Pendidikan

Akhirnya, 483 Guru di Mimika Terima SK PPPK

Bupati Mimika Johannes Rettob menyerahkan SK PPPK kepada guru

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyerahkan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 483 tenaga guru di Aula Kantor BPKAD Mimika, Kamis (22/5/2025) kemarin.

Penyerahan SK PPPK untuk guru ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakhrullah, Kepala BKN Regional IX Jayapura, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Mimika.  

Bupati John dalam sambutannya mengatakan sesuai dengan janjinya dan wakil bupati bahwa dalam 100 hari kerja, keduanya akan menyelesaikan masalah dan langsung menyerahkan SK PPPK untuk tenaga guru. 

“Saya sudah janji 100 hari kerja saya dan pak wakil akan penuhi janji untuk serahkan SK PPPK Guru dan hari ini kamu terima SK,” kata Bupati John.

Bupati John menuturkan, tenaga guru ini menerima SK terhitung mulai tanggal 1 Juni 2025. Para guru yang menerima SK hari ini (kemarin-red) tidak termasuk tiga guru lain karena ada yang meninggal, lolos CASN dan memasuki usia pensiun.

Ia berpesan kepada para guru untuk menjalankan tugas dengan baik dalam memberikan pelajaran kepada anak didik. 

“Kalian bertugas bisa membuat anak-anak kita, khusus untuk guru SD paling tidak anak-anak tahu baca dan tulis,“ pesannya.

Ratusan guru yang hadir dalam penyerahan SK ini tampak begitu bergembira setelah penantian sejak tahun 2023.

Sementara itu, Kepala BKN RI Zudan mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati Mimika telah melaksanakan satu tanggung jawab sebagai pimpinan yaitu menyenangkan pegawainya.

“Hari ini kita dapat pelajaran bagus salah satu tugas pimpinan yang dilakukan adalah membuat anak buahnya senang,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Jauhi Bahaya Narkoba, Miras dan Lem Aibon, Satgas TMMD Berkolaborasi Dengan Polri Berikan Penyuluhan

Nampak masyarakat antusias mendengarkan penyuluhan mengenai bahaya dalam penggunaan narkoba, miras dan lem aibon

MIMIKA, BM

Dalam rangka memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, miras dan lem aibon, Satgas TMMD ke-124 Kodim 1710/Mimika memberikan penyuluhan kepada masyarakat pada Rabu (21/05/2025) bertempat di halaman Gereja Katolik St. Santo Paulus, Kampung Pigapu. 

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Polres Mimika dalam hal ini Satuan Reserse Narkoba. Yang mana kegiatan penyuluhan ini adalah rangkaian kegiatan nonfisik TMMD yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para remaja.

Kaur Mintu Satnakorba dari Polres Mimika, Ibu Aiptu Yuleha Pattimura sebagai narasumber menyampaikan penyuluhan ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda Kampung Pigapu dari bahaya narkoba, miras dan lem aibon. 

"Saya mengajak warga kampung Pigapu khususnya adik-adik untuk menjauhi narkoba, minuman keras dan penggunaan lem aibon, karena itu pintu awal kriminal. Demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama," ujarnya.

Ia juga mengarahkan anak-anak untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang positif demi masa depan yang lebih baik.

Dengan penyuluhan ini, Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika berharap masyarakat dapat memahami risiko dan dampak negatif narkoba, miras dan lem aibon demi menciptakan lingkungan yang lebih positif dan produktif. (Ignasius Istanto)

PTFI Gelontarkan Dana Pendidikan Rp350 Miliar Pada Tahun 2024

Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan komitmennya untuk mendukung pendidikan di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan bahwa pada tahun 2024, PTFI telah menggelontarkan anggaran sebesar Rp350 miliar untuk pendidikan di Mimika.

“Anggaran pendidikan tahun lalu yang kita keluarkan finishnya itu Rp 350 miliar. Artinya selama dua tahun ini, Freeport menggelotorkan Rp700 miliar," kata Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma usai mengikuti kegiatan Lomba Potensi Sains (LPS), di SATP, Senin (5/5/2025) kemarin.

Claus menjelaskan, dana sebesar Rp350 miliar itu digunakan untuk pembagian beasiswa bagi anak-anak Papua yang diberikan melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), digunakan juga di SATP. Kemudian, untuk Balai Pelatihan Kerja melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), kemudian untuk mendukung fasilitas dan insentif guru.

“Memang yang paling besar anggaran beasiswa yang digunakan hampir Rp300 miliar. Komitmen kami dapat diuji, sudah hampir 3 dekade kami ikut mendukung membangun sumber daya manusia di Mimika,” ujarnya.

Katanya, PTFI lebih mendorong kepada kualitas pendidikan bukan ke kuantitasnya. Bahkan saat ini YPMAK telah membuka jalur beasiswa yang lebih baik, seperti halnya beasiswa untuk anak berprestasi.

“Saya sangat setuju dengan beasiswa prestasi ini, karena dapat menjadi pemicu motivasi anak-anak lebih berprestasi. Dan terkait program pendidikan bapak Bupati yang dibangun dari pinggiran tentu hal ini sama persis dengan apa yang dilakukan oleh PTFI,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top