Ekonomi dan Pembangunan

Kokarfi Menunggak Pajak Hingga Rp1 Miliar, Manager Janji Akan Melunasi

Foto bersama tim Satgas Pajak Mimika dengan manajemen Kokarfi

MIMIKA, BM

Koperasi karyawan PT Freeport Indonesia (Kokarfi) menunggak pajak sebesar Rp 1.082.771.684 terhitung mulai tahun 2021 sampai 2023.

Hal ini diketahui saat Tim Satgas Pajak yang terdiri dari Bapenda Mimika, Penyidik Satpol PP, Kejaksaan, Kepolisian dan TNI mendatangi kantor Kokarfi di Kuala Kencana, Jumat (27/10/2023).

Sekretaris Bapenda Mimika, Yulianus A. Pabuntu mengatakan, Kokarfi ini memiliki usaha di bidang catering dan restoran.

Alasan penunggakan karena menurut pihak Kokarfi sebelumnya terjadi pengurangan dana besar-besaran akibat mogok kerja karyawan sehingga Kokarfi tidak sanggup membiayai semua kewajibannya.

“Pajak mereka abaikan untuk selamatkan mereka punya usaha, dan itu kami pahami,” kata Yulianus.

Selepas itu, pihak Kokarfi membayar secara berangsur utang pajak, namun kemudian mereka lalai dan terjadi utang pajak hingga Rp1 miliar lebih.

Saat ini Satgas Pajak terus memberitahukan kepada seluruh wajib pajak termasuk Kokarfi untuk memanfaatkan penghapusan denda pajak yang berlaku mulai 2 Oktober sampai 30 November 2023.

“Yang jelas bahwa mereka (Kokarfi) punya kemauan untuk manfaatkan ini, mereka punya niat baik untuk lunasi itu jadi kami sambut baik juga sebab ada itikad baiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pajak, Bapenda Mimika, Joel Luhukay menjelaskan, total utang pajak Kokarfi mulai 2021 sampai 2023 sejumlah Rp1.082.771.684 dengan rincian nilai pokok pajak sebesar Rp917.352.392 dan denda Rp165.419.292. 

Dijelaskan bahwa total pajak ini dibuat dengan metode self asesment atau dihitung dan dilaporkan sendiri oleh Kokarfi tanpa intervensi dari Bapenda Mimika. 

“Mereka hitung dan lapor sendiri, dari pendapatan mereka,” kata Joel.

Joel mengaku berencana kedepannya akan dilakukan pemeriksaan di Kokarfi jika ada persetujuan dari Kepala Bapenda.

Selain itu, juga akan diadakan pertemuan dengan pengurus Kokarfi agar ke depan dipasangkan alat M-pos dan TMD agar pendapatan bisa diketahui secara langsung oleh Bapenda.

“Kita bicara dengan perusahaan dulu bagaimana kesepakatan maka kita akan pasang alat itu. Karena selama ini yang kita terima dari mereka sendiri, tanpa intervensi dari kita,”  terangnya.

Sementara itu, Manager Kokarfi High Land dan Low Land, Ricky Sihasale mengatakan, pihaknya akan melunasi hutang pajak yang dimiliki dengan cara diangsur karena saat ini ada penghapusan denda pajak dari Pemkab Mimika, sehingga akan dimanfaatkan agar hanya pokok pajak yang dibayar tidak dengan denda.

“Komunikasi saya dengan pengurus, kami akan lakukan pembayaran bertahap sampai 30 November ini lunas,” ungkapnya. (Shanty Sang)

78 Tahun Menanti, Kampung Amamapare Lepas Dari Kegelapan Tepat Di Hari Listrik Nasional

Manajer Unit PT PLN (Persero) UP3 Timika, Mahly J. Kbarek

MIMIKA, BM

Tahun 2023 tersisa dua bulan lagi. Di sisa waktu ini, PT PLN (Persero) Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika menargetkan 13 kampung akan dialiri listrik.

13 kampung tersebut yakni di Mimika Barat Jauh (Potowaiburu Kampung dan Potowaiburu distrik) yang sedang persiapan mobilisasi.

Kemudian, distrik Mimika Barat Tengah (Kapiraya, Mapuruka, Uta dan Wakia) sudah dialiri listrik pada tanggal 4 dan 9 Oktober 2023.

Sementara untuk Agimuga (Kiliarma, Amungun, Hinat Untung, Emkoma Halama, Emogoma, dan Aramsolki) juga sedang persiapan mobilisasi.

Terakhir, Kampung Amamapare juga akan segera menikmati listrik dimana peresmiannya akan dilaunching bertepatan di Hari Listrik Nasional tepatnya pada tanggal 27 Oktober 2023.

Hal ini disampaikan Manajer Unit PT PLN (Persero) Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika, Mahly J. Kbarek kepada BeritaMimika Jumat (20/10/2023) di ruang kerjanya.

“Tahun ini memang harus kejar target. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) Mimika terkait 13 kampung yang akan dialiri listrik. Namun dari 13 kampung tersebut empat desa di Mimika Barat Tengah sudah kami nyalakan,” katanya.

Ia menerangkan bahwa dua dari delapan kampung yang ada di distrik Agimuga sudah dinyalakan sehingga tersisa enam kampung lagi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahanan Mimika untuk mendata berapa banyak pelanggan yang harus kita nyalakan kemudian mobilisasi material dari Timika ke Agimuga," ungkapnya.

"Untuk genset dan material lainnya sudah kami persiapkan untuk diangkut kesana. Sebelum Desember sudah harus menyala, Ini sebagai kado Natal. Sekarang tinggal menunggu kapal untuk mengangkutnya,” terangnya.

Untuk kampung Amamapare dikatakan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sudah menyala dan pelanggan yang sudah dipasang meteran listrik sebanyak 116 pelanggan.

“Jaringan listrik juga sudah siap. Nanti per tanggal 27 Oktober 2023 pada saat Hari Listrik Nasional kami siap launching penyalaan dan kami punya donasi dari semua pegawai PLN untuk memberikan biaya pemasangan meteran gratis,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa sesuai data ada 141 pelanggan, saat ini yang sudah masuk kedalam sistem sebanyak 116 pelanggan.

"Sisanya, masih ada masyarakat yang belum punya KTP sementara masih dalam proses tapi untuk proses penyalaannya tetap kami nyalakan pada Hari Listrik Nasional 27 Oktober sebagai Kado Natal untuk Kampung Amamapare,” imbuhnya. (Elfrida Sijabat)

Kembali Gelar Pasar Murah, Solusi Disperindag Atasi Inflasi

Nampak masyarakat memadati pasar murah

MIMIKA,BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) gencar melaksanakan Operasi Pasar Murah guna mengatasi laju inflasi di daerah Mimika, Sabtu (28/10/2023).

Tujuan sasaran pasar murah kali ini bagi masyarakat di Kelurahan Kebun Sirih.

Seksi Pengembangan Sarana Perdagangan, Ribka D Aibekob secara resmi membuka kegiatan operasi pasar murah dan masyarakat langsung menyerbu komoditi yang akan dibelanja.

Seksi Pengembangan Sarana Perdagangan, Ribka D Aibekob mengatakan, Disperindag terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya salah satu solusi dengan menggelar pasar murah terlebih ada kenaikan harga beras.

"Dengan pasar murah ini maka masyarakat akan mendapatkan harga terjangkau,"kata Ribka.

Namun, walau akan mendapat harga terjangkau, kata Riba, warga akan dibatasi dalam pembelian setiap item komoditi yang ada. Hal tersebut dilakukan agar semua masyarakat bisa terlayani.

"Jadi nanti untuk beras 1 orang hanya dilayani 2 karung untuk ukuran 5 kilo, tepung 2 dan komoditi lainnya juga masing-masing 2 item saja agar masyarakat yang lain juga bisa kebagian,"ungkapnya.

Tambahnya, Pasar murah yang diadakan ini menjaga agar harga bahan pangan dan daya beli masyarakat di pasar bisa tetap stabil karena saat ini seperti di pasaran ada beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan di atas batas harga normal sehingga dengan digelarnya pasar murah bekerjasama dengan Disperindag dan Bulog agar harga bahan pokok ini dan daya beli masyarakat bisa kembali normal. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top