Hukum & Kriminal

Blackbox Pesawat Susi Air Yang Jatuh di Duma Berhasil Ditemukan

 

Black Box pesawat (Foto Google)

MIMIKA, BM

Black Box milik pesawat Susi Air Pilatus Porter PC-6/PK-BVM akhirnya berhasil ditemukan oleh tim pada Minggu (26/6) kemarin.

Proses pengambilan kotak hitam atau blackbox dipimpin langsung Danlanud Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Slamet Suhartono bersama pihak KNKT dan Susi Air.

Selain pengambilan blackbox, tim juga kembali mengevakuasi dua korban lainnya, yang mana pada saat evakuasi pertama keduanya tidak ikut dalam evakuasi terhadap lima orang sebelumnya.

Melalui pesan tertulisnya kepada BeritaMimika, Senin (27/6), Danlanud mengatakan bahwa proses pengambilan kotak hitam atau blackbox dan evakuasi kedua korban dilakukan menggunakan Heli Caracal TNI AU EC-725/HT-7202.

Pada saat pengambilan kotak hitam, dan evakuasi dua korban, kata Danlanud, keduanya didampingi kadistrik beserta lima orang masyarakat.

"Evakuasi dua korban ini kita lakukan untuk memberikan penanganan medis lebih lanjut di RSUD Mimika karena kedua korban ini sebelumnya melakukan penanganan mandiri di Distrik Duma,"katanya.

Seusai melakukan kegiatan tersebut, pihak Lanud Yohanis Kapiyau langsung menyerahkan kotak hitam ke pihak KNKT.

"Jadi pada saat pengambilan kotak hitam dan evakuasi korban kita juga melaksanakan misi bantuan sosial berupa pemberian sembako dari pihak Susi Air dan Lanud Yohanis Kapiyau Timika, serta pemberian tumpangan terhadap masyarakat Distrik Duma menuju Timika,"ungkap Danlanud. (Ignas)

Gerai Maritim Masuk Kategori Proyek Mangkrak, Jaksa Penyidik Periksa Mantan Kadis Disperindag


Kajari Mimika menjelaskan terkait hasil penyelidikan atas mangkraknya pembangunan proyek Gerai Maritim

MIMIKA, BM

Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Mimika telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Disperindag (BS) terkait penyidikan proyek mangkrak Gerai Maritim.

"Kamis (kemarin-red) saudara BS sudah penuhi panggilan Jaksa penyidik Kejari Mimika terkait penyidikan proyek mangkrak Gerai Maritim,"kata Kepala Kejari Mimika, Sutrisno Margi Utomo, melalui pesan tertulisnya kepada media BeritaMimika, Jumat (24/6).

Dalam memenuhi panggilan, kata Kajari,mantan Kadis Perindag tahun 2015-2020 diperiksa oleh Jaksa penyidik selama enam jam, dimulai dari pukul 10.00 sampai 15.00 wit.

"Ada 14 pertanyaan, diantaranya menjelaskan detail pemenang proyek dan mengapa sampai yang bersangkutan menang proyek tersebut, apakah ada tekanan pihak lain. Pemeriksaan akan dilanjutkan lain waktu, mengingat yang bersangkutan ada jadwal pemeriksaan kesehatan," jelas Sutrisno.

Perlu diketahui bahwa penyidikan proyek mangkrak Gerai Maritim ini sebelumnya sudah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan yang mana diduga telah terjadi penyimpangan anggaran dan merugikan negara.

Pasalnya, menurut penyidik sejak dibangun hingga saat ini tidak dapat digunakan karena rusak. Selain itu, pada saat dilakukan pemeriksaan, tidak ada satupun pengusaha tol laut yang menitipkan barangnya ke gudang tersebut.

Pembangunan Gerai Maritim oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika dilakukan tahun anggaran 2018 dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemenperindag) sebesar Rp 3.637.512.500.

Pembangunan Gerai Maritim ini sebenarnya difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang para pengusaha tol laut dalam rangka mendukung program pemerintah Presiden Jokowi. (Ignas)

Unik, Pos Peka RT 04 Kesehatan Dalam Pasang Alarm Keributan

Petugas Pos Peka RT04 Kesehatan Dalam bersama Bhabinkamtibmasnya berfoto bersama Kasat Binmas Polres Mimika dan Wakapolsek Mimika Baru serta beberapa anggota polisi lainnya

MIMIKA, BM

Ada hal unik yang dimiliki Pos Peka RT 04 Jalan Kesehatan dalam bila dibandingkan dengan Pos Peka lainnya, yakni pos ini dilengkapi dengan alarm.

"Jadi alarm dipasangi ini jika terjadi keributan, maka personil yang menjaga pos dapat menekannya agar warga bisa keluar untuk membantu sambil menunggu respon dari pihak kepolisian," ungkap Ketua RT 04, RW 02 Kelurahan Timika Indah, Modestus Romrome, Selasa (28/6) malam.

Dengan adanya pos peka, dirinya berharap keamanan di jalan kesehatan dalam semakin baik dan tentram, sesuai dengan moto warga yakni lingkungan nyaman, warga aman.

"Pos ini dibangun berkat kerjasama warga dan Polres Mimika yang dengan swadaya dibangun guna menekan tingginya tindak kriminalitas. Sebelum kami dirikan pos peka ini tingkat kerawanan itu bukan hanya 1 atau 2 jam tapi 24 jam," ungkap ketua RT04.

Sejak pos peka didirikan pada bulan Februari lalu, kata Modestus sangat memberikan dampak positif bagi warga setempat, yang mana dulunya warga kuatir saat melintas namun saat ini warga merasa lega dan bebas beraktifitas.

"Apa yang sudah dicanangkan oleh bapak Kapolres Mimika tentang peningkatan kamtibmas akan kami siap siaga untuk menjaga kamtibmas. Kami juga berterimakasih kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Timika Indah yang selalu ada bersama warganya," katanya.

Ditambahkan juga saat ini warga tengah melakukan pembenahan untuk mengikuti perlombaan pos Peka, mulai dari mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan seperti keaktifan warga dalam menjaga pos, kebersihan, keamanan dan kelengkapan pos. (Ignas)

Top