Ekonomi dan Pembangunan

Bank Papua Gelar Sosialisasi KUR Bagi Pelaku UMKM, Dalam Rangka Kegiatan Inklusi dan Literasi Keuangan

Kepala Bank Papua Cabang Mimika, Ade Hari Murti, saat memberikan arahan kepada pelaku UMKM

MIMIKA,BM

Bank Papua Cabang Mimika menggelar kegiatan inklusi dan literasi keuangan untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan atas produk serta layanan sektor jasa keuangan yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga.

Kegiatan tersebut dikemas dengan sosialisasi Kredit KUR bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bank Papua Cabang Mimika, Senin (20/11/2023) dibuka secara langsung oleh Kepala Bank Papua Cabang Mimika, Ade Hari Murti dan Kabid UKM pada Diskop & UKM, Nurbaya.

Kepala Bank Papua Cabang Mimika, Ade Hari Murti mengatakan, Kegiatan hari ini Bank Papua melaksanakan kegiatan sosialisasi kredit KUR bagi pelaku usaha mikro kecil di Mimika.

Kegiatan sosialisasi ini dalam rangka literasi dan inklusi keuangan Bank Papua di triwulan 4 tahun 2023.

"Literasi ini adalah merupakan tingkat pemahaman masyarakat mengenai produk maupun jasa keuangan bank. Sedangkan inklusi itu merupakan tingkat akses terhadap produk maupun jasa keuangan bank,"kata Ade.

Ade mengatakan, bahwa dengan adanya kegiatan ini merupakan suatu bentuk dari literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan oleh Bank Papua.

Tujuannya, untuk meningkatkan pemahaman bagi pelaku UMKM di Mimika untuk meningkatkan pengetahuannya atas kredit KUR dan program produk bank.

Ade juga menambahkan literasi dan inklusi keuangan menjadi sangat penting untuk terus ditingkatkan, terutama bagi pelaku UMKM yang memiliki peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

"Tentunya kami berharap apa yang kami sudah sampaikan melalui kegiatan ini dapat lebih meningkatkan pemahaman dari para pelaku UMKM sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana KUR itu bisa diberikan dan didapatkan karena ada persyaratan tentunya didalam kita mendapatkan Kredit KUR itu,"ungkapnya.

Sementara itu, Kabid UKM pada Diskop & UKM, Nurbaya dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya kegiatan ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat terkhusus bagi UMKM di Mimika.

"Kami dari dinas berterimakasih dan memberi apresiasi kepada Bank Papua karena dengan sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada kita semua,"kata Nurbaya.

Nurbaya berharap program ini akan berlanjut terus sebagai upaya bersama pemda dengan Bank Papua dalam pembinaan UMKM di Mimika.

"Kami juga berharap para peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menyerap informasi, pengalaman dan pengetahuan sehingga dapat mengembankan usahanya jauh lebih baik lagi,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Beras SPHP Upaya Bulog Menekan Kenaikan Harga Beras

Beras SPHP 5 kilogram (foto google)

MIMIKA, BM

Guna ketersediaan beras murah di masyarakat selalu ada disaat harga beras  terus melonjak, Bulog memiliki program Stabilisasi Pangan dan Harga Pangan (SPHP).

Ditemui di ruang kerjanya Rabu (1/11/2023), Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bulog Timika, Riyadi Muslim mengatakan beras SPHP tersedia di pasaran dalam kemasan 5 kilogram.

“Disitu ada beras kami yang memang tersedia di pasaran kemasan 5 kg yang dijual Rp. 11.800 per kilogram atau packaging 5 kg Rp59.000. Fungsinya Bulog untuk memberi keterjangkauan kepada konsumen untuk kebutuhan pangan khususnya di beras,” tuturnya.

Beras ini dapat ditemui di Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersedia seperti di pasar sentral dan pasar Gorong-gorong.

“Harga yang murah dengan kualitas terbaik. Kalau dilihat standar kualitas dia masuk premium;” ucapnya.

Riyadi menambahkan Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melaksanakan pasar murah di titik-titik yang lebih dekat dengan konsumen.

“Kita masuk di distrik atau kampung untuk melakukan penjualan komoditi pangan yang lebih murah atau harga yang lebih terjangkau. Rencananya dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di hari Kamis, dan Dinas Ketahanan Pangan pada hari Jumat. Kami menunggu info dari dinas terkait posisinya dimana,” ungkapnya.

“Memang kalau dilihat secara pembelian masyarakat mencari harga yang terjangkau. Disini juga pemda merespon itu dengan melakukan kegiatan pasar murah agar masyarakat di Mimika mendapat harga yang lebih baik dan terjangkau daripada harga di pasar,” imbuhnya.

Riyadi menjelaskan untuk persediaan beras di Bulog saat ini sebanyak 1000 ton, dalam perjalanan sekitar 2000 ton dan sisanya direncanakan pemuatan sekitar 500 ton.

“Jadi total ada sekitar 4000-an ton kita punya pengisian stok kedepannya. Jadi, untuk akhir tahun posisinya aman. Bulog harus memiliki ketersediaan stok yang cukup bukan hanya di Timika saja tapi secara nasional. Kami dapat dari Surabaya. Pengiriman dari Surabaya memang beras impor,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Masih Terdapat Sisa KPM Yang Belum Melakukan Pencairan Bansos di Tahap III

Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Timika Junaidi Nur 

MIMIKA, BM

Kantor PT Pos Indonesia Cabang Timika telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap III (Juli-Setember 2023) yang telah dilakukan hingga Oktober 2023 kepada 13.447 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari alokasi 15.527 KPM.

Dari total alokasi tersebut, 4 diantaranya gagal bayar dan sekitar 1.500 data dikembalikan ke negara melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Ditemui di Hotel Horison Ultima, Rabu (1/11/2023) Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Timika, Junaidi Nur kepada Berita Mimika mengatakan 1.500 data tersebut dikembalikan ke negara namun terdapat penambahan sampai pada tanggal 28 Oktober 2023 sekitar 400 KPM.

“Jadi, dari total kita punya alokasi itu 15.527 berhasil terbayarkan 13.447. Sudah digagalkan sebanyak 4 KPM, sudah diblokir dalam artian ditarik uangnya oleh Kemensos sekitar 1.400 KPM sehingga yang terbuka masih ada 500 KPM,” katanya.

Lanjutnya, 500 KPM tersebut datanya baru diterima tiga hari yang lalu, sehingga pihaknya harus melakukan koordinasi kembali dengan pendamping PKH dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) karena masih banyak yang sisa.

“Program Keluarga Harapan (PKH) ini menjadi fokus saya dan pendamping karena dari 415 PKH baru tersalurkan 102. Jadi, masih ada 300 lebih PKH yang belum tersalurkan,” ungkapnya.

Ia menuturkan 300 lebih PKH ini tersebar hampir di seluruh distrik seperti Mimika Baru masih terdapat 53 KPM yang belum melakukan pengambilan.

“Kita masih koordinasi terus agar bisa dicairkan bantuan PKH-nya. Sedangkan untuk bansos sembako, 1.300 itu sudah diblokir tinggal sedikit saja masih terbuka, sisanya sudah dikembalikan ke negara karena waktunya sudah sangat lama. Ini sudah satu bulan lebih penyaluran dan sudah mau masuk lagi bansos tahap IV,” jelasnya.

Junaidi menjelaskan untuk bansos tahap IV dialokasikan untuk bulan Oktober hingga Desember 2023.

“Sebelum berjalan akan dikembalikan semua. Ada sekitar 2000 data yang masih terbuka sampai sekarang kami masih buka di Kantor Pos, kita lakukan pengecekan dulu apakah masih aktif atau sudah diblokir. Pemberitahuan blokir secara terpusat melalui PT. Kantor Pos Indonesia Pusat dari Kemensos. Kemensos menarik dananya dan mereka blokir,” terangnya.

KPM yang sudah terblokir otomatis harus menunggu di tahap berikutnya karena sifatnya bantuan, sehingga jika tidak diambil sesuai jadwal maka akan dikembalikan ke negara. 

“Mungkin ada masyarakat yang belum karena jauh dari kota seperti di pesisir atau pegunungan tetapi untuk masyarakat di kota rata-rata hampir semua sudah melakukan pengambilan,” imbuhnya.

Melihat hal ini, pihaknya memanfaatkan media jika masyarakat merasa pernah menerima PKH sebelumnya silahkan datang ke kantor Pos untuk mengecek.

“Kami juga memanfaatkan pendamping PKH dari Dinsos untuk melakukan informasi karena mereka yang lebih tahu dan paham lokasi dimana masyarakatnya ada,” katanya.

Junaidi menambahkan setiap hari pihaknya terus berkoordinasi dengan pendamping PKH untuk percepatan atau pencarian KPM agar disalurkan. 

“Per tahap datanya hampir sama 95 persen. Bulan November ini atau paling lambat awal Desember sudah keluar untuk tahap IV. Sebelum Natal biasanya sudah dilakukan pembayaran,” tandasnya.

Ia menyebut Dinsos saat ini masih dalam tahap proses pembenahan data atau pembetulan. Hal ini penting agar penyaluran bansos tidak terhambat. 

“Masalah data kami tidak ada kapasitas. Semoga tahap IV datanya sudah bagus dan valid sehingga yang dikembalikan sedikit. Kami berharap percepatan perbaikan data, update dan validasi data,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top