Pendidikan

Tumbuhkan Minat Baca, Pemkab Mimika Bangun Perpustakaan di Distrik Uta


Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah, Yopi Toisura

MIMIKA, BM

Guna menumbuhkan minat baca, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah telah membangun perpustakaan di Kampung Uta.

Gedung perpustakaan telah rampung hanya tinggal finishing mulai dari air bersih dan pengadaan buku-buku bacaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Yopi Toisuta mengatakan perpustakaan ini nantinya tidak hanya menyediakan buku-buku sekolah, tetapi juga buku-buku pengetahuan umum dan juga buku yang bercerita tentang kehidupan masyarakat  dan potensi daerah seperti pertanian, pengelolaan ikan, dan pertambangan.

"Pembangunan saat ini fokus pada mebel, air bersih, buku-buku, dan komputer. Ini adalah tahap awal pembangunan perpustakaan di Uta. Setelah semua lengkap 100 persen, baru kita resmikan," kata Yopi.

Yopi mengatakan, membangun perpustakan di distrik yang jauh dari perkotaan adalah bentuk keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat hingga ke daerah pesisir.

Katanya, Perpustakan juga akan dilengkapi dengan komputer menggunakan jaringan starlink sebagai fasilitas anak-anak belajar memanfaatkan teknologi mempromosikan daerahnya.

"Kami ingin perpustakaan ini menjadi pusat informasi dan pengetahuan bagi masyarakat Uta. Oleh karena itu, kami menyediakan buku-buku yang relevan dengan kehidupan mereka. Ada juga satu komputer yang bisa dimanfaatkan masyarakat setempat,"ujarnya.

Ia menjelaskan, perpustakan di Uta merupakan satu-satunya perpustakan yang dibangun pemerintah di wilayah pesisir. Namun, kedepan pemerintah akan hadir ke distrik lainnya dan berkomitmen membangun satu pepustakaan setiap tahunnya.

Bukan hanya menambah minat baca masyarakat, namun dengan hadirnya perpustakaan juga akan menjadi salah satu cara dalam memberdayakan mayarakat setempat. Sebab satu perpustakaan akan merekrut tiga warga sebagai petugas di perpustakan tersebut.

"Nanti akan kita rekrut warga setempat dan dilatih menjadi petugas di perpustakaan untuk melayani masyarakat. Kami juga akan rutin mengawasi aktivitas perpustakan," ungkapnya. (Shanty Sang)

9 Siswa Terima Laptop Hadiah Dari Gubernur Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat menyerahkan Laptop kepada pelajar

MIMIKA, BM

Sebanyak 9 siswa yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari SMA/SMK se Provinsi Papua Tengah menerima hadiah laptop dari Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa diHotel Grand Tembaga, Selasa (9/9/2025).

Gubernur Meki mengatakan, pemberian hadiah kepada putra-putri terbaik Paskibra bukan atas nama Pemerintah Daerah atau Pemda Papua Tengah namun pemberian itu atas nama dirinya dan keluarga sebagai bentuk penghargaan kepada anak-anak pelajar Paskibra Papua Tengah.

"Laptop ini bisa menjadi alat untuk siswa-siswi menjadi orang sukses. Tetapi sebaliknya juga jika disalahgunakan akan berdampak buruk bagi siswa-siswi. Jadi, saya berharap laptop ini bisa membawa kalian sukses,"kata Meki.

Adapun 9 siswa-siswi dari SMA/SMK di Kabupaten Mimika yang menerima hadiah laptop adalah Nikolaus Ipapita, Agustinus Abraham Berthus Norewari, Christian Fernaldi Naga, Rafa Akbar Nugroho, Axel Mario Roya, Anerita Ursula Elsa Yoku, Junia Patricia Windessy, Gloria Syalomita Nere dan Dina Tunas Pebrisa Panjaitan.

Para siswa-siswi ini berasal dari SMA Negeri 5, SMK Negeri 1, SMA Negeri 6 dan SMA Taruna.

Kepada Gubernur, Paskibraka Provinsi Papua Tengah yang merupakan perwakilan Mimika, Anerita Ursula Elsa Yoku mengucapkan terima kasih atas bantuan laptop ini.

"Saya mewakili teman-teman, mengucapkan terima kasih atas bantuan laptop ini, sekiranya bantuan dari bapak gubernur ini bisa menjadi berkat bagi kami,"tutup Elsa. (Shanty Sang

 

 

Bupati Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat, Dinsos Jaring 88 Anak Siap Masuk Asrama

Bupati Mimika Johanes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong saat menarik tirai papan nama sekolah rakyat

MIMIKA, BM

Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Kabupaten Mimika Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dimulai pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Kegiatan yang digelar di Bekas gedung Wisma Atlet PON XX di Jalan SP 2-SP 5, dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika Johanes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan Kepala Balai Besar Kemensos RI Regional VI Jayapura, John. Mampioper.

Untuk diketahui, Kabupaten Mimika menjadi lokasi Sekolah Rakyat ke-76 (SRT 76) se-Indonesia, yang digagas oleh Kementerian Sosial RI, dan Dinas Sosial (Dinsos) Mimika dan telah berhasil menjaring 88 anak yang siap masuk asrama SRT 76 ini.

Kepala Balai Besar KEMENSOS RI Regional VI Jayapura, John Mampioper, G.DipDevPrac., M.Eng mengatakan, Sekolah Rakyat di Mimika merupakan SR ke-76 dan SR ini masih berstatus rintisan, karena SR masih menggunakan bangunan sementara milik aset daerah.

Sebelumnya gedung ini tidak terawat namun dari Pemerintah Pusat melakukan perbaikan.

“Sekolah Rakyat ini merupakan bukti komitmen kepala daerah, karena ini adalah program pusat, dengan terbentuknya SR dan adanya peserta didik maka hal ini menjadi bukti, Mimika memiliki SDM yang mumpuni untuk menjalankam program pusat,”ujarnya.

Ia berpesan agar Sekolah Rakyat ini tidak ada bullyng, karena pembentukan Sekolah Rakyat ini dilakukan untuk membangun karakter dan latar belakang anak-anak agar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Pesan dari pak Presiden Prabowo, orang tua boleh susah tapi anak-anaknya jangan sampai susah, sehingga program ini dilakukan agar memberantas kemiskinan,” pesan John.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, pelaksanaan Sekolah Rakyat ini memang sedikit terlambat, namun Pemerintab Kabupaten Mimika melakukan semua proses dengan cepat, sehingga Sekolah Rakyat ini dapat terlaksana.

Sementara, untuk pembangunan sekolah rakyat nantinya akan dilanjutkan dengan jenjang SD, SMP hingga SMA.

“Pelaksanaan sekolah rakyat ini kami kejar diwaktu-waktu akhir, dan memang kita Pemerintah Daerah Mimika hanya menyiapkan siswa, semua pembangunan dan proses sekolah rakyat ini ditanggung Kementerian Sosial. kami berharap nantinya dengan gedung yang baru akan ada jenjang lainnya,” ungkap Bupati John.

Plt Kepala Dinas Sosial Mimika, Devota Maria Leusubun, SH., MH menjelaskan, sebelumnya Dinas Sosial berhasil melakukan assessment 100 siswa, namun ada kendala-kendala dilapangan, seperti saat penjemputan siswa tidak ada dirumah bahkan ada siswa yang juga menolak, sehingga 88 anak yang tersisa.

“Assessment kita lakukan dengan benar-benar melihat bagaimana kondisi siswa di lapangan, sehingga hasil dari pencarian 88 anak ini sesuai dengan kriteria dari pusat yang benar-benar melihat anak yang kurang mampu,” tutur Devota.

Ia menambahkan, dalam sekolah rakyat ini terdapat 33 pendidik yang akan menjalankan sekolah rakyat 24 jam. Namun jumlah pengajar ini dinilai masih kurang. Sehingga diharapkan adanya penambahan pendidik.

“Kami masih kekurangan pendidik untuk menjadi pembimbing dan penjaga anak-anak di asrama, namun yang ada ini akan kita maksimalkan. Sedangkan untuk kurikulum yang akan diajarkan lebih kepada kepemimpinan bahkan pembentukan karakter dengan nilai kebangsaan,” pungkas Devota. (Shanty Sang)

Top