Nasional

Masih Banyak Yang Harus Dibenahi Mimika untuk PON XX

Wakli Ketua Harian PB PON Papua, Mimika dan Ketua Panwasrah

MIMIKA, BM

Sejak Rabu (11/3) kemarin hingga Kamis (12/3) hari ini, sedang berlangsung pertemuan antara Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON Papua, PB PON Papua, Sub PB PON Cluster Mimika dan Technical Delegate di Hotel Horison Timika.

Pertemuan ini dilakukan guna mengecek sejauh mana persiapan dan kesiapan Klaster Mimika sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara PON XX/2020 Papua.

Pertemuan ini dibagi dalam beberapa bidang dan dipimpin langsung Ketua Panwasra PON Papua, Suwarno didampingi Wakil Ketua Harian PB PON Papua Yusuf Yanbe Yapdi dan Wakil Ketua Harian PB PON Mimika, Cesar A Tunya.

Kepada Wartawan, Suwarno selaku Ketua Panwasrah PON Papua mengatakan ini merupakan pertemuan koordinasi sekaligus pertemuan perdana dengan PB PON Papua karena selama ini mereka belum pernah mendatangi Mimika.

Menurutnya, selama ini technical delegate dari masing-masing cabang olahraga telah ke Timika untuk melihat kesiapan venue cabor, namun kunjungan mereka sifatnya parsial.

“Jadi ini merupakan kesempatan kita semua untuk saling bertemu melihat sejauh mana persiapan dan kesiapan Mimika sebagai tuan rumah PON Papua,” ujarnya.

Suwarno mengatakan pengamatan dan progres di lapangan untuk venue masih menyisahkan venue biliar dan panjat tebing. Yang lainnya telah selesai dikerjakan, tinggal penyempurnaan.

Terkait akomodasi, menurutnya atlet dan official tidak harus menginap hotel berbintang jika akomodasi terbatas. Mereka bisa menempati mess atau asrama namun kebutuhan untuk para atlet yang bertanding di Mimika harus setara hotel berbintang.

“Berdasarkan keterangan saat ini untuk akomodasi lagi di data. Ini tugas panitia dengan catatan bahwa atlet dan official harus tergabung di satu tempat, terkait kebijakan lain nanti akan diatur,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bidang transportasi. Menurutnya jumlah transportasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan sistem pelayanan.

“Untuk konsumsi, perlu koordinasi karena disini tersedia Pangansari yang mampu memberi makan ribuan orang. Tapi kelihatan, PB PON akan menangani konsumsi dengan membuat dapur lapangan. Hanya saja kita butuh dinner hall dan jaraknya tidak boleh jauh dari penginapan sehingga mudah diakses oleh atlet dan official karena mereka ini satu tempat, kalau akomodasi terpisah maka akan menyulitkan mereka,” jelasnya.

“Tapi untuk konsumsi hal utama yang harus diberi perhatian adalah kebutuan gizi para atlet. Ini paling utama,” paparnya.

Untuk pelayanan kesehatan ia mengaku Mimika telah mempersiapkannya dengan baik sehingga menurutnya tidak akan menjadi persoalan. Tinggal bagaimana pengaturan dan koordinasinya saja.

“Kalau kesehatan saya tidak masalah karena sepertinya Mimika sudah siap,” ungkapnya.

Terlepas beberapa hal yang disampaikan, untuk kesiapan secara keseluruhan ia berpendapat bahwa masih banyak yang harus ditingkatkan baik antara PB PON dengan Sub PB PON maupn secara internal Sub PB PON karena masing-masing saling berkaitan.

“Masih banyak yang harus kita tingkatkan dan terpenting masing-masing harus memahami tugas dan tanggungjawabnya karena mengingat waktu semakin dekat dan tinggal menyisahkan berapa bulan lagi,” terangnya.

Wakil Ketua Harian PB PON Papua, Yusuf Yanbe Yapdi mengatakan dalam pertemuan ini ada tiga hal mendasar yang dibahas secara detail yakni bagaimana pelayanan terhadap kontingen, panitia dan tamu yang akan datang.

“Ini yang kita lihat bersama sejauh mana dan seberapa besar kesiapan Timika dalam mempersiapkan sumberdaya pendukung. Secara teknis ini menjadi tugas dari tiap-tiap bidang. Kita juga satukan persepsi tentang data yang disiapkan PB PON dan sub PB PON Mimika sehingga menjadi satu kesatuan data yang nantinya terjabarkan dalam perencanaan dan pembiayaan,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan penambahan volunteer atau relawan PON 2020, dikatakan Yusuf, menjadi tanggungjawab KNPI Papua. Saat ini sedang dilakukan proses perekrutan. KNPI diberi kewenangan menangani hal ini.

“Jadi nantinya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang. Kita belum tahu berapa banyak relawan yang akan direkrut karena sampai sekarang kita masih koordinasi dengan bidang masing-masing,” ujarnya.

Untuk keamanan, menurutnya tidak terlalu dikhawatirkan karena bidang ini akan bekerja sesuai SOP dan sudah terlihat bagaimana mereka memaping masalah dan melakukan cek list mitigasi.

“Tidak ada masalah, intihnya keamanan harus menciptakan rasa aman dan nyaman untuk semua orang,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian PB PON, Cesar A Tunya mengatakan pertemuan ini juga untuk melihat kesiapan antar bidang apakah tingkatan koordinasi yang selama ini dilakukan sudah sejalan dan sesuai dengan perencanaan atau tidak.

Selain itu, pertemuan ini juga sebagai bentuk evaluasi kesiapan Mimika sebagai tuan rumah. Apakah progres selama ini sudah sesuai dengan time limit yang telah ditentukan atau tidak.

“Intihnya kita dari kluster sangat positif karena ini dalam rangka membangun kesinambungan dan koordinator serta kesiapan kita menuju perhelatan nanti,” ungkapnya.(Ronald)

Baru 5.081 Orang Di Mimika Yang Laporkan SPT

Pembukaan pekan panutan pajak KPP Pratama

MIMIKA, BM

Wajib Pajak (WP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Mimika, per Maret 2020 tercatat sebanyak 90.210. WP yang wajib lapor SPT Tahunannya berjumlah 41.947. Namun hingga Senin (9/3), baru 5.081 atau 12,11 persen SPT Tahunan yang dilaporkan.

Sementara batas waktu pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi yakni 31 Maret dan untuk badan 30 April 2020, terutama mereka yang memiliki NPWP.

Jika melewati batas waktu yang ditentukan, maka Berdasarkan Pasal 7 UU 28 Tahun 2007 denda telat lapor SPT Tahunan orang pribadi yakni Rp 100.000. Sementara itu, untuk wajib pajak badan yang telat melaporkan SPT Tahunan PPh badan akan didenda Rp 1 juta.

Padahal di era digital saat ini para wajib pajak dimudahkan dengan adanya aplikasi e-Filling.
e-Filing sangat praktis dan bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu datang ke kantor pajak, tetapi cukup melalui telepon genggam dan komputer atau laptop (komputer jinjing-red) kemudian membuka laman DJP Online.

Pada Senin (9/3) kemarin, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Mimika gelar Pekan Panutan Pajak 2020 di Aula Enakota KPP Pratama Timika Senin (9/3).

Kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan selama satu pekan dalam rangka mendorong kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan khususnya Pelaporan Sutat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Pengadilan Agama Mimika Aris Setiawan, Ketua Pengadilan Negeri Kota Timika I.B. Bamadewa Patiputra, Kepala Kantor BPJS Kesehatan Mimika Susan G Gasperz, Kepala Kantor Daerah Telkom Timika Jangkir George Simbiak, Kepala KPPN Mimika Anggraini Latupeirissa, Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Letkol Anggit Budi Wibowo, perwakilan TNI Polri dan OPD Pemda Mimika.

Selain Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, sejumlah forkompinda Mimika pada giat ini diketahui telah melaporkan SPT Tahunan Pribadi, diantaranya Ketua Pengadilan Agama Mimika Aris Setiawan, Dandim 1710 Mimika, Let Inf Pio. L Nainggolan dan Ketua Pengadilan Negeri Kota Timika I.B. Bamadewa Patiputra.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos.,MM mengatakan, melihat angka persentase pelaporan SPT Tahunan yang masih 12,11 persen, pihaknya akan mengusahakan agar pajak tertib dilaporkan terutama di lingkup pemerintahan daerah Kabupaten Mimika.

"Kita harus memiliki kesadaran bahwa pajak sangat penting untuk pembangunan negara dan daerah karena 80 persen pembangunan berasal dari pajak," tuturnya.

Dikatakan, hingga saat ini pemerintah terus berupaya untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat melalui aplikasi.

Menurut wabup, forkopimda merupakan pimpinan daerah yang harus menjadi panutan bagi masyarakat sebagai warga negara taat pajak.

"Saya berharap agar seluruh pimpinan forkopimda dapat berperan aktif sebagai panutan kepatuhan akan pajak. Kita hadir disini berarti kita memiliki kesadaran akan pajak. Terimakasih," harapnya.

Sementara itu Kepala KPP Pratama Tirta Bastoni berharap agar sebelum 31 Maret nanti, ada peningkatan wajib pajak yang melaporkan SPT mereka.

"Apa yang dicontohkan oleh para pimpinan forkopimda ini diharapkan dapat diikuti oleh masyarakat. Kesadaran dari masyarakat terhadap pelaporan perpajakan memang sudah membaik. Harapan kami semakin banyak wajib pajak yang melaporkan SPT mereka sebelum batas akhir bulan Maret," ungka Tirta. (Elfrida)

PARADE FOTO Kegiatan Evakuasi di Ketinggian oleh SAR Timika

MIMIKA, BM

Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika (SAR) melakukan Pelatihan Potensi SAR Teknik Evakuasi di Ketinggian kepada 31 orang yang merupakan perwakilan dari TNI-Polri, pemerintah daerah, organisasi dan masyarakat Mimika.

Pelatihan ini mulai diselenggarakan Senin (09/3) hingga Senin (16/3) pekan depan dengan menghadirkan 12 instruktur dari Kantor SAR Timika.

Kegiatan ini dibuka oleh Andi Ramly Staf Ahli Pemda dan dihadiri oleh Mentor dari SAR Pusat Budi W, kepala Kantor SAR Timika Monce Brury dan sejumlah tamu undangan lainnya.

FOTO : RONALD RENWARIN

Pembukaan kegiatan oleh Staf Ahli Pemda Mimika, Andi Ramly

Ketua Panitia menyamapaikan laporan kegiatan

Kepala Kantor SAR Monce Brury bersama tamu undangan

Ibu-ibu Dharma Wanita Kantor SAR Timika

Penyematan tanda peserta oleh Staf Ahli Andi Ramly

Jalannya upacara pembukaan

Para peserta berasal dari berbagai inatansi dan ormas

Pemberian ucapan selamat kepada para peserta

Tamu undangan lainnya yang menghadiri kegiatan

Foto bersama seluruh peserta kegiatan

Foto bersama para peserta dengan Ibu-ibu Dharma Wanita

Kepala Kantor SAR Monce Brury dan Mentor Budi W dari SAR Pusat saat memberikan keterangan pers

 

Top