Politik & Pemerintahan

HUT Mimika Bakal Diramaikan Sejumlah Lomba dan Festival Budaya


Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Mimika, Yakob Yopi Toisuta

MIMIKA, BM

Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Mimika yang jatuh pada 8 Oktober 2023 nanti, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) bakal menggelar berbagai perlombaan olahraga dan festival budaya.

Hal itu disampaikan Kepala Disparbudpora Mimika, Yakob Yopi Toisuta, saat ditemui di salah satu hotel yang berada di bilangan Jalan Cenderawasih, Timika, Papua Tengah.

Dikatakan bahwa beberapa cabang olahraga (cabor) yang nantinya dilombakan yaitu futsal, lari maraton, biliar, panjat tebing, dayung, dan voli.

Sementara untuk festival budaya, ungkap Yopi, akan dibuat dalam bentuk karnaval budaya yang meliputi semua suku yang ada di Indonesia.

"Festival budaya ini nantinya mengangkat budaya-budaya yang ada di indonesia. Jadi setiap suku di Indonesia akan ada perwakilannya, tapi lebih dominan dari dua suku besar yang ada di Mimika. Kita buat seperti karnaval budaya begitu," ujar Yopi.

Dia menambahkan, karnaval budaya ini juga nantinya bakal melibatkan stakeholder, termasuk para UKM yang ingin mempromosikan hasil produknya.

"Kegiatan ini pun akan dilelang karena biayanya cukup besar. Kemudian karena waktu sangat mepet, dan ini juga baru pertama kali kita buat, jadi kita bikin festival budaya supaya semua terlibat," tuturnya.

Mengenai waktu pelaksanaan, dia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun jadwal dari masing-masing lomba.

"Kita lagi susun dia punya jadwal olahraga supaya jangan semua tabrakan. Jadi akan bertahap, satu cabor selesai, baru dilanjutkan lagi cabor berikutnya," pungkasnya. (Endy Langobelen)

6.070 Warga Mimika Sudah Migrasi ke KTP Digital

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mimika, Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Sebanyak 6.070 warga Mimika telah migrasi dari KTP Elektronik (KTP-el) menjadi KTP Digital.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, migrasi KTP Elektronik ke digital ini perlu waktu.

Di pusat juga ditargetkan tahun 2023 ini sekitar 25 juta penduduk Indonesia sudah migrasi ke KTP Digital.

"Di Mimika kita lihat situasinya saja, di Papua ini bukan seperti di Indonesia bagian Barat. Tapi, yang penting ini jalan dulu," kata Kadisdukcapil, Slamet Sutejo saat ditemui di Hotel Horison Diana, Selasa (23/5/2023).

Slamet mengatakan, yang paling utama adalah pihak Dukcapil tetap menerapkan 2 model sistem pelayanan.

Artinya, masyarakat yang di pedalaman, di pesisir, pegunungan tetap dilayani dengan KTP elektronik dan yang di kota yang sudah terbiasa dengan digital akan migrasi ke KTP digital.

Bahkan, untuk pengelolaan dana desa juga saat ini dengan sistem.

"Jadi, keuangan desa sekarang dengan sistem, sehingga mereka (kepala kampung-red) akan terbiasa dengan digital juga," katanya.

Slamet mengatakan, pusat menargetkan dalam 5 hingga 7 tahun kedepan sebagian besar warga Indonesia yang gunakan KTP elektronik akan bermigrasi ke digital.

Menurutnya, dengan migrasi ke KTP Digital banyak keuntungannya, karena tidak ada lagi istilahnya KTP hilang, rusak bahkan warga bisa akses dari mana saja serta bisa scan barcode.

"Jadi warga tidak bawa KTP fisik lagi kemana-mana. Cukup dengan HP saja bisa akses KTP Digital," Ujarnya.

Ia mengatakan, hal ini juga bagian dari upaya Dukcapil untuk mempersiapkan pelayanan publik yang sementara di bangun.

"Menpan minggu lalu sudah launching di Jayapura sehingga nanti bisa juga launching di Mimika sehingga bisa terintegrasi bukan hanya pelayanan teregistrasi secara instansi tetapi sistem ini sudah mulai teregistrasi karena di SIAK sudah muncul menu mall pelayanan publik sehingga semua bisa saling terkoneksi,"'jelasnya.

"Pelayanan sudah mulai tersistem, kemudahan-kemudahan itu yang terus kita galakan. Bulan Juni kita akan buka pelayanan baru di Kokonao dan Atuka. Ini sebagai komitmen Dukcapil dan Pemda Mimika khususnya untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat," lanjutnya.

Lanjut Slamet, masyarakat di bagian Barat seperti Kapiraya, Amar urusan Adminduknya selesai di Kokonao tidak perlu lagi ke kota.

"Kalau yang tidak punya jaringan kita akan jemput bola sehinga data masyarakat akan semakin akurat dan membaik," ungkapnya. (Shanty Sang)

H-3 Batas Akhir, KPU Mimika Imbau Parpol Fokus Pendaftaran Bacaleg


KPU Mimika saat melakukan konferensi pers di Kantor KPU Mimika, Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Kamis (11/5/2023) malam

MIMIKA, BM

Tersisa tiga hari menjelang batas akhir pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika melayangkan imbauan kepada setiap partai politik untuk segera mengajukan dokumen Bacaleg-nya.

"Di sisa waktu yang ada ini, harapan kami tentunya para pimpinan partai politik fokus untuk mengurus mereka punya dokumen-dokumen pencalegan," ujar Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola, saat konferensi pers di Kantor KPU Mimika, Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Kamis (11/5/2023) malam.

Indra mengungkapkan, dari 18 partai politik yang ada di Kabupaten Mimika, baru dua partai yaitu PDI-P dan NasDem yang telah mengajukan dokumen fisik dari para Bacaleg-nya.

"Ini batas waktunya sampai tanggal 14 Mei 2023 pukul 23.59. Itu batas akhir. KPU tidak adak menerima pendaftaran di luar tanggal 14. Dan semua upaya sudah KPU lakukan guna menyadarkan parpol untuk datang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," tegas Indra.

"Sekarang kembali ke partai politik, mau datang atau tidak karena KPU tidak diberi kewenangan untuk mengintervensi jadwal yang ada," imbuhnya.

Indra mengakui bahwa jika dilihat dari sisa waktu yang ada, memang cukup mepet dan sangat dibutuhkan perhatian dari masing-masing partai politik untuk segera melakukan pendaftaran.

"Jadi kita berharap partai-partai yang sebelumnya telah konfirmasi schedule-nya untuk betul-betuk bisa memenuhi schedule yang ada," tuturnya.

Sejauh ini, kata Indra, sebagian besar partai sudah berkoordinasi dengan KPU terkait waktu kapannya mereka akan datang mengajukan dokumen pendaftaran Bacaleg.

Kendati demikian, ada beberapa partai juga yang sama sekali belum menyampaikan kesiapannya, "kurang lebih ada empat partai yang belum konfirmasi kapan mereka mau datang," ungkapnya.

"Sisanya mereka sudah schedule. Mudah-mudahan tidak meleset, tidak ada halangan dengan jadwal yang telah mereka sendiri schedule-kan," harapnya. (Endi Langobelen)

 

Top