Hingga Jumat (8/5), jumlah kasus positif di Mimika 97 kasus
MIMIKA, BM
Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 diperpanjang di Kabupaten Mimika karena tren kasus wabah kian hari mengalami peningkatan sejak pertama kali diumumkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian (TGTPP) Covid-19 Mimika pada 29 Maret 2020 lalu.
Dalam sebulan dari awalnya hanya 2 kasus positif Covid-19, kini meningkat drastis menjadi 97 kasus.
Jumat (8/2), juru bicara Tim Gugus Tugas Mimika Reynold Ubra kepada awak media melalui video conference yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Mimika mengumumkan penambahan dua kasus postif Covid-19.
"Dengan dua penambahan kasus positif Covid-19 maka kumulatif saat ini 97 kasus. Sementara, kasus aktif sedang dipantau 77 kasus. Dari 77 tersebut yang ditangani oleh RSUD ada 24, RSMM 3 dan RS Tembagapura 50 kasus," ujarnya
Inisial dari kasus positif Covid-19 dilaporkan oleh RSMM yakni kasus 096 dengan inisial MLP, perempuan umur 33 beralamat di Kelurahan Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana.
Kedua, pasien 097 inisial ELW, laki-laki umur 50 tahun di Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru. Sample kedua kasus ini dikirimkan oleh RSMM.
Ia menuturkan bahwa kasus 096 dan 097 belum dapat dipastikan apakah memiliki hubungan dengan kasus sebelumnya karena laporan baru saja diterima pihaknya sehingga sepanjutnya akan dilakukan penyelidikan epidemilogi untuk menggali riwayat kontak.
Sambung dia, update data hingga hari ini (Jumat-red) untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 107, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 464 dan Orang Tanpa Gejala (OTG) tembus 926 orang.
"Dari jumlah PDP 107, 31 orang melakukan isolasi mandiri dan 76 ditangani oleh rumah sakit yakni RSUD 10, RSMM 17 dan RS Tembagapura 49 orang,” ungkapnya.
Penambahan ODP hari ini berjumlah 61 yang dilaporkan oleh RSUD (4), RSMM (2), RS Tembagapura (1) puskesmas Wania (1) dan hasil tracing kontak 13. Sementara status OTG berubah menjadi ODP sebanyak 40 orang.
Sementara untuk OTG tercatat 5 dari RSMM (1) dan hasil tracing kontak (4). Sementara perubahan status dari OTG ke PDP 1 orang, namun OTG ke ODP berjumlah 40 orang. 1 orang juga dinyatakan selesai masa pemantauan sehingga dengan demikian jumlah OTG yang dipantau total keseluruhan sebanyak 926 orang.
"Meningkatnya penemuan kasus Covid-19 dan bertambahnya PDP, ODP dan OTG ini adalah salah satu keberhasilan pelacakan kasus Covid-19. Hal ini akan meningkat terutama diwilayah yang ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal karena masyarakat yang datang pasien dengan gejala batuk pilek di era Covid-19 bisa ditetapkan oleh tim medis sebagai PDP atau ODP maupun OTG," imbuhnya.
Reynold menegaskan bahwa peningkatan kasus secara teori menggambarkan bahwa pergerakan penduduk di Mimika sangat tinggi karena penyebab melonjaknya kasus Covid-19 dipengaruhi oleh pergerakan manusia.
Menurutnya, saat ini masyarakat Mimika di wilayah terjangkit menunjukkan aktivitas dan mobilisasi yang tinggi dan merekapun kurang meningahkan social serta physical distancing.
Padahal cara ampuh untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan tinggal di rumah, melakukan social dan physical distancing (jaga jarak), menggunakan masker, pola hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan dengan sabun serta menjaga kekebalan tubuh.
"Orang yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 maupun hasil penjaringan positif (rapid tes-red) karena penularannya dari manusia ke manusia dengan droplet atau percikan baik dari hidung maupun air liur dari mulut, atau bisa juga tekontaminasi di benda yang kita pegang," jelasnya.
Menurutnya masyarakat tidak perlu takut akan Covid-19 selama mentaati imbauan dari pemerintah. Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Mimika tetapi meluas ke seluruh dunia. Di era Covid-19 ini rasa solidaritas dan kekeluargaan justru harus ditingkatkan dengan tetap mematuhi imbauan pemerintah. (Elfrida)