Politik & Pemerintahan

Dinsos Beri Bantuan Kendaraan Kepada Tujuh Panti Asuhan

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Robert Kambu Saat Menyerahkan Bantuan Kepada Salah Satu Panti Asuhan

MIMIKA, BM

Dinas Sosial Kabupaten Mimika memberikan bantuan kendaraan operasional bagi 7 panti asuhan. Bantuan tersebut sebagai wujud lebih dalam upaya memperhatikan anak-anak yatim piatu. 

Bantuan kendaraan itu berupa tujuh unit mobil pick up dan dua bis sekolah.

Penyerahan secara simbolis oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Robert Kambu dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Petrus Yumte berlangsung di Panti Asuhan Santa Susana di Jalan Poros SP 2-SP 5, Jumat (22/3/2024)

Adapun tujuh yayasan atau panti asuhan yang menerima bantuan dari pemerintah yaitu Yayasan atau Panti Asuhan Santa Susana, Yayasan Sta Klara Timika, Al-Amin Hidayatullah, dan Laskar Pelangi, Rumah Yatim dan Dhu'afa Baiturosul, Asrama Putri Salus Populi Timika serta Yayasan Peduli Aids Timika, Yapeda.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Robert Kambu berharap operasional ini dapat mendukung kegiatan operasional panti asuhan. Pemerintah daerah akan terus berkomitmen memperhatikan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Mimika, Petrus Yumte, mengatakan bahwa Dinsos hadir sebagai semangat pemerintah dalam memenuhi amanat pembangunan yang sedang dilaksanakan di kabupaten Mimika.

Menurutnya, anak-anak dan juga pengelola yayasan atau panti asuhan tidak hanya jadi penonton, tetapi juga harus dapat menikmati APBD Kabupaten Mimika.

"Pembangunan yang sedang kita jalankan sekarang ini, sedapat mungkin mendekati apa yang disebut dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Petrus.

Saat ini, kata Petrus sesuai data yang direkap di Dinas Sosial terdapat 19 panti asuhan di Mimika yang menampung sekitar 1350 anak yatim piatu.

"Kami harap kedepan supaya yayasan atau panti asuhan yang belum kebagian akan berkesempatan untuk mendapat bantuan dari pemerintah juga," ungkapnya.

Selanjutnya, Yohana Paliling mewakili Panti Asuhan Santa Susana, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Mimika.

"Kami berharap bantuan tersebut dapat terus berlanjut untuk mendukung keberlangsungan kegiatan di panti asuhan nantinya,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Safari Ramadhan, Pemda Mimika Berbagi Kasih ke Tiga Masjid di Distrik Mimika Timura

Berbagi kasih di masjid Nurul Hikmah

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika berbagi kasih di tiga masjid wilayah Distrik Mimika Timur diantaranya Masjid Nurul Hikmah, Masjid Al Haq dan Masjid Jabal Rahman, Sabtu (16/3/2024).

Berbagi kasih ini dibalut dalam kegiatan safari ramadhan yang digelar oleh Pemkab Mimika.

Safari ramadan ini dipimpin langsung oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Ida Wahyuni bersama beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Mimika.

Rombongan mulai bertolak dari Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menuju Masjid Nurul Hikmah, Masjid Al Haq dan kemudian Masjid Jabal Rahman.

Saat tiba di lokasi pertama, Pj Sekda Ida Wahyuni mengucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Nurul Hikmah yang sudah mau menerima kedatangan rombongan.

Perwakilan Pengurus Masjid Nurul Hikmah pun mengucapkan terima kasih kepada rombongan Pemkab dan Forkopimda Mimika yang telah mengunjungi dan menyerahkan bantuan berupa sembako.

Kemudian, Ustad Aji Taher Rumagesan perwakilan Masjid Al Haq pun mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pemda Mimika dan Forkopimda.

"Kami senang, karena ini pertama kali kita di kunjungi pemda. Sudab 18 tahun masjid ini berdiri baru kali ini dikunjungi oleh pemerintan. Saya bersyukur Pemda Mimika hari ini mengunjungi masjid ini serta berikan bingkisan,"ungkapnya.

Selanjutnya, rombongan bertolak ke Masjid Jabal Rahman sekaligus berbuka puasa bersama.

Pj. Sekda Mimika, Ida Wahyuni dalam sambutannya mengatakan, bahwa program Safari Ramadhan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Pemda Mimika setiap bulan puasa. Dan khusus tahun ini, akan dirangkaikan dengan kegiatan berbagi kasih Paskah.

Katanya, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah Kabupaten Mimika dengan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika.

“Saya berharap di bulan suci ini seluruh umat Islam dapat dengan senang hati memanfaatkan kesempatan yang luar biasa ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jabal Rahmah Al-Banna, Rampeani Rachman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Mimika yang telah menggelar kegiatan Safari Ramadhan untuk kesekian kalinya di Masjid Al-Rahmah Kaugapu.

"Kegiatan berbuka puasa tidak hanya dinikmati oleh umat Islam saja, namun agenda ini digunakan untuk membangun silaturahmi dengan saudara-saudara kita yang mayoritas, sehingga kita mampu menciptakan dan melahirkan apa yang disebut toleransi,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Pemkab Mimika Gelar Forum Perangkat Daerah


Bupati Eltinus Omaleng dan sekda foto bersama pimpinan opd dan forkopimda

MIMIKA, BM

Distrik, kelurahan dan kampung telah melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Sebelum dibahas dalam Musrenbang kabupaten, usulan dari distrik terlebih dahulu dibahas dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (22-23/3/2024) di Hotel Horison Diana.

Melalui forum OPD tersebut, distrik dan OPD teknis langsung bertemu membahas dan langsung menginput dalam aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Kegiatan yang merupakan tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 itu dibuka oleh Bupati Mimika DR Eltinus Omaleng, SE.,MH.

Adapun tema pembangunan tahun 2025 "Pembangunan Infrastruktur Untuk Peningkatan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan Penguatan Daya Saing Menuju Mimika Unggul".

Ketua Panitia, Palilu Tangke dalam laporannya menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan program kegiatan OPD dengan usulan program kegiatan hasil musrembang tingkat distrik.

Selain itu mempertajam indikator serta target program dan kegiatan perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah dan menyelaraskan program kegiatan antar perangkat daerah dan lainnya dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran.

Bupati Mimika DR Eltinus Omaleng dalam sambutan mengatakan, penyelenggaraan forum perangkat daerah merupakan bagian dari tahapan penyusunan perencanaan pembangunan daerah untuk menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan Kabupaten Mimika tahun 2025 yang diselaraskan dengan rencana kerja atau Renja perangkat daerah dan bermuara pada RKPD dan rancangan anggaran pendapatan belanja daerah atau (RAPBD).

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat merumuskan rencana pembangunan Kabupaten Mimika ke depan ke arah yang lebih baik dalam upaya peningkatan kualitas keluaran kegiatan yang lebih baik berdasarkan fungsi pelayanan yang dilaksanakan oleh setiap perangkat daerah dengan mengakomodir kebutuhan masyarakat," kata Bupati Omaleng.

Ia berharap, kepada kepala distrik dan pimpinan OPD dalam melaksanakan pembahasan, menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan tahun anggaran 2025 dengan merespon aspirasi masyarakat yang telah disepakati dalam musrembang distrik sebelumnya yang sesuai arah kebijakan dan prioritas pembangunan dengan tetap meperhatikan hal-hal sebagai berikut;

Pertama, Tahun 2025 merupakan tahun transisi maka dokumen Renja-OPD tetap berpedoman pada Renstra OPD yang belum tercapai dan mengacu pada rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah (Rkpd) tahun anggaran 2025.

Kedua, mengevaluasi pelaksanaan Renja-Opd tahun lalu berdasarkan Renstra-OPD termasuk program/kegiatan yang belum terselesaikan dan masih perlu untuk dilanjutkan.

Ketiga, merumuskan prioritas program dan kegiatan, indikator yang terukur, kelompok sasaran, lokasi dan pagu indikatif dari setiap OPD.

Katanya, konsep pembangunan di Papua secara khusus di Kabupaten Mimika didasarkan pada pengertian bahwa pembangunan harus dilakukan secara berkelanjutan dan partisipatif, artinya bahwa semua elemen masyarakat terlibat dalam proses pembangunan dengan memperhatikan kearifan lokal, budaya dan adat istiadat masyarakat setempat.

"Oleh karena itu perlu keberlanjutan membuka akses dan pengembangan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM, mendorong kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal serta meningkatkan koordinasi antar pihak yang ada di Kabupaten Mimika," ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Bappeda Mimika Ir Yohana Paliling mengatakan, Forum OPD ini seperti biasanya bertujuan untuk merangkum usulan-usulan dari Musrenbang distrik lalu diketemukan oleh OPD-OPD yang mereka tuju.

Ada 900 sekian usulan dari distrik yang sudah masuk di SIPD dan itu nanti akan dikomunikasikan dengan OPD.

"Sekitar 20 OPD yang akan mereka sasar dengan tetap berpedoman pada indikator yang ada, mana yang masuk mandatory, SPM untuk tingkat penurunan kemiskinan, stunting, inflasi. Fokus kita ke situ. Kita berharap 2024 ini kekurangan-kekurangan yang belum kita capai di RPJMD maka di terakhir ini kita bisa selesaikan,"tutur Yohana.

Yohana mengaku memang datanya belum ada karena saat ini masih berorientasi ke data 2023 dari BPS.

"Dari 900 an sekian usulan yang masuk memang masih sebagian besar di PUPR, pendidikan dan kesehatan. Artinya, sudah sesuai dengan tema kita yakni infrastruktur yang kita prioritaskan," ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan tema pembangunan tahun 2025, Infrastruktur yang dibutuhkan adalah untuk membuka akses pelayanan publik.

Artinya, masyarakat mendekat ke pelayanan tetapi pemerintah sebagai pelayan publik juga bisa sampai di masyarakat dengan cepat.

"Tahun ini kita ada beberapa kegiatan di Dinas Perhubungan untuk membangun dermaga yang anggarannya cukup besar. Ada beberapa dermaga yang akan kita bangun untuk memudahkan layanan juga disamping jalan, jembatan kemudian fasilitas bandara,"jelas Yohana.

Karena, kata Yohana, akses masyarakat dari kampung harus menggunakan pesawat kalau di dataran rendah pesisir yang masih bisa dijangkau dengan jalan itu di 6 distrik dalam kota semua sudah bisa dijangkau.

"Hanya saja mungkin pemeliharaan dengan fasilitas yang sudah ada tetapi untuk beberapa distrik yang ada di pesisir masih banyak PR di situ,"ungkapnya.

Diketahui, untuk hari pertama ada 9 distrik yakni Distrik Mimika Baru, Mimika Timur, Mimika Barat Jauh, Wania, Tembagapura, Kuala Kencana, Mimika Barat Tengah, Mimika Tengah dan Distrik Hoeya. Sedangkan, besok akan dilanjutkan dengan distrik lainnya lagi. (Shanty Sang)

Top