Politik & Pemerintahan

Penuh Sukacita, Pemkab Mimika, TNI-Polri, dan Masyarakat Gelar Perayaan Natal Bersama

Prosesi pembakaran lilin Natal oleh Pj Sekretaris Daerah Mimika, Petrus Yumte dalam perayaan Natal Bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, TNI-Polri, dan masyarakat di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Kamis (29/12/2022).

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, TNI/Polri, dan masyarakat menggelar perayaan Natal Bersama di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Kamis (29/12/2022) malam.

Perayaan tersebut diawali dengan ibadah syukur yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Ibadah dipimpin langsung oleh Pdt Donal Salima dan perwakilan Gereja Katolik, Paul Weti.

Melalui khotbahnya, Pdt Donal menyampaikan pesan-pesan kabar gembira. Dia mengatakan bahwa peristiwa Natal merupakan peristiwa sukacita karena Natal telah menggenapi setiap rangkaian peristiwa dari perjanjian lama hingga perjanjian baru.

"Penggenapan itulah yang memberikan suasana sukacita bagi semua orang yang terlibat dalam perayaan Natal tahun ini," tuturnya.

"Sukacita bukan saja pada saat kita melihat para malaikat bertemu dengan Allah. Namun, sukacita itu datang dari semua orang yang berkenan kepada-Nya," imbuhnya.

Sementara itu, mewakili Pemkab Mimika, Pj Sekretaris Daerah, Petrus Yumte melalui sambutannya seusai ibadah menyebutkan bahwa perayaan Natal ini dapat berjalan dengan berkat uluran tangan Tuhan. Dia berharap, Natal dapat membawa kebaikan bagi Mimika.

"Mari kita buka hati kita agar Kristus yang lahir pada tahun 2022 lalu juga lahir di hati kita dengan penuh damai persaudaraan," katanya.

Menurutnya, dalam kurun waktu 10 tahun ke belakang, Timika tekah menjadi kota yang aman dan damai.

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tiap minggu kacau. Saya harap kerjasama TNI-Polri terus dilakukan sama-sama. Jaga dengan baik apa yang sudah ada saat ini. Mari kita ciptakan kedamaian," ujarnya.

Petrus juga mengucapakan terima kasih kepada Forkopimda dan masyarakat karena telah berperan aktif dalam membangun Mimika dari waktu ke waktu.

"Kota (Timika) ini jadi bukan karena satu orang saja yang bekerja. Namun, karena kita semua di tanah Amungsa ini. Selamat Natal 2022 dan selamat menyongsong tahun baru 2023," tutupnya.

Di samping itu, Ketua Panitia Natal, Reynold Ubra mengatakan bahwa Perayaan Natal ini merupakan hadiah kepada seluruh warga Mimika, mulai dari Potowaiburu sampai Alama.

"9 hari lalu kami mulai bekerja melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menyongsong Natal, seperti ajangsana ke Lapas Kelas IIB Timika, panti pendampingan anak muda, dan donor darah," ungkapnya.

Kata dia, semua hal itu dapat dilakukan karena adanya dukungan dan kerja sama dari semua elemen masyarakat.

"Terima kasih masyarakat Timika karena telah bersama-sama memeriahkan Natal," ucap Reynold.

Lebih lanjut, Reynold menyampaikan bahwa pada tanggal 31 Desember 2022 mendatang, Pemkab Mimika juga akan menggelar pesta kembang api menyambut tahun baru 2023.

Pesta kembang api tersebut akan dilaksanakan di halaman Graha Eme Neme Yauware.

"Untuk itu kami juga mengundang warga Timika untuk menyaksikannya," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Miris, Plt Bupati Mimika Ungkap Ada Pegawai yang Jual Beli Jabatan

Suasana apel gabungan yang dipimpin Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, di pelataran Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (9/1/2023)

MIMIKA, BM

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR) mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar ada pegawai yang rela membayar sejumlah uang untuk mendapatkan jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Hal itu disampaikan JR saat memimpin apel gabungan di pelataran Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (9/1/2023).

"Saya mendengar bahwa masih banyak ada pegawai yang karena ingin jabatan, punya posisi, terus ditipu-tipu sama orang luar, bahkan mungkin juga internal kita yang bawa-bawa nama saya untuk menjanjikan sebuah jabatan," ungkapnya.

"Kali ini saya sampaikan, tidak ada yang boleh seperti itu. Saya dengar juga sudah ada yang kasih uang lagi hanya untuk sekedar jabatan. Yang sudah kasih uang, saya tidak akan angkat dia jadi pejabat," imbuhnya menegaskan.

Menurut JR, untuk mendapatkan jabatan seharusnya para pegawai menempuh jalur yang benar, bukan dengan melakukan jual beli jabatan.

Kata dia, ada empat cara yang sesuai prosedur untuk mendapatkan sebuah jabatan, yakni assesment, evaluasi kinerja, married system atau pelelangan, dan job feed.

"Jadi kamu kerja saja dengan baik. Data nominasi pegawai kalian semua itu ada di kepegawaian. Kita tahu siapa yang pemalas walapun pangkat tinggi. Jadi semua kerja dengan baik. Jangan terpengaruh," tandasnya.

Disampaikan juga bahwa ada beberapa nama yang sudah tercatat dengan susah payah melakukan jual beli jabatan.

"Ingat saja, jangan coba coba. Kita pegawai bukan begitu modelnya. Jadi kamu kerja saja, tidak usah pusing. Siapa yang kerja baik, pangkatnya memenuhi syarat, proses married system kalau dilakukan tidak usah takut. Tidak boleh ada itu orang jual-jual jabatan," tegasnya.

Lebih lanjut, saat diwawancarai seusai apel, JR memastikan akan melakukan pengisian jabatan pada posisi jabatan yang sedang kosong.

"Tanggalnya belum, tapi itu pasti. Saya pastikan itu, karena banyak (jabatan) yang kosong kok. Bukan rolling ya, tapi dilakukan pengisian jabatan," katanya.

Pengisian jabatan tersebut, lanjut JR, tetap melalui keempat prosedur yang sudah disampaikan di atas.

"Nah empat cara itu semua kita tempuh. Tergantung dimana jabatannya. Jadi, saya sudah tidak mau lagi kita angkat orang sembarang-sembarang. Kita mau profesional, kita harus bekerja dengan baik-baik," jelasnya.

Menurutnya, jabatan bukan bagian dari kepentingan politik, melainkan kepentingan untuk perbaikan terhadap masyarakat.

"Kalau jabatan kita baik, pemerintah kita jalan dengan baik, otomatis politik juga jalan dengan baik," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Bappeda Mimika Gelar Sosialisasi Inovasi Daerah

Foto bersama peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Bapppeda Mimika menggelar sosialisasi inovasi Daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang efektif, efesien dan responsif dengan sasaran meningkatnya kinerja layanan publik yang berkualitas, inovatif dan berintegritas

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Jumat (16/12/2022) dibuka oleh Staf Ahli Bidang Hukum Setda Mimika, Septinus Timang.

Sekretaris Bappeda Mimika, Yoseph Manggasa mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana untuk menambah wawasan tentang inovasi-inovasi yang ada di daerah.

Menurutnya, penerapan inovasi ini sebenarnya sudah dilaksanakan di beberapa OPD yang mana setiap OPD mempunyai trik dan inovasi tertentu untuk bagaimana meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

"Penerapan inovasi ini memang dipusatkan inovasi pelayanan publik dan inovasi tata kelola pemerintahan. Beberapa sebenarnya kita sudah lakukan hanya saja belum teradministrasi dengan baik dan belum dilaporkan sehingga apa yang kita buat selama ini belum terdata di pusat,"terangnya. 

Yoseph berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momen untuk mengetahui secara umum substansi yang ada di dalam regulasi tentang inovasi daerah ini.

Menurutnya, tahun 2023 kegiatan ini akan dilanjutkan lagi untuk mengadministrasikan semua inovasi yang tergolong ke dalam inovasi yang sudah dilakukan sehingga datanya bisa sampai di pusat dan akan menjadi penilaian untuk inovasi daerah ini.

"Kita sudah dapat gambaran tadi bahwa untuk berubah kita harus berinovasi, kalau kita tidak berinovasi kita akan ketinggalan atau mati. Sehingga pelayanan ke masyarakat pemerintah berkomitmen untuk lebih di pacu lewat inovasi-inovasi yang dilaksanakan oleh perangkat daerah sesuai dengan tupoksinya,"tutur Yoseph.

Diharapkan, dengan inovasi ini sasaran pembangunan dan kesejahteraan bisa diberikan lebih cepat lewat inovasi yang dilakukan oleh perangkat daerah.

*"Semua perangkat daerah mempunyai ruang untuk berinovasi sehingga ke depan kita akan memacu semua perangkat daerah untuk melakukan terobosan inovasi untuk lebih mempercepat pelayanan publik begitu juga di intern pemerintah," Ungkapnya.

Sementara, Staf Ahli Bidang Hukum Setda Mimika, Septinus Timang dalam sambutannya mengatakan, indeks inovasi daerah menjadi penilaian atas persaingan sehat antar pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan, sehingga terwujud kesejahteraan rakyat.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini terus berproses menuju good governance, berdemokrasi secara adil, serta berimplikasi pada perlunya birokrasi publik sebagai jembatan antara civil society dan state, untuk menjalankan pemerintahan dengan lebih efisien, efektif, responsif, inovatif, kreatif, kompetitif, transparan dan akuntabel dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan masyarakat.

"Tentunya proses menuju good governance ini tidak lepas dari inovasi dalam pemerintahan, dimana cara-cara lama yang dinilai kurang efektif dalam pelaksanaannya, akan diperbaiki atau bahkan digantikan dengan cara baru yang dinilai lebih efektif dan efisien dalam implementasinya," tutur Septinus.

Katanya, Kabupaten Mimika berada dalam kategori kabupaten yang tidak inovatif. Padahal dilihat dari peningkatan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pelayanan lainnya sudah seharusnya berada pada level inovatif.

"Hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama, menghadapi tantangan dan permasalahan yang ada seperti tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik. Serta rendahnya kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap birokrasi pemerintah sehingga aparatur sipil negara perlu memahami dan menjadikan entrepreneurship sebagai pondasi yang kuat serta harus dibangun dalam merefleksikan kembali semangat reformasi birokrasi," tutupnya. (Shanty Sang)

Top