
Kepala Distrik Kwamki Narama saat melakukan penandatanganan berita acara Musrembang 2022
MIMIKA, BM
Distrik Kwamki Narama menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk mengumpulkan usulan dari satu kelurahan dan sembilan kampung di wilayah tersebut.
Musrembang ini mengusung tema "Percepatan Pembangunan Insfrastruktur Dasar Dalam Meningkatkan Produktivitas Perekonomian Yang Berkelanjutan di Kabupaten Mimika".
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Kamis (10/3) dibuka oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendrite Tandiono.
Musrenbang yang didampingi langsung oleh tim asistensi Bappeda ini menghasilkan 147 program kegiatan yang akan diusulkan ke Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang tingkat kabupaten.
Asisten 3 Hendrite Tandiono mengatakan, Musrembang Kwamki Narama Kabupaten Mimika tahun 2022 merupakan musyawarah tahunan yang diselenggarakan untuk membahas kepentingan rakyat dalam hal pembangunan.
"Pembangunan merupakan suatu proses transformasi atau perubahan dari kondisi aktual yang dirasakan masih kurang kepada kondisi ideal yang di harapkan dapat di penuhi," kata Hendrite.
Menurutnya, pembangunan juga harus di awali dengan perencanaan yang terarah, cermat serta terukur, sesuai aspirasi dan tuntutan masyarakat. Perubahan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik itu melalui pengadaan prasarana, penciptaan atau penataan struktur.
Dikatakan, bahwa Musrenbang distrik merupakan wadah musyawarah antara para pemangku kepentingan di tingkat distrik untuk bersama-sama membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas.
Semua ini mengacu pada undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional serta peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
"Musrenbang distrik merupakan bagian dari rangkaian kegiatan musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)," ujarnya.
Adapun tujuan penyelengaraan musrenbang RKPD kabupaten di distrik, antara lain membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan kelurahan dan kampung yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah distrik.
"Saya berharap dengan musrenbang ini dapat menghasilkan usulan-usulan dari keputusan bersama yang memprioritaskan kebutuhan kesejahteraan masyarakat yang berdampak baik, sehingga masyarakatpun dapat merasakan perubahan dan manfaat sesuai kebutuhan," ungkapnya.
Kepala Bappeda Mimika, Ir Yohana Paliling mengatakan, jika infrastruktur bagus maka akses masyarakat untuk mendapatkan layanan pasti lancar.
Menurutnya, Infrastruktur bukan hanya jalan dan jembatan namun termasuk ketersediaan telekomunikasi, penerangan listrik, air minum bersih, sanitasi dan lain sebagainya.
"Bupati sangat konsen bangun infrastruktur karena memang itu sangat vital. Kalau jembatan atau dermaga tidak ada maka susah sekali untuk bisa ke suatu wilayah karena butuh waktu lama dan biaya besar tapi kalau ada maka mau kemana-mana lancar dan mengurangi biaya sehari-hari,” tutur Yohana.
Dikatakan Yohana, infrastruktur memang besar anggarannya karena sangat penting. Tahun ini pemerintah akan lebih banyak fokus untuk infratsruktur.
"Ekonomi itu penting dan itu tergantung dari kita, bukan orang lain. Untuk itu tim kami akan mendampingi semua untuk melihat apa yang menjadi usulan kampung dan kelurahan untuk tahun 2023. Nanti juga kita akan lihat tahun ini kegiatan apa yang sudah ada di Kwamki Narama," tuturnya.
Selain melalui musrenbang kampung kelurahan dan distrik, ada juga aspirasi melalui pokir DPRD. Pokir itu bisa diajukan saat anggota dewan melakukan reses.
Kepala Distrik Kwamki Narama, Betes Hence Suebu mengatakan, usulan yang disampaikan lebih banyak ke insfrastruktur yakni 147 usulan program dan kegiatan.
"Jumlah usulan ini jika dibandingkan dengan usulan pada musrenbang sebelumnya lebih banyak usulan pada musrenbang kali ini," tutur Hence.
Rata-rata usulan yang diajukan merupakan usulan baru diantaranya seperti rehab 6 ruang kelas SD Inpres Kwamki, penimbunan untuk lahan parkir Puskesmas dan berbagai usulan lainnya.
"Kami dari distrik selalu kawal, kami tidak lepas tangan karena itu tanggungjawab distrik. Kalau distrik tidak kawal usulan ini dengan baik maka tidak ada hasilnya," ujarnya.
Diketahui, usulan tahun 2021 yang terealisasi di tahun 2022 ada 29 program dan kegiatan, Dari Disperindag ada pasar, DPUPR pengaspalan dan tailing dan rehab dua ruang kelas oleh Dinas Pendidikan. (Shanty)