Kesehatan

Tiga Kasus Baru di Mimika Berasal Dari Distrik Wania, Penularan Cluster Lembang

Update terbaru jumlah kasus Covid-19 di Mimika (Jumat 1/5)

MIMIKA, BM

Hingga Jumat (1/5) malam, pukul 20.00 Wit, terjadi penambahan 3 kasus baru pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mimika. Dengan demikian, secara kumulatif jumlah pasien Covid-19 di Mimika kini menjadi 67 orang.

Tiga kasus baru yang dilaporkan RSUD Mimika adalah pasien 065 inisial inisial ADF (L, 39) alamat BTN Komoro Jaya. Pasien ini memiliki hubungan erat dengan kasus sebelumnya yakni pasien positif 005 (LBH).

Pasien kedua atau 006 inisialnya YNP (L, 48) beralamat Jalan Serayu Kelurahan Komoro Jaya. Ia terinfeksi karena pernah melakukan kontak erat dengan pasien 031 (IMS).

Sementara pasien 067 dengan inisial DTP (P, 15) alamatnya di Jalan Hasanuddin dan terinfeksi karena melakukan kontak erat dengan pasien 020 (HRP).

“Tiga kasus baru ini semuanya dari Distrik Wania dan penularanya dari Cluster Lembang. Total pasien secara kumulatif hingga malam ini adalah 67 pasien, perawatan 51, sembuh 13 dan meninggal 3 orang,” ungkap Reynold Ubra, Juru Bicara Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Mimika, Jumat (1/4) malam.

Ia mengatakan dari 51 kasus aktif ini, semuanya menjalani perawatan di rumah sakit. RSUD merawat 22 sementara RS Tembagapura 29 orang.

Reynold juga melaporkan bahwa timnya hari ini menemukan 2 PDP baru dari RS Tembagapura (1) dan Puskesmas Iliale (1). Satu diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hari ini empat PDP juga dinyatakan sembuh dan selesai masa pengawasan. Jadi total PDP sekarang 70 orang. PDP yang dirawat berjumlah 39 orang. 5 di RSUD, 6 RSMM dan 28 di RS Tembagapura,” ujarnya.

Dengan dikeluarkannya tiga kasus positif baru, Reynold mengatakan hingga saat ini masih tersisa 29 sample yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Jayapura.

Temuan OPD Tim Gugus Tugas di Jumat awal Maret ini berjumlah 4 orang. 2 merupakan temuan RSUD, 1 RS Tembagapura dan 1 lainnya dari Puskesmas Wania.

“Hari ini juga 1 ODP terkonfirmasi positif covid-19. 6 ODP sembuh dan selesai masa pemantauan. Jadi total yang sudah sembuh 10 orang. Hingga malam ini ODP totalnya ada 276 orang. Sementara yang masih di rawat di shelter 6 orang,” terangnya.

Sementara untuk OTG, temuan hari ini ada 7 orang dan semuanya berasal dari Puskesmas Wania. Hari ini juga 14 orang OTG selesai masa pemantauan.

“Jadi secara keseluruhan hari ini ada 24 orang dinyatakan selesai dan sehat. PDP 4 orang, ODP 6 orang dan 14 OTG,” ungkapnya.

Selain itu, Mimika juga mendapatkan kabar gembira karena ada tiga pasien positif Covid-19 RS Tembagapura dinyatakan sembuh. Hanya saja laporan resminnya belum sampai ke Tim Gugus Tugas Pemda Mimika.

“Tiga pasien ini sudah dinyatakan sembuh namun kami masih menunggu laporan resminya. Hasil swab pertama mereka negatif sehingga tinggal menunggu hasil swab kedua. Biasanya kalau negatif di swab pertama maka peluang negatif juga di swab kedua. Kita semua doakan agar mereka pulih dan segera bisa berkumpul lagi bersama keluarga,” harapnya. (Ronald)

Bupati : 9 Pasien Positif Hari Ini Semua Dari RS Tembagapura

Live facebook Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Papua (30/4)

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng kepada BeritaMimika melalui telepon, Kamis (30/4) sore mengatakan bahwa jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Papua hari ini bertambah 16 pasien.

Sebelumnya Bupati Omaleng menerima data hasil laboratorium Covid-19 dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua jumlahnya 17 pasien.

Namun pada keterangan pers sore tadi, Juru Bicara Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua telah meralatnya menjadi 16 pasien.

Dari jumlah ini, 5 pasien berasal dari Jayapura, 2 dari Merauke dan 9 dari Mimika. Secara keseluruhan, Provinsi Papua kini memiliki 205 pasien positif.

“9 pasien positif baru hari ini semua berasal dari RS Tembagapura. Jadi jumlah pasien positif dari Tembagapura sudah 32 orang. Secara keseluruhan Mimika sekarang 64 pasien, 50 sedang dirawat, 11 sembuh dan 3 meninggal ,” ujarnya.

Adapun inisial 9 pasien ini adalah AJ (L, 40), DDR (51, L), ST (51, L), TW (49, L), EPL (39, L), INC (38, P), Y (45, L), DS (48, L) dan MN (57, L). Kesembilan pasien ini semuanya di rawat di RS Tembagapura.

“Puji Tuhan, bukan hanya 9 yang bertambah tapi ada kabar gembira juga untuk Mimika, hari ini ada sekitar 10 pasien di Mimika sembuh dengan paripurna. Untuk yang sembuh, nanti sebentar jubir kita di Mimika yang sampaikan detailnya,” ungkapnya dengan senyum.

Menurut Bupati Omaleng, penambahan kasus-kasus baru selama ini memiliki dua mata sisi. Pertama Tim Gugus Tugas berhasil dalam menelusuri jejak kasus asal-muasal penularan Covid-19 di Mimika dan kedua, menunjukan bahwa masih banyak warga Mimika yang kurang patuh.

“Kemarin saya lihat semua sudah mulai bagus tapi sekarang ini macam kurang taat lagi dengan instruksi pemerintah. Tolong teman-teman, orangtua kalau bisa kalian tetap di rumah saja. Jangan keluar-keluar sembarangan karena ini berbahaya. Kita semua ingin cepat berakhir, kami lakukan tugas kami tapi kalau masyarakat tidak taat maka kita akan seperti ini terus,” ungkapnya.

“Yang sudah positif ini kita jaga supaya mereka cepat sembuh. Tim gugus kita kerja sudah masksimal cari sampai akar-akar dan kita yang sehat ini jaga diri supaya jangan ada yang sembuh, ada lagi yang masuk. Saya harap kita semua bersatu dan saling mendukung melawan virus ini,” harap Bupati Omaleng melalui BeritaMimika. (Ronald)

10 Kasus Baru Dari Rs Tembagapura Belum Dapat Dipastikan Asal Muasal Penularannya

Update terbaru jumlah kasus positif Covid-19 di Mimika (29/4)

MIMIKA, BM

Penambahan 10 kasus baru pasien positif Covid-19 yang dilaporkan Rabu (29/4) malam oleh Tim Gugus Tugas membuat jumlah pasien positif di Mimika bertambah menjadi 55 orang.

Jubir Pencegahan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra mengatakan 10 kasus baru ini semuanya berasal dari Rumah Sakit Tembagapura.

“Prediksi yang saya sudah sampaikan minggu lalu bahwa lonjakan ini akan terus semakin naik. Dengan penambahan dari Rumah Sakit Tembagapura maka kontribusinya hampir separuh kasus di Mimika,” ungkapnya.

Reynold mengatakan, jika dibandingkan dalam penelusuran kasus covid-19, untuk wilayah Kota Timika dan sekitarnya Tim Gugus Tugas dapat mengetahui pola penularan, berasal dari cluster mana, skema penularan hingga transmisi komunalnya.

“Hanya saja di Tembagapura kami belum bisa pastikan tapi jelas ini transmisi lokal. Sampai saat ini kami belum dapat laporan indeks secara rinci dari Tembagapura. Kami berharap Jumat kami bisa dapatkan rinciannya dari RS Tembagapura,” ujarnya.

Untuk hari ini (Rabu-red), Reynold mengatakan tim menemukan 7 PDP baru yang berasal dari RSUD (1), Rs Tembagapura (6) termasuk 2 OTG yang dinaikan statusnya menjadi PDP. Jumlah keseluruhan PDP kini menjadi 72 orang.

“PDP yang sedang dirawat ada 38. RSUD 6, RSMM 6 dan Rs Tembagapura 25 orang. Jadi Tembagapura paling banyak rawat PDP. Sementara PDP terkonfirmasi Covid-19 ada 7 orang. Untuk kasus positif, RSUD rawat 21 sementara Rs Tembagapura rawat 20 orang,” jelasnya.

Temuan OPD hari ini hanya 1 orang oleh RSUD Mimika. 1 ODP juga dinyatakan selesai masa pemantauan. Sehingga jumlah OPD yang selesai masa pemantauan berjumlah 37 orang. Namun secara keseluruhan total ODP hingga malam ini 266 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) di Mimika jumlahnya terus mengalami peningkatan. Secara total jumlahnya kini mencapai 580 orang. Hari ini 31 OTG baru ditemukan. 6 dari Puskesmas Mapurujaya, 12 Puskesmas Wania dan 17 orang merupakan hasil kontak tracing.

“Ada 3 OTG yang terkonfirmasi covid positif 3 sedangkan yang naik statusnya menjadi PDP ada 2 orang,” ujarnya.

“Untuk hasil pemeriksaan lab di Jayapura kita masih menunggu 49 kasus. Hari ini tidak ada laporan kematian pasien covid,” lanjutnya.

Kepada media-media di Mimika, Reynold Ubra juga menjelaskan tentang gambaran hasil tracing kontak yang mereka lakukan.

Pada hari ini, Tim Gugus Tugas mencoba melakukan review terhadap 879 orang yang pernah di tracing dari kasus 001 pasien positif di luar Tembagapura.

“Dari hasil semua tracing ini 17 orang sudah PCR dan negatif covid-19. Sementara 299 orang dinyatakan sudah sembuh dan ini merupakan angka tinggi,” ungkapnya.

Dari 879 orang ini yang sudah lakukan rapid tes adalah 138 orang. 9 orang setelah diperiksa negatif namun selama dua minggu ke depan akan terus dipantau.

“Sesuai hasil pertemuan kami, besok hingga minggu nanti kami akan lanjutkan rapid res kepada 1076 orang. Mereka ini adalah penumpang Garuda, kelompok karantina di bandara, petugas medis di 10 puskesmas dan beberapa karyawan dari Tembagapura yang kami tangkap di Bandara Moses Kilangin, mereka juga akan diperiksa,” jelasnya.

Secara detail Reynold Ubra menjelaskan bahwa dari gambaran 55 kasus ini, empat kelurahan yakni Tembagapura, Kamoro Jaya, Kebun Sirih dan Kelurahan Inauga merupakan zona merah.

Kelurahan Tembagapura penyumbang kasus positif paling banyak yakni 23 kasus. Disusul Kamoro Jaya 8, Kebun Sirih 8 dan Inauga 7 kasus.

“Empat kelurahan ini zona merah di Mimika. Ini wilayah penular. Semua penduduk di wilayah ini harus hati-hati. Kami akan lakukan deteksi lebih dini dan isolasi ketat di kelurahan-kelurahan ini karena sangat rawan,” ungkapnya.

Selain empat kelurahan ini, 7 kelurahan lainnya juga masuk dalam kategori zona kuning atau hati-hati karena masing-masing juga menyumbang pasien Covid-19 yakni Sempan, Koperapoka, Pasar Sentral, Timika Indah, Wanagon, Kuala Kencana dan Karang Senang SP 3.

“Penduduk di wilayah-wilayah ini juga harus hati-hati karena sesama penduduk bisa saling menularkan,” ujarnya mengingatkan.

“Ketika ada warga datang memeriksa ke puskesmas dari zona merah baik itu batuk dan panas maka bisa dinyatakan mereka sebagai PDP jika punya riwayat dengan pasin positif. Kalau tidak ada riwayat maka ditetapkan sebagai ODP. Kita pastikan bahwa saat ini banyak ODP di wilayah zona merah,” terangnya.

Reynold Ubra mengungkapkan, klasifikasi zona merah dan kuning dilakukan berdasarkan kajian epidemologi, jumlah kasus dan sebaran transmisi lokal.

“Ini kita klasifikasikan agar ada sentra penanganan kasus sekaligus sebagai perhatian buat masyarakat untuk waspada dan mawas diri, terutama yang berada di wilayah-wilayah ini,” ungkapnya. (Ronald

Top