Peringatan HSN Ke-V di Mimika Dirayakan Sederhana

Perayaan Hari Santri dilakukan di gedung Muslimat NU
MIMIKA, BM
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Mimika tahun ini dilaksanakan dalam suasana sederhana, kebersamaan dan penuh kekeluargaan.
Peringatan hanya dirayakan dengan melakukan upacara, menampilkan atraksi pencak silat, panahan serta lomba lainnya secara virtual yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mimika di Gedung Muslimat NU, Kamis (22/10)
Perayaan Hari Santri Nasional ke-V tahun 2020 ini mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat" diikuti oleh ratusan peserta dari 40 sekolah yang ada di Mimika.
Acara yang diawali dengan upacara, pembacaan sholawat, penampilan tarian dan pemotongan tumpeng ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan dengan mengadakan camping bersama selama beberapa hari.
“Memang sebelumnya ada perlombaan tetapi itu kita lakukan secara online atau virtual karena pandemi covid-19,” tutur Ketua PCNU Kabupaten Mimika, Gus Imam Mawardi.
Imam mengatakan, meski perayaan Hari Santri di Mimika tahun ini sangat berbeda, namun itu tidak mengurangi rasa semangat dan syukur para santri atas perjuangan para ulama untuk Kemerdekaan Indonesia.
Pesannya, sebagai santriwan dan santriwati serta mahasantri tentu harus memiliki rasa bangga dan bagaimana menjalankan dan meneruskan apa yang sudah diraih para ulama.
Perjuangan tersebut harus diteruskan dengan menjaga silaturahmi serta bergandengan tangan dengan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan tetap mematuki protokol kesehatan yakni 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak).
Dan paling utama yakni memperbanyak sholawat agar virus Covid-19 yang saat ini melanda negeri ini cepat berlalu, karena menurutnya dengan memperbanyak sholawat, maka bahaya termasuk penyakit akan dijauhkan.
“Intinya kita semua berharap dijauhkan dari bahaya, penyakit karena dengan berdoa kita semuanya akan diberkati Allah,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para santri selalu memiliki tujuan dan masa depan yang baik, mensyiarkan ilmu agama, menghilangkan kebodohan dan mencintai perdamaian. (Shanty)












