Resmikan Bandara Ewer, Jokowi Harap Ekonomi di Asmat Meningkat

Presiden Joko Widodo meresmikan Bandar Udara Ewer, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Kamis (6/8/2023)
ASMAT, BM
Presiden Joko Widodo meresmikan Bandar Udara Ewer yang berada di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Kamis (6/8/2023).
Jokowi bersama rombongan tiba di Asmat sekitar pukul 09.35 waktu setempat, disambut dengan tari-tarian selamat datang oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa pembangunan Bandar Udara ditujukan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di Kabupaten Asmat.
“Ini penting sekali untuk konektivitas keterhubungan antara sebuah wilayah. Baik itu kabupaten, provinsi maupun pulau karena akan mempercepat mobilitas orang dan mobilitas barang,” ujarnya.
Jokowi menyebut, peresmian pengembangan bandara ini akan membuka keterisolasian wilayah dan akan mempercepat pengiriman logistik.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan jadwal penerbangan di Bandar Udara Ewer, Kabupaten Asmat tersebut.
Dikatakan bahwa penerbangan dari Timika sebanyak dua kali seminggu, penerbangan dari Kamur sebanyak empat kali dalam seminggu, dan penerbangan dari Merauke sebanyak empat kali seminggu.
Dengan adanya penerbangan ke Kabupaten Asmat, menurutnya tentu akan membuka peluang pariwisata Asmat dan meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut.
“Kita harapkan ekonomi di Kabupaten Asmat, di Papua Selatan akan semakin baik dan semakin meningkat,” harap Jokowi.
Di samping itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa terminal penumpang Bandara Ewer memiliki arsitektur minimalis dengan ornamen dan interior bernuansa budaya Asmat.
“Seperti pemasangan miniatur perahu suku Asmat yang bukan hanya sekedar alat transportasi tapi juga merupakan filosofi kehidupan dan kematian bagi suku Asmat,” jelas Budi.
Dia juga mengatakan bahwa pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi di Kabupaten Asmat ini merupakan komitmen pemerintah dalam upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Papua Selatan. ( Endy Langobelen )
























