Politik & Pemerintahan

6 Tujuan Pelaksanaan Musrenbangda RKPD 2020

Foto bersama pimpinan OPD dengan Bupati Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) RKPD Tahun 2020.

Pelaksanaan musrenbangda ini dilakukan selama 4 hari dan dibuka oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Graha Eme Neme Yauware, Senin(24/8) sore.

Kegiatan ini selain di diikuti seluruh perwakilan OPD Pemda Mimika, hadir pula pimpinan dan anggota DPRD Mimika.

Ketua Panitia, Yohana Paliling mengatakan dasar pelaksanaan musrenbangda adalah Undang-undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selain itu Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Daerah nomor 2 Tahun 2009 tentang RPJMD 2005-2025.

Dalam laporannya, Yohana Pailing mengatakan Pelaksanaan Musrenbangda RKPD ini memiliki 6 tujuan.

Pertama, menyepakati permasalahan pembangunan daerah. Kedua, menyepakati prioritas pembangunan daerah. Ketiga, menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah. Keempat, menyepakati program kegiatan, pagu indikator dan target kerja serta hasil kegiatan.

Kelima, menyepakati penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Papua serta ketujuh, menyepakati usulan program dan kegiatan yang akan diusulkan dalam musrenbang provinsi dan nasional.

"Musrenbangda ini dilakukan selama 4 hari. Hari ini di Eme Neme Yauware merupakan pembukaan dan sidang pleno sementara sidang kelompok tanggal 25-27 dilaksanakan di Kantor Bappeda," ujarnya.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan, musrenbang diselenggarakan sebagai ajang partisipatif dan forum mendiskusikan berbagai aspirasi pemangku kepentingan melalui program lintas sektor dalam upaya mencapai sasaran prioritas pembangunan, sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati.

Dalam proses ini, digunakan sistem aplikasi e-planning. Diharapkan usulan program kerja pemerintah daerah untuk 2021 terintegrasi dengan perencanaan di tingkat provinsi dan pusat.

"Saya menghimbau agar semua dapat berpartisipasi secara aktif dalam merumuskan dan memantapkan usulan program berdasarkan skala prioritas secara aktif dan bijaksana serta tetap memperhatikan indikator pencapaian target sesuai visi misi kami," harapnya.

Ia mengatakan peningkatan RKPD 2021 merupakan tahun kedua RPJMD Mimika sehingga semua pihak harus memperhatikan pencapaian target kinerja program dan kegiatan yang akan dipakai selama lima tahun ke depan.

"Tingkatkan koordinasi untuk mencapai keterpaduan pelaksanaan evaluasi dan program kegiatan sehingga pembangunan dapat berdampak bagi masyarakat. Saya harap kalian semua ikuti proses musrenbang ini sampai selesai dengan tetap memperhatikan prioritas dan arah kebijakan daerah. Musrenbang ini merupakan ajang percepatan dalam mewujudkan Mimika Cerdas, Aman dan Sejahtera," harap Omaleng. (Ronald)

 

 

 

Pejabat Sekda Jenny Usmani Harus Selesaikan 3 Hal Ini

Bupati Omaleng dan Pj Sekda Mimika Jenny O Usmani

MIMIKA, BM

Akhirnya polemik Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika terjawab setelah Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH secara resmi melantik Jenny O Usmani sebagai Pejabat Sekda Mimika, Rabu (19/8).

Sebelumnya, Nicolass Kuahaty menjabat sebagai Plt Sekda namun hanya selama 14 hari, sehingga hari ini telah digantikan dengan pejabat sekda yang baru.

Jenny O Usmani dilantik sebagai pejabat sekda berdasarkan Surat Keputusan Bupati nomor 821.2-09.

Pelantikan dilaksanakan di Pendopo Rumah Negara, SP3, Rabu (19/8) disaksikan Ketua DPRD Mimika, Robby Omaleng dan Pimpinan OPD.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan, pelantikan Pj sekda hari ini merupakan upaya penangkalan tata birokrasi yang lebih baik dengan harapan tata pemerintahan terus berputar.

Pelantikan hari ini menjadi penting karena Pj sekda mempunyai tugas strategis dalam membantu kepala daerah menyusun kebijakan dan kekoordinasian administrasi pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administrasi.

"Saya berharap pejabat sekda yang baru dapat melaksanakan tugas dengan baik dengan penuh rasa tanggungjawab disamping itu juga dapat memastikan program prioritas Pemerintah Kabupaten Mimika berjalan sesuai dengan perencanaan,"tutur Bupati Omaleng.

Diharapkan agar kinerja dan orientas harus tetap di junjung tinggi dan bekerja cepat, cerdas dan tuntas guna mewujudkan berbagai program pembangunan daerah dari berbagai sektor di Kabupaten Mimika.

Bupati mengatakan, sekda merupakan jabatan paling puncak dalam pola karir PNS di daerah yang tertentunya harus bisa mengkoordinasikan kepada kepala OPD, mengevaluasi dan berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada publik sehingga visi dan misi pimpinan kepala daerah Kabupaten Mimika dapat tercapai.

"Saya ingin instruksikan kepada seluruh Kepala OPD untuk bekerjasama memberi dukungan penuh agar pejabat sekda dapat melaksanakan seluruh tugasnya sesuai dengan target kinerja yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan,"tuturnya.

Dikatakan, pejabat sekda yang baru harus mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dengan menunjukan kinerja yang signifikan dalam memberikan pelayanan publik secara efektif dan efisien.

Bupati Omaleng juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Nicolass Kuahaty atas kerja keras dan jasanya dalam menjalankan roda pemerintahan selama menjabat sebagai Plt sekda.

"Setelah di lantik ini tugas pertama yang harus dilakukan oleh Pejabat Sekda baru adalah membentuk panitia ulang lagi untuk membentuk panitia seleksi definitif, mendorong anggaran APBD Perubahan 2020, siapkan APBD 2021. Jangan lagi tunggu-tunggu langsung jalankan karena program ke depan sangat penting sekali,"ungkapnya. (Shanty)

Isu Ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati Mimika Jangan Lagi Diperuncing

Anggota DPRD Mimika, Saleh Alhamid

MIMIKA, BM

Sekitar sebulan lalu publik Mimika dikejutkan dengan adanya disharmonisasi antara Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob.

Hal ini bermula dari peristiwa prosesi pelantikan rolling jabatan sejumlah pejabat ASN dan nama-nama yang tercantum sama sekali tidak diketahui oleh Wakil Bupati Mimika.

Bahkan disaat proses pelantikan berlangsung Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob justru sedang melakukan rapat di rumah dinasnya.

Hal ini membuat sejumlah pertanyaan karena pasangan OMTOB ini sedari awal hingga bulan ke-10 bersama, selalu harmonis.

Keduanya bahkan berhasil membuat inovasi dan gebrakan dalam membangun Mimika sebagai smart city, contohnya sejumlah maskapai penerbangan akhirnya masuk Mimika.

Perjuangan semasa pemilihan bupati dan wakil bupati yang begitu fenomenal akhirnya kandas di usia kerja baru 10 bulan.

Disharmonisasi ini semakin runcing karena ditenggarai ada pihak-pihak lain yang mencoba memperkeruh keintiman keduanya dalam membangun Mimika.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Komis C Saleh Alhamid kepada awak media Senin (17/8) di pusat pemerintahan mengatakan agar isu ketidakharmonisan antara bupati dan wakil bupati tidak perlu diperuncing.

“Bupati dan wakil itu orang baik. Kadang-kadang kata kurang baik yang keluar dari bupati, tidak sama dengan perasaanya, ini harus dimengerti baik. Beliau juga orang adat dan sangat memahami ini. Bapak wakil bupati sendiri orang yang sangat dewasa dan menerima itu dengan baik dan beliau sendiri sangat menghormati bupati,” ungkapnya.

Sambung dia, kedua pimpinan daerah ini sudah harus bersatu dan menghiraukan segala persoalan yang mempengaruhi keharmonisan mereka.

Ia berharap momen 17 Agustus menjadi satu kebangkitan baru agar keduanya kembali bersatu untuk Mimika. Menurutnya hal seperti ini sering terjadi namun selalu ada jalan keluarnya.

Saleh Alhamid juga meminta semua pihak termasuk media agar tidak lagi semakin meruncing keadaan ini.

“Kita hindari semua itu dan lebih justru bersama secara kekeluargaan. Teman-teman pers dan DPRD kita berusaha untuk tidak ada lagi isu kurang keharmonisan antara bupati dan wakil bupati. Momen 17 ini kita lihat tadi (Senin-red), bapak bupati dan wakil bupati duduk bersama. Mereka tidak baku marah, saling menegur dan bicara sama-sama," ungkapnya.

"Masalah mereka menurut saya tidak begitu dalam, hanya kata-kata ini diperuncing oleh orang lain. Jadi mulai sekarang semua stop. Mari kita bersatu dukung mereka berdua untuk membangun Mimika lebih baik," tandasnya. (Elfrida)

Top