
Almarhum Uskup Mgr John Philip Saklil Pr
MIMIKA, BM
Hari ini, Kamis (3/8) merupakan satu tahun umat katolik dan masyarakat Mimika memperingati kepergian mendiang almarhum Uskup Keuskupan Timika, Mgr John Philip Saklil Pr.
Perayaan satu tahun dilakukan di lokasi kuburan Kantor Keuskupan Timika dan dihadiri oleh para pastor, suster, dewan gereja, perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat dan tokoh adat serta umat katolik.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutan mengenang Uskup John Saklil, ia mengatakan pembangunan di Mimika tidak bisa lepas dari peran Keuskupan Timika.
Almarhum Uskup John Philips Saklil Pr diakuinya selalu ada dan bersama dengan pembangunan di negeri ini.
Sejak Kabupaten Mimika menjadi kabupaten definitive tahun 2001, ia selalu berada dan berjalan bersama Bupati Mimika Klemen Tinal yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua dalam mengisi pembangunan.
"Pemerintah daerah bersama masyarakat Mimika mengucapkan terimakasih atas peran, karya, pengabdian dan pengorbanan bapak uskup di kabupaten ini," ujarnya.
John Rettob mengakui ia sangat dekat dan bersahabat dengan almarhum Uskup Saklil. Bapak uskup bahkan melibatkannya dalam pembangunan gereja dan kantor keuskupan.
Menurutnya, banyak pemikiran, ide dan pesan serta perjuangan untuk membangun masyarakat dan keuskupan di Mimika, jadi panutan baginya.
"Secara pribadi saya mengenal beliau dengan baik dan ikut serta dalam membangun gereja dan menjadi ketua panitia pembangunan kantor keuskupan ini. Banyak pikiran-pikiran yang beliau sampaikan, bukan hanya tentang ini namun juga untuk masyarakat Mimika," jelasnya.
Dikatakan Wabup John, almarhum semasa hidup juga bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, terutama dalam dunia pendidikan, perekonomian hingga transportasi.
"Ini semua bersama bapak uskup kami pikirkan sama-sama. Terimakasih atas peran ini sehingga masyarakat yang ada di Nayaro, Tipuka dan lainnya selalu mendapatkan kesempatan yang luar biasa. Bapak uskup memberikan dukungan penuh dan saya merasa terimakasih sekali atas berbagai pikiran yang beliau berikan kepada saya secara pribadi," ungkapnya.
Di momen ini, Wabup John juga mengisahkan bagaimana awal ia diminta oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng menjadi wakil bupati di periode keduanya.
Waktu itu, banyak yang menolak. Selain keluarga, John Rettob kemudian mendatangi tokoh-tokoh lintas agama untuk meminta pendapat dari mereka. Uskup Saklil adalah orang terakhir yang ia datangi sebagai pemimpin umat dan orangtua baginya.
"Saya menjadi wakil bupati karena bapak uskup Jhon Philips Saklil. Banyak orang menolak, ketika saya sampaikan hal ini juga kepada pastor Amandus, beliau bilang coba tanya bapak uskup. Dan bapak uskup kunci daripada semuanya sehingga saya berdiri di sini sebagai wakil bupati. Bapak uskup bilang jalan dan harus engkau maju dampingi beliau," kisahnya.
Setelah setahun bertempur dan jatuh bangun dalam politik pilkada, pasangan Eltinus Omaleng dan Johannes Rettob (OMTOB) terpilih sebagai bupati dan wakil bupati periode 2019-2024.
Almarhum Uskup John Philip Saklil Pr sepertinya telah mengetahui bahwa disharmonisasi antara keduanya yakni Bupati Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob akan terjadi.
"Setelah satu tahun saya datang temui beliau dan sampaikan kami sudah menang. Beliau berpesan ke saya 'kuatkan iman dan mental'. Bapak uskup, terimakasih untuk semua peranmu. Saya tidak akan melupakan semua itu," ujar Wabup John Rettob dengan tegar.
Kepada masyarakat Mimika, khususnya warga Suku Amungme dan Kamoro sebagai pemilik negeri ini, Wabup John menyampaikan ucapan terimakasih yang mendalam.
Ia berharap, apa yang menjadi pesan dan karya kerasulan almarhum Bapak Uskup John Philips Saklil Pr baik secara iman maupun pembangunan untuk Mimika, terus hidup dan selalu ada dalam ingatan semua yang mencintainya.
"Terimakasih bapak uskup. Kami semua merindukanmu, doakan kami selalu agar dapat berbuat lebih untuk negeri ini, seperti yang telah engkau lakukan," ujarnya dengan nada sedih dan linangan air mata. (Ronald)