi kita lihat saat ini untuk OAP bahkan non OAP yang kurang mampu masih belum mendapatkan pendidikan yang baik, dan langkah Keuskupan hari ini saya ucapkan terima kasih,” katanya.

Oleh sebab itu, dengan adanya dukungan dari semua mitra dalam hal ini Keuskupan, Gereja lembaga keagamaan terutama PTFI dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat dalam hal pendidikan di Mimika.

Diharapkan juga hasil dari Lokakarya Pendidikan ini dapat mencapai hasil yang maksimal sehingga dari hasil tersebut dapat memberikan masukkan dalam pengambilan kebijakan dan mengubah wajah pendidikan di Mimika yang lebih baik.

“Saya harap dengan koordinasi semua pihak wajah pendidikan di Mimika bisa lebih baik lagi, dengan adanya Lokakarya ini kami harap juga dapat memberikan dampak pada kebijakan yang akan kita ambil ke depan,” ungkapnya.

Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA mengajak seluruh peserta membawa semangat kebangkitan Kristus dalam setiap pembahasan. Ia berharap setiap ide yang lahir mampu menjadi jalan keluar bagi persoalan pendidikan yang selama ini dihadapi.

Menurutnya, pendidikan tidak sekadar proses transfer ilmu, tetapi perjalanan panjang membentuk manusia seutuhnya. Ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, pembentukan karakter, serta kedewasaan spiritual.

Dalam refleksinya, pendidikan dipandang sebagai proses membimbing manusia keluar dari “ruang gelap” menuju kesadaran dan terang kehidupan. Nilai-nilai etika, moral, dan kemanusiaan menjadi fondasi utama yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman.

Namun di sisi lain, ia mengingatkan adanya pergeseran arah pendidikan saat ini. Orientasi yang terlalu kuat pada kebutuhan pasar kerja dinilai berpotensi mengabaikan pembentukan karakter dan martabat manusia.

Sistem pendidikan modern cenderung menitikberatkan aspek kognitif, sementara dimensi afektif dan keterampilan praktis kurang mendapat ruang yang seimbang.

“Pendidikan seharusnya melahirkan manusia yang utuh, bukan sekadar tenaga kerja,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top