Pendidikan

Ketua Satgas MBG : Kita Tunggu Data Untuk Terapkan MBG di Wilayah 3T

Ketua Satgas MBG Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pendataan untuk penerapan program di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

“Kami belum bisa memastikan penerapan MBG di wilayah 3T karena kita harus betul-betul memiliki data yang valid,” kata Ketua Satgas MBG, Emanuel Kemong saat ditemui, Senin (6/7/2026).

Emanuel menjelaskan, bahwa pendataan dilakukan untuk menetapkan wilayah 3T, karena penetapan 3T ini belum akurat. Seperti contoh di wilayah Pomako apakah disebut 3T ? Jadi, sebelum penerapan MBG data ini harus jelas.

“Seperti Pomako kita sebut wilayah 3T tapi dapat kita jangkau, kalau tidak kita sebut wilayah 3T, apa yang menjadi penyebabnya. Jadi semua harus kita tetapkan dulu,” jelas Emanuel.

Ia pun mengakui hal tersebut harus ditetapkan bersama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), maka itu pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada BGN untuk penetapan beberapa hal termasuk dengan wilayah 3T.

“Dalam waktu dekat ini kita akan duduk bersama BGN untuk pembahasan ini, karena kita harus tetapkan bersama,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Ciptakan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman, Disdik Mimika Bentuk Pokja

Foto bersama salam harmoni di sela-sela kegiatan

MIMIKA, BM

Guna menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika membentuk Kelompok Kerja (Pokja).

Pembentukan Pokja ini sesuai amanah Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Pembentukan Pokja ini diketuai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Mimika, Abraham Kateyau.

Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau menyampaikan, pembentukan Pokja penyelenggaraan BSAN di Mimika berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) dengan tujuan utama memberikan perlindungan budaya aman dan damai di lingkungan sekolah.

Anggota Pokja diharapkan aktif bekerja sama menciptakan suasana kondusif di masing-masing sekolah. Pelaksanaan Pokja ini akan dipimpin oleh Disdik sebagai leading sector, sementara usulan teknis dari lapangan akan ditinjau lebih lanjut sesuai kebutuhan.

“Jadi Pokja ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan dalam dunia pendidikan. Untuk penganggaran nantinya kita sesuaikan dengan kebutuhan setelah Pokja mulai menyusun rencana kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun menjelaskan bahwa pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman didasarkan pada Permendiknas Nomor 6 Tahun 2026. Pemerintah daerah memiliki kewajiban membentuk tim ini untuk memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendorong minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya.

“Pokja akan melibatkan beberapa OPD serta kepala distrik, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan yang dekat dengan satuan pendidikan,"ujar Anton.

Tujuan utama, kata Anton adalah mensosialisasikan budaya aman dan nyaman kepada sekolah dan masyarakat, agar kesadaran orang tua dalam mendukung pendidikan anak meningkat.

Ia menjelaskan, saat ini, Peraturan Bupati terkait pembentukan Pokja sedang disiapkan dan menunggu tanda tangan Bupati. Struktur awal Pokja mencakup Kepala Bappeda sebagai wakil ketua, koordinator Dinas Pendidikan, serta anggota dari OPD terkait.

Antonius menekankan bahwa jumlah anggota akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, dibuat ramping atau lebih besar.

“Sedangkan untuk pengawasan, kami rencanakan Pokja turun ke lapangan secara berkala, antara sekali hingga dua kali sebulan, sesuai arahan pimpinan. Namun sebelumnya kita lakukan rapat lanjutan untuk menentukan jadwal dan mekanisme kerja tim,” pungkas Anton. (Shanty Sang)

Wabup Sebut SPPG Yang Ditutup Sementara di Timika Sudah Beroperasi

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyebutkan bahwa 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, yang ditutup sementara (suspend) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu lalu telah kembali beroperasi.

Dengan beroperasinya kembali, maka SPPG tersebut dapat memberikan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak di wilayah itu.

Dengan beroperasi kembali 11 SPPG yang ditutup sementara itu, maka total SPPG di Mimika yang saat ini aktif memberikan pelayanan MBG di Kota Timika sebanyak 18 SPPG yang tersebar di tiga distrik di Mimika yakni Distrik Mimika Baru, Distrik Kuala Kencana dan Distrik Wania.

"Saya telah menerima laporan dari BGN kalau 11 SPPG telah kembali beroperasi setelah melengkapi dan memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan standar lingkungan sesuai dengan standar BGN," kata Wabup Emanuel.

Wabup yang juga Ketua Satgas MBG mengatakan, saat melakukan peninjauan dan melihat secara langsung penutupan SPPG itu semuanya rata-rata masalah IPAL. Oleh sebab itu, Satgas meminta mereka segera perbaiki. Saat ini mereka sudah perbaiki dan sekarang telah beroperasi kembali.

Katanya, Pemkab Mimika akan berkoordinasi dengan BGN untuk turun dan memantau kembali SPPG yang sudah aktif kembali beroperasi pasca penutupan.

Ia menambahkan akan ada pembentukan beberapa SPPG baru di wilayah pinggiran dan pesisir Mimika guna memberikan pelayanan MBG untuk anak-anak di wilayah itu.

"Penanggung jawab SPPG ini mereka sudah menyampaikan kepada kami bahwa ada beberapa dapur yang segera dibentuk  di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Kurang lebih ada tiga, satu itu di wilayah Mapurujaya Distrik Mimika Timur. Sementara dua lainnya di wilayah pinggiran dan pesisir yang masuk dalam wilayah 3T,"ujarnya.

Untuk memastikan pembentukan SPPG di tiga lokasi tersebut, Satgas MBG Mimika akan berkoordinasi dengan BGN Mimika untuk meninjau secara langsung lokasi-lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan SPPG.

"Kami akan memastikan kesiapan nya dulu dan Kami menyampaikan kepada teman-teman di BGN untuk melihat secara langsung lokasi-lokasi itu,"ucapnya.

Untuk pelayanan MBG, kata Wabup saat ini masih dilaksanakan di wilayah Kota Timika dan akan segera dibentuk di wilayah pinggiran dan pesisir, sementara untuk wilayah pegunungan Mimika hingga saat ini belum dilaksanakan

"Kalau di gunung itu model tetap MBG tetapi kita akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, tetapi itu belum bergerak," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top