Ekonomi dan Pembangunan

KPP Pratama Timika Target Rp3,65 Triliun di 2021

Kantor Pajak Pratama Timika

MIMIKA, BM

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika menargetkan penerimaan sebesar Rp3,65 triliun di 2021. Target ini meningkat hingga 15,5 persen dibandingkan realisasi penerimaan pajak pada 2020.

Kepala KPP Pratama Timika Tirta Bastoni mengatakan pada 2020 kemarin, pihaknya mendapatkan realisasi sebesar Rp3,16 triliun.

"Di tengah kondisi ekonomi yang cenderung negatif sekarang ini tentu ini menjadi tantangan besar bagi kami jajaran KPP Pratama Timika untuk berusaha lebih maksimal lagi tentu dengan tetap menjaga hubungan yang baik dengan semua pihak, mudah-mudahan semua mendukung," jelasnya.

Menurutnya, 50 persen dari total penerimaan pajak terbesar KPP Pratama Timika berasal sektor pertambangan PT Freeport Indonesia.

Dikatakan pula bahwa KPP Pratama Timika selama ini hanya memungut pajak penghasilan karyawan (PPh Pasal 21) dan pemanfaatan jasa-jasa konstruksi lainnya di lingkungan kerja PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika. 

Sementara itu menurut Tirta, pajak badan perusahaan pertambangan menjadi penerimaan Kantor Pajak di Jakarta.

Agar tercapai realissi pajak tahun ini, KPP Pratama Timika menargetkan penerimaan negara yaitu pajak pemerintah daerah terutama tiga kabupaten di luar Mimika yakni Paniai, Deiyai dan Intan Jaya.

"Kami akui belum optimal untuk melakukan penagihan pajak di beberapa kabupaten tetangga Mimika karena ada banyak sekali kendala yang kami temui selama satu tahun terakhir, baik kendala geografis, transportasi, komunikasi termasuk masalah keamanan," jelasnya.

Meski pada 2020 terjadi penurunan setoran pajak pada hampir di semua item perpajakan, termasuk PPh Pasal 21 akibat adanya kebijakan insentif perpajakan dan pengurangan jam kerja selama pandemi COVID-19, namun PPh orang pribadi mengalami peningkatan terutama PPh Pasal 25 yaitu setoran dari para pelaku usaha.

Untuk penerimaan pajak tahun 2020 yang berhasil dikumpulkan KPP Pratama Timika didominasi oleh setoran PPh Pasal 21 dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sektor Pertambangan.

Realisasi penerimaan pajak PPh Pasal 21 sebesar Rp1,64 triliun, PPh lainnya yaitu PPh Pasal 22, Pasal 23, Pasal 25/29, PPh Final sebesar Rp220 miliar, PBB Sektor Pertambangan sebesar Rp909 miliar, PPN Rp302 miliar dan Pajak lainnya sebesar Rp86 miliar. (Red)

Siapa Aktor Dibalik Keberadaan Anak Karton, Ini Jawabannya

Maria Rettob Kadis DP3AP2KB Mimika

MIMIKA, BM

Anak karton adalah istilah yang diberikan kepada anak-anak yang biasanya menggunakan karton untuk menutupi kendaraan yang diparkir guna mendapatkan uang.

Keberadaan mereka telah ada sejak beberapa tahun lalu. Pekerjaan yang mereka lakukan tergolong mudah mendapatkan uang namun sayangnya mereka masilah anak-anak dengan usia rata-rata 7-12 tahun. 

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika mencatat ada sekitar 15 anak karton di Timika yang tersebar di beberapa tempat.

Diantaranya di depan Citra, RM Padang, Irama Mas, Ruko samping LPMAK dan Mereka rata-rata tinggal di Jalan Bougenvile dan Serui Mekar.

Walau sudah sering ditegur bahkan dilakukan pendekatan dengan orangtua namun mereka masih saja terus-menerus melakukan kegiatan ini. Bahkan mereka kadang mampu mengelabui petugas.

"Mereka biasa dikasih 2 ribu, 5 ribu bahkan ada yang kasih 100 ribu jadi mereka senang karena gampang dapat uang," ujar Maria Rettob, Kadis DP3AP2KB.

Maria menuturkan, anak-anak ini merupakan anak sekolah. Mereka paling sering menjadi anak karton usai selesai sekolah. Di musim pandemi ini, mereka hampir setiap hari di jalan.

Guna memastikan siapa dalang dibalik aksi nekat anak-anak ini mencari uang, DP3AP2KB sudah menangkap dan membawa langsung menemui orangtua mereka.

"Setelah dilacak, mereka bilang uangnya kasih ke mama, mama yang suruh. Kami ambil kesimpulan ternyata bahwa orangtua memberi izin anak mereka untuk mencari uang dengan cata seperti ini," ungkapnya.

"Kami sudah datangi orangtua mereka dan ingatkan bahwa anak-anak tugasnya sekolah bukan mencari uang. Orangtua janji tidak akan menyuruh lagi dan satu dua hari setelahnya mereka tidak turun. Tapi setelah itu mereka turun lagi," jelasnya.

Maria Rettob mengakui bahwa penanganan terhadap keberadaan anak karton tidak bisa dilakukan oleh DP3AP2KB saja namun harus melibatkan beberapa unsur OPD.

"Karena anak-anak sehingga perlakukan terhadap mereka pun harus berbeda. Kami sudah komunikasi dengan Dinas Sosial untuk nanti turun lagi ke orangtua mereka, berikan pemahaman dan sosialisasi terkait hal ini karena secara peraturan juga salah. Kita tidak boleh mempekerjakan anak dibawah usia untuk mencari uang apalagi anak usia sekolah," terangnya. (Ronald)

Freeport Beri Bantuan untuk Warga Bilogai Melalui Keuskupan Timika

Bantuan diserahkan di Kantor Keuskupan Timika

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukan kepeduliaanya kepada masyarakat melalui bantuan kemanusian yang diberikan.

Kali ini, PTFI menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga di Bilogai Intan Jaya melalui Keuskupan Timika.

PTFI di wakili VP Community Economic Development Nathan Kum didampingi Manager CED PTFI Yohanes Bewahan menyerahkan bantuan tersebut kepada pihak Keuskupan Timika di kantor Keuskupan Timika, Rabu (24/2).

Bantuan ini kemudian diterima Vikjen Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Srijanto SCJ dan Ketua PSE Keuskupan Timika, Benyamin Meo.

Bantuan berupa bahan makanan ini totalnya mencapai 5,3 ton atau setara dengan Rp107,5 juta.

Adapaun rincian bantuan yang di diberikan adalah beras 300 karung, mie instan 300 karton, minyak 20 gen, 40 karung gula pasir, 40 karton susu serta kopi dan gula masing-masing 20 karton.

Vice President Community Economy Development PTFI Nathan Kum mengatakan kepedulian PTFI ini diserahkan melalui Keuskupan Timika karena pihak keusukupan lebih menahami situasional dan merupakan umat gereja.

"Bantuan yang PTFI berikan ini merupakan salah satu komitmen dan perhatian kami atas apa yang terjadi disana. Bukan hanya di Mimika tapi apa yang dialami masyarakat di Bilogai juga menjadi perhatian kami," ujarnya.

Nathan berharap keadaan di Bilogai kembali membaik dan bantuan yang diberikan dapat mengurangi kekurangan yang dirasakan masyarakat.

Vikjen Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Srijanto, SCJ mengapresiasi perhatian yang diberikan PTFI karena cepat dan tanggap dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Komunikasi kami terakhir dengan pihak gereja di Bilogai, keadaan disana belum stabil. Awalnya ada 600 pengungsi namun sekarang meningkat kurang lebih ada 1.000 pengungsi," ungkapnya.

Diakui Vikjen bahwa warga di Bilogai sangat mengharapkan uluran tangan dan perhatian semacam ini.

"Gereja bertanggung jawab untuk menyalurkan bantuan ini. Warga di Bilogai sangat membutuhkan makanan. Kami juga sudah meminta kepada pemerintah setempat untuk segera mencari solusi terbaik agar situasi ini segera berakhir dan warga kembali beraktifitas seperti biasa," tuturnya. (Red)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top