Budaya

Giliran FKUB Mengunjungi dan Mendoakan Kesembuhan Mantan Bupati Potereyauw

Anggota FKUB saat mengunjungi mantan bupati Potereyauw 

MIMIKA, BM

Forum Komunitas Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika mendoakan kesehatan Bupati pertama Mimika, Titus Octovianus Potereyauw saat mengunjunginya di SP1, siang tadi, Kamis (2/7).

Kehadiran FKUB juga untuk memberikan semangat dan motivasi kepada Bupati Titus agar ia pun kuat dan tegar diusia senjanya yang kini berumur 78 tahun.

Ketua FKUB Ignatius Adii kepada BeritaMimika malam ini mengatakan Titus Octovianus Potereyauw merupakan tokoh Mimika yang paling berjasa untuk negeri ini.

"Setelah kami rapat, kami kunjungi dan berdoa
bersama memohonkan kesembuhan kepada beliau. Beliau butuh doa dari kita semua. Pak Potereyauw bukan hanya tokoh Kamoro tapi orang yang berjasa membangun Mimika sebagai kabupaten baru," ungkapnya.

Ignatius Adii mengatakan warga Mimika terutama pemerintah daerah harus lebih memberikan perhatian kepada mereka-mereka yang berjasa bagi negeri ini. Ia berharap semakin banyak yang datang mengunjungi dan mendoakan kesehatan beliau.

"Kami datang mewakili perwakilan lima agama. Sebelumnya kami ke sp 3 tetapi kami dapat informasi beliau sudah dipindahkan ke Sp1 jadi kami langsung ke sana," ujarnya.

Sebelum FKUB, di waktu yang berbeda di hari Ini, Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika juga mengunjungi mantan bupati pertama Mimika ini.

Kepada BeritaMimika, Mama Florida Kaise Potereyauw mengatakan setelah Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan KKJB, belum ada yang datang membesuk suaminya.

"Apakona (tidak ada-red)," sambil membuka kedua tangannya. (Ronald)

Peduli Dengan Kondisi Mantan Bupati Titus Potereyauw, KKJB Lakukan Silahturahmi

Pengurus KKJB saat menjenguk bupati pertama Mimika

MIMIKA, BM

Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika merupakan organisasi masyarakat pertama yang menunjukan kepedulian mereka terhadap kondisi kesehatan mantan Bupati Mimika, Titus Octovianus Potereyauw.

Hal ini mereka tunjukan dengan melakukan kunjungan talih kasih dan silaturahmi ke SP1, Kamis (2/7), tempat dimana Bapak Titus Octovianus Potereyauw saat ini beristirahat di rumah keponakannya.

KKJB datang dengan membawa serta bantuan bahan makanan dan uang kepada Ibu Florida Kaise Potereyauw, isteri dari bupati pertama Kabupaten Mimika ini sebagai bentuk dukungan perhatian dan cinta kepada keluarga ini.

Ibu Florida Kaise Potereyauw begitu terharu dengan kunjungan ini. Ia bahkan menunjukan raut muka haru atas kepedulian dan perhatian yang ditunjukan oleh KKJB terhadap kondisi suaminya.

"Saya sangat bererimakasih atas kedatangan anak-anak Jawa bersatu ini. Kehadiran mereka sangat berarti buat kami dan kesembuhan bapak," ujarnya kepada BeritaMimika.

Kepada media ini, Mama Florida Kaise Potereyauw mengatakan kondisi bapak kini perlahan mulai membaik.

Tanggal 27 Juni, mereka membawa beliau ke rumah keponakannya di SP1. Ini juga agar memudahkan keluarga dan masyarakat yang ingin melihat dan menjenguk beliau.

"Kondisi bapak pagi tadi makan minum sudah lebih baik dari kemarin. Tinggal mungkin beliau bangun dan duduk saja. Kalau tidur sekarang beliau sudah bisa miring, tadinya hanya lurus saja. Ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya," ungkapnya.

KKJB juga membawah serta bingkisan kasih untuk keluarga

Pada kesempatan ini, Mama Florida meminta dukungan dan doa seluruh masyarakat Mimika agar suaminya diberikan kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Saya punya keyakinan kuat bapak akan sembuh. Bukan tenaga tapi banyak orang masih membutuhkan buah pikiran bapak. Dalam keadaan begini juga beliau masih memikirkan masyarakat, terutama keluarga-keluarga yang jauh di pesisir. Mama minta dukungan doa dari semua. Penyembuhan itu kita bisa pakai obat apa saja tapi yang menentukan itu kemurahan hati Tuhan," ungkapnya.

Ketua Harian KKJB Mimika, Imam Putera Abadi mengatakan mengetahui kondisi mantan Bupati Titus Octovianus Potereyauw sedang sakit, melalui pemberitaan BeritaMimika saat Wakil Bupati Johannes Rettob melakukan kunjungan beberapa waktu lalu.

"Kami tahu kondisi beliau dari media ini sehingga kami ikut terketuk pintu hati untuk datang melihat keadaan bapak. Beliau adalah tokoh panutan yang menjadi teladan bagi kita semua. Kami banyak tahu tentang beliau lewat kunjungan ini," ujarnya.

Ia mengakui bahwa dalam kunjungan ini KKJB menyempatkan membawah serta bantuan bahan makaan dan bantuan uang seadanya untuk membantu meringankan pengobatan beliau.

"Jangan dilihat dari nilai atau jumlah yang kami berikan namun apa yang kami lakukan ini merupakan bagian dari perhatian dan ungkapan hati kami. Ini menjadi momen bagi kami untuk meneladani apa yang telah beliau lakukan untuk Mimika. Selama ini kami belum pernah ketemu langsung tapi setelah mendengar cerita tentang beliau, kami sangat tersentuh. Bantuan ini juga bagian dari patungan masyarakat Jawa dan beberapa donatur kami," jelasnya.

Sementara itu, Bidang Hukum KKJB, Teguh Sukma menambahkan mantan Bupati Titus Octovianus Potereyauw merupakan sosok orangtua bagi semua orang, termasuk KKJB.

"Kewajiban kita sebagai anak-anak terutama sebagai masyarakat Mimika generasi penerus adalah menghormati dan menghargai apa yang sudah beliau lakukan untuk negeri ini. Ini jadi motivasi buat kita semua untuk membangun Mimika," ungkapnya. (Ronald)

Gereja Katedral Tiga Raja Mulai Dibuka, Seminggu 4 Kali Misa

Misa pertama, Sabtu (27/6) dipimpin Pastor Amandus Rahadat Pr

MIMIKA, BM

Setelah kurang lebih 3 bulan tidak ada perayaan misa bersama akibat pandemi Covid-19, Gereja Katedral Tiga Raja mulai hari ini, Sabtu (27/6) kembali dibuka dan telah menggelar perayaan ekaristi kudus untuk umat katolik paroki ini pada pukul 17.00 Wit.

Walau kegiatan peribadatan di gereja ini kembali dilangsungkan namun protokol kesehatan tetap menjadi hal mendasar yang harus dipatuhi semua umat. Gereja Katolik Tiga Raja telah menyiapkan semua hal yang berhubungan dengan penerapan aturan tersebut.

"Gereja Katedral sudah mulai buka sesuai arahan dari pemerintah dan kita sudah persiapkan semua penjunjang protokol kesehatan. Kami sudah siapkan semua baik itu petugasnya, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu termasuk pengaturan jarak duduk dalam gereja. Sabtu (tadi-red) sore kami mulai buka misa bersama umat,"tutur Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Amandus Rahadat, Pr saat dihubungi BeritaMimika, Jumat (26/6).

Pastor Amandus menjelaskan, Gereja Katolik Tiga Raja menggelar 4 kali misa berdasarkan wilayah. Misa sabtu sore (dimulai hari ini-red) atau misa pertama untik wilayah Melkior.

Misa kedua hari Minggu pukul 07.00 Wit untuk umat wilayah Kaspar, pukul 10.00 Wit untuk wilayah Baltazar dan misa pukul 17.00 Wit bagi wilayah Keluarga Kudus.

Untuk misa pertama tadi sore, umat yang bukan berada di wilayah Melkior tidak diperkenankan masuk gereja. Setiap misa ada petugas wilayah yang berjaga sehingga dapat mengetahui umat di wilayahnya masing-masing.

Umat yang ingin mengikuti perayaan ekaristi juga harus mematuhi segala ketentuan yang telah disiapkan gereja dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Umat harus sehat, diukur suhu tubuh, wajib gunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk gereja.

Selain itu, yang boleh masuk gereja adalah anak-anak yang sudah komuni. Lansia dan yang memiliki penyakit bawaan termasuk umat yang sedang mengalami batuk dan pilek dilarang dan disarankan untuk tidak ke gereja.

Pengawasan ini akan diperketat oleh petugas gereja mulai dari pintu masuk hingga ke dalam gereja.

Ada 3 pintu gerbang yang disiapkan untuk umat. Gerbang pertama untuk yang naik ojek dan pejalan kaki. Kolekte juga disiapkan di gerbang ini sekaligus dilakukan pengukuran suhu tubuh dan pencucian tangan.

Sementara gerbang kedua disamping gereja untuk kendaraan roda 2 dan untuk gerbang 3 dibelakang gereja dikhususkan untuk umat yang datang dengan kendaraan roda 4.

"Untuk kapasitas di dalam gereja kita siapkan untuk 780 umat. Tempat duduk dibuat berjarak termasuk saat komuni. Kita tidak membuka untuk umum untuk menghindari sosial distancing, karena jika tidak maka gereja bisa penuh makanya kita bagi per wilayah. Kami berharap semua umat bisa memahami keadaan saat ini," ungkap Pastor Amandus Pr. (Shanty)

Top