Kesehatan

Mimika Tambah 3 Positif Covid-19, Total Kini 39 Pasien

Update terbaru pasien Covid-19 di Mimika (Rabu 22/4/)

MIMIKA, BM

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang dikirimkan dari Jayapura, Rabu (22/4), pasien positif Covid-19 di Mimika bertambah 3 orang. Penambahan ini membuat Kabupaten Mimika kini memiliki 39 pasien positif Corona Virus.

Juru Bicara Tim Pencegahan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra mengatakan pasien kasus positif 037 inisialnya YNR (perempuan, 17) beralamat di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Komoro Jaya.

Pasien 037 sebelumnya memiliki kontak erat dengan pasien 007, 021 dan 031. Kasus ini merupakan penularan dari klaster lembang.

Sementara pasien positif 38 berinisial ECS (perempuan, 16) dan pasien 039 inisial MHK (Perempuan, 19) keduanya beralamat Gorong-gorong, Kelurahan Kebun Sirih.

Kedua pasien ini terjangkit virus corona karena sebelumnya memiliki kontak erat dengan pasien positif 017 dan 018 yang merupakan Cluster Surabaya.

“Hari ini juga 1 pasien covid sembuh sehingga total jumlah pasien sembuh 5 orang. 1 ODP juga dinyatakan sehat dan selesi masa pemantauan sehingga total ODP sehat berjumlah 23 orang. 1 OTG juga dinyatakan sehat sehingga sudah 44 orang yang sehat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, temuan 3 kasus baru ini membuat jumlah penularan dari Cluster Surabaya semakin meningkat dan hampir sama jumlahnya dengan klaster lembang.

Hal ini karena dari dua pasien yakni positif 017 dan 018 sudah menghasilkan 7 kasus positif baru yakni pasien positif 020, 022, 029, 031, 032 dan 038. Dan mereka merupakan generasi pertama.

“Kami perkirakan penularan dari Cluster Surabaya ini masih akan terus bertambah karena aktifiktas berkumpul sejak 2 minggu terakhir masih berlangsung dan kemungkinan masih terjadi,” ungkapnya.

Hari ini Tim Gugus Tugas menemukan 21 ODP baru yang dilaporkan oleh RSMM (2 orang), RSUD (1), PKM Wania (1) dan hasil tracing kontal sebanyak 17 orang, sehingga Total ODP kini meningkat drastis menjadi 200 orang.

Jumlah PDP baru hari ini sebanyak 8 orang yang merupakan temuan dari RSUD (1), RS Tembagapura (2), RSMM (1), perubahan status dari OTG ke PDP (2) dan ODP ke PDP sebanyak 1 orang. Total PDP kini 59 orang.

Untuk OTG hari ini ada temuan 10 kasus baru yang ditemukan oleh RSMM (2), laporan PSC (1), hasil tracing kontak (7), perubahan status dari ODP ke OTG (1) dan perubahan status OTG ke PDP sebanyak 2 orang. Total OTG berjumlah 300 orang.

“Hingga malam ini pasien Covid-18 yang dirawat berjumlah 31 orang. 13 di RSUD, Shelter 11 orang dan RS. Tembagapura 7 orang,” terangnya.

Ia juga mengatakan berdasarkan laporan RSUD Mimika, beberapa pasien Covid-19 yang diisolasi sudah menujukan perbaikan kecuali pasien 006 Inisial SDM (L, 58) tahun yang belum menunjukan hasil positif.

Pasalnya, setelah diperiksa 2 kali pasien 006 masih menunjukan hasil positif padahal telah melewati masa isolasi 14 hari sehingga masa isolasi pasien tersebut akan diperpanjang.

“Saya optimis dalam minggu ini akan ada penambahan pasien yang sembuh. Kami mohon dukungan kepada semua masyarakat Kabupaten Mimika baik dalam bentuk doa dan mentaati aturan pemerintah. Kita bisa kalau kita berjuang bersama. Kami terus bekerja keras, tapi kami sangat berharap doa dari kalian semua agar badai ini cepat berlalu,” harapnya optimis.

Reynold Ubra juga menjelaskan bahwa sesuai rencana seharusnya Kamis (22/4) besok mereka akan melaksanakan rapid tes. Namun peralatan tes yang dipesan Tim Gugus Tugas dari Jayapura belum bisa didatangkan karena tidak adanya penerbangan dari Jayapura.

“Tetapi kalau tidak ada halangan maka besok akan tiba dengan pesawat Hercules. Kalau besok tiba, Jumat kita laksanakan rapid tes. Sesuai list, 900 orang akan di tes. Kami juga sudah bentuk 10 tim untuk melakukannya secara mobile dan terjadwal,” jelasnya. (Ronald)

Empat Kasus Baru Positif Covid-19 Semuanya Laki-Laki

Jubir Pencegahan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Juru Bicara Pencegahan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima hasil terbaru yang merupakan laporan dari Tim Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Papua bahwa Mimika bertambah 4 kasus positif. Temuan empat kasus positif ini semua berasal dari RS Tembagapura.

Ia menjelaksan, empat pasien positif hari ini, Selasa (21/4) adalah pasien 033 berinisial HBd (Laki-laki, 49 tahun), 034 inisial YLD (L, 56), 035 inisial STD (L, 53) dan pasien 036 berinisial YWN (L, 39).

“Dengan bertambahnya 4 kasus baru maka jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika hingga Selasa (21/4) menjadi 36 kasus,” ujarnya kepada wartawan melalui konfrence yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi Pemda Mimika.

Reynold menjelaskan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga malam ini berjumlah 54 orang.

Hari ini ada penambahan 6 kasus. RSUD 1 kasus, Rs Tembagapura 3 dan perubahan status 2 orang dari sebelumnya OTG menjadi PDP.

“Mestinya malam ini seharusnya 58 PDP namun hari ini juga 4 pasien sudah positif,” ujarnya.

Tim Gugus Tugas hari ini juga menemukan 22 kasus baru Orang Dalam Pengawasa (ODP), dari temuan ini 12 orang dilaporkan oleh RSMM, Rs Tembagapura 1, Puskesmas Timika Jaya 1, 5 hasil tracing kontak dan 3 perubahan status dari OTG menjadi ODP.

“Jumlah ODP yang saat ini melakukan isolasi mandiri ada 178 orang. Hari ini kita juga rujuk 1 OPD ke shelter dan 1 ke RSUD. Jadi OPD di shelter 5 orang,” ungkapnya.

Sementara itu, keseluruhan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Mimika berjumlah 293 orang. Hari ini 21 kasus OTG baru ditemukan. Temuan dari RSMM 4 orang dan hasil tracing kontak 17.

“Untuk pasien positif Covid-19, hingga malam ini RSUD merawat 13 pasien, Shelter 9 sementara Rs Tembagapura 7 pasien. PDP 19 orang dirawat, 5 di RSUD, shelter 3, RSMM 2 dan 9 di Rs Tembagapura,” ungkapnya.

Sejak 29 Maret hingga 21 April, Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-29 di Mimika total telah mengirimkan 83 sample.

Dari jumlah ini 36 sudah terkonfirmasi positif corona dan 19 negatif. Sementara 28 sampel masih menunggu hasil pemeriksaan lab di Jayapura.

Reynold Ubra juga mengatakan pada pagi tadi, sebanyak 106 warga Mimika dipulangkan dari Jakarta (74 orang) dan Bali (32 orang).

Di bandara, Tim Gugus Tugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pengecekan surat keterangan pemeriksaan kesehatan bebas covid-19. Hasilnya semua sehat.

“Tapi kami tetap menyarankan isolasi mandiri, di rumah harus menggunakan masker dan tidak boleh keluar eumah. Mereka harus isolasi di kamar. Mulai besok kami awasi sampai 14 hari ke depan,” ungkapnya.

“Kamis nanti mereka semua dilakukan rapid tes. Rapid tes berikutnya 10 hari dan terakhir 14 hari setelah habis waktu isolasi mandiri. Dari situ baru dikeluarkan surat kesehatan apakah mereka ini sakit atau sehat. Kami akan lakukan pengawasan ketat untuk mereka,” Jelas Reynold Ubra mengakhiri wawancaranya. (Ronald)

TP-PKK Mimika Donasikan 400 APD dan 375 Masker, Tim Medis Menangis Menerimanya

Ny Kalina Omaleng menyerahkan APD dan masker ke shelter

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika periode 2019-2024 pada Selasa (14/4) lalu telah resmi dilantik Bupati Mimika Eltinus Omaleng berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mimika Nomor 166 Tahun 2020.

Belum sepekan dilantik, TP-PKK Mimika langsung menunjukan kepedulian dan kontribusi nyata mereka terhadap dinamika yang kini sedang dihadapi oleh seluruh masyarakat, yakni penyebaran dan penularan Corona Virus.

Melihat kekurangan dalam hal Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bagi tim medis di Mimika yang kini tengah berjuang melawan virus Corona, TP-PKK memberikan bantuan 400 Alat Pelindung Diri (APD) dan 375 masker N-95.

APD dan masker tersebut diserahkan, Senin (20/4) ke 10 fasilitas kesehatan dimulai dari RSUD Mimika, Klinik Puri Husada, Puskesmas (PKM) Pasar Sentral, RSMM, PKM Limau Asri, PKM Bhintuka, PKM Jiliyale, PKM Kwamki Lama, RS Kasih Herlina dan PKM Timika serta tempat penampungan pasien Covid-19 yakni Shelter Wisma Atlet.

Penyerahan bantuan alat kesehatan ini dipimpin langsung Ketua Penggerak TP-PKK Mimika Kalina Omaleng, Wakil Ketua I Suzy HerawatyRettob, Wakil Ketua II Pere Omaleng, Pokja IV beserta badan pengurus lainnya.

Suasana haru begitu terasa saat TP-PKK Mimika memberikan bantuan di Shelter Wisma Atlet sebanyak 75 APD dan 50 masker yang diterima oleh Penanggungjawab Logistik Shelter, Marthina Siska Magai didampingi para perawat. 

Ia meneteskan air mata karena merasa terjawab kebutuhan yang selama ini mereka nantikan. Terlebih mereka berhadapan langsung menangani para pasien setiap hari demi kesembuhan mereka.

 Ny. Suzy Herawati saat menyerahkan bantuan kepada direktur RSMM

"Terimakasih untuk bantuannya kami sangat memerlukan ini karena APD kami terbatas. Ini begitu berarti bagi kami petugas dan masyarakat. Semoga Tuhan yang membalas semua kebaikan TP-PKK Mimika," ungkapnya dengan suara haru.

Ucapan terimakasih pun disampaikan Direktur RSMM dr. Theresia Nina Noviriana yang menerima 100 APD dan 50 masker. Diketahui juga bahwa RSMM beberapa hari yang lalu membuat pengumuman yang menyatakan kekurangan APD dan membutuhkan bantuan masyarakat.

"Kami bersyukur dan berterimakasih atas kepedulian terhadap kami petugas kesehatan. Selama kami bisa melindungi diri sendiri, kami juga bisa melindungi pasien. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan ibu-ibu semua. Terimakasih donasinya," ucapnya.

Mewakili TP-PKK Mimika Sekretaris TP-PKK Leentje AA Siwabessy berharap agar APD dan masker dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memutus mata rantai covid-19 dengan melayani pasien.

Perjalanan penyerahan bantuan yang dimulai dari pagi hingga siang hari ke 10 fasilitas kesehatan dan shelter, diketahui bahwa tim medis di Mimika memang sangat kekurangan APD.

Wakil Ketua I Nyonya Susi Rettob mengatakan di tengah pandemi Corona TP-PKK Mimika memberanikan diri turun ke lapangan demi rasa kemanusiaan dan solidaritas sebagai warga Mimika.

"Semua yang kita kunjungi dan kami sendiri TP-PKK merasa senang dan puas karena bantuan yang diberikan tepat dimana mereka mulai kehabisan APD. Kami juga ikut terharu karena tadi di shelter sampai ada yang menangis. Semoga bermanfaat," tuturnya.

Rencananya pada keesokaan hari, Selasa (21/4) TP-PKK Mimika akan kembali melanjutkan perjalanan serupa ke beberapa fasilitas kesehatan lainnya.

Mereka berharap walau tidak bisa memenuhi kebutuhan semua layanan fasilitas kesehatan, namun bantuan yang diberikan setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran yang selama ini dialami oleh para medis dalam menangani pasien Covid-19 di Mimika. (Elfrida

Top