Kesehatan

BKMT Mimika Berbagi Kasih 150 Parsel Nutrisi Tambahan Untuk Petugas Medis Covid-19

 Bantuan saat diberikan di RSUD Mimika

MIMIKA, BM

Pengurus Distrik bersama Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mimika menunjukan kepedulian dan cinta mereka kepada para petugas medis yang selama ini menjaga, merawat dan menyembuhkan pasien Covid-19 di Timika.

Perhatian talih kasih ditunjukan dengan memberikan bantuan berupa 150 paket parsel nutrisi tambahan kepada petugas kesehatan di RSUD, Shelter dan Public Safety Center (PSC) 119.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BKMT Distrik Mimika Baru, Hj. Herlina Hafid didampingi Wakil Ketua I dan Sekretaris Umum BKMT Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani dan Tuty Kaliki SE bersama badan pengurus lainnya.

Sekretaris Umum BKMT Kabupaten Mimika, Tuty Kaliki mengatakan BKMT adalah organisasi muslimah yang terstruktur dari pusat sampai ke daerah yang bergerak di bidang dakwah, keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Ketua BKMT Mimika Baru menyerahkan bantuan ke dr Jeanate

Di Kabupaten Mimika, BKMT telah memiliki tingkatan kepengurusan di 5 distrik yakni Mimika Baru, Wania, Mimika Timur, Mimika Barat dan Distrik Kuala Kencana.

Di masa pandemi Covid-19 ini, DKMT Mimika sebelumnya telah melakukan dua kegiatan bhakti sosial berupa pemberian 220 paket sembako melalui BKMT Distrik Wania kepada masyarakat di Distrik Wania yang berkekurangan (17-20/4) dan memberikan santunan takmir kepada pengurus 30 masjid di Mimika (8/5).

“Ini merupakan rangkaian kegiatan bhakti sosial kami yang merupakan bagian dari program BKMT daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BKMT Mimika Baru, Hj. Herlina Hafid mengatakan apa yang mereka berikan diharapkan dapat menjadi berkat bagi para petugas kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memerangi Covid-19 di Mimika.

“Jangan dilihat dari nilai bantuan yang kami berikan. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap petugas medis atas apa yang selama ini kalian lakukan untuk masyarakat. Terimakasih buat kalian semua karena kalian adalah pahlawan kami. Kami hanya mendoakan agar semua petugas medis selalu sehat, kuat dan selamat dalam memberikan pelayanan di tengah badai ini,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan di Smelter

Mewakili direktur dan manajemen RSUD, dr Jeanete menyampaikan terimakasih dan paresiasi atas perhatian yang diberikan oleh BKMT Mimika.

“Terimakasih kepada pengurus dan anggota BKMT yang sudah memberikan donasi berupa nutrusi tambahan bagi tenaga medis. Bantuan ini juga akan kami bagi kepada pasien Covid-19 yang saat ini sedang di rawat di RSUD. Semoga bantuan ini menjadi berkah bagi kita semua,” ungkapnya.

Di Shelter, Penanggungjawab Logistik Marthina Siska Magai didampingi para perawatnya juga menyamapaikan terimakasih atas kunjungan kasih ini.

“Terimakasih atas kepedulian ini. Bantuan selama ini biasa datang untuk pasien dan baru kali ini ada bantuan diluar pemerintah yang diberikan khusus untuk petugas kesehatan di sini. Terimakasih ibu-ibu BKMT Mimika. Kami di sini juga kerja dibagi dalam 3 shift dan sebagian petugas kami bertugas di Gor MSC,” ungkapnya.

Kunjungan BKMT Mimika di Public Safety Center (PSC) 119 diterima oleh dr Ahmad Jayadilaksana Putra Koli dan pegawai Dinas Kesehatan Mimika.

Foto bersama usai penyerahan bantuan di PSC 119

Mewakili dr Evelyn dan Plt Kadis Kesehatan Reynold Ubra, dr Ahmad menyampaikan terimakasih untuk ibu-ibu BKMT. Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian yang luar biasa kepada petugas kesehatan di PSC 119.

“Kami juga berharap agar ibu-ibu membantu kami mengingatkan keluarga dan masyarakat agar menaati anjuran pemerintah tentang Stay At Home dan Social Distancing untuk memutuskan mata rantai penularan virus Covid-19 di Mimika,” ungkapnya.

Kepada BeritaMimika, di akhir kegiatan Ketua BKMT Mimika Baru, Hj. Herlina Hafid mengatakan 150 paket parsel nutrisi ini diberikan ke RSUD sebanyak 50 paket, Shelter 70 dan PSC 119 30 paket.

“Ini bantuan yang saat ini dapat kami berikan. Kami akan berembuk bersama lagi dengan badan pengurus, kalau ada kelebihan dan rejeki, kami akan berupaya untuk memberikan bantuan kasih juga kepada yang lain terutama kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” ujarnya. (Ronald

6 Pasien RS Tembagapura Sembuh Dari Covid-19

Mimika juga ada penambahan 4 kasus positif Covid-19, Rabu (13/5)

MIMIKA, BM

Upaya luar biasa yang terus dilakukan PT Freeport Indonesia melalui Tim Dokter Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Tembagapura, guna melindungi karyawannya, perlahan mulai membuahkan hasil.

Pada malam ini, Rabu (13/5), sebanyak 6 pasien dari RS Tembagapura dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Mereka adalah pasien 048 inisial IDG, 050 inisial KRG, 052 inisial IKR, 054 inisial RSW, 060 inisial AGJ dan pasien 062 inisial EPS.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pemda Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan Mimika via pesan whatssap group Team Pers Update Covid-19, Rabu malam.

“Sebelumnya kami mohon maaf jika terdapat selisih kumulatif kasus Covid-19 dan kumulatif kasus sembuh hari ini dengan data provinsi. Kesalahan ini masih bisa dikontrol namun ini merupakan salah satu kelemahan jika data yang di publikasi terlebih dahulu belum di verifikasi dengan kabupaten dan ini akan mempengaruhi data nasional,” ungkapnya.

Reynold Ubra menyampaikan hal ini karena pada pukul 17.54 Wit, Tim Gugus Tugas Provinsi Papua melaporkan bahwa Kabupaten Mimika ada penambahan 5 kasus, padahal hanya 4 kasus. Selain itu mereka pun tidak melaporkan 6 kasus yang sembuh dari Covid-19.

“Pasien sembuh hari ini semua dari RS Tembagapura. Maka secara kumulatif 23 pasien (20,18 persen) di Mimika sudah sembuh. Untuk pasien meninggal belum ada penambahan masih 2,63 persen. Jumlah Pasien Covid-19 yang sembuh dari dr RSUD berjumlah 12 Orang (52,2 persen) dan RS Tembagapura berjumlah 11 Orang (47,8 persen),” ungkapnya.

Selain pasien sembuh, hari ini juga terdapat penambahan 4 kasus baru positif Covid-29. Bukan 5 kasus seperti yang sudah diberitakan beberapa media. Dari 4 kasus baru ini, 3 berasal dari RS Tembagapura dan 1 dari RSUD.

Mereka adalah pasien 111 inisial WDY (P) alamat Wonosari Jaya Distrik Wania, pasien 112 inisial HTN (L), pasien 113 inisial NKW (L) dan pasien 114 EYE (L). Ketiganya dari Rumah Sakit Tembagapura.

“Untuk Tembagapura tidak bisa disebutkan bahwa mereka merupakan cluster Freport karena harus diidentifikasi dulu berupa pengumpulan informasi dari karyawan yang sakit kalau transmisi lokal sudah pasti terjadi karena karyawan Freeport juga adalah pelaku perjalanan sehingga bisa saja penularan dari cluster Jakarta, Makasar, Surabaya bahkan Lembang,” jelasnya.

Ia mengatakan dengan penambahan 4 kasus baru maka kumulatif kasus Covid-19 distrik Tembagapura kini menjadi 72 Kasus, Kuala Kencana 4 Kasus, Mimika Baru 17 Kasus dan Wania 21 Kasus.

“Kasus aktif berjumlah 88 dengan rincian perawatan di RSUD 19 Kasus, shelter 7 kasus, RSMM 23 dan RS Tembagapura 55 Kasus,” ujarnya.

Secara tabulasi berdasarkan jenis kelamin, Reynold Ubra mengatakan dari total 114 kasus ini, pasien laki-laki sebanyak 85 Orang (74,56 persen) dan pasien Perempuan sebanyak 29 orang (25,44 persen).

Sedangkan jika melihat tabulasi faktor usia maka rata-rata usia 42.8 tahun dengan usia termuda 15 Tahun dan usia tertua 69 tahun.

“Terkait data penduduk lokal, 8 kasus dari seluruh kasus Tembagapura adalah Orang Asli Papua (OAP),” ungkapnya.

Mimika hari ini juga terdapat penambahan PDP baru sebanyak 5 Orang yang dilaporkan oleh RSMm (1), RS Tembagapura (3) dan RS Kasih Herlina (1). Sehingga jumlah PDP berjumlah 137 Orang dengan rincian Isolasi mandiri 46 dan isolasi di RSUD 9 Orang, Shelter 1, RSMM 23 dan RS Tembagapura 55 Orang.

Sedangkan ODP terdapat penambahan baru sebanyak 10 Orang. RSMm (1), PKM Kwamki (1), PKM Pasar Sentral (1), PKM Timika Jaya (3 ) dan Tracing PE (4). Kumulatif ODP berjumlah 520 orang. 507 isolasi mandiri, 13 isolasi di Shelter dan 1 orang isolasi di RSUD.

“Kalau OTG baru hari ini ada penambahan 5 orang berdasarkan tracing kontak PE sehingga kumulatif OTG berjumlah 956 Orang dengan rincian 912 orang isolasi mandiri dan 44 orang isolasi di shelter,” jelas Reynold Ubra. (Ronald)

Provinsi Laporkan 112, Mimika Laporkan 110, Kenapa Datanya Berbeda

Update jumlah kasus Covid-19 pers distrik di Mimika, Minggu (11/5)

MIMIKA, BM

Untuk ketiga kalinya, Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Provinsi Papua melaporkan update kasus Covid-19, berbeda dengan yang dilaporkan Tim Gugus Tugas Kabupaten Mimika.

Malam ini, Minggu (10/5), Tim Gugus Provinsi melaporkan bahwa ada penambahan 15 kasus baru pasien Covid-19 di Mimika. Jumlah ini membuat kumulatif pasien Covid-19 di Mimika menjadi 112 orang.

Namun melalui pernyataan pers Minggu malam, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika melaporkan hanya 13 orang. Total pasien Covid-19 Mimika 110 dan bukan 112.

Jubir Reynold Ubra menegaskan, Tim Gugus Tugas hanya melaporkan namun yang melakukan verifikasi dan memiliki data adalah Mimika.

Ia mengatakan Informasi yang sudah dipublikasi Tim Gugus Provinsi ada selisih 2 angka. 2 kasus tersebut merupakan pasien lama yang dilakukan tes PCR kembali namun mereka masih dinyatakan positif.

“Selisih angka itu biasa dan tingkat kesalahan ini masih bisa diklarifikasi, hanya saja entry data individual yang punya adalah kabupaten. Setelah kami verifikasi, memang benar 15 kasus tapi 2 kasus yang dilaporkan di dalamnya merupakan kasus lama yang sudah dilaporkan pada April kemarin,” ungkapnya kepada BeritaMimika.

Dua kasus lama yang disertakan dalam laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua hari ini adalah data positif Covid-19 pasien nomor 061 dan 084.

“Makanya kami cek lagi pasien 061 dan 084 double. Tidak mungkin kami harus mencatat mereka dua kali. Inilah alasan sebelum rilis data kami perlu teliti dan harus hati-hati, apakah nama-nama yang dilaporkan ini sudah keluar atau belum. Untuk apa kita buru-buru tapi salah dalam melaporkan atau memberitakan,” ungkapnya.

Reynold mencontohkan laporan pasien sembuh beberapa waktu lalu seharusnya sudah mencapai 17 orang namun Tim Gugus Tugas Provinsi belum melaporkan. Mereka masih menyatakan 13 di Mimika yang sembuh.

“Akhirnya pasien sembuh datanya kami kirim kembali dengan menghubungi tim (dinkes provinsi) baru diperbaiki. Terkait jumlah malam ini juga, besok kami kirim kembali datanya untuk klarifikasi bahwa 2 pasien lama ada dalam laporan mereka malam ini,” ujarnya.

Dengan demikian, kumulatif pasien Covid-19 di Mimika hingga Minggu (10/5) malam jumlahnya 110, bukan 112 seperti yang sudah dirilis beberapa media.

13 pasien baru positif Covid-19 malam ini yang dilaporkan semuanya berasal dari Rumah Sakit Tembagapura. Mereka adalah pasien 098 inisial HRS (L, 49), 099 MST (P, 56), 100 DDT (L, 46), 101 TRY (L, 46), 102 BSH (L, 47) dan pasien 103 inisial YCL (L, 45).

Selain itu pasien 104 berinisial RZS (L, 32), 105 MCS (L, 24), 106 WLS (L, 28), 107 SMS (L, 49), 108 WGK (L, 41), 109 SDT (L, 42) dan 110 ALF (L, 53).

“Setelah validasi data, jumlah kumulatif untuk Mimika 110 dan kasus aktif berjumlah 90 pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka dirawat di RSUD, RSMM dan RS Tembagapura,” ujarnya.

Reynold menjelaskan pasien Covid-19 di RSUD yang diisolasi berjumlah 16 orang, Shelter 7 dan 1 pasien dalam pengawasan RSUD. Sedangkan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) merawat 3 pasien dan Rumah Sakit Tembagapura 63.

“Berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Tembagapura, 63 orang ini sedang diisolasi dalam pemantauan tim medis dan semuanya positif dengan gejala ringan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan juga, hari ini sebanyak 8 orang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru. 4 dilaporkan oleh RS Tembagapura, 1 RSUD Mimika dan 3 dari RSMM.

“Jumlah PDP yang dipantau sampai malam ini 117 orang. Dari jumlah ini 36 orang isolasi mandiri sedangkan 81 orang di rawat di RSUD (9), Shelter (3), RSMM (17) dan RS Tembagapura merawat 52 orang” ujarnya.

Sementara itu, Reynod Ubra mengatakan hari ini tidak ada pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, demikian pula PDP yang dinyatakan sehat.

Hari ini, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dilaporkan ada 21 kasus baru yang ditemukan RSUD (1), PSC 119 (1) dan Klinik Polres Mimika (19). Dengan demikian jumlah ODP di Mimika totalnya 508 orang.

“Secara kumulatif seharusnya 510 orang namun ada 2 ODP, 1 terkonfirmasi positif dari RS Tembagapura dan 1 sudah dinyatakan sembuh. Dari 508 ini, 494 lakukan isolasi mandiri sedangkan yang masih diisolasi oleh RSUD berjumlah 14 orang. 1 di RSMM dan 13 di Wisma Atlet (Shelter-red),” jelasnya.

Kemudian untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) hari ini ada 3 laporan baru yakni berasal dari PSC 119. Sehingga secara kumulatif Total OTG berjumlah 933.

“Tapi hari ini ada 6 orang OTG terkonfirmasi positif Covid-19, satu orang dinyatakan sehat. Sehingga total 7 orang dikeluarkan dari status OTG,” terangnya. (Ronald)

Top