Politik & Pemerintahan

Pemda Mimika Bersama PTFI Gelar Penyusunan Rencana Aksi Program Kemitraan

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar rapat kerja penyusunan rencana aksi program kemitraan penyediaan air bersih, sanitasi, upaya perbaikan gizi masyarakat dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss Bellin dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono, Rabu (14/6/2023).

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam hal kesehatan serta menekan terjadinya peningkatan penyakit.

"Tujuan kita yakni mulai hari ini kita menyusun strategi apa agar target tahun 2026 nanti, tidak ada lagi masyarakat yang terkena penyakit kulit, stunting, malaria dan lainnya," Kata Hendritte.

Ia berharap agar kolaborasi ini akan terus berlanjut untuk memberikan perhatian kepada masyarakat. Ini bukan saja hanya tanggungjawab pemerintah atau PTFI saja melainkan ini menjadi tanggungjawab bersama-sama.

Sementara itu, Direktur PTFI Claus Wamafma mengatakan, PT Freeport Indonesia punya komitmen untuk memberikan manfaat, tidak hanya pemakaian saham, tetapi juga bagi pemangku kepentingan. Dan sejak 2018, sekitar 51 persen saham PTFI telah dimiliki oleh negara.

"Hari ini kita disini punya kepentingan yang sama untuk memastikan bahwa operasi ini harus berjalan, karena ada dampak dinikmati oleh negara dan selanjutnya masyarakat, " katanya.

Dikatakan, proses penyusunan rencana aksi program kemitraan ini diawali dengan riset yang komprehensif pada tahun 2021 melalui perencanaan riset kesehatan dasar dan pihaknya memberikan dukungan.

Dalam reset kesehatan dasar ada 30 kampung menjadi destinasi yang didatangi tim riset, dan hasilnya lebih dari 10 ribu sampel.

"Jadi ini menjadi pekerjaan besar selama satu tahun. Saya mengapresiasi program riset kesehatan dasar ini, ternyata kerjasama ini sangat baik, profesional dan memenuhi standar pelaporan yang diminta oleh banyak lembaga internasional. Atas hasil riset ini Freeport mempublikasikan secara publik pada September 2022," Ujarnya.

Selanjutnya, Kabid Fispra Bappeda Mimika Scienray Aris Morin mengatakan, secara umum Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyusun beberapa pendekatan terkait dengan isu sektoral yang telah berjalan yakni, SDGs, penyelesaian stunting dan lainnya.

"Mungkin nanti kami akan mengarahkan beberapa lokasi yang sudah kami petakan, untuk menjadi kesepakatan kita dalam mengintervensi semua hal yang akan dikerjakan bagi masyarakat," jelasnya.

Adapun isu yang paling krusial adalah terkait dengan kondisi pemenuhan air bersih bagi masyarakat di kampung-kampung. Nantinya PTFI bersama Pemkab Mimika akan menyepakati terkait beberapa lokasi yang menjadi basis permasalahan yang kompleks terkait sanitasi, air bersih dan lainnya. (Shanty Sang)

Jalan Santai Pungut Sampah, Sederhananya Pemda Mimika Peringati Hari Lingkungan Hidup

Para ASN Pemda Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan jalan santai sekaligus melakukan pungut sampah, Senin (5/6/2023).

Kegiatan ini dimulai dari Jalan Belibis menuju Yos Sudarso arah Gereja Katedral Tiga Raja kemudian melalui Jalan Cenderawasih kembali ke Graha Eme Neme Yauware.

Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan Setda Mimika, Petrus Lewa Koten dalam sambutannya mengatakan, Ini bukan peringatan sekabupaten tapi sedunia.

"Ada 2 hal yang perlu saya tekankan yakni lingkungan sehat dan lingkungan lestari. Sehat itu kita menjaga kebersihan lingkungan dari sampah agar sehat dan melestarikan itu kita harus menjaga lingkungan meminimalisir polusi udara dan lain sebagainya," ungkapnya.

Petrus mengatakan, hal-hal kecil saja yang harus ditunjukkan seperti hari ini yaitu pengumpulan sampah plastik.

"Itu saja sudah merupakan satu langkah konkrit yang kita tunjukkan agar lingkungan sehat dan lestari," ujar Petrus.

Ia mengungkapkan bahwa biasanya setiap tanggal 5 juni para aktifis lingkungan hidup di beberapa negara melakukan aksi demo terkait masalah lingkungan hidup baik di darat maupun di laut.  Kasus di laut seperti bocornya kapal tangki.

"Kita di sini banyak hal yang terus kita ingatkan akan kebersihan lingkungan, tingkat RT dan lurah terus ditingkatkan. Dinas Lingkungan Hidup harap harus berkoordinasi dengan pemerintah terkait kebersihan karena ada dana kebersihan yang diberikan di tingkat distrik dan kecamatan," ungkapnya.

Katanya, soal sampah di pinggir jalan raya dan median jalan yang dulunya sering dibuang warga seenaknya, kini mulai ada perubahan.

“Kita perlu ingatkan rumah-rumah yang ada di pinggir jalan, sebagian sudah memperhatikan sebagian belum, rumput yang tumbuh di trotoar depan rumah mereka kadang-kadang tidak dicabut, mereka berharap pemerintah yang cabut, bapak ibu kalau ada tetangga yang seperti itu tolong diingatkan,"ungkapnya.

Hari Lingkungan Hidup sedunia pertama kali dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1974 dan telah dirayakan setiap tahun di seluruh dunia setiap tanggal 5 Juni.

Setiap tahun acara peringatan lingkungan hidup sedunia mengangkat masalah lingkungan yang berbeda seperti perubahan iklim, batu karang, laut, hewan, air dan lain sebagainya.

"Tujuan utama perayaan ini adalah mengingatkan kita akan setiap efek dari aktivitas kita terhadap lingkungan," ujar panitia, Aisah Rumadaul.

Kata Aisah, perayaan ini melibatkan kesadaran akan masalah yang sedang dihadapi lingkungan saat ini.

"Perayaan hari lingkungan hidup sedunia ini membuka mata kita bahwa kewajiban kita untuk menjaga alam dengan segala cara dan mengingatkan kita bahwa dunia yang kita tinggali saat ini akan menjadi rumah untuk anak cucu kita," jelasnya.

Perayaan hari lingkungan hidup sedunia tahun ini mengambil tema "Menjadikan Sampah Plastik Dengan Cara 3R. Mengurangi Penggunaan Plastik, Mendaur Ulang Sampah Plastik dan Menggunakan Kembali Serta Tindakan Untuk Mengurangi Polusi Plastik.

Ia mengatakan, dalam rangka kegiatan ini Dinas Lingkungan Hidup melalui gerakan peduli lingkungan telah mengadakan berbagai lomba yakni, lomba mewarnai yang diikuti oleh SD kelas 1,2 dan 3.

Lomba daur ulang sampah yang diikuti oleh SMA dan dari komunitas dari masyarakat serta lomba kebersihan tingkat RT distrik. (Shanty Sang)

Untuk Mengetahui Sejauh Mana Kinerja OPD, Bappeda Gelar Monitoring Meja I

Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Yohana Paliling saat memimpin rapat monitoring meja I

MIMIKA, BM

Guna mengetahui sejauh mana kinerja kerja OPD Pemda Mimika terkait proses dan perkembangan realisasi kegiatan fisik dan realisasi keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan Rapat Monitoring Meja I, Selasa (06/06/2023).

Arahman Plt Bupati Mimika yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Yohana Paliling bahwa perlu dilakukan monitoring meja guna mengetahui proses dan perkembangan secara keseluruhan. 

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kepada seluruh jajaran OPD bertanggung jawab dalam penuntutan realisasi fisik yang ada agar memberikan informasi tentang progres di setiap pekerjaan," ungkapnya.

Disampaikan juga bahwa kegiatan monitoring meja I adalah bagian dari fungsi pengawasan untuk mengetahui sejauh mana progres dan performance OPD dalam belanja kegiatan dan sub kegiatan yang sementara dikerjakan di tahun 2023.

"Ini khususnya di caturwulan pertama dan kita sementara memasuki caturwulan ke dua,"ujar Yohana.

Degan demikian diharapkan kepada seluruh OPD, khususnya para kasubag program dan operator untuk memberikan perhatian penuh pada beberapa hal, baik dari segi pemaketan, realisasi fisik serta beberapa dokumen pendukung untuk segera dilengkapi.

"Karena proses ini merupakan hal yang mutlak kita lalui untuk mendapatkan laporan prestasi yang lebih akurat,"ucap Yohana. (Ignasius Istanto)

Top