Budaya

Panitia Peresmian Gereja Torsina Dilantik, Targetkan Okotober

 

Ketua Panitia Peresmian Gereja GPI Torsina, Frits Erari dan anggotanya dilantik pada ibadah pukul 09.00 Wit, Minggu (21/3)

MIMIKA, BM

Panitia Peresmian Gereja GPI Torsina Mimika dilantik oleh Pendeta Heni Saitapi dari Badan Pekerja Klasis Mimika pada ibadah Minggu (21/3) pagi pukul 09.00 Wit di Gereja Torsina Jalan Yos Sudarso.

Pelantikan Frits Joni Erari sebagai ketua panitia dan 88 anggota panitia peresmian gereja ini dilakukan mendasari putusan Sidang Jemaat GPI Mimika tahun 2020.

Ketua panitia Frits Joni Erari usai ibadah kepada BeritaMimika mengatakan panitia terdiri dari 4 seksi yakni acara, dana usaha, konsumsi serta seksi perlengkapan transportasi dan akomodasi.

Erari yang terpilih satu bulan lalu sebagai ketua panitia juga mengatakan bahwa ia menerima tanggungjawab ini demi untuk memuliahkan nama Tuhan.

"Saya merasa terpanggil untuk tugas ini karena bagi saya ini merupakan sebuah pelayanan untuk meresmikan rumah Tuhan," ujarnya.

Dikatakan, target panitia peresmian dan jemaat agar gereja ini diresmikan pada minggu pertama bulan Oktober tahun ini.

Pihaknya juga belum dapat memastikan besaran jumlah dana untuk peresmian karena masih menunggu usulan tiap-tiap seksi yang akan dilaporkan pada pertemuan panitia nanti.

"Target kami 4000 jemaat akan menghadiri peresmian ini termasuk tamu sinode dan semua pendeta yang pernah bertugas di Torsina akan kami datangkan pada saat peresmian nanti," ungkapnya.

Pada kesempatan ini ia juga meminta dukungan semua pihak terutama para jemaat agar apa yang dirindukan bersama bisa tercapai sesuai target yang diberikan.

"Urusan barang lain kami bisa total, apalagi ini untuk rumah Tuhan. Kita akan lakukan semua yang terbaik untuk kemuliaan namaNYA. Kami panitia juga sangat mengharapkan dukungan semua jemaat dan semua pihak," harapnya.

Pengerjaan Gereja GPI Torsina yang baru ini mulai dilakukan oleh panitia pembangunan gereja pada 2013 yang diawali dengan pemasangan cakar ayam. Pekerjaan gereja ini kini tengah memasuki tahapan finishing atau tahapan akhir termasuk peresmian nanti. (Ronald)

STQ ke-10 Tahun 2021 di Mimika Diikuti 104 Peserta

Sekda Mimika Michael R Gomar memukul beduk tanda dimulainya STQ ke -10 di Mimika

MIMIKA, BM

Seleksi Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Mimika ke-10 Tahun 2021 secara resmi dibuka pada Jumat (26/3) malam di Aula Serbaguna Masjid Agung Babussalam.

Pembukaan STQ oleh Sekda Mimika, Michael R Gomar disaksikan 19 dewan hakim termasuk satu koordinator, perwakilan MUI, Kantor Pengadilan Agama, perwakilan TNI-Polri serta organisasi kemasyarakatan dan Majelis Taqlim.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga dua hari ke depan dengan jumlah peserta sebanyak 104 orang yang terbagi dalam dua cabang yakni Tilawah dan Hifdzil Quran.

Sekda Mimika, Michael R Gomar menyampaikan bahwa kegiatan STQ adalah wujud nyata keseriusan masyarakat Islam di Mimika dalam melakukan pengembangan generasi Qurani. Menurutnya STQ ini akan semakin meningkatkan kualitas Qori dan Qoriah.

Menurutnya, pemerintah daerah berharap agar ajang STQ tidak hanya menjadi lomba semata tetapi juga sebagai saluran peneguhan syiar Islam, sehingga Qori dan Qoriah dapat menjadi sumber 'cahaya' umat Islam khususnya di Mimika.

"Semua peserta harus menampilkan yang terbaik dalam lomba ini, selain itu semua juga harus berlomba untuk berbuat dan menebarkan kebaikan,"harapnya.

Ketua Panitia STQ, Ust Abdul Syakur SPdI mengatakan STQ ke-10 ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan pemahaman isi Alquran.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk seleksi di tingkatan kabupaten sebelum mengikuti kegiatan serupa di tingkat Provinsi dan Nasional nanti," ungkapnya.

Apresiasi juga diberikan kepada Pemda Mimika karena telah merespon dan mendukung kegiatan keagamaan ini sehingga kegiatan boleh berjalan baik dan lancar.

"Sebelumnya digolongan kaligrafi sudah ada yang pernah mewakili provinsi Papua ke tingkat nasional. Dia disini juara satu dan di Jayapura juga juara. Maka kami harap para peserta hari ini termotivasi untuk menunjukkan penampilan terbaiknya,"ujar Wakil Ketua LPTQ Kabupaten Mimika, Ust Akhir Iribaram.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Utler Adrianus SE berharap dewan hakim bekerja secara profesional sehingga melahirkan Qori dan Qoriah yang berkualitas.

Ia juga menjelaskan bahwa STQ mempunyai dua dimensi yakni sebagai pegangan hidup dalam berbagai sendi kehidupan umat beragama dan dimensi lainnya yakni STQ sebagai sarana dakwah.(Ignas)

Bentuk Dukungan Lemasa Terhadap Pemekaran Provinsi Papua Tengah

Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Johny Beanal

MIMIKA, BM

Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) menyatakan dukungan sepenuhnya terkait rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah. Lemasa juga mengiginkan agar Mimika sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.

“Kami dari lembaga mendukung pemekaran Provinsi Papua Tengah dan ibu kota provinsinya berkedudukan di Mimika. Kami mau berkembang, tidak mau tertinggal, mau seperti daerah lain untuk bisa maju dan sejahtera dengan adanya pemekaran ini,” tegas Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Johnny Beanal.

Lemasa menunjukan dukungannya dengan siap menghibahkan tanah guna pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan pemerintah. Semua itu kata Stingal semata-mata demi kepentingan pembangunan dan kemajuan daerah, bukan untuk kepentingan lain.

Stingal mengajak semua pihak untuk mendukung rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah yang telah dan sedang diperjuangkan berdasarkan restu dari lembaga adat dan masyarakat setempat. Hal ini sekiranya menjadi prioritas semua pemangku kepentingan.

“Kami yakin juga masyarakat adat sudah merestui maksud baik terkait pemekaran ini maka pemerintah pusatpun akan menyetujui sebab semua program yang akan dilaksanakan mendapat dukungan dari masyarakat karena sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lemasa juga mengapresiasi semua pihak yang telah berjuang untuk mendorong pemekaran Provinsi Papua Tengah, terutama Pemerintah Daerah Mimika. (Jim)

Top