Pendidikan

Wabup Kemong Resmi Buka O2SN dan FLS3N Tingkat Kabupaten : 16 SMP Siap Berkompetisi

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong saat memukul tida tanda dibukanya kegiatan

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong secara resmi membuka kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2026 yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (20/5/2026).

Perlombaan dengan tajuk Ajang Talenta Siswa Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026 ini digagas oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

Pada ajang ini diikuti oleh 157 peserta dari 16 sekolah SMP di Mimika.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan FLS3N dan O2SN bukan hanya sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan bakat, kreativitas, sportivitas, serta semangat persatuan di kalangan pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan lahir generasi muda Mimika yang cerdas, sehat, kreatif, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Kalian semua adalah generasi penerus yang akan membawa nama baik daerah ini di masa depan,” kata Wabup Emanuel.

Menurutnya, kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi diri.

“Di bidang seni dan sastra, kalian diajak untuk mengekspresikan kreativitas, melestarikan budaya, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Sementara melalui olahraga, kalian belajar tentang disiplin, kerja keras, kerja sama, dan sportivitas. Nilai-nilai inilah yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa,"ujarnya.

Ia pun berpesan, kepada para dewan juri dan wasit, agar dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil, sehingga kegiatan ini benar-benar menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili kabupaten mimika ke jenjang berikutnya.

“Saya juga mengajak seluruh guru dan orang tua untuk terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada anak-anak kita dalam mengembangkan potensi di bidang akademik, seni, maupun olahraga. Dengan dukungan bersama, kita optimis dapat mencetak generasi muda Mimika yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana, Ignasius Valuk mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk meningkatkan partisipasi dari setiap sekolah khususnya jenjang SMP di Kabupaten Mimika, mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang seni dan olahraga, menumbuhkan kreativitas, sportivitas, dan rasa percaya diri siswa.

Selain itu, memberikan wadah bagi siswa untuk berprestasi, menyeleksi peserta terbaik untuk mengikuti lomba pada tingkat berikutnya serta meningkatkan semangat kompetisi yang sehat antar siswa.

“Pada ajang FLS3N berlangsung dari tanggal 20 hingga 21 Mei 2026 di lantai 3 Kantor Disdik dan O2SN berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2026 bertempat di Mimika Sport Center, Kolam Renang Kuala Kencana, Venue Panjat Tebing, Lapangan Batminton Ar Rahman,” jelasnya.

Ia menambahkan, nantinya siswa yang mendapat juara 1 akan mewakili Kabupaten berlomba di tingkat Provinsi dan juara 1,2,3 pada FLS3N dan 02SN akan mendapatkan uang pembinaan, sertifikat dan semua peserta yang terdaftar dalam portal pusat prestasi akan menerima E-Sertifikat. (Shanty Sang)

PKK Mimika Edukasi Puluhan Pelajar SMA di Kokonao Tentang Cegah Perkawinan Usia Dini

PKK Mimika Pokja I foto bersama para pelajar SMAN 3 Kokonao

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja I mensosialisasikan pencegahan perkawinan usia dini di SMAN 3 Kokonao, Distrik Mimika Barat pada Senin (19/5/2026).

Pelajar SMA dipilih karena merupakan masa dimana mereka dihadapkan akan pilihan hidup baik kelak untuk kuliah, kerja atau menikah.

Dalam proses tersebut diharapkan mereka dapat fokus sekolah dan belajar agar terhindar dari perkawinan usia dini yang dapat merugikan bagi masa depan pelajar SMA khususnya di Kokonao.

Ketua Pokja I Ny. Besse Erni Yakib didampingi penyuluh Ny. Anna Balla mengatakan sosialisasi ini merupakan program PKK pusat sehingga sudah menjadi masalah nasional.

“Hal ini sangat penting untuk pengembangan generasi masa depan. Sudah ada data bahwa dari aspek kesehatan masalah kandungan anak belum siap untuk kawin. Bisa menyebabkan kekurangan gizi baik ibu dan anak,” katanya.

“Seiring perjalanan waktu setiap perkawinan usia dini belum siap secara ekonomi dengan banyak beban dan tanggung jawab. Ini sangat merugikan,” imbuhnya.

Perkawinan usia dini dapat menyebabkan pelajar putus sekolah jika hamil, cita-cita pun tertunda.

“Yang tadinya ingin jadi perawat, polisi dan lain sebagainya karena kawin usia dini akhirnya masa depan putus. Ada juga yang ingin coba-coba di masa perkembangan anak yang puber akhirnya merugikan mereka,” ucapnya.

Yang sangat disayangkan adalah apabila terjadi kekerasan seksual di masa pacaran, yang berdampak pada kehamilan.

“Untuk mencegah hanya lewat pendidikan agama dan moral. Masa SMA adalah tahap menuju dewasa dan tingkat pilihan hidup. Setelah SMA mau kemana, mau kerja kuliah atau kawin. Harus belajar dan sekolah supaya semakin banyak pengetahuan yang didapat,” tandasnya.

Dikatakan, dalam sejarahnya banyak guru-guru dari Kokonao yang tersebar di wilayah pegunungan tetapi sekarang berkurang.

Banyak lahir tokoh-tokoh masyarakat yang lahir dari Kokonao seperti Bupati Mimika Johannes Rettob yang dulu merupakan seorang pilot dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong sebagai guru.

“Diharapkan pelajar disini dibantu untuk meraih cita-cita. PKK dari pusat sampai Dasa Wisma sehingga diharapkan dengan pelantikan PKK distrik hari ini kemudian membentuk Dasa Wisma ini akan semakin kuat,” ujarnya.

“Perlu waktu namun dengan gerakan bersama diharapkan akan ada perubahan. Di Kokonao sudah ada SMP dan SMA jadi tidak perlu ke Timika. Biarlah anak SMA yang dikembangkan menjadi model disini,” pungkasnya.

Sementara itu, mewakili Kepala Sekolah, guru Philipbertus Watmulawar mengatakan dengan adanya kunker PKK yang memberikan sosilasisasi pencegahan perkawinan usia dini kepada pelajar SMAN 3 Kokonao dapat memberikan edukasi.

“Kami ucapkan banyak terimakasih atas kunjungan tim PKK semoga kedepan berlanjut terus, jangan sampai disini saja. Karena memang pencegahan perkawinan usia dini ini penting,” tuturnya.

Dikatakan jumlah pelajar SMA untuk kelas X dan XI tercatat sebanyak 73 orang.

“Penyuluhan ini sangat bermanfaat karena setiap tahun lulusan hanya beberapa persen saja yang melanjutkan selebihnya menikah. Ada yang kawin duluan dan sudah tinggal dengan suaminya jadi harus keluar sekolah,” ungkapnya.

“Kita berada dalam satu kondisi dimana tradisi dan budaya sangat kental, dan perlu kontrol orang tua,” imbuhnya.

“Ini terjadi tidak hanya di SMA bisa juga di SD sehingga pencegahan ini perlu. Kita hanya memberikan harapan kepada mereka tetapi keputusan masa depan ada di tangan mereka sendiri. Kita punya anak-anak ini perlu diberi pembinaan terus,” pungkasnya.

Selain memberikan sosialisasi pencegahan perkawinan usia dini, PKK Mimika juga memberikan bingkisan berupa odol, sikat gigi, deodoran, sampo, sabun, buku dan pembalut khusus pelajar perempuan. (Elfrida Sijabat)

Upacara Hardiknas 2026 Di SATP, Tekankan Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Suasana upacara Hardiknas di SATP

MIMIKA, BM

Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026).

Upacara dilaksanakan di halaman SATP dan diikuti seluruh siswa dan guru. Para peserta upacara tampil mengenakan pakaian adat sederhana sebagai simbol keberagaman dan semangat nasionalisme.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Pembina upacara, Staf Divisi Pendidikan YPMAK, Soter Potowapea, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan generasi muda. Dimana, semangat belajar harus ditanamkan sejak dini.

"Pendidikan adalah kunci untuk membangun generasi penerus bangsa,” kata Soter.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di SATP secara maksimal, mengingat tidak semua anak memiliki peluang yang sama.

Selain itu, siswa diminta menjaga fasilitas sekolah agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh generasi berikutnya.

Sementara itu, amanat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dibacakan Kepala SATP Timika, Sonianto Kuddi, menegaskan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, sekaligus upaya menumbuhkembangkan potensi peserta didik secara utuh.

Nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui konsep “asah, asih, dan asuh” kembali ditekankan sebagai dasar dalam membangun sistem pendidikan nasional.

Selain itu, pemerintah melalui Kemendikdasmen juga mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (Shanty Sang)

Top