Warga Protes Undangan Yang Diberikan Tidak Sesuai Nama Asli

Hadiwiyono saat menunjukkan surat undangan yang tidak sesuai nama aslinya
MIMIKA, BM
Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang sudah berlangsung Rabu (14/02/2024) sejak pagi menuai banyak kritikan dari masyarakat.
Hal ini seperti dialami oleh salah satu warga Jalan Serui Mekar, yang merasa tidak puas dengan pihak penyelenggara pemilu kali ini.
Pasalnya undangan yang diterimanya untuk melakukan pencoblosan di TPS 40, Kelurahan Otomona khusus Dapil 3 itu bukan nama aslinya atau nama sebenarnya.
"Itu bukan saya punya nama, undangan itu atas nama Simon, kenapa bisa dikasih ke saya dan ini menjadi pertanyaan besar," ungkap Hadiwiyono saat menunjukkan surat undangan yang tidak sesuai nama aslinya.
Selain itu dirinya juga menyayangkan ada sekelompok warga dari luar yang bukan warga di TPS 40 datang untuk memilih.
"Gara-gara mereka yang bukan warga disini itu datang dan antri untuk coblos, makanya warga kami yang di TPS 40 ini lebih memilih balik atau pulang," kesal Hadiwiyono.
Lanjutnya,"Pelaksanaan pemilu kali ini tidak baik jika dibandingkan dengan yang lalu-lalu. Jujur saya protes untuk pihak penyelenggara," sambungnya.
Hal ini juga sama dialami oleh beberapa warga lainnya yang berada di Kelurahan Dingo Narama khususnya Dapil 2 yang mana tidak memperoleh atau mendapatkan surat undangan padahal mereka adalah warga lama, yang mana pada pemilu sebelum-sebelumnya itu selalu mendapatkan surat undangan.
Selain itu beredar video yang diduga terjadi di Kampung Karya Kencana dimana belum dilakukan pencoblosan oleh masyarakat namun sudah dilakukan penghitungan suara. (Ignasius Istanto)























Wabup John saat memasukan surat suara ke kotak suara