Politik & Pemerintahan

Gubernur Papua Besok Kunker ke Mimika



Gubernur Lukas Enembe akan meresmikan Venue Futsal dan Bola Tangan

MIMIKA, BM

Ketua Umum PB PON Papua Tahun 2021, Gubernur Papua Lukas Enembe direncanakan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mimika ada Senin (20/9).

Gubernur datang bersama rombongan ke Mimika untuk memantau kesiapan venue PB PON Sub Mimika. Ia ingin memastikan apakah Mimika telah siap untuk menggelar PON.

Sesuai rundown kegiatan yang dikirimkan ke BeritaMimika, Gubernur akan tiba di Bandara Moses Kilangin pada pukul 09.00 Wit. Semua yang terlibat dalam penjemputan ini, wajib menggunakan kemeja atau kaos PON Papua.

Kedatangan Gubernur Lukas Enembe di Bandara Moses Kilangin akan disambut oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Setelah dari bandara, rombongan akan langsung mengunjungi venue-venue PON di Timika.

Di venue futsal nanti, gubernur akan langsung melakukan penandatanganan prasasti peresmian venue futsal.

Setelah itu ia kemudian mengunjungi venue biliard, Mimika Sport Centre dan venue panjat tebing.

Di venue panjat tebing, gubernur akan mendampingi Bupati Mimika Eltinus Omaleng untuk melakukan penandatanganan prasasti peresmian. Setelah itu rombongan akan langsungs menuju Hotel 66 untuk makan siang bersama (Ronald)

Sekda: Honorer yang Dimutasi Tidak Bisa Pindah ke OPD Lain

Sekda Mimika, Michael R Gomar

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika telah mengaktifkan 2.998 tenaga honorer untuk kembali bekerja setelah sebelumnya pada Juni lalu mereka dirumahkan karena jumlah pegawai honor terlalu banyak sehingga membebani APBD.

Nama-nama tenaga honorer yang kembali aktif sudah dibagikan ke masing-masing pimpinan OPD, distrik dan kelurahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Michael Gomar saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (16/9) mengatakan dalam waktu kurang dari satu minggu ke depan dijadwalkan untuk pemberkasan tenaga honorer.

Setelah pemberlasan rampung, langsung akan dilakukan penandatanganan kontrak kerja bersama pemerintah daerah.

Pemberkasan dilakukan melalui kasubag kepegawai masing-masing instansi yang selanjutnya akan dikumpulkan kepada tim TP2D.

"Kami berharap tanggal 30 September sudah selesai agar bisa penandatanganan kontrak dan SK bupati secara kolektif dari masing-masing OPD sudah bisa diberikan," jelas Gomar.

Berdasarkan nama-nama yang sudah diunumkan, ada yang dimutasi sesuai latar belakang pendidikan dan kebutuhan di masing-masing OPD.

Dengan demikian maka honorer yang sudah dimutasi tidak bisa mengajukan pindah atau dipindahkan ke OPD lain sesuai keinginannya.

"Dalam kontrak kerja ada penegasan bahwa pegawai honorer tidak bisa dipindahkan atau mutasi. Misalnya di bawah oleh pimpinan OPD lainnya ke OPD lainnya," tegas Gomar.

Dalam kontrak kerja nanti juga tertuang klausal tentang kedisiplinan tenaga honorer. Beberapa diantaranya adalah jika tenaga honorer 10 hari berturut-turut tidak masuk kantor untuk bekerja atau tidak aktif tanpa keterangan maka akan diberikan sanksi pemecatan.

"Secara langsung pimpinan OPD mempunyai kewenangan melakukan pemutusan hubungan kerja," ujarnya

Untuk tahun ini, kontrak kerja akan berlaku tiga bulan dan akan dilakukan penilaian oleh masing-masing pimpinan OPD terkait kinerja dan keaktifan tenaga honorer.

"Apabila tidak aktif, kepala OPD melakukan penilaian maka bisa diusulkan untuk tidak dilanjutkan di tahun anggaran berikut," tuturnya.

Gomar berpesan kepada 2.998 tenaga honorer yang direkrut kembali agar dapat bekerja aktif membantu kinerja OPDOPD dan mengutamakan kedisiplinan dalam bekerja.

"Yang kami harapkan adalah aktif bekerja, disiplin, berkontribusi dan juga memberikan manfaat dan dampak lebih terhadap pelayanan publik yang ada di Mimika,"harapnya. (Shanty)

Sore Ini Bupati Aktifkan 2.989 Honorer

Bupati Mimika Eltinus Omaleng didampingi Sekda Michael R Gomar

MIMIKA, BM

Setelah melalui penantian panjang, akhirnya harapan besar para honorer di lingkungan Pemerintahan Daerah (Pemda) Mimika untuk kembali bekerja akan segera terwujud.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng saat ditemui di Hotel Mozza, Rabu (8/9) mengatakan sore ini akan menandatangani surat pengaktifan kembali para honorer yang dinonaktifkan sejak 1 Juni 2021.

"Kita akan panggil mereka (honorer-red) Saya sudah bikin. Nanti sebentar sore saya tandatangani,” tutur Bupati Omaleng.

Bupati mengatakan, Pemda Mimika akan membuat kontrak hingga akhir tahun. Dan kemudian akan kembali diperpanjang pada Januari 2022 sampai akhir tahun berikutnya.

"Saya sudah perintahkan Pak Sekda untuk honorer bisa bekerja terus. Adapun jumlah honorer yang akan diakomodir 2.989 orang," ungkapnya.

Ia menambahkan, 2.989 ini merupakan hasil validasi yang dilakukan terhadap usulan dari OPD termasuk distrik dan kelurahan.

Sebelumnya, Pemda Mimika memberhentikan 3.675 honerer dengan alasan terlalu banyak dan pembayaran gaji serta hak-hak lainnya membebani APBD, sehingga yang diusulkan kembali untuk siap bekerja adalah 2.989 orang.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan tenaga honorer itu tidak diusulkan kembali. Misalnya tenaga honorer yang sudah tidak aktif dalam waktu yang lama, tidak bekerja dengan baik, tidak disiplin, tidak memiliki skil atau kompetensi dan banyak ditemukan pendobolan nama dari OPD, distrik dan kelurahan.

"Hal ini berdasarkan validasi data yang dilakukan oleh Tim Pengawas dan Penegakkan Disiplin (TP2D) ASN Kabupaten Mimika," ungkapnya. (Shanty)

Top