Pendidikan

Pemda Mimika akan Bangun Kampus Uncen di Timika

Sekda Mimika, Michael R Gomar

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika sangat membutuhkan salah satu perguruan tinggi yang representatif, sehingga tahun ini Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika akan melaunching program studi di luar kelas utama Uncen di Kabupaten Mimika.

"Jadi itu nanti kelas 2 Kampus kedua di Mimika," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Michael Gomar saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (16/9).

Sekda Gomar mengatakan, semua mahasiswa Uncen yang bekerjasama dengan Uncen Jayapura selama ini melakukan kuliah jarak jauh.

Namun sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan sudah tidak ada lagi kuliah jarak jauh yang kini diganti dengan sebutan program studi diluar kampus utama.

"Sehingga kita akan menyiapkan kelas atau kampus kedua yang dipusatkan di Timika. Kemarin sudah dibangun di Kepulauan Yapen di Kabupaten Biak dan kedua nanti di Mimika untuk kelas ataupun kampus kedua dari Uncen yang berpusat di Kampus Uncen di Jayapura," tutur Sekda Gomar.

Rencana Pemda Mimika membangun kampus perguruan tinggi Uncen untuk kampus kedua di Timika dilakukan mulai tahun depan.

"Walau baru mulai dibangun tahun depan namun sesuai petunjuk bapak bupati, kita akan launching tahun ini," ujarnya.

Dengan adanya kampus kedua di Timika, maka mahasiswa yang selama ini melakukan kuliah keluar daerah akan dimudahakan dengan tetap berkuliah di Mimika.

"Untuk program studinya ada kesehatan masyarakat, pendidikan, teknik dan ekonomi. Nanti mereka dari Uncen yang akan melakukan assesment sesuai dengan program studi apa yang dibuka karena sesuai dengan kebutuhan daerah nanti," tuturnya.

Katanya, di Timika ada teknik pertambangan, jadi untuk beberapa fakultas akan terinput dalam program studi tersebut.

"Fokus nanti ke strata satu (SI) untuk semua program studi. Lokasi kita rencanakan di SP 5. Jadi nanti pihak Uncen Jayapura akan turun untuk melaunching kampus kedua dengan Dirjen Pendidikan," ungkapnya. (Shanty)

Berkah Pesparawi untuk SMA YPPK Tiga Raja

Kepala Sekolah SMA YPPK Tiga Raja Yohanes Indriastata Pramana

MIMIKA, BM

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII sudah semakin dekat. Sekolah juga merupakan satu bagian yang turut berperan menyukseskan even ini sebagai tempat akomodasi bagi para tamu.

SMA YPPK Tiga Raja merupakan salah satu sekolah yang akan digunakan sebagai tempat penginapan peserta Pesparawi XIII asal Kabupaten Nduga.

Agar para peserta nantinya merasa nyaman dengan kebutuhan mendasar ketika menginap di sekolah ini maka pemerintah memberikan bantuan pompa air dan menara air serta delapan kamar mandi.

Kepala Sekolah SMA YPPK Tiga Raja Yohanes Indriastata Pramana kepada BeritaMimika diruang kerjanya Senin (13/9) mengatakan hal tersebut.

“Kamar mandi, wc disini ada jadi sekolah sudah punya sebelumnya. Ini penambahan saja. Yang diminta dari kami adalah ruangan untuk tidur, kipas angin dan ruang makan, nanti juga akan diberikan kasur,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa pihaknya hanya menyediakan ruangan, sementara untuk teknis pembagian dalam satu kelas nantinya diisi berapa orang, dikembalikan kepada kabupaten masing-masing.

“Saya berharap ketika tiba nanti mereka dapat menikmati, merasa nyaman dan diterima di Mimika serta berlomba sebaik-baiknya memuji Allah dengan suara emasnya. Kemenangan bukan yang utama tetapi bagaimana bisa berbagi untuk kemuliaan Allah adalah segalanya,” tutupnya. (Elfrida)

379 Honorer Mimika Ikut Seleksi Guru ASN PPPK Gelombang I

Suasana berlangsungnya tes seleksi

MIMIKA, BM

Sebanyak 379 honorer guru mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 pada gelombang I.

Melalui ini, para guru honorer mendapatkan kesempatan menunjukan kemampuannya dengan mengikuti tes baik kompetensi teknis, manajerial, sosial kulturan dan wawancara.

Tes seleksi dilaksanakan di SMA YPPK Tiga Raja mulai Senin (13/9) hingga Jumat (17/9) dengan menggunakan metode Computer Assisted Tes Ujian Nasional Berbasis Komputer (CAT-UNBK).

Sebelum mengikuti seleksi seluruh panitia dan peserta wajib mengikuti rapid antigen.

Ditemui disela kegiatan, Penanggung Jawab tempat ujian kompetensi Yohanes Indriastata Pramana mengatakan pada hari pertama hingga ketiga setiap harinya akan diikuti oleh 120 peserta, sementara peserta lainnya mengikuti di hari keempat.

“Satu hari ada dua sesi dan setiap sesi diberikan waktu 170 menit. Pesertanya dari seluruh jenjang pendidikan baik SD, SMA dan SMA. Untuk gelombang I diikuti oleh guru honorer dari sekolah negeri dan swasta di gelombang II,” katanya.

Ia menuturkan pendaftaran untuk seleksi tersebut telah ditutup sejak Juli 2021 lalu. Namun untuk jumlah keseluruhan peserta yang ikut belum dapat diketahui karena seluruh data terpusat bahkan provinsi pun belum mengetahui jumlah pastinya.

“Kalau tidak bisa ikut akan dijadwalkan untuk susulan, kapan pastinya menunggu keputusan pusat karena berkaitan dengan server,” ujarnya.

“Soal tes dengan soal terkecil ada 135 butir dengan waktu 170 menit. Pelaksanaan tes sifatnya semi online jadi data disingkronkan dengan server pusat kemudian dikirim. Data disebarkan ke peserta dan dikerjakan dengan komputer, data kembali ke server lokal. Setelah selesia langsung dikirimkan ke server pusat,” jelasnya.

Ia menyampaikan, setelah soal selesai dikerjakan, para peserta langsung dapat melihat hasilnya dan harus mencapai skor batas minimal yang ditentukan pusat.

“Pengumuman gelombang I sebelum gelombang II dilaksanakan. Ini sifatnya pribadi masuk ke web masing-masing peserta. Jika tidak tercapai (batas skor minimal-red) di stop atau peserta dapat mengajukan bantahan bahwa dia mampu. Jika sanggahan diterima maka boleh mengikui di gelombang II atau III,” tandasnya.

Yohanes menyampaikan bahwa selama tes seleksi berlangsung, protokol kesehatan dilakukan secara ketat.

“Harus rapid antigen panitia dan peserta. Setelah rapi diatur jarak, ruang steril, satu komputer diisi nomor peserta. Komputer dan tempat duduk tidak berpindah. Dari segi keamanan peserta dilarang membawa apa-apa, kertas kami siapkan bahkan ikat pinggang dan jam tangan pun tidak boleh dibawa,” tukasnya. (Elfrida)

Top