Politik & Pemerintahan

Serahkan DPA 2022, Bupati Mimika Minta Segera Lelang Proyek

 

Foto bersama usai penyerahan DPA 2022 di Pondopo Rumah Negara, Jumat (4/2)

MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2022 kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.

Penyerahan DPA dilaksanakan di Pendopo, rumah negara, Jumat (4/2).

Penyerahan diberikan secara simbolis oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng kepada Bappeda, Inspektorat, DPUPR dan Distrik Miru.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan, penyerahan DPA ini merupakan hasil kerja keras.

Pasalnya, untuk mendapatkan nilai APBD tahun anggaran 2022 pemda harus memutar otak agar bisa mendapatkan uang untuk pembangunan di daerah ini dan juga bagaimana caranya agar anggaran dapat ditingkatkan lagi.

"Luar biasa Tuhan begitu baik karena Tuhan bantu kita sehingga kita punya DPA tahun anggaran 2022 Rp4.4 triliun sekian," tutur Bupati Omaleng.

Bupati mengatakan, karena sudah diserahkan DPA maka proyek-proyek yang harus di lelangkan segera di lelangkan. Jangan dibiarkan menunggu lama.

"Kita serahkan ke beberapa perwakilan maka itu sudah resmi sehingga kita boleh jalankan baik lelang pengawas, panitia dan lain-lain," tuturnya.

Bupati juga meminta agar OPD harus membantu BPK dengan menyerahkan laporan yang lengkap sehingga membuat BPK tidak lama menunggu. Pasalnya, ditergetkan laporan BPK rampung di bulan Mei.

"Saya juga minta OPD jangan pikir tentang roling. Karena isu roling inilah kalian tidak kerja semangat, jadi saya tunda dulu. Saya tidak mau semangat bapak ibu patah dalam membuat laporan BPK dan lelang panitia ini," tambah bupati. (Shanty)

Wabup : Korban Banjir di Pesisir Mimika Butuh Bahan Bangunan

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Warga korban banjir rob di wilayah pesisir Mimika yakni Atuka dan Amar saat ini membutuhkan bantuan bahan bangunan.

Banjir dan angin kencang yang terjadi pada Desember 2021 itu menyebabkan rumah warga di Amar dan Atuka hancur.

"Saat ini masyarakat yang kehilangan rumahnya mengungsi dan tinggal bersama di rumah keluarganya," ujar Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

"Jadi memang yang paling mereka butuh adalah bahan bangunan untuk mereka perbaiki rumah sehingga bisa kembali ke rumah mereka sendiri," katanya.

Wabup John mengatakan, untuk saat ini masyarakat telah mengalami kecukupan dalam bantuan makanan, sembako hingga pakaian.

"Untuk makanan sembako sudah terlalu berlebihan. Kalau ada yang mau bantu lebih baik bahan bangunan untuk mereka bisa perbaiki rumah, seperti seng, papan, tripleks, paku dan kayu,” jelas John.

John mengakui dirinya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan PUPR terkait perbaikan rumah bagi warga.

Tambahnya, banjir rob di Mimika sudah biasa terjadi bahkan terjadi setiap tahun di bulan Desember.

"Tapi kali ini luar biasa karena sampai rumah bisa rusak, hanyut dan lain-lain, karena memang ternyata airnya tinggi,” ungkapnya. (Shanty)

Selama 25 Hari BPK Periksa LKPD Mimika Tahun 2021

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Papua, mulai melakukan pemeriksaan selama 25 hari terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemda Mimika Tahun Anggaran 2021.

Pemeriksaan interim atau pemeriksaan pendahuluan dilakukan selama 25 hari, terhitung mulai 31 Januari hingga 23 Februari 2022. Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, diantaranya audit interim dan audit lanjutan.

Sebelum melaksanakan pemeriksaan, tim BPK melakukan pertemuan bersama Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan pimpinan OPD yang berlangsung di Pendopo, rumah negara, Senin (31/1).

Perwakilan BPK Provinsi Papua, Yusuf Sakke mengatakan, bahwa ini adalah pemeriksaan keuangan yang wajib dilakukan. Menurutnya ada 3 pemeriksaan yang selalu dilakukan BPK.

Pertama, pemeriksaan keuangan, kedua pemeriksaan kinerja dan ketiga pemeriksaan dengan tujuan tertentu atau pemeriksaan kepatuhan. Sesudah itu akan dilakukan perumusan opini.

"Dalam rangka memberikan opini tersebut, ada yang harus diperhitungkan, diperiksa lagi kepatuhan terhadap perundang-undangan," kata Yusuf.

Ia mengaku bahwa untuk kinerja di Timika hampir setiap tahun Bupati Mimika selalu memiliki terobosan lain.

"Jadi yang kita laksanakan saat ini adalah pemeriksaan keuangannya yang didalamnya ada beberapa hal yang harus diuji dengan pemeriksaan," ungkap Yusuf.

Dijelaskan, ada tiga tujuan yakni harus melihat bagaimana tindaklanjut Pemda Mimika terhadap rekomendasi-rekomendasi yang sebelumnya sudah diberikan, terutama hal-hal yang berpengaruh pada penyajian laporan keuangan tahun 2021.

"Karena itu kami mohon supaya jika ada hal-hal yang bisa memberatkan penyajian dokumen keuangan kita diskusikan lebih awal dan pelajari bersama-sama di awal. Kami akan menilai, jadi biasanya tak luput juga laporan hasil pemeriksaan kita banyak di tata kelola yang tidak pernah habis kita perbaiki atau pengendalian interm," ungkapnya.

Perlu diketahui juga bahwa pemeriksaan interim merupakan satu-satunya pemeriksaan terinci yang akan dilaksanakan setelah Kabupaten Mimika menyerahkan laporan keuangan seperti akus kas, belanja barang dan jasa, belanja modal, aset tetap, hibah dan bansos serta pendapatan asli daerah.

Setelah BPK lakukan pemeriksaan pendahuluan, BPK akan kembali melakukan pemeriksaan terinci pada Maret 2022 mendatang.

Yusuf berharap, Pemda Mimika segera merampungkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) agar diaudit dan bisa diberi opini.

Sementara itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, mengucapkan terima kasih karena selama tujuh tahun berturut-turut selalu bisa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

Menurutnya, Pemda Mimika dan BPK mempunyai komitmen selalu peduli untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

Bupati Omaleng juga berterima kasih karena BPK mendampingi Pemda Mimika sehingga terus melakukan perbaikan. Ia juga menberikan apresiasi kepada pimpinan OPD.

"Kami selalu siap apa yang diminta BPK dalam menyajikan laporan dan data baik secara tertulis maupun lisan," kata Bupati Omaleng.

Ia berharap, predikat opini WTP harus terus dipertahankan. Untuk itu kepada seluruh OPD harus membantu BPK dalam melakukan pemeriksaan.

Menurut Bupati Omaleng, meskipun ada rencana rolling, namun pejabat lama harus tetap bertanggungjawab agar apa yang sudah didapatkan selama 7 kali berturut-turut ini dapat dipertahankan terus.

"Kami harap proses pemeriksaan ini bisa lebih cepat supaya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) juga bisa lebih cepat didapatkan karena menjadi syarat untuk penyusunan APBD Perubahan. Kalau selesai April, maka Mei kita lanjutkan perubahan,” tegas Bupati Omaleng. (Shanty)

Top