Kesehatan

Mimika Sport Complex Digunakan Sebagai Tempat Karantina Pasien Covid-19

Update terbaru Covid-19 di Mimika, Selasa (28/4)

MIMIKA, BM

Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 termasuk PDP, ODP dan OTG maka dipastikan RSUD dan Shelter yang selama ini digunakan sebagai tempat isolasi tidak lagi mencukupi.

RSUD memang tengah dilakukan penambahan ruang isolasi namun prosesnya sedang dalam pekerjaan.

Untuk mengantisipasi ini, Pemerintah Daerah melakukan komunikasi dengan PT. Freeport Indonesia untuk menggunakan Mimika Sport Complex (MSC).

Permintaan ini mendapat dukungan dari manajemen PTFI dan mulai besok, Rabu (20/4) MSC akan mulai dipersiapkan pengoperasiannya sebagai tempat isolasi.

Ubra mengakan, pada sore tadi, Selasa (28/4) Tim Gugus Pencegahan Covid-19 Mimika bersama perwakilan PTFI mendatangi MSC guna meninjau rencana penggunaan gedung ini.

“Mimika Sport Complex siap digunakan dan jika tidak ada hambatan maka besok akan dimulai persiapan untuk setingan dan pengoperasiannya. MSC bisa menampung sampai 56 orang tetapi akan dibagi ruang untuk petugas dan sisanya untuk OTG,” ungkap Jubir Reynold Ubra melalui pesan whatssap kepada wartawan.

Ia mengatakan hingga malam ini jumlah PDP menjadi 70 orang, karena ada penambahan 13 PDP baru hasil temuan RSMM 6 pasien dan RS Tembagapura 7 pasien. Sementara jumlah ODP bertambah menjadi 266 dan OTG sebanyak 554 orang.

“Jumlah pasien positif Covid-19 belum ada penambahan kasus dan semoga dalam minggu ini tidak ada peningkatan kasus yang signifikan,” harapnya.

Sementara itu rencananya pada Rabu (29/4) besok, data 145 warga Mimika yang positif Covid-19 hasil rapid tes akan dikirim ke Jayapura untuk dijadwalkan dalam pemeriksaan swab.

“Hari ini kami masih lakukan rapid tes namun hingga malam ini datanya belum terupdate. Rencananya kita akan kirim bersamaan besok,” ujarnya.

Peningkatan kasus Covid-19 baik pasien positif, PDP, ODP maupun OTG di Mimika bukan hanya berdampak pada tempat penampungan namun juga dipastikan berdampak pada kebutuhan penambahan petugas medis.

“Dalam diskusi kami dengan dinas kesehatan provinsi sabtu kemarin, Mimika akan mendapat juga dukungan tenaga jika dalam situasi ini kita kekurangan tenaga. Mereka akan backup dengan tenaga dokter maupun perawat,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Reynold Ubra juga mengatakan rencana kerja Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dalam waktu dekat ini masih tetap difokuskan pada pencarian tracing kontak. Tujuannya agar segera dilakukan penanganan kesembuhan.

“Untuk penelusuran tracing kontak dilakuan dengan dua mekanisme yakni pengambilan spesimen di lapangan dan pengantaran langsung ke pusekesmas-puskesmas,” ujarnya. (Ronald

Lima Super Hero Terbang Ke Mimika Timur Bantu Warga Cegah Penularan Covid-19

Pesan kesehatan dari Spiderman dan Deadpool bagi masyarakat

MIMIKA, BM

Perhatian terhadap pencegahan penularan Covid-19 di Mimika bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, kelompok swasta, oragnisasi kepemudaan maupun organisasi kategorial lainnya namun juga dilakuan oleh para super hero yang selama ini sering kita saksikan penampilan dan aksi mereka di layar televisi.

Lima super hero ini yakni Spiderman, Deadpool, Kamen rider Ouja dan Batman Iron. Mereka tidak ingin melihat masyarakat Mimika tertular virus Corona.

Kelimanya secara khusus terbang langsung ke Mimika khususnya di Distrik Mimika Timur untuk memberikan edukasi penyebaran Covid-19 dan membagikan masker kepada masyarakat di Mimika Timur.

Kelima super hero ini bukan super hero nyata namun mereka adalah anggota Polsek Mimika Timur, Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako dan komunitas cosplay Timika.

Mereka adalah Aiptu lalu Hiskam Anady, Aipda Syarifuddin R, Aipda Lusiyadi, Aipda Ridwan Mare dan Brigadir Yudik yang memang menggunakan pakaian ala super hero untuk menyadarkan masyarakat Mimika Timur tentang bahaya virus corona.

Salah satu anggota Polsek Mimika Timur memakaikan masker ke seorang ibu

Aiptu Lalu Hiskam Anady yang menggunakan kostum spiderman mewakili Kapolsek Mimika Timur mengatakan bahwa kegiatan ini untuk mengedukasi warga dan membagikan masker yang merupakan hasil rajutan produk rumahan masyarakat Mimika.

“Kami pakai pakaian ala super hero supaya masyarakat tertarik dan mendengarkan edukasi yang kami sampaikan. Ini juga untuk meningkatkan ekonomi rumahan karena masker yang kita bagi ini dibeli dari para pembuat masker di Mimika yang didonasikan oleh dompet kemanusiaan sebanyak 250 lembar,” ungkapnya.

Sementara itu Brigadir Yudik I, Bhabinkantibmas Kampung Cenderawasih yang juga sebagai Ketua Komunitas Cosplay Mimika menambahkan kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga untuk menghibur warga yang selama ini berdiam di rumah akibat badai corona.

“Kami mulai tadi pukul 2 siang hingga pukul 5 sore. Bukan hanya pesan bahaya virus covid-19 ini tersampaikan namun banyak warg yang merasa terhibur dengan kehadiran kami karena pakai pakaian super hero,” ungkapnya dengan senyum kepada BeritaMimika. (Ronald)

300 Warga Mimika Hari Ini Dengar Hasil Rapid Tes Corona

Hasil rapid tes yang menunjukan negatif Covid-19 (Foto Google)

MIMIKA, BM

Sebanyak 300 masyarakat Mimika yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memerangi penularan Virus Corona di Mimika, pada hari ini Minggu (26/4), akan mendengar hasil rapid tes yang menyatakan mereka negatif atau positif Covid-19.

Mereka adalah pengawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja dan anggota Kepolisian Sektor Mimika Baru yang pada Sabtu (25/4) kemarin telah melakukan tes tersebut.

Pelaksanaan rapid tes kemarin sebenarnya tidak hanya dilakukan pada kelompok ini. Tim medis Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika juga melakukan rapid tes di wilayah Mapurujaya khususnya di Tipuka dan Hiripau (inkubator).

Pemeriksaan di wilayah Mapurujaya dilakukan oleh Tim Penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan bersama tim dari Puskesmas Mapurujaya yang langsung dipimpin kepala puskesmas.

“Secara terinci besok (hari ini-red) baru kami sampaikan hasilnya. Jadi selain pegawai, polisi dan masyarakat di Mapurujaya, kami juga lakukan pengembangan tes pada guru di salah satu sekolah di Timika,” ungkap Jubir Reynold Ubra melalui pesan whatssap kepada wartawan, Sabtu (25/4) malam.

Ia menjelaskan, hari ini Minggu (26/4) pemeriksaan rapit tes kembali dilanjutkan yang terkonsentrasi di Puskesmas Wania, Pasar Sentral, Timika dan Puskesmas Timika Jaya oleh tim Dinas Kesehatan dan tim masing-masing puskesmas.

“Awalnya kita akan lakukan dengan 106 penumpang kemarin tetapi untuk mereka kita jadwalkan dalam pekan depan. Keberadaan mereka ketika tiba di Timika sampai sekarang terus dipantau oleh Tim Gugus Tugas,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pada Sabtu (25/4) kemarin pihaknya belum menerima pemeriksaan hasil lab dari Jayapura sehingga jumlah kasus positif masih sama dengan hari sebelumnya yakni 41 kasus.

“Kurang lebih 65 sample kami sudah kirim termasuk 34 sample swab yang dikirim tadi pagi (kemarin) dan sampai Sabtu malam ini kami belum menerima hasil lab dari Jayapura,” jelasnya.

Kepada wartawan Reynold Ubra juga menyampaikan keseluruhan hasil terbaru temuan PDP, ODP dan OTG.

Jumlah PDP baru hari ini (kemarin-red) adalah 8 orang yang ditemukan oleh RS Tembagapura. ODP bertambah 2 kasus hasil temuan RSMM (1) dan RS Tembagapura.

Sementara jumlah OTG baru adalah 28 yang dilaporkan oleh RSMM adalah 5 orang serta hasil tracing kontak sebanyak 23 orang. Hingga Sabtu kemarin jumlah OTG secara keseluruhan mencapai 453 orang.

“Hari ini (Sabtu-red) total OTG yang dinyatakan sehat dan selesai masa pemantauan berjumlah 1 orang sehingga total seluruh OTG yang telah selesai masa pemantauan adalah 54 orang. PDP yang dinyatakan sehat juga ada 2 orang. Jadi total PDP yang sudah selesai dalam masa pemantauan secara kumulatif berjumlah 38 orang,” terangnya. (Ronald)

Top