Politik & Pemerintahan

PARADE FOTO Distrik Kuala Kencana Gelar Rakor Kamtibmas

MIMIKA, BM

Distrik Kuala Kencana pada Rabu (14/7) di aula distrik, melakukan rapat koordinasi (Rakor) menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pada momen ini diserahkan pula piala dan uang pembinaan kepada kelurahan dan kampung di Distrik Kuala Kencana yang memenangkan lomba keamanan.

Pada loma ini, Kelurahan Karang Senang meraih juara 1, Kampung Bhintuka juara II dan Kampung Mimika Gunung sebagai juara 3. 

Foto : Istimewa

Asisten I Bidang Pemerintahan Yulianus Sasarari saat memberikan sambutan

Asisten I Bidang Pemerintahan Yulianus Sasarari didampingi Kadistrik Kuala Kencana, Septinus Timang, perwakilan Polsek Kuala Kencana dan perwakilan Danramil



Kepala Distrik Kuala Kencana, Septinus Timang menyerahkan piala kepada pemenang lomba keamanan 

Foto bersama peserta dengan Asisten I Bidang Pemerintahan Yulianus Sasarari


Panitia kegiatan dan staf Distrik Kuala Kencana foto bersama dengan Kadistrik Kuala Kencana Septinus Timang

Foto bersama para pemenang dengan Asisten I, Kadistrik Kuala Kencana, perwakilan Polsek Kuala Kencana dan perwakilan Danramil

Penyerahan hadiah dilakukan oleh perwakilan Dandramil



Penyerahan hadiah mewakili oleh Polsek Kuala Kencana

Suasana berlangsungnya kegiatan 

Alasan Logis Mengapa Mimika Harus Lockdown! Ini Penjelasannya


Bupati Omaleng didampingi Kapolres dan Dandim 1710 Mimika saat memimpin rapat evaluasi Covid-19

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika memutuskan melakukan lockdown selama 1 bulan terhitung mulai tanggal 7 Agustus hingga 7 September 2021.

Keputusan tersebut diambil setelah Bupati Mimika melakukan evaluasi bersama Satgas Covid-19, forkopimda dan Pimpinan OPD yang berlangsung di Hotel Grand Mozza, Rabu (21/7).

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan Mimika sekarang bukan lagi zona hijau tetapi sudah zona merah sehingga untuk menghindari jangan sampai menjadi zona hitam maka harus dilakukan lockdown.

"Jadi saya minta masyarakat Mimika harus mulai melakukan persiapan dari sekarang sampai tanggal 7 September nanti. Masyarakat harus sudah siap, termasuk ekonominya," Tegas Bupati Eltinus.

Bupati menegaskan bahwa keputusan tersebut telah bulat sehingga ke depan diharapkan jangan lagi ada aksi penolakan atau masalah serupa.

"Saya tidak mau ada ribut-ribut lagi. Jadi semua masyarakat harus siap," ujarnya.

Ia mengatakan, sama seperi sebelumnya, pada saat lockdown nanti aktifitas penerbangan penumpang dan kapal penumpang dihentikan. Yang diperbolehkan hanya untuk angkutan barang.

Alasan mengapa Mimika melakukan lockdown didasari pada data Dinas Kesehatan Mimika per tanggal 20 Juli 2021. Selain ada penambahan 7 kasus baru dari 90 spesimen yang diperiksa, jumlah kasus kumulatif kini mencapai 7.836 kasus.

Selain itu, per 20 Juli juga terjadi 2 kematian sehingga kumulatif kematian pasien covid-19 kini berjumlah 90 orang.

Untuk situasi covid saat ini, separuh kasus ditemukan pada kelompok usia 31-59 tahun. Dari 33 kasus sebanyak 54,54 persen terjadi pada perempuan dan 45,45 persen pada laki-laki sehingga lebih dari separuh pasien yang meninggal adalah perempuan. (Shanty)

Agar Situasi Selalu Kondusif, Distrik Kuala Kencana Lakukan Ini

Foto bersama peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan damai, Distrik Kuala Kencana menggelar rapat koordinasi (Rakor) mengenai bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dilakukan pada Rabu (14/7) pekan lalu dilangsungkan di aula distrik dan dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Yulianus Sasarari.

Sasarari mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mendorong peran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta membahas situasi keamanan dan ketertiban kampung dan kelurahan di wilayah Distrik Kuala Kencana.

"Kalau lingkungan aman, maka semua program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah daerah dapat berjalan maksimal untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, serta perekonomian masyarakat dapat tumbuh dan berkembang dengan baik," tutur Yulianus.

Keamanan di lingkungan kampung dan kelurahan merupakan hal paling penting untuk mencegah berbagai macam kasus seperti pencurian dan gangguan keamanan lainnya, baik dari dalam maupun dari luar yang melibatkan generasi muda.

Pasalnya, terlibatnya generasi muda pada tindak kekerasan lainnya sering terjadi di Distrik Kuala Kencana sehingga aparat keamanan harus bekerja keras untuk menjaga dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjaga lingkungan dari gangguan Kamtibmas juga bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian maupun TNI saja melainkan seluruh masyarakat terutama kepala-kepala kampung dan lurah di tempat masing-masing.

"Untuk itu, masing-masing mengambil tanggung jawab guna menjaga lingkungan kelurahan dan kampung di wilayah kita. Tidak mungkin orang lain yang datang menjaga keamanan, ketertiban dan keindahan lingkungan selain dari kita sendiri,” ungkapnya.

Sementara Kepala Distrik Kuala Kencana Septinus Timang mengatakan sesuai instruksi bupati dalam menjaga masyarakat yang aman, mandiri dan sejahtera, maka perlu membangun koordinasi di tingkat stakeholder Distrik Kuala Kencana yang terdiri dari Polsek, Koramil, tokoh masyarakat, kepala kampung dan kelurahan sampai tingkat RT untuk menjaga keamanan tetap kondusif.

"Jadi keterlibatan setiap warga masing-masing kampung dan kelurahan sangat kita harapkan untuk menjaga keamanan. Sampai saat ini walaupun ada masalah, tapi saya berpikir tidak terlalu meluas dan rata-rata masyarakat sudah mulai sadar hukum termasuk untuk menjaga lingkungan keamanan di wilayahnya masing-masing,”ungkapnya. (Shanty)

Top