Politik & Pemerintahan

Plt Bupati Mimika John Rettob Lantik Kembali Petrus Yumte Jabat Pj Sekda

Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob kembali melantik Petrus Yumte

MIMIKA, BM

Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob kembali melantik Petrus Yumte menjadi Pj Sekda Mimika. Petrus Yumte menggantikan Pj Sekda sebelumnya yakni Ida Wahyuni.

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (15/7/2024) tersebut berdasarkan SK 821.2-100 tentang pengukuhan, pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama penjabat sekretaris Daerah Kabupaten Mimika.

Untuk diketahui, Petrus Yumte juga sempat menjabat sebagai PJ. Sekda Mimika pada tahun 2022 lalu, kemudian digantikan oleh Robert Mayaut, setelah itu dijabat oleh Ida Wahyuni dan kembali lagi Petrus Yumte menjabat Pj Sekda hari ini.

Masa kerja Pj. Sekda Mimika, Petrus Yumte akan berlangsung selama tiga bulan kedepan.

Plt Bupati Mimika Johannes Rettob, dalam sambutannya mengatakan bahwa setelah pelantikan, Pj Sekda yang baru harus mengemban beberapa tugas dalam kurun waktu tiga bulan masa jabatan yaitu menyelesaikan masalah birokrasi dan persiapan penyusunan rencana perubahan APBD.

Selain itu, kata John, Pj Sekda juga ditugaskan untuk mencari solusi untuk menutupi defisit yang terjadi bersama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Dwi Chofilah. Serta, memperbaiki Monitoring Center for Prevention (MPC) yang saat ini rendah agar segera melaporkan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

"Dan juga harus menguatkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk menjamin agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran, serta bersama-sama dengan pimpinan OPD untuk membuat RPJMD dalam rangka laporan pertanggungjawaban pada Paripurna. Kemudian persiapan 17 Agustus agar dilaksanakan dengan baik. Serta monitor semua terkait situasi dalam Pilkada,"kata John.

John mengaku, bahwa tugas ini memang berat. Oleh sebab itu, ia berharap Pj Sekda baru dan seluruh pegawai harus bersama-sama tingkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Katanya, pengangkatan Pj Sekda baru adalah upaya untuk menata pola karir yang baik dan menata para pejabat agar duduk di tempatnya sesuai rekomendasi ASN.

"Pengangkatan Petrus Yumte ini mendapat kritikan, namun perlu diketahui bahwa pengangkatan ini bukan mendadak tetapi sudah atas persetujuan dari Pj Gubernur Papua Tengah dan Kemendagri,"ujarnya.

Ia mengatakan, Sekda itu sebagai koordinator pemerintahan. Jadi, siapa saja bisa menjadi Sekda, tetapi perlu diketahui, Sekda itu mempunyai pangkat paling tinggi di antara semua pejabat yang ada di sini.

Sementara itu, Petrus Yumte menanggapi beberapa tugas yang diamanahkan Plt Bupati padanya mengaku akan berkerja sama dengan seluruh OPD untuk menjalankan tugas yang harus dikerjakan.

"Ini bukan hanya kerja Sekda, ini adalah kerja tim bagaimana kita membangun kerja sama yang kuat, menggerakkan mereka, supaya pada masa akhir jabatan dari Eltinus Omaleng dan John Rettob meninggalkan cerita yang baik buat pemerintahan ke depan,"kata Yumte.

Yumte mengatakan, ASN tidak ada yang memilih menjadi pejabat. ASN harus setia pada tugas pemerintah, dan terkait jabatan adalah otoritas Tuhan dan Bupati.

"Kita tidak membawa diri atau memilih dalam semua jenjang. Kita loyal saja. Soal jabatan itu, Tuhan dan pemimpin kita yang lihat," pungkasnya. (Shanty Sang)

PARADE FOTO Validasi dan Pendampingan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2024

MIMIKA, BM

Kegiatan Validasi dan Pendampingan Pelaporan Inovasi Daerah tahun 2024 yang digelar oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika di Hotel Swiss Bellin pada Kamis (18/7/2024), resmi ditutup oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Petrus Yumte.

Foto - Foto: Shanty Sang - BeritaMimika

Pj Sekda Mimika Petrus Yumte saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan pelaporan inovasi.
Pj Sekda Mimika Petrus Yumte didampingi Kepala Bappeda Yohana Paliling saat menabuh tifa tanda dimulainya kegiatan.
Seluruh peserta kegiatan inovasi saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Seluruh peserta kegiatan inovasi saat mendengarkan arahan dari Kepala Bappeda Yohana Paliling.
Seluruh peserta kegiatan inovasi sedang fokus mendengarkan materi yang disampaikan Narasumber.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Petrus Yumte saat foto bersama Kepala Bappeda Mimika Yohana Paliling serta seluruh peserta kegiatan.
Tampak suasana saat penutupan kegiatan Validasi dan Pendampingan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2024.

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte saat foto bersama Kepala Bappeda Mimika Yohana Paliling serta para perwakilan OPD.
Pj Sekda Mimika Petrus Yumte saat foto bersama Kepala Bappeda Yohana Paliling serta seluruh peserta kegiatan pelaporan inovasi.
Pj Sekda Mimika Petrus Yumte didampingi Kepala Bappeda Yohana Paliling serta narasumber saat lakukan salam inovasi.

17.042 Warga Mimika Sudah Gunakan KTP Digital

Kepala Dinas Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Pemerintah Pusat menargetkan sebanyak 25 persen penduduk Indonesia sudah meregistrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau bermigrasi menggunakan KTP digital.

Di Mimika per 4 Juli 2024 sudah 17.042 warga sudah menggunakan  KTP digital.

Perlu dikatuhi keunggulan KTP Digital adalah penggunaannya lebih praktis, mudah diakses dan tidak bisa hilang serta rusak.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mimika, Slamet Sutejo saat ditemui di Hotel Horison Diana, Senin (8/7/2024) mengatakan, setiap harinya tidak sedikit masalah tentang hilang atau rusaknya KTP.

Slamet mengatakan banyak warga yang sudah memiliki KTP tetapi kadang urusannya ingin mengganti alamat dan mengganti status.

"Contoh, kemarin perekaman KTP itu sebanyak 236 keping. Namun, yang perekaman pertama hanya 46 orang, sedangkan sisanya itu ganti alamat dan ganti status serta KTP hilang atau rusak," ujarnya.

Lanjutnya, peluncuran KTP Digital baru dimulai tahun ini namun ini akan terus berkembang sambil menjaga keamanan data.

Sementara ini, yang paling banyak menggunakan atau yang telah memiliki KTP Digital adalah warga di wilayah kota. Sedangkan di wilayah pesisir dan pedalaman masih menggunakan KTP Elektronik.

"Di wilayah kota sudah terakses, sedangkan di pedalaman kan, tidak semua warga punya ponsel android. Tapi mereka punya KTP. Yang sudah digital tetap kita digitalkan, yang KTP elektronik tetap masih berlaku," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top