Budaya

Tiga Jam Lamanya, Karyawan Grand Tembaga Hotel Berjuang Menggapai Puncak

Foto bersama owner, manager dan karyawan hotel usai kegiatan

MIMIKA, BM

Mengisi kemerdekaan HUT RI ke-75 tahun ini, manajemen Hotel Grand Tembaga melakukan sejumlah perlombaan.

Tujuan perlombaan untuk mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara sesama karyawan termasuk dengan managemen hotel dan ownernya.

Perlombaan seperti ini sering dilakukan oleh managemen Grand Tembaga Hotel (GTH) di setiap perayaan HUT RI termasuk pada saat menjelang malam kunci tahun dan menyambut tahun baru.

Pada momentum tahun ini, sejumlah kegiatan lomba yang diadakan yakni tarik tambang, angkat tepung,makan kerupuk, memasukan paku dalam botol dan lari karung.

Pemilik Grand Tembaga Hotel, Yohanes Felix Helyanan mengatakan perayaan seperti ini tiap tahun selalu mereka gelar. Bukan hanya karyawan namun juga melibatkan keluarga mereka.

Karena kondisi Covid-19, kegiatan lomba tahun ini tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

"Pada dasarnya kita meriahkan HUT RI dengan lomba-lomba, karena Covid-19 kita khusus hanya untuk lingkungan keluarga hotel dan tidak untuk umum. Kita lakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

Ia mengatakan kekeluargaan adalah hal utama yang ia bangun di Grand Tembaga Hotel. Tidak heran jika para karyawannya, begitu menghormati dan dekat dengannya.

"Tujuannya untuk silaturahmi dan kami dengan karyawan selama ini tidak ada perbedaan, semua sama saja. Kami juga biasa lakukan acara dengan karyawan di lepas sambut tahun lama dan tahun baru," ungkapnya.

Perlombaan di Grand Tembaga Hotel (GTH) diikuti oleh karyawan yang dibagi dalam 6 tim. Tim GTH 1 merupakan gabungan devisi front office dan house keeping. GTH 2 gabungan devisi resto dan kitchen sedangkan GTH 3 merupakan gabungan devisi security dan loundry.

GTH 4 merupakan gabungan devisi teknisi dengan office, GTH 5 adalah keluarga owner dan manajemen sementara GTH 6 merupakan tamu hotel yang turut berpartisipasi.

Selesai pertandingan, tiap tim juara 1 hingga juara 3 diberikan hadiah oleh owner John Tie. Untuk lomba tarik tambang pemenangnya GTH 6, GTH 4 urutan 2 dan GTH 2 urutan 3.

Owner Grand Tembaga Hotel saat memberikan hadiah kepada para pemenang lomba

GTH 2 juara lomba gawang mini, GTH 6 urutan kedua dan GTH 5 urutan ketiga. Untuk lomba angkat tepung, juara 1 GTH 2, juara 3 GTH 6 dan juara tiga adalah GTH 5.

Lomba makan kerupuk, juara 1 GTH 4 disusul GTH 2 dan GTH 3 di urutan kedua dan ketiga. Lomba memasukan paku dalam botol juaranya GTH 3, juara 2 GTH 5 dan juara 3 GTH 2. Sementara untuk lomba lari karung, GTH 3 juara 1, GTH 4 juara 2 dan juara 3 adalah GTH 5.

Kepada BeritaMimika, General Manager (GM) Grand Tembaga Hotel Samuel Tandiyono mengatakan semua karyawan yang mengikuti lomba sebelumnya melakukan rapid tes dan hasilnya semua negatif.

"Inti perlombaan ini juga bukan pada hadiah tapi semangat dalam mengisi kemerdekaan yang harus diisi dengan semangat dalam bekerja dan tanggungjawab masing-masing. Ini yang paling penting," ungkapnya.

Sebelum hadiah perlombaan dibagikan, mata lomba terakhir yang dilakukan adalah memanjat pohon pinang yang diatasnya penuh dengan beragam hadiah yang menggiurkan.

Dalam lomba ini dibagi menjadi tiga tim. Satu tim merupakan gabungan dua tim GTH. Mereka secara bergantian dengan batasan waktu berupaya agar memanjat pohon pinang untuk merebut hadiah yang bergantungan di atas.

Semua tim berlomba dengan sangat antusias, walau kelelahan mereka seakan tidak peduli. Meski tinggi pohon pinang mencapai 10 meter dan dipenuhi oli namun tidak mensurutkan semangat mereka untuk terus memanjat.

Panitia akhinya menyatukan semua tim untuk bekerjasama memanjat pohon pinang. Beberapa kali peluang sampai di puncak hampir mereka raih namun hasil akhirnya selalu sama, gagal.

Tidak terasa sudah hampir 3 jam para karyawan terus berupaya mencapai puncak. Karena hari mulai sore, panjat pinang akhirnya dihentikan. Walau mereka tidak dapat menggapai namun hadiah yang digantung nantinya akan dibagi untuk para karyawan.

"Seperti itulah antusias karyawan kami. Mereka tahu bahwa kalau tidak bisa gapai, hadiahnya akan dibagikan tapi mereka mau terus berupaya dan bekerjasama untuk mencapai puncak. Inilah salah satu kebersamaan dan kekeluargaan yang kami bangun. Di momen HUT ini, kami berharap mereka tetap semangat dan rajin dalam bekerja seperti yang sudah mereka tunjukan lewat kegiatan-kegiatan hari ini, termasuk panjat pinang," harapnya. (Ronald)

Mengisi Kemerdekaan RI Ke-75, TP-PKK Mimika Gelar Bakti Sosial

TP-PKK Mimika saat membersihkan median Jalan Cenderawasih

MIMIKA, BM

Pada momen 17 Agustus tahun ini, tidak terasa sudah 75 tahun lamanya Bangsa Indonesia merdeka.

Memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dapat diisi dengan berbagai kegiatan sebagai bentuk kecintaan dan rasa nasionalisme untuk Indonesia, meski saat ini bangsa kita tengah dihadapkan akan wabah Covid-19.

Kondisi ini tak lantas mematahkan semangat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika untuk menyemarakan HUT RI ke-75.

Bertempat di halaman kantor TP-PKK Mimika dibawah pimpinan Ny. Kalina Omaleng didampingi Wakil Ketua III Ny Enjelina Paiding,  Sekretaris Umum Leentje A Siwabessy beserta ketua pokja dan anggota turun langsung ke jalan untuk melaksanakan Bakti Sosial di jalan Cenderawasih Sabtu (15/8).

Meski sempat diguyur hujan, kegiatan Bakti Sosial menanam pohon, membersihkan rumput di median jalan dan memungut sampah di sekitar areal ini tetap dilangsungkan.


Foto bersama usai melakukan kerja bakti

Semangat 45 ditunjukan oleh Ny Kalina Omaleng dan ibu-ibu TP-PKK Mimika mulai dari mencabut rumput, menanam bunga, membabat rumput yang tinggi disekitar Keuskupan Timika, membersihkan sampah terutama sampah plastik hingga lumpur di median jalan.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-75. Kita lihat tanaman ini perlu dirawat dan dibersihkan. Hujan ini juga berkat supaya bunga yang ditanam dapat tumbuh subur,” ujar ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng.

Menurutnya, sampah juga harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Jika kota bersih maka rasa nyaman dan asri itu dapat dirasakan serta masyarakat sehat.

“Sepanjang jalan kami bersih-bersih, kita temukan masih ada sampah plastik dan pampers yang dibuang sembarangan. Ini ketahuan setelah rumput tinggi tadi kita babat. Semoga makna kemerdekaan tahun ini, jadi perhatian kita semua untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi,” harapnya. (Elfrida)

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Hanya Diikuti 90 Orang

Ketua Panitia HUT RI ke-75 di Mimika

MIMIKA, BM

Pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan Indonesia ke-75 tahun di Mimika hanya diikuti 90 orang. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Ketua Panitia HUT RI ke-75, Syahrial kepada BeritaMimika, Kamis (13/8) mengatakan upacara kemerdekaan di pusat pemerintahan wajib menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

"Pertama kita berencana 150 peserta namun setelah kita membaca panduan-panduan terbaru yang disesuaikan dengan provinsi maka hanya 90 orang saja yang ikut dalam upacara bendera," jelasnya.

Walau terbatas namun Syahrial memastikan 90 peserta nanti mewakili semua unsur dan komponen yang ada di Mimika.

"Komposisinya saya rasa tidak berubah hanya saja di rubah berdasarkan kesatuan. Sekarang kita bagi per matra jadi TNI sama Polri, ASN juga sudah termasuk dengan pemuda. Jadi keterwakilan tetap ada seperti semula," tuturnya.

"Kita tidak bisa libatkan masyarakat terlalu banyak, jangan sampai terjadi klaster baru yang bikin repot kita lagi. Jadi kita buat seminimalis, hikmat dan tentunya memperhatikan protokol kesehatan,"ujarnya.

Selain itu Syahrial juga mengatakan bahwa akan diberlakukan penghormatan selama 3 menit kepada para pahlawan. Hal ini dilakukan pada pukul 10.17-10.20 Wib. Tanda dimulai penghormatan nanti akan diingatkan dengan bebunyian sirene.

"Tidak hanya perayaan upacara saja tapi nanti kita akan laksanakan tabur bunga mengenang para pahlawan tanggal 16 Agustus 2020 di Pomako,"ungkapnya. (Shanty)

Top