Budaya

Gery dan Yance Sepakat Damai, Kepengurusan Dualisme Lemasko Diselesaikan Secara Internal

Kapolres Mimika, Gery Okoare dan Yance Boyau memberikan keterangan kepada media usai melakukan pertemuan dualisme Lemasko

MIMIKA, BM

Persoalan dualisme kepengurusan Lemasko antara Gery Okoare dan Yance Boyau menuju titik terang, hal ini ditandai dengan terciptanya kesepakatan damai diantara keduanya.

"Hal teknis berkaitan dengan dualisme ini akan kami selesaikan secara internal kekeluargaan. Jadi tidak ada permusuhan lagi, mari bergandengan tangan menyongsong Natal dan Tahun Baru. Semoga tahun 2021 membawa kedamaian dan keharmonisan seluruh masyarakat Kamoro,"ungkap Gery didampingi Yance Boyau bersama Kapolres Mimika seusai pertemuan internal di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu (16/12).

Lanjutnya, "Saya juga ajak masyarakat Kamoro dan seluruh masyarakat yang ada di Timika untuk bersama-sama dengan TNI-Polri menjaga kamtibmas," ujar Gery.

Ditambahkan Yance Boyau, soal keributan dan saling serang antara dua kelompok pendukung mereka, dirinya berjanji akan membendung kelompoknya untuk tidak melakukan hal itu lagi.

"Mulai detik ini saya akan bendung kelompok saya, supaya tidak terjadi lagi. Dan nanti ada waktu kami akan bersalaman untuk berdamai,"ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata memberikan apresiasi kepada Gery dan Yance yang sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

"Yang dikuatirkan itu adalah hoax, dimana ada pihak-pihak yang yang tidak jelas manfaatkan ini. Jadi saya harapkan kedepannya kita bisa lebih baik dalam membangun Mimika, sehingga dibulan suci ini kita saling bergandengan tangan dan saling berdampingan,"ucapnya.

Terkait dengan dualisme kepengurusan, menurut Kaplolres Era pihaknya sudah meminta kepada PT Freeport Indonesia untuk menentukan secara legal kepengurusan tersebut.

"Akhirnya dengan mediasi tadi mereka sudah sepakat bersatu dan tentu itu butuh proses. Kita akan kawal proses itu demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Kamoro di Timika," ungkap Kapolres.

Terkait dengan bentrokan yang melibatkan massa pendukung keduanya di depan Kantor Polres Pelayanan saat pertemuan berlangsung, kata Kapolres pihaknya terpaksa harus memberikan tindakan tegas dengan tembakan peringatan untuk membubarkan mereka.

"Karena yang bersangkutan dari salah satu kubu ada yang membawa senjata tajam. Dari pada terjadi korban lebih baik kita pisahkan dan membawa ke tempat mereka masing-masing, aparat harus tegas sebelum terjadi korban. Kita bersyukur sudah ada kesepakatan untuk bisa sama-sama memajukan Yayasan tanpa adanya dualisme kepengurusan,"kata Kapolres.

Terkait pemalangan di jalan poros Poumako, Kapolres Era mengatakan pihaknya telah membuka akses. Warga memblokade jalan karena karena terkait masalah anggaran.

"Karena batas waktu sesuai perjanjian dengan PTFI itu tanggal 14 Desember, namun karena ada dualisme kepengurusan sehingga tertunda. Sekarang ada kesepakatan kedua pihak sehingga hari ini dananya sudah dikeluarkan. Namun untuk proses pengeluaran harus koordinasikan dengan pihak bank karena dalam jumlah besar,"ujar Kapolres. (Ignas)

 

Kementerian Agama di Mimika Ingatkan Gereja Lakukan Ini Saat Perayaan Natal

Utler Adrianus, Kepala Kemenag Mimika

MIMIKA, BM

Karena pandemi COVID-19 maka perayaan Natal 2020 bagi umat kristiani di Gereja-gereja di Mimika hanya diperbolehkan menampung 50 persen umat atau jemaat.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama nomor SE 23 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19.

"Untuk perayaan natal sudah ada surat edarannya hanya 50 persen saja untuk meminimalisir resiko penularan covid-19 akibat kerumunan di rumah ibadat tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas. Selain itu, dilaksanakan sederhana dan tidak berlebihan dan disiarkan juga secara daring," jelas Kepala Kementerian Agama Mimika, Utler Adrianus saat diwawancarai, Selasa (15/12).

Utler mengatakan, bahwa dalam surat edaran tersebut ada kewajiban dari pengurus gereja dan juga umat yang harus dijalankan dan dipatuhi.

Adapun, kewajiban dari pengurus gereja adala wajib menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi protokol kesehatan, membersihkan ruangan gereja menggunakan desinfektan, membatasi pintu jalur keluar masuk, menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun serta handsanitaizer di pintu masuk dan keluar.

Lainnya, menyediakan alat pengukur suhu di pintu masuk dan apabila dalam 2 kali pemeriksaan suhunya 37,5 derajat celcius maka umat atau jemaat itu dilarang masuk. Selain itu menerapkan jaga jarak 1 meter dengan memberi tanda khusus di lantai atau kursi.

Kemudian, mengatur jumlah jemaat atau umat yang berkumpul, lalu mempersingkat waktu ibadah tanpa mengurangi penghayatan akan nilai-nilai natal. Menerapkan protokol kesehatan khusus bagi umat dari luar kota, harus menunjukkan hasil PCR atau rapid tes yang masih berlaku.

"Misalnya ada yang dari Jayapura ke sini harus maka harus tunjukkan hasil non reaktif baik rapid tes maupun PCR itu jika mau beribadah di gereja," kata Utler.

Sementara, kewajiban umat jika ingin mengikuti ibadah perayaan natal adalah harus dalam kondisi sehat, memakai masker sejak keluar rumah dan di area rumah ibadat, mencuci tangan, menghindari kontak fisik seperti bersalaman dan berpelukan.

Menghindari berdiam lama atau berkumpul di area rumah ibadah. Selesai ibadah langsung pulang. Anak-anak dan Lansia harus mengikuti ibadah secara virtual.

"Ini juga supaya kita terhindar dari pandemi yang akhir-akhir ini menjadi sebuan momok bagi kita tapi tidak perlu takut berlebihan karena akan membuat imunitas turun sehingga rentan tertular," ujarnya.

Ia juga mengusulkan dalam satu gereja dibuat penomoran yang ditempelkan di kursi dan di berikan ke umat yang hendak beribadah sehingga mereka tinggal menyesuaikan dengan nomor yang didapatkan.

"Bagi yang dapat nomor bisa masuk dan yang tidak dapat nomor ikut melalui virtual, sehingga mudah di kontrol terkait jarak duduk antar umat. Namun ini hanya usulan saja, tetapi pada prinsipnya menjaga protokol kesehatan," ungkapnya. (Shanty)

18 Ketua TP-PKK Tingkat Distrik Dilantik

Foto bersama usai pelantikan 18 Ketua TP-PKK Distrik se-Mimika

MIMIKA, BM

Guna merevitalisasi struktur dalam rangka menertibkan administrasi baik di tingkat kabupaten, distrik dan kampung, maka Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika melaksanakan pelantikan ketua TP-PKK 18 distrik di Mimika.

Pelantikan dilangsungkan Selasa (8/12) kemarin di Hotel Horison Ultima berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 01 tahun 2020 untuk masa bakti 2020-2024.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I TP-PKK Mimika Ny. Suzy Herawaty Rettob, Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng beserta para pengurus dan kepala-kepala distrik.

Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika Ny. Kalina Omaleng yang diwakili oleh Wakil Ketua I Ny. Suzy Herawaty Rettob mengatakan keberadaan kaum perempuan yang terwadah dalam organisasi gerakan PKK memiliki peran strategis dalam upaya peningkatan kesejahteraan.

PKK juga berperan dan membantu tugas-tugas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh khususnya perempuan dan anak.

Diharapkan agar ibu-ibu Ketua TP-PKK tingkat distrik yang baru dilantik dapat menyukseskan 10 program pokok PKK.

"Kita harus bisa bekerja sama dari tingkat kabupaten, distrik sampai ke kampung. Saya berharap Ibu-ibu dapat segera membenahi kepengurusan dan melaksanakan tugas serta fungsinya dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga 10 program pokok PKK bisa berjalan baik dan dilihat juga dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Sambung Ny. Suzy tugas dan fungsi sebagai ketua TP-PKK distrik cukup berat namun didalamnya terkandung makna yang mulia karena menyangkut upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khusunya ibu dan anak.

“Di Organisasi PKK kita dituntut bekerja tanpa pamrih dan bekerja tanpa mendapatkan gaji. Sementara di sisi lain tugas utama kita adalah sebagai ibu rumah tangga yang dituntut juga untuk mampu membina keluarga dan mendidik anak-anak kita,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa peran keluarga sangat penting terutama dalam pembinaan keluarga dan pendidikan anak-anak karena dari keluarga yang harmonis dapat membentengi diri dari pengaruh hal-hal yang negatif.

“Saya ucapkan selamat kepada ibu-ibu mari kita bangun Mimika yang sehat, cerdas dan bermakna. Saya ucapkan terimakasih kepada ketua-ketua TP-PKK distrik lama yang telah mendarmakan baktinya di PKK semoga menjadi amal baik,” tutupnya.

Sementara itu, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Mimika Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Maria Rettob mengatakan pelantikan Ketua-ketua TP-PKK distrik merupakan momentum yang tepat bagi TP-PKK untuk lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sampai ke tingkat distrik serta memahami tuntutan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat.

“Dengan dilantiknya ketua-ketua TP-PKK distrik, digarapkan dapat membantu mewujudkan visi misi bupati di tingkat distrik. Kepada TP-PKK agar dapat meningkatkan etos kerja dan profesionalisme dalam bekerja serta menjadi organisasi yang solid. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kekuatan dan semangat bagi kita sekalian dalam membangun Mimika yang kita cintai ini,” harapnya

Usai acara pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Program Kerja Kepada Para Ketua TP-PKK distrik. (Elfrida)

Top