Kesehatan

Belum Ada Warga Mimika Yang Terjangkit Virus Corona, Stop Tebar Hoax

Ilustrasi stop sebarkan hoax di medsos (foto google)

MIMIKA, BM

Informasi hoax yang dihembuskan di media sosial yang menyebutkan bahwa ada seorang pekerja dirawat di Rumah Sakit Tembagapura karena terjangkit Virus Corona sempat membuat banyak orang di Mimika panik.

Bagaimana tidak, informasi ini kemudian menyebar di berbagai group whatssap sehingga membuat hampir semua orang pun membicarakan kebenaran informasi ini.

Tidak hanya itu, Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Marthen Paiding juga menuturkan bahwa isu ini juga dikirim group WA Pemda Mimika dan ramai dibicarakan.

Guna menanggapi hal ini, kepada wartawan Pjs Marthen Paiding menangkal kebenaran isu tersebut. Ia bahkan menegaskan informasi itu hoax.

"Saya baca di grup pemda ada informasi bahwa sudah ada virus corona yang terindikasi ada di salah satu rumah sakit swasta yaitu di Tembagapura. Ini informasi yang beredar di masyarakat tetapi pemda melalui Dinas Kesehatan sudah memberikan informasi kepada kita semua bahwa itu tidak benar. Jangan lagi edarkan informasi ini karena cukup meresahkan dan sudah membuat warga panik,” tegasya.

Melalui Dinas Kominfo, Pjs Marthen Paiding meminta OPD Dinas Kominfo untuk segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menelusuri asal muasal sumber berita tersebut.

Ia juga meminta ASN agar menjadi panutan bagi masyarakat dengan memberikan informasi yang benar serta actual kepada masyarakat.

Kepada OPD terkait Pjs Marthen Paiding juga meminta mereka untuk melakukan persiapan penanganan deteksi dini yang sesuai dengan prosedural sehingga ketika ada yang terdeteksi, sudah ada kesiapan prosedural yang dilakukan.

"Kita sebagai ASN harus berikan panutan yang baik dan jangan menyebar isu yang tidak benar agar masyarakat Mimika jangan panik. Dan kepada Diskominfo jika dapat isu-isu yang tidak benar tentang Mimika segera ditelusuri dan diluruskan agar tidak terjadi hoax,"ungkapnya.

Ia juga meminta agar masyarakat Mimika selalu menjaga kesehatan masing-masing dengan lebih memperhatikan pola hidup karena menurutnya perlindungan diri terhadap virus ini dimulai dari diri sendiri.

Senada dengan penjabat sekda Mimika, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan, Reynold Ubra juga memberian penjelasan riil terkait isu Covid 19 di Mimika.

"Yang jelas berdasarkan data kami, sistem kewaspdaan respon sampai minggu ke 10 tidak ditemukan pasien yang memiliki gejala terinfeksi dengan Covid 19 di Timika," ujarnya kepada BeritaMimika di Sentra Pemerintahan. (Shanty)

Pemda Mimika Mulai Nyatakan Perang Terhadap Virus Corona

Mari bersama perangi virus ini

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemda) Mimika mulai memberikan perhatian serius terhadap penyebaran Virus Corona yang akhir-akhir ini menjadi ketakutan nasional untuk Indonesia.

Dimulai hari ini, Senin (16/3), Pemda Mimika bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mimika, Dinas Kesehatan, OPD terkait serta forkompinda akan melakukan pertemuan khusus guna membahas bersama persoalan ini.

Pertemuan dilakukan guna menyatukan persepsi, cara dan strategis dalam penanganan serta antisipasi bagaimana memerangi penyebaran Covid 19 di Mimika.

Hal ini juga dilakukan guna meminimalisir berbagai informasi hoax terkait virus ini yang mulai membuat resah masyarakat Mimika.

Kesimpangsiuran ini diakui telah menjadi satu momok yang menakutkan, apalagi beredar informasi terbaru bahwa ada warga Mimika yang sudah terkena Covid 19. Walau sebenarnya berita ini hoax.

Pertemuan ini mendasari pada instruksi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta seluruh Pemerintah Daerah untuk menunjuk Juru Bicara Virus Corona dan pembentukan Tim Gugus Tugas Pemerintah Daerah.

Penunjukan juru bicara (jubir) dimaksudkan agar setiap informasi yang berkembang di Mimika terkait adanya penyebaran virus ini menjadi satu pintu sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Sementara Tim Gugus Tugas akan bertugas melakukan segala persiapan untuk pencegahan dan penanggulangan kemungkinan beredarnya Corona di Mimika.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob usai membuka penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat SMA/SMK di SMK Negeri 3 Mimika, Senin (16/3) mengatakan tidak ada kata terlambat untuk memerangi Corona apalagi hingga saat ini belum ada satupun warga Mimika yang terkena virus asal Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

“Hari ini kita rapat gabungan. Kita akan mendengar semua masukan, saran dan bagaimana dan membuat pertahanan yang kuat untuk Mimika. Tadinya kita berpikir ini hal yang biasa saja namun secara nasional penanganan penyebaran virus ini semakin kencang. Bahkan sekolah-sekolah dan kementerian-kementerian non eselon diliburkan dan semua bekerja dari rumah,” ujarnya.

Menurutnya antisipasi sedini mungkin mulai dilakukan Pemda Mimika. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah selama ini tidak berdiam diri namun terus memantau perkembangan penularan virus ini sembari mempersiapkan diri guna mengambil langka-langka strategis penanganan.

Dua pintu masuk yakni Bandara Moses Kilangin dan Pelabuhan Poumako menjadi sangat riskan untuk hal ini. Inipun diakui Johanes Rettob. Namun hampir sebulan terakhir semenjak maraknya Covid 19 di Bandara Moses Kilangin, Pemda Mimika telah melakukan pengecekan suhu tubuh.

“Kita tidak bisa ambil kebijakan internal dengan menutup sementara penerbangan karena belum ada perintah dari pemerintah pusat. Kalau kita buat penutupan secara sepihak, ini akan jadi masalah buat kita. Jadi sejauh ini kita masih menunggu petunjuk terkait hal ini. Sejauh ini yang kita lakukan di bandara adalah pengecekan suhu tubuh,” paparnya.

Walau demikian, Wabup John mengakui bahwa penanganan virus ini tidak hanya dilakukan dengan pengukuran suhu tubuh, haru lebih detail karena epidemi ini reaksinya membutuhkan waktu 3-4 hari.

“Ini yang akan kita pikirkan bersama. Setelah kami bicara bersama (rapat-red) kita akan siapkan semua langka-langka penanganan secara detail. Termasuk di pelabuhan karena pintu masuk dari sana sangat terbuka, apalagi kondisi pelabuhan kita seperti itu,” terangnya.

Kepada warga Mimika, Wabup John berpesan agar tidak memiliki ketakutan berlebihan tentang penyebaran virus ini. Berbagai pencegahan dini terhadap virus ini mulai diopulerkan di berbagai media termasuk media sosial.

“Kalau merasa bahwa punya penyakit seperti yang diviralkan, misalnya flu, mulut pahit, badan tra enak makan bawah diri periksa ke dokter supaya bisa dilakukan pemerikasaan detail. Virus ini modelnya seperti malaria jadi kalau awal kena terasa seperti malaria. Kita juga akan siapkan ruangan khusus apabila ada yang terjangkit atau terindikasi virus ini,” harapnya.

Sementara itu, kepada BeritaMimika melalui telepon, salah seorang dokter enggan menginformasikan virus ini secara detail. Ia membenarkan bahwa penuturan terkait Covid 19 akan dilakukan secara sentral, artinya tidak sembarangan orang akan mengeluarkan statemen terkait virus ini.

“Tentang Covid 19 dan penanganannya akan diinformasikan melalui satu pintu. Rencana juga akan didirikan media centre karena pemberitaan ini sudah sangat menggangu masyarakat. Begitu banyak pesan berantai membuat orang semakin takut. Kita juga harus bisa membatasi informasi hoax supaya tidak jadi bola liar di masyarakat,” harapnya. (Tim_BM)

Hebatnya Perawat Diukur Dari Pengabdiannya Pada Masyarakat


Pelepasan balon HUT PPNI ke-46

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ke-46 yang jatuh pada tanggal 17 Maret, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kabupaten Mimika menggelar Bakti Sosial Pembersihan Jalan dan Penanaman Pohon Caliandra yang dilangsungkan di lapangan Timika Indah Jumat (13/3).

Kegiatan ini mengusung tema "Perawat Hebat Rakyat Sehat" dan dihadiri oleh ratusan perawat yang berasal dari perwakilan tiap DPK yang ada di Mimika diantaranya DPK Puskesmas (PKM) Jileale, Timika Jaya, Pasar Sentral, Bhintuka, Kwamki Narama, RS. Kasih Herlina dan RS Tjandra Medika.

Pembersihan jalan dimulai dari lapangan Timika Indah menuju jalan Cenderawasih dan di sepanjang median jalan di tanam pohon 100 bibit pohon Caliandra.

Penanaman pohon diawali oleh Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Papua Jems KR Maay dilanjutkan Ketua DPD Mimika Samuel Karmite dan perwakilan Pemda Mimika.

Usai penanaman pohon acara kembali dipusatkan di Lapangan Timika Indah dengan menggelar pelepasan balon HUT PPNI ke-46 secara bersama-sama.

Wakil Ketua I DPW PPNI Provinsi Papua Jems KR Maay mengatakan hebatnya seorang perawat bukan ada di klinik, rumah sakit atau tempat praktek tetapi kehebatannya diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

"Hebatnya perawat diukur dari apa yang dibuat seperti salah satunya kegiatan bakti sosial ini. Perawat adalah mitra pemerintah, kita siapkan program yang mendukung visi misi bupati. Mari singsingkan lengan baju, bergandengan tangan kita bersihkan kota ini bersama," ucapnya.

Dikatakan jumlah perawat yang ada di seluruh Papua berkisar 15.000 dimana 1.200 terdaftar ada di Kabupaten Mimika.

"PPNI hadir adalah wujud pelayanan kami kepada pemerintah, jadi jangan hanya mengedepankan profesi dokter saja tetapi perawat juga. Tugas dokter beberapa jam tetapi selanjutnya adalah perawat, kami mau melayani, kami rindu menyalurkan apa yang ada pada kami," imbuhnya.

Ia berharap pemerintah daerah menerima setiap konsolidasi profesi dan program kerja DPD dan selalu memberikan dukungan sehingga apa yang diharapkan Rakyat Sehat Negara Kuat dapat terwujud.

Ia menuturkan setiap perawat harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Jika belum untuk diatas 2013 maka wajib mengikuti uji kompetensi. Sementara di bawah 2013 langsung ada pemutihan oleh DPD untuk diakomodir.

Dikatakan untuk menghadapi PON XX, akan dikerahkan 160 perawat yang dilengkapi dengan emergency lapangan.

"Pengetahuan tentang emergency lapangan harus ditingkatkan dan perawat tidak bisa melayani pasien tanpa STR," tandasnya. (Elfrida)

Top