Politik & Pemerintahan

Disperindag Mulai Lakukan Pendataan Pedagang Pasar Sentral

Pegawai Perindag saat melakukan pendataan di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika mulai melakukan pendataan pedagang di pasar sentral.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah pedagang yang melakukan aktifitas di Pasar Sentral dan juga sebagai data potensi penerimaan retribusi pelayanan pasar termasuk persampahan.

Pendataan para pedagang dilakukan selama 2 hari mulai hari ini, Kamis (6/8) hingga besok, Jumat (7/8).

Kepala Dinas Perindag, Michael R Gomar kepada BeritaMimika di Hotel Horison, berharap kerja sama antar pedagang dengan instansinya melalui UPTD pasar sehingga semua kebutuhan akan penataan di Pasar Sentral bisa dilakukan secepat mungkin untuk kebaikan bersama.

"Sekarang tim lagi melakukan pendataan. Hasil dari pendataan ini akan kami verifikasi ulang terhadap pemilik-pemilik lapak yang ada di pasar sentral sehingga ke depan baik pemilk lapak basah, semi basah, kering, kelontongan, sayur mayur maupun buah-buahan harus punya surat perjanjian dan surat pernyataan antara UPTD," ungkapnya.

Selain itu, menurut Gomar, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada pemilik lapak yang sudah menjual atau menyewakan lapaknya kepada orang lain.

"Atau apakah pedagang itu memiliki dua sampai tiga lapak. Ini nanti akan kita tahu dari hasil pendataan ini. Setelah data kita akan menyurat dan meminta untuk ketemu dan melakukan audiens dengan kami Disperindag dan UPTD. Kalau untuk sanksinya, nanti kita lihat ketentuanya dalam peraturan daerah tentang kepemilikan lapak ganda di pasar," jelasnya. (Shanty)

Sepi Penghuni dan Mulai Rusak, Disperindag Akan Rehab Dua Gedung Ini

Gedung A1 dan A2 di Pasar Sentral 

MIMIKA,BM

Gedung A1 dan A2 di Pasar Sentral sudah selesai dibangun, namun sayangnya hingga kini hanya ada beberapa pedagang yang menempati gedung tersebut. Padahal kedua gedung ini memiliki 208 los.

Kondisi dua gedung ini memprihatinkan karena ada beberapa bagian bangunan mulai rusak dan kotor karena tidak terawat.

Kepala Disperindag Mimika, Michael Gomar saat diwawancarai di Sentra Pemerintahan, Selasa (4/8) mengakui kondisi Gedung A1 dan A2 selama ini tidak kurang terurus dan belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Agar dapat digunakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika berencana akan merehab sekaligus melakukan pembersihan di Gedung A1 dan A2 agar bisa dimanfaatkan oleh pedagang yang telah memegang kunci.

"Mau tidak mau harus direhab dan dibersihkan supaya pedagang yang sudah menerima kunci diharapkan bisa segera menempati los-los pasar di gedung A1 dan A2," kata Gomar.

Selain perbaikan untuk semua fasilitas di kedua gedung ini, dalam waktu dekat disperindag akan melakukan pertemuan bersama pedagang yang telah memegang kunci los termasuk yang selama ini berjualan di sekitarnya.

"Kita akan lapor pimpinan supaya ada kebijakan untuk melakukan rehab dan pembersihan serta instalasi listrik sehingga kedua gedung ini sudah harus digunakan, "ujarnya. (Shanty)

Dalam Waktu Dekat, Dokumen Kependudukan Bisa Dicetak di Dua Kantor Distrik

Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung merupakan salah satu visi dan misi pemerintah daerah saat ini.

Guna mensingkronkan hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mimika dibawah kepemimpinan Slamet Sutejo melakukan inovasi program pelayanan kepada masyarakat.

Salah satunya, di tahun ini ada dua distrik yakni Mimika Timur dan Mimika Baru akan dijadikan sebagai pilot project pengurusan dan percetakan dokumen kependudukan sehingga warga tidak harus datang dan mengantre di Kantor Dukcapil di Sentra Pemerintahan SP III.

Rencananya setelah dua distrik ini, tahun-tahun selanjutnya akan dilakukan pula ke distrik lainnya guna memperpendek rentan jarak pengurusan dokumen kependudukan oleh masyarakat.

"Kami sudah rapat koordinasi untuk bagaimana mempersiapkan pelayanan di distrik. Nanti target kami di Mimika Timur sudah bisa cetak dokumen semua kependudukan sehingga saudara kita di pesisir itu urusannya bisa selesai di Mimika Timur. Begitupun dengan di kota, mereka bisa ke Distrik Miru saja," ungkapnya.

Kepada BeritaMimika di ruang kerjanya, Slamet Sutejo mengatakan mereka kini sedang melakukan training kepada 10 pegawai dari kedua distrik ini. Mereka dipersiapkan untuk menjadi operator dan petugas layanan di distrik.

"Ada 5 petugas dari Mimika Baru dan 5 dari Mimika Timur sementara training di sini supaya mereka mahir. Setelah itu kita coba dampingi dengan menempatkan masing-masing 2 pegawai kami di distrik supaya sama-sama melakukan pelayanan nanti," ujarnya.

Slamet mengatakan, guna memastikan semua layanan ini berjalan baik dan benar maka dalam setiap minggu, ia bersama sekretaris dan kepala-kepala bidang akan mobile dan berkantor di dua distrik ini.

"Sekarang kita lagi persiapkan, mudah-mudahan bulan ini atau bulan depan sudah bisa running layanannya sehingga bisa membantu warga agar tidak perlu terlalu jauh ke sini. Di kantor kami akan melakukan pelayanan yang sama untuk seputaran SP3, Kuala Kencana dan sekitarnya," jelasnya. (Ronald)

Top