Foto bersama anggota DPRD dengan petugas kesehatan Kwamki
MIMIKA, BM
Anggota DPRD Mimika yang terdiri dari Daud Bunga, Rizal Patadan, Redy Wijaya dan Herman Gafur melakukan sidak ke Puskesmas-Puskemas untuk melihat kesiapan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat penunjang fasilitas kesehatan lainnya dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19), Jumat (27/3).
Pada kunjungan pertama di Puskesmas Timika, mereka diterima langsung Kepala Puskesmas Timika, Maria Yasinta Rahangiar.
Anggota dewan merasa sedih karena Kepala Puskesmas Timika sampai mengeluarkan air mata akibat kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani banyaknya pasien yang datang setiap hari.
"Saya sedih karena APD kita tidak ada, sedangkan masyarakat ini banyak ke puskesmas dulu baru jika ada yang gawat barulah di rujuk ke RSUD. Bahkan masker dan sarung tangan saja kami sudah tidak punya,"kata Maria kepada anggota dewan.
Maria bahkan mengatakan, untuk mengakali pelayanan di UGD, mereka harus menggunakan jas hujan untuk membentengi diri. Petugas kesehatan juga merasa takut melayani masyarakat karena mereka sendiri tidak di lengkapi dengan APD.
"Kalau stok obat kami masih butuh karena stok obat harus aman, sementara ini ada tapi sudah berkurang. Kami harap dewan usulkan ke dinas untuk APD karena pasien sebelum di rujuk ke RSUD ke Puskesmas dulu karena puskesmas garda terdepan,"ujarnya.
Dikatakan, di Puskesmas Timika untuk hari Jumat tidak ada pelayanan karena mereka harus melakukan pembersihan dan olahraga. Jika ada pasien, diminta kembali hari sabtu.
"Saya cuma minta perpanjangan mulut dari dewan tolong sampaikan ke bupati yang kami mau hanya APD, kami tidak minta insentif yang besar tapi kami hanya minta APD, kami manusia,"kata Maria.
Mereka berkomitmen tidak lari dari tangungjawab ini apa jadinya jika ada diantara petugas kesehatan ini terjangkit Covid-19. Merekapun harus stanby 24 jam untuk lakukan perawatan.
"Jangan bicara cuap-cuap, jangan bicara orang yang meninggal dapat santunan Rp300 juta. Itu percuma jika kami mati sia-sia, kami punya suami pakai uang itu dengan perempuan lain, kami punya anak-anak terlantar. Kami tidak minta itu yang penting APD seperti, baju, topi, kaca mata, masker, sepatu, sarung tangan,"harapnya.
Di puskesmas ini juga dipasang dua tenda. Satu diperuntukan untuk pasien yang datang berobat namun sebelumnya melakukan perjalanan ke luar daerah. Sementara satunya untuk pasien yang selama ini hanya berada di Mimika.
Usai mengunjungi Pusekesmas Timima, para dewan bergeser ke Puskesmas Kwamki Narama. Kedatangan mereka juga disambut Kepala Puskesmas Emmy Kogoya.
Dewan pun mendengar keluhan dari petugas kesehatan. Mereka menyamapikan kekurangan masker dan sarung serta APB sehingga ketika ada pasien, pengobatan dilakukan dengan menjaga jarak.
"Ini harus di utamakan karena 95 persen kami melayani OAP. Dan kalau bisa Puskesmas kami direhab karena tanah ini kita punya dan sudah ada pembayarannya sehingga tidak ada masalah,"kata Emmy.
Emmy juga berharap, para dewan ini jangan hanya berkunjung dan menebar pesona semata karena ini bukan baru pertama. Anggota DPRD periode lalu juga telah mendatangi puskesmas ini namun tidak ada realisasi dari hasil kunjungan mereka.
Menjawab itu, anggota DPRD Daud Bunga berikrar agar di perubahan nanti pihaknya akan mendorong agar Puskesmas Kwamki Narama direhab.
"Biasanya kalau bangun itu selalu masalah dengan tanah dan kalau ini tidak masalah maka kami akan dorong terus. Kalian petugas kesehatan adalah garda terdepan karena melayani masyarakat,"kata Daud Bunga.
Di Puskesmas Jileale, Kepala KTU, Zulkifli mengatakan mereka tidak memiliki masalah dengan kecukupan masker. Untuk penyemprotan desinfektan juga diracik dan dilakukan oleh para petugas.
"Perawat kami bagi 2 shift karena pelayanan kami sampai jam 6 sore. Yang kami minta kepada dewa adalah suplemen, susu atau biskuat untuk doping kami punya tenaga. Kami juga butuh suplemen karena kalau kami tidak fit juga berdampak,"kata Zulkifli.
Selain itu, yang kurang di Puskesmas Jileale adalah antiseptik dan APD karena APD yang digunakan saat ini hanya jas hujan untuk melindung diri. Itupun setelah dipakai akan dicuci kembali untuk digunakan kembali.
Anggota DPRD Mimika, Daud Bunga mengatakan, kedatangan mereka ke puskesmas-puskesmas untuk melihat langsung persiapan APD dan alat kelengkapan lainnya dalam menangani Covid-19.
“Bukan hanya APD mereka juga harus didukung dengan obat-obatan, suplemen dan gizi serta kelengkapan safety lainnya. Karena kalau tidak, mereka mudah terjangkit,” ungkapnya.
Ia berharap kepada Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas menseriusi kekurangan-kekurangan ini agar segera didistribusikan ke tiap puskesmas di Mimika.
"Kami belum tahu jumlah yang sebenarnya. Kepala Puskesmas Timika bahkan sampai menangis menceritakan kekurangan dan ketakutan mereka. Di Puskesmas Kwamki Narama masker saja bahkan sampai harus di suruh cuci dan ini sangat fatal. Mereka itu harus diberikan alat pelindung diri yang betul-betul maksimal,"tutur Daud.
Sementara anggota DPRD lainnya Rizal Patadan mengatakan, waktu pertemuan bersama Bupati Mimika dan seluruh jajaran di Mimika terkait persoalan penanganan Covid-19 di Mimika, sudah disampaikan bahwa stok APD ada namun mengapa belum didistribusikan ke puskesmas.
"Kami turun ini juga karena kami dapat informasi dari mereka. Kita salut petugas di Puskesmas Jilealle karena mereka kreatif mendapatkan beberapa bantuan kelengkapan dari teman-teman mereka yang pengusaha dan bukan dari pemerintah. Jangan sampai ada penyelewengan APD,"tutup Rizal. (Shanty)