Politik & Pemerintahan

Kelurahan Dingo Narama Gelar Musrenbang Tahun 2024

Kepala Kelurahan Dingo Narama Oktavina Naa menyerahkan berita acara usulan progam kepada Distrik Mimika Baru

MIMIKA, BM

Guna memaksimalkan pembangunan, Kelurahan Dingo Narama menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024.

Kegiatan ini digelar untuk menjaring aspirasi dari masyarakat sesuai dengan kebutuhan pembangunan bagi masyarakat.

Musrenbang kelurahan ini berlangsung di Hotel Samumambo, Kamis (7/3/2024).

Pada Musrenbang kali ini terdapat usulan sementara sebanyak 26 usulan. Pasalnya, karena dari pihak sekolah, gereja dan klinik belum menyampaikan usulan.

Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktavina Naa mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan agar para RT, Puskesmas, sekolah, kader posyandu, tokoh pemuda, tokoh perempuan dapat menyampaikan usulan-usulan program kegiatan.

"Program yang diusulkan rata-rata sama, namun yang menjadi prioritas kami adalah pembangunan Kantor Kelurahan Dingo Narama karena jika hujan maka akan banjir dan masuk dalam kantor,"kata Oktavina.

Selain itu, terkait sampah juga menjadi prioritas. Memang Kelurahan Dingo Narama sudah diberikan motor roda 3 tetapi pelayanan persampahan di wilayah kelurahan ini sangat padat sehingga tidak maksimal.

"Jadi, kalau boleh mungkin bisa diberikan juga mobil pickup agar pelayanan sampah ke rumah warga bisa maksimal. Karena, pelayanan sampah juga kami gratiskan untuk warga,"ujarnya.

Untuk diketahui, wilayah Kelurahan Dingo Narama ada 12 RT tetapi jumlah penduduknya padat yakni sebanyak 12 ribu penduduk.

Katanya, Musrenbang ini nanti akan disampaikan kembali ke tingkat distrik setelah itu tingkat kabupaten jadi diharapkan agar ada sebagian program usulan yang disampaikan bisa terjawab.

"Kami juga harap agar ada perhatian buat kader-kader karena mereka kerja tidak di gaji dan juga air bersih,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru Joel Luhukay mengatakan, kegiatan Musrenbang ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diprogramkan dan jalankan untuk masyarakat.

"Program dalam Musrenbang ini adalah program yang benar-benar menyentuh ke masyarakat. Jadi, kami harap para RT dapat usulkan program untuk kebutuhan warganya bukan untuk kepentingan pribadi,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Musrenbang Distrik Mimika Barat Hasilkan 124 Usulan Program

Kepala Distrik Mimika Barat, Christian P. Warinussy, menyerahkan usulan program-program kepada Tim Asistensi Bappeda Kabupaten Mimika, dalam hal ini Koordinator Musrenbang Distrik Mimika Barat, Musryah.

MIMIKA, BM

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah tahun 2024 telah resmi digelar pada Jumat (8/3/2024) lalu di Kantor Distrik Mimika Barat.

Musrenbang yang bertemakan "Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Pelayanan Dasar Ekonomi dan Infrastruktur di Wilayah Pedalaman dan Pesisir" itu dibuka secara langsung oleh Kepala Distrik Mimika Barat, Christian P. Warinussy.

Ada pun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya para kepala kampung di lingkup Distrik Mimika Barat, Tim Asistensi Bappeda, jajaran Polsek dan Koramil, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

Kepala Distrik Mimika Barat saat ditemui di Timika, Selasa (12/3/2024), menyampaikan bahwa Musrenbang tersebut telah menghasilkan sebanyak 124 usulan program untuk tahun 2025.

"Usulan-usulan program akan kita lihat kembali, kita pilah mana yang diprioritaskan untuk kita dorong usulkan di forum dan selanjutnya ke Musrenbang tingkat kabupaten, karena kan ada dana desa juga yang mendukung program-program lain untuk membangun kampung masing-masing," ujar Christian.

Ratusan usulan program itu, jelas Christian, terbagi ke dalam tiga bidang yakni bidang infrastruktur 59 usulan, PPM 30 usulan, dan bidang perekonomian 35 usulan.

"Yang infrastruktur itu ada normalisasi kali, terus pembangunan lanjut jalan dari Kokonao ke Apuri karena tahun ini, program ini belum ada. Jadi, kami usul lagi untuk melanjutkan pembangunan jalan," ujar Christian.

"Kemudian pembangunan talut untuk pinggiran sungai karena itu sudah abrasi. Jadi, mereka usul kalau bisa dibuat talut agar jangan sampai terjadi abrasi lagi. Talut itu di Kampung Atapo dekat jembatan. Itu kalau banjir, air selalu turunkan tanah-tanah sampai sudah dekat rumah-rumah warga," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Christian, ada juga pembangunan rumah guru, lapangan upacara, dan ruang kelas untuk sekolah dasar.

"Kalau SMA Negeri 3 itu mereka minta untuk dibangun pagar. Tanah sekolah ini kan sebelumnya dikasih sama masyarakat, tapi karena tidak dipagar, kadang ukurannya berkurang diambil masyarakat. Makanya mereka minta pemerintah cepat ambil langkah membagun pagar agar jangan lagi diambil-ambil tanah itu," tuturnya.

Pembangunan rumah juga diusulkan oleh pihak Puskesmas setempat khusus untuk para petugas kesehatan.

"Tahun ini kan dibangun Puskesmas baru. Puskesmas yang lama itu kan dia tidak bisa untuk pengembangan akreditasi karena status tanah bukan milik pemerintah, dia masih milik Misi. Jadi, untuk membangun sesuatu itu tidak bisa sehingga kita pindahkan Puskesmas ke samping kantor distrik," jelas Christian.

"Makanya kemarin itu diusulkan, kalau bisa dibangun lagi rumah bagi petugas karena petugas ini banyak. Mereka tidur saja setengah mati, berhimpit-himpitan. Untuk itu, mereka minta kalau bisa, dibikin semacam barak begitu," tambahnya.

Di samping itu, sebut Christian, masyarakat di Distrik Mimika Barat pum mengusulkan pengadaan bibit sayur.

"Untuk pertanian, mereka minta ada bibit sayur untuk ditanam di polybag karena selama ini kan masyarakat jarang konsumsi sayur. Mereka lebih konsumsi ikan, kepiting, udang, dan sebagainya. Jadi, mereka minta itu juga," terang dia.

Sementara itu, perihal peningkatan perekonomian, Christian menyampaikan masyarakat mengusulkan agar pasar rakyat dapat diaktifkan kembali.

"Kalau masalah pasar, tetap kita akan utamakan karena memang itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di distrik. Ada dua pasar yang mungkin nanti kami akan dorong ke dinas terkait. Tentu ini akan membantu masyarakat untuk bisa menjual hasil dari pada mereka di Distrik Mimika Barat," kata Christian.

Christian berharap, program-program yang nantinya akan didorong dapat diloloskan demi tujuan pembangunan di Distrik Mimika Barat.

"Saya kira program-program ini untuk kita sama-sama membangun distrik, membangun masyarakat itu sebagai manusia yang lebih baik lagi, sehingga program yang diprioritaskan ini saya harap bisa lolos semua demi pembangunan di Distrik Mimika barat," pungkasnya.

Koordinator Musrenbang Distrik Mimika Barat, Musryah, menjelaskan bahwa setelah proses menjaring usulan melalui Musrenbang distrik ini, selanjutnya usulan-usulan itu akan dibawa ke Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Setelah Musrenbang ini tentunya ada tahapan berikutnya yaitu Forum OPD. Jadi, usulan-usulan dari distrik itu nanti akan dibawa lagi ke Forum OPD yang disesuaikan dengan OPD-OPD teknis," jelas Musryah.

"Jadi, misalnya seperti usulan program pengadaan ayam, itu OPD teknisnya nanti Dinas Peternakan. Ada lagi seperti masalah jaring atau pukat itu OPD teknisnya Dinas Perikanan. Begitu pun dengan usulan lainnya. Jadi, intinya setelah Musrenbang Distrik nanti kita bawa lagi ke Forum OPD. Setelah Forum OPD, baru Musrenbang kabupaten," tutupnya. (Endy Langobelen)

Musrenbang Distrik Mimika Baru 'Program Pembangunan Harus Searah, Cermat dan Terukur'

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA,BM

Distrik Mimika Baru menerima 158 usulan program dari kelurahan dan kampung dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik tahun 2024, Kamis (14/3/2024).

Program usulan yang jadi prioritas ialah di tiga bidang, yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Usulan yang masuk di sistem sebanyak 727 namun dilihat lagi yang menjadi skala prioritas sehingga usulan yang ditampung menjadi 158 usulan.

Selanjutnya usulan tersebut akan dilanjutkan ke tingkat Forum OPD dan tingkat Musrenbang kabupaten untuk menjadi program kerja di tahun 2025.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Ida Wahyuni dalam sambutannya mengatakan, Musrenbang Distrik merupakan forum musyawarah antar pemangku kepentingan karena dapat membahas dan mengevaluasi serta memastikan langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas masyarakat yang tercantum dalam daftar usulan rencana kerja kampung dan kelurahan.

"Program kampung dan kelurahan selanjutnya diintegrasikan dengan program kegiatan prioritas yang ada di Kabupaten Mimika,"kata Ida.

Ida mengatakan, semua aspirasi kegiatan yang disampaikan masyarakat yang ditampung melalui Musrenbang kampung dan kelurahan akan dipadukan dengan kebijakan pembangunan yang ada di wilayah distrik.

Selanjutnya akan digunakan sebagai bahan masukan penyusunan rencana kerja perangkat daerah, sebagai proses pembangunan yang berlangsung secara berkelanjutan, menyangkut berbagai aspek, mulai aspek ekonomi, sosial, politik dan budaya.

“Program pembangunan harus diawali dengan perencanaan yang searah, cermat dan terukur sesuai hasil dan tuntutan kebutuhan masyarakat,” tutur Ida.

Katanya, Musrenbang berkaitan erat dengan wujud perencanaan pembangunan partisipasi dan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses pengambilan keputusan.

Perencanaan pembangunan yang dirancang bersama diharapkan tidak hanya untuk menyelesaikan permasalahan pada saat ini, namun mampu juga untuk mengantisipasi persoalan yang akan datang.

Untuk itu, kata Ida dibutuhkan kepekaan yang gigih terhadap permasalahan pembangunan yang dihadapi pemerintah untuk menyelesaikan semua permasalahan pembangunan yang seharusnya sejalan dengan penanganan secara komprehensif dan inovatif.

"Guna mewujudkan Mimika yang cerdas, aman dan damai serta sejahtera sesuai misi membangun regulasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan memahami teknologi informasi menciptakan Mimika yang aman, tertib dan damai mewujudkan pemerataan pembangunan pelayanan dasar infrastruktur di wilayah pedalaman dan pesisir mewujudkan pemerintahan yang dinamis, bersih, berwibawa, akuntabel, profesional dan inovatif serta membangun sentra-sentra ekonomi baru di wilayah Mimika,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top