Budaya

TP-PKK Mimika Beri Penghormatan Terakhir Untuk Almarhum Bupati Titus Potereyauw

Ibu Pere Omaleng dan Susi Rettob saat melihat jenazah Bupati Potereyauw

'Tahun 2001, Bapak Titus ke rumah kami di Jakarta pakai pakaian safari coklat lengkap. Saya ingat kisahnya sampai saat ini'

MIMIKA, BM

Ungkapan rasa hormat, kehilangan dan duka yang mendalam atas kepulangan bupati pertama Mimika, Bapak Titus Octovianus Potereyauw ke pangkuan Illahi, ditunjukan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika.

TP-PKK Mimika pada Selasa (21/7) mendatangi rumah duka tempat dibaringkan jenazah di SP1 untuk memberikan penghiburan dan kekuatan kepada Mama Florida Kaise Potereyauw dan keluarga yang berduka.

Kedatangan rombongan PKK Mimika yang juga membawah bantuan duka ini dipimpin Wakil Ketua 1 Ny. Susi Herawaty Rettob, Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng dan Wakil Ketua III Ny. Angelina Paiding.

"Kami keluarga besar PKK Mimika hadir untuk memberikan rasa hormat dan ucapan terimakasih yang terakhir untuk almarhum. Bapak Titus bukan hanya sebagai bupati pertama namun dia adalah orangtua kita semua. Beliau berjasa untuk negeri ini dan menjadi panutan bagi semua orang," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, duka yang dialami keluarga merupakan duka TP-PKK Mimika karena isteri almarhum Bupati Potereyauw, Ibu Florida Kaise Potereyauw merupakan mantan Ketua TP-PKK Mimika.

"Kami tidak boleh lupa itu. Ibu Florida Kaise Potereyauw adalah mantan ketua TP-PKK dan Ketua Dharma Wanita Mimika. Dulu beliau juga sibuk membantu bapak melayani masyarakat. Beliau sangat mendukung Bapak Titus. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk melakukan apa yang dulu telah beliau lakukan untuk banyak orang," ungkapnya.

Kepada BeritaMimika melalui telepon, Wakil Ketua 1 TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Susi Herawaty Rettob juga menceritakan kisahnya, bagaimana ia bertemu dan mengenal almarhum Bapak Titus Octovianus Potereyauw.

"Saya ingat sekali tahun 2001 bapak datang ke Jakarta bertemu dengan kami di rumah. Saat itu bapak pakai pakaian safari cokelat muda lengkap. Bapak minta suami saya (John Rettob-red) untuk pulang ke Mimika membantunya membangun daerah ini," ujarnya.

Almarhum juga meminta Ibu Susi Herawaty Rettob untuk memberikan dukungan atas niatnya agar suaminya mau kembali ke Mimika, membangun negerinya.

"Bapak Titus tahu saya ini orang luar, tidak punya keluarga di Timika namun dengan sikap kebapaan dan penuh rasa kasih, ketika beliau sampaikan ini, kami tidak bisa menolaknya," kisahnya.

Walau harus meninggalkan semua kehidupan yang telah mereka bangun sedari awal di Jakarta, Ibu Susi Herawaty bersama suaminya, Bapak Johannes Rettob akhirnya memutuskan kembali ke Mimika.

"3 bulan setelah kami ketemu, kami berdua ambil keputusan pulang ke Mimika. Anak-anak kami tinggalkan sekolah di Jakarta, kami dua balik ke sini. Ini pilihan yang tidak mudah namun kami percaya, semua ini rencana Tuhan. Apalagi almarhum ini orangtua dan datang langsung ke rumah meminta hal ini," ungkapnya.

Bagi Ibu Susi Herawaty Rettob maupun suaminya Johannes Rettob, pertemuan dan perjumpaan keduanya dengan almarhum Bupati pertama Mimika Bapak Titus Octovianus Potereyauw masih terus membekas dalam ingatan dan perjalanan rumah tangga keduanya.

"Niat bapak (suami-red) hanya ingin kembali membangun negerinya. Itu yang ada dalam hati dan pikiran kami. Kami tidak pernah membayangkan sedikitpun bahwa setelah 2001 lalu, bapak akan berada dalam posisi jabatan (wakil bupati-red) saat ini. Semua terjadi begitu saja dan kami yakin bahwa ini semua rencana Tuhan," ungkapnya.

"Terimakasih dan selamat jalan Bapak Titus, doa kami sekeluarga mengiringi kepergian bapak," ujarnya sambil menangis di telepon. (Ronald)

Sambut Idul Adha, Dinas Peternakan Mimika Siapkan 229 Ekor Sapi

Kadis Peternakan, Yosefin Sampelino

MIMIKA, BM

Pada akhir Juli 2020, umat muslim di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Menyambut perayaan kurban ini, Dinas Peternakan Kabupaten Mimika telah menyiapkan 229 ekor sapi.

Di Mimika sebelumnya sudah ada 26 ekor, sementara 203 ekor sapi lainnya sudah didatangkan dari Sorong, Papua Barat.

Kepada awak media, Kepala Dinas Peternakan Mimika Yosefin Sampelino, Senin (20/7) di SMPN 2 mengatakan ada tiga distributor yang akan menentukan harga maupun peredarannya nanti.

“Lalu lintas peternakan selalu diawasi untuk menghindari penyakit dari daerah asal sapi dengan melakukan pemeriksaan sesuai aturan yang ditetapkan oleh Provinsi Papua. Begitu tiba dilakukan pengecekan,” katanya.

Ia menuturkan pihaknya tidak mengintervensi terkait harga karena semua dikembalikan kepada distributor.

“Kemarin kami turun untuk memastikan jumlah hewan kurban yang tersedia. Pemeriksaan hewan kurban Antemorthem nanti akan dilaksanakan pada 23 Juli 2020 oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI)," ujarnya.

"Sedangkan pemeriksaan Postmorthem akan dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Keswan pada saat pemotongan hewan kurban pada hari Raya Idul Adha, 31 Juli 2020,” jelasnya.

Lanjut Yosefin, Antemorthem adalah pemeriksaan secara fisik, dimana hewan kurban tidak boleh cacat secara fisik, harus sehat dan seluruh panca indra normal artinya seluruh bagian tubuh lengkap.

Sementara, pemeriksaan postmorthem pada saat sapi dipotong adalah pemeriksaan bagian dalam sapi kurban. Sapi harus sehat dan tidak mengandung penyakit termasuk cacing.

“Hewan kurban akan dipotong di lokasi Rimba Papua Hotel (RPH) di tiga lokasi tepatnya di rumah kediaman para distributor. Untuk pemotongan hewan di mesjid-mesjid masih sementara dilakukan pengecekan oleh Dinas Peternakan dan Keswan. Semoga paling lambat Rabu nanti sudah ada kepastian,” pungkasnya. (Elfrida)

Setelah Iwaka, TP-PKK Mimika Peduli Banjir Di PT PAL

Ketua TP-PKK Ny. Kalina Omaleng saat menyerahkan bantuan

MIMIKA, BM

Banjir yang melanda beberapa kampung di Kabupaten Mimika seperti Kampung Iwaka dan PT. Pusaka Agro Lestari (PT. PAL) tidak membuat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika tinggal diam.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah Kabupaten Mimika sekaligus bentuk kepedulian untuk meringankan beban korban banjir, TP-PKK Mimika turun langsung memberikan bantuan masing-masing berupa 200 paket sembako di Kampung Iwaka Senin (13/7) dan PT. PAL pada Rabu (15/7).

Di PT PAL hari ini, bantuan diserahkan secara langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika Ny. Kalina Omaleng, Wakil Ketua I Ny. Susi Herawaty Rettob, Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng dan Wakil Ketua III Ny. Angelina Paiding.

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng mengatakan ketika mendapat kabar mengenai banjir yang merendam kampung Iwaka dan PT PAL, TP-PKK Mimika langsung gerak cepat untuk turun secara langsung mengunjungi dan menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak.

Foto bersama TP-PKK usai memberikan bantuan di PT PAL

"Apa yang kami berikan mungkin sedikit tapi ini adalah bentuk kepedulian kami. Semoga dapat meringankan beban bapak ibu, karena beban bapak ibu adalah beban kami juga" ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I TP-PKK Mimika Ny. Suzy Herawaty Rettob menuturkan TP-PKK Kabupaten Mimika selalu siap untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kami datang kunjungi masyarakat disini, sekaligus melihat kondisi kampung dan serahkan sedikit bantuan. Semoga apa yang kami serahkan hari ini bisa sedikit membantu.," ungkapnya.

Ketua RT Desa Manikame, Kokonao, di PT PAL Yuliana mengungkapkan rasa terimakasihnya karena bantuan dari TP-PKK Mimika sangat berarti buat masyarakat.

“Terimakasih banyak ibu-ibu. Kami rindu dapat bantuan ini karena kampung lain sudah dapat tapi kami belum. Terimakasih ini berarti sekali untuk kami," ujarnya haru. (Elfrida)

Top