TP PKK Mimika Kunjungi Kampung Waituku, Sebuah Asa Bebas Dari Kesenjangan dan Keterbatasan
Kondisi di Kampung Waituku
MIMIKA, BM
Kunjungan kerja Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika ke Kampung Waituku, Distrik Jita pada Sabtu (6/12/2025) menyisakan kesan mendalam.
Anna Bala dari Pokja 1 yang mengikuti kunker tersebut mengkisahkan pengalamannya melihat dan merasakan langsung kondisi Kampung Waituku.
Anna yang juga merupakan seorang guru menilai perjalanan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan momen perenungan yang mengharukan tentang kontras tajam antara gemerlap Kota Timika dan realita di Kampung Waituku.
“Perjalanan kali ini menyentuh hati saya. Saya banyak terdiam, merenungkan keramaian kota Timika dengan segala kecanggihannya,” ungkap Anna Bala.
“Waituku, satu kampung kecil tanpa sekolah. Anak-anak SD harus menyeberang saat hujan, dengan jembatan kayu yang sudah nyaris patah,” ucapnya dengan nada sedih.
Dikatakan Waituku, kampung yang tampak terisolasi ini, menghadapi tantangan mendasar. Fasilitas pendidikan sangat minim, anak-anak usia sekolah harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi jembatan kayu yang rusak.
Meski ada satu PAUD yang dikelola gereja, ketiadaan guru membuatnya tidak berfungsi optimal. Tingginya jumlah anak usia sekolah menunjukkan kebutuhan mendesak akan perhatian di bidang pendidikan.
Dibidang kesehatan, terdapat satu Pustu kecil yang diisi tiga perawat, ditambah dua perawat yang juga melayani kampung seberang.
Anna Bala juga menyoroti ketiadaan kios atau pusat perbelanjaan, sehingga warga harus menempuh perjalanan ke ibu kota distrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, kampung ini belum menikmati akses listrik 24 jam, sebuah indikator kesenjangan infrastruktur yang masih nyata.
Namun, ditengah keterbatasan, Waituku menyimpan kekayaan budaya yang unik. Anna Bala terkesan dengan ukiran khas dan tas bernilai seni tinggi, lengkap dengan hiasan kepala suku Sempan yang menjadi ciri khas setempat.
Kerajinan tangan ini berpotensi besar untuk dikembangkan, sejalan dengan visi Dekranasda dalam mengangkat produk lokal.
Mengakhiri renungannya, Anna Bala menyampaikan asa atau harapan agar aspirasi dan kebutuhan masyarakat Waituku dapat segera terjawab di bawah kepemimpinan buapti dan wakil bupati Mimika saat ini.
“Diakhir permenungan, kiranya harapan masyarakat dapat terwujud melalui pemerintahan bupati dan wakil bupati, beserta Tim PKK dan Dekranasda,” tutupnya. (Red)




Nampak ratusan massa saat melakukan orasi.
Suasana apel pagi di pusat pemerintahan, SP3