Politik & Pemerintahan

Waduh, Sejumlah Tower BTS Program Kemenkominfo di Mimika Tidak Berfungsi

Tampak tiang tower BTS yang berdiri di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika

MIMIKA, BM

Sejumlah tower BTS di Mimika, Papua Tengah, yang merupakan program dari Kemenkominfo, diketahui hingga kini tidak berfungsi.

Informasi yang dihimpun Beritamimika.com, kurang lebih ada 4 tower BTS yang sudah tidak memiliki jaringan sama sekali.

Bahkan satu di antaranya, dari awal dibangun belum juga berfungsi, yakni BTS di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka.

Sekretaris Kampung Iwaka, Jacob Pattikawa, saat dihubungi via telpon pada Selasa (21/5/2023) siang, membenarkan informasi ini. Dikatakan bahwa tower BTS di Kampung Iwaka sudah dibangun sejak Mei 2022.

"Bangunan (tower BTS) itu memang sudah dibangun, sudah pasang semua tiang-tiang dan alat-alat itu semua sudah, tapi ada katanya tinggal satu alat lagi yang belum dipasang," ungkap Jacob.

"Makanya sampai sekarang ini jaringan belum ada sama sekali di Iwaka. Kita di dalam (Kampung Iwaka) itu biasanya kalau mau telepon, harus keluar dari kampung sekitar 6 kilometer ke perempatan sana dulu baru bisa komunikasi," imbuhnya.

Dikatakan bahwa dirinya pun sudah berupaya untuk menghubungi pihak kontraktor terkait persoalan jaringan ini. Namun, telponnya tidak pernah diangkat.

"Saya pernah ambil nomor kontraktornya tapi sampai sekarang tidak pernah diangkat saat saya hubungi. Makanya saya nanti mau ngomong sama pak Plt bupati, mau minta beliau mungkin bisa kontak mereka (kontraktor) supaya bisa datang pasang barang ini," tuturnya.

Menurut Jacob, warga masyarakat di Kampung Iwaka sudah begitu lama merindukan kehadiran jaringan telekomunikasi. Sayangnya, harapan itu belum juga terwujud.

"Masyarakat berharap sekali jaringan masuk ke sini, karena komunikasi ini kan penting sekali. Tiba-tiba kalau ada orang yang sakit di dalam atau ada apa-apa, kita mau komunikasi kan susah sekali. Ini sudah dipasang tower, tapi tidak ada jaringan," keluhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pada 18 Agustus 2022 lalu, ketika mengunjungi korban terdampak banjir di Kampung Iwaka, Plt Bupati Mimika Johannes Rettob sempat mengatakan kepada wartawan bahwa di kampung Iwaka, akan dipasang enam tower BTS.

“Sekarang kan sudah dipasang satu titik di dalam kampung Iwaka. Nanti satu titik lagi di depan jalan besar. Pastinya di Distrik Iwaka ada 6 titik yang dipasang,” jelas John kala itu.

Menanggapi itu, Jacob menyarankan agar tower BTS yang sudah ada saat ini bisa diselesaikan terlebih dahulu agar kerinduan masyarakat akan jaringan telekomunikasi bisa terobati.

"Jangan kita bicara mau pasang banyak-banyak tapi satu saja belum selesai. Mau harap banyak-banyak, satu saja tidak ada. Yang ada kita cuma dapat dia punya tower ini. Jaringannya tidak tahu ada dimana," pungkas Jacob.

Selain itu, ada juga beberapa kampung di Distrik Mimika Barat Tengah yang tower BTS-nya sudah tidak lagi berfungsi, yakni Kampung Uta, Mapar, dan Mapuruka.

Kepada Beritamimika, Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Sem Naroba, mengungkapkan keluhannya perihal persoalan ketiga BTS itu. Pasalnya, ketiga BTS tersebut baru dibangun tahun 2022, namun kini tak aktif lagi.

"Tower BTS itu baru dibangun 2022, tapi sudah tidak berfungsi. Ada beberapa tower BTS di Mimika Barat Tengah seperti di Uta, Mapar, dan kampung Mapuruka sudah tidak ada jaringan sama sekali. Makanya saya marah besar dengan petugas pendiri tower ini. Setelah pasang, hilang semua. Susah hubungi mereka," keluh Sem via telpon.

Sem juga mengaku geram lantaran petugas yang memasang tower tersebut hingga kini tidak dapat dihubungi untuk penyampaian terkait kerusakan tower-tower BTS ini.

"Jangan datang pasang bikin senang hati masyarakat lalu tinggalkan begitu saja. Sudah berapa kali kami laporkan, tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan," ungkapnya.

Oleh karena itu, Sem meminta pihak yang bertanggung jawab agar segera memperbaiki kerusakan ataupun gangguan pada tower-tower BTS tersebut sehingga masyarakat dapat menikmati jaringan untuk berkomunikasi.

"Saya minta segera petugas-petugas ini aktifkan jaringan ini kembali, supaya kami dari distrik juga bisa melaporkan kegiatan pemerintahan yang berjalan di pesisir kepada pimpinan kami di kabupaten," tutupnya. (Endi Langobelen)

PARADE FOTO Dukcapil Gelar Rakor Digitalisasi Adminduk Kemudahan Layanan Publik Pemilu 2024

MIMIKA, BM

Guna untuk mewujudkan digitalisasi Adminduk untuk kemudahan layanan publik dan suksesnya Pemilu 2024, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mimika menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama para pemangku kepentingan.

Rakor yang berlangsung du Hotel Horison Diana, Selasa (23/5/2023) dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Mimika Petrus Yumte.

Foto - Foto : Shanty Sang (Berita Mimika)

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte saat menyampaikan sambutan
Ketua Panitia, Slamet Sutejo saat menyampaikan laporan
Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte didampingi Kepala Dinas Dukcapil Slamet Sutejo memukul tifa tanda dibukanya kegiatan
Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte, Kepala Dinas Dukcapil Slamet Sutejo foto bersama pimpinan OPD dan narasumber
Para peserta kegiatan foto bersama Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte, Kepala Dinas Dukcapil Slamet Sutejo
Kepala Dinas Dukcapil Slamet Sutejo saat memberikan materi kepada peserta
Kasat Intel Polres Mimika, AKP Budi Santoso saat memberikan materi
Kepala Dinas Dukcapil, Slamet Sutejo memberikan hadiah kepada salah satu peserta
Salah satu peserta saat mengajukan pertanyaan
Sekretaris Kesbangpol, Alfa saat memberikan materi

Pj Bupati Mappi Teken MoU Bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI

Foto bersama usai penandatanganan Mou

JAKARTA, BM

Pemerintahan Daerah Kabupaten Mappi bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menandatangani nota kesepakatan antara dirjen Binalavotas dengan pemerintahan daerah dan mitra industri.

Penandatangan MoU ini dirangkaikan dalam acara penandatangan naskah perjanjian hibah daerah dalam rangka serah terima lahan dan nota kesepakatan antara dirjen Binalavotas dengan pemerintah daerah dan mitra industri yang dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauzyah, Rabu (17/5/2023).

Menaker dalam sambutan mengatakan bahwa kesepakatan ini nantinya akan diselenggarakan peningkatan kompetensi dan daya saing bagi masyarakat Kabupaten Mappi di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong dan Kabupaten Enrekang di BPVP Kepulauan Pangkajene.

Menaker berharap, melalui penandatangan nota kesepakatan ini dapat menciptakan SDM yang kompeten dan berdaya saing di daerah. 

“Sebagaimana kita telah merasakan bersama, kehadiran BPVP adalah sebagai perwakilan Pemerintah Pusat dalam melaksanakan fungsi pembinaan pelayanan pelatihan berkualitas yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah serta melakukan fungsi pembinaan dan koordinasi kepada seluruh BLK UPTD kabupaten kota dan pemangku kepentingan pelatihan lainnya di tingkat Provinsi,” ungkapnya.

Menaker Ida juga menyampaikan aperesiasi atas langkah Pemerintah daerah kedua kabupaten tersebut.

Ia mengatakan setelah menyelesaikan pelatihan akan diberikan pendampingan peningkatan literasi maupun bantuan peralatan dan permodalan.

Hal ini agar para lulusan pelatihan dapat segera mendirikan usaha mandiri dan diharapkan turut menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

"Melalui program ini akan dilatih sebanyak 860 orang yang akan dibagi menjadi masing-masing sebanyak 380 orang di Kabupaten Mappi, dan 480 orang di Kabupaten Enrekang," jelas Menaker Ida.

Dalam kesempatan tersebut Menaker, Ida Fauziyah, juga mengapresiasi pemberian lahan untuk kepentingan peningkatan SDM dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Morowali Utara.

Sementara itu Pj Bupati Mappi, Michael R. Gomar menyebutkan, penandatangan nota kesepakatan ini untuk mendorong SDM anak -anak asli Mappi untuk kompeten dan berdaya saing tinggi.

Kata Pj Bupati Mappi, bahkan saat ini sebanyak 42 orang anak -anak Mappi sudah siap untuk mengikuti pelatihan.

Pelaksanaan pelatihan nantinya dibagi yakni diantaranya, 10 orang akan dikirim ke Sorong untuk mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sorong dengan sepuluh paket pelatihan.

"Sementara sisanya sebanyak 32 orang akan mengikuti pelatihan di Mappi dengan pembagian 16 orang mengikuti pelatihan mebel dan 16 orang mengikuti pelatihan menjahit," ujarnya.

Menurut Gomar, penandantangan MoU ini telah memberikan kesempatan kepada anak -anak Mappi untuk melakukan vokasi, pelatihan mebel serta memberikan pelatihan menjahit kepada masyarakat Mappi.

Diharapkan melalui program ini mereka bisa mendapatkan keterampailan dan Pemerintah daerah akan terus mempersiapkan SDM melalui pelatihan agar mereka bisa membuka lapangan kerja.

Pelatihan kepada SDM Mappi akan dilakukan secara bertahap dan dalam waktu dekat Pemda akan ada 42 orang yang akan mengikuti pelatihan.

“Kita di Kabupaten Mappi setelah penandatangan kesepakatan ini 42 peserta yang sudah kita siapkan akan mulai melakukan pelatihan," terangnya.

Pj Bupati Mappi hadiri dalam kegiatan tersebut didampingi, Anna Maria Theresia, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Mappi dan Stefanus Mangin, ST, Kepala Bidang Perindustrian serta Yakobus Kondomo, Kepala Bidang Kerenagakerjaan. (Red)

Top