Ekonomi dan Pembangunan

Maximus Tipagau Undur Dari Pencalonan Sebagai Calon Ketua Kadin Mimika! Ini Alasannya

Presiden Direktur Yayasan Somatua, Maximus Tipagau

MIMIKA, BM

Direktur Yayasan Somatua, Maximus Tipagau mengundurkan diri sebagai calon ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Mimika Periode 2021-2026.

Pengunduran Max akan ia sampaikan secara langsung dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) Mimika yang saat ini diselenggarakan di Hotel dan Resto 66 Cenderawasih, Jumat (17/12).

Walau didukung sejumlah pihak untuk maju, Max menyatakan mengundurkan diri untuk lebih fokus pada usaha pengembangan air mineral (air kehidupan) dan pariwisata yang saat ini sedang dibangunnya.

"Ini merupakan bagian dari komitmen saya satu tahun ini dan tahun depan untuk kerja dan fokus untuk urusan air minum dan pengembangan pariwisata di Kekwa maka di Kadin, saya berikan kesempatan seluas-luasnya kepada saudara saya yang lain untuk berkompetisi di Timika hari ini," ungkapnya.

Walau menyatakan mundur namun Max Tipagau berkomitmen akan mendukung sepenuhnya siapa yang akan terpilih nanti menjadi ketua Kadin Mimika Periode 2021-2026.

"Saya akan nyatakan ini di lanjutan pertemuan Kadin nanti siang ini. Saya harus lakukan pengunduran ini karena bagi saya janji kepada masyarakat itu lebih penting dari segalanya," ujarnya.

Ia mengatakan, organisasi Kadin merupakan organisasi strategis. Ia berharap kepengurusan yang baru nanti dapat mengakomodir setiap kepentingan yang ada dan sejalan dengan visi misi pemerintah dalam membangun Mimika.

"Siapapun yang terpilih, saya akan dukung sepenuhnya. Mungkin lain kali di kemudian hari saya akan serius untuk maju dan jadi salah satu peserta tapi untuk kali ini, saya fokus dulu untuk apa yang saat ini sudah saya mulai dan janji terutama untuk masyarakat Kamoro," ungkapnya.

Dengan mundurnya Maximus Tipagau maka hanya empat pengusaha yang ikut mencalonkan diri yakni Abraham Th Raweyai, Ronald Kambu, Yeri Nawipa dan Budi Sultan.

Kadin Gelar Mukab 5 Pilih Ketua Periode 2021-2026

Sementara itu, saat ini sedang berlangsung
Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Mimima di Hotel 66 Cenderawasih Timika.

Ketua Umum Kadin Papua, Ronald Antonio, yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Max Krey, mengatakan lewat Mukab 5 itu diharapkan Kadin Mimika dapat mereorganisir struktur organisasi penaung para pengusaha di Mimika.

Ia berharap lewat kepengurusan yang baru dapat melakukan evaluasi dan memutakhirkan program Kadin di periode 2021-2026.

" Melalui kegiatan ini kita dapat mengevaluasi program kerja dan meng-update untuk tahun mendatang," ujarnya.

Diharapkan Kadin Mimika dapat membangun sinergisitas antara program di organisasi dan para pihak pemangku kepentingan sehingga pembangunan di Mimika berjalan dalam semangat persatuan dan persaudaraan.

Hal itu merupakan modal vital dalam menciptakan suasana kondusif di Mimika yang menjamin berkesinambungannya persadangan dan perindustrian di Mimika.

"Ke depan harus bersinergi, sama-sama kita melalukan upaya untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Sesuai tema kegiatanan Mukab 5 ini, yaitu, dengan semangat Eme Neme Yauware Memperkokoh Mitra Kerja Bersama Pemerintah dan Pelaku Usaha dalam Mewujudkan Impian dan Harapan Masyarakat yang Berdaya Saing Menuju Era Globalisasi. Menuju Kadin yang inovatif dan kolaboratif," Ungkapnya.

Max mengajak seluruh anggota dan pengurus Kadin sigap dengan segala potensi perubahan iklim ekonomi, termasuk salah satunya wacana pemekaran Daerah Otonomi Baru Provinsi Papua Tengah, yang digadang-gadang beribukota di Timika.

Menurutnya, dengan pengalaman memimpin satuan usaha, para anggota Kadin mumpuni dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

"Saudara orang-orang hebat. Terbukti kalau sudah jadi direktur atau pemimpin suatu perusahaan, itu orang yang hebat. Mari kita bekerja bersama agar lebih baik untuk masa depan. Kalau terjadi pemekaran, maka di Mimika akan jadi Kadin Papua Tengah. Kita harus siap," Sebutnya.

Sementara itu sambutan Staf Ahli Bupati, Andi Ramli Terru, mengatakan sudah sejak lama Kadin menjadi mitra pemerintah melalui peran para kontraktor menjalankan proyek-proyek pemerintah.

Jasa kontraktor dalam pembangunan di daerah ini turut membangun wajah perkembangan daerah Mimika. Diharapkan kemitraan ini dapat terjalin semakin baik bagi terus berkembangnya pembangunan di daerah ini.

"Saya lihat yang hadir di sini ada para kontraktor yang menjadi bagian dari anggota Kadin. Kadim adalah mitra pemerintah. Pemerintah tidak akan berjalan kalau tidak ada Kadin, demikian pula sebaliknya. Semoga dengan ketua Kadin yang terpilih dapat mengemban tugas yang amanah untuk membangun Kabupaten Mimika yang kita cintai ini. Selamat atas ketua terpilih" Katanya.

Pada Mukab ini turut hadir Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Pelaku Usaha dan Kewirausahaan Kadin Provinsi Papua, Verdy Madelu, dan rombongan serta Ketua Caretaker Kadin Mimika, Sony Mambrasar, dan pengurus serta tamu undangan. (Ronald)

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Hadapi Iuran Nunggak Perusahan

Jalannya monev BPJS dan Kejaksaan

MIMIKA, BM

BPJS Ketenagakerjaan bersama Kejaksaan menggelar monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama yang sudah dijalin beberapa tahun ini.

Monev ini berlangsung di Hotel Horison Ultima, Rabu (15/12) kemarin dirangkaikan juga dengan penyerahan penghargaan kepada Kejaksaan Negeri Mimika dan memberikan santunan kepada ahli waris.

Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan adalah dalam bidang penegakan hukum kepada perusahaan yang masih belum mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan serta bagi perusahaan yang masih menunggak iuran.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Very Boekan menjelaskan, pihaknya selalu mengambil langkah-langkah negosiasi dengan perusahaan yang menunggak untuk diselesaikan dan mencari serta mendorong masyarakat juga tenaga kerja agar terdaftar sebagai peserta.

"Negosiasi ini berkaitan dengan sistem pembayaran yang dilakukan oleh peserta bisa dilakukan dengan cara dicicil. Namun lebih baik jika dibayar tunai saja," Kata Very.

Jika upaya-upaya negosiasi tidak bisa ditempuh maka akan dilakukan pendampingan hukum dalam hal ini bekerjasama dengan Kejaksaan.

"Kalau memang sampai dengan upaya-upaya itu tidak bisa kita tempuh solusinya maka sesuai kerjasama kami dengan kejaksaan maka kami akan SKK kan," Jelas Very.

Dalam penanganannya, kata Very, Kejaksaan akan melakukan pemanggilan untuk dilakukan dialog terlebih dahulu. Kalau memang ada unsur iurannya sudah dipotong tetapi tidak disetorkan maka dikategorikan pidana.

"Artinya ada penggelapan dana yang dilakukan dari pemotongan iuran peserta. Ini yang akan dibantu oleh kejari dan tim untuk menyelesaikan," ujarnya.

Meski begitu, BPJS Ketenagakerjaan akan mengambil langkah terlebih dahulu dengan menyurat ke peserta.

"Surat 7 hari kalau tidak ada respon kami kunjungi dan kalau tidak juga 7 hari maka kita kunjungi bersama kejaksaan," katanya.

Jadi, tambahnya, selama 21 hari proses ini berjalan disebut sebagai rangkaian negosiasi yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Kalau sampai 21 hari tidak juga baru kita bisa lakukan SKK kan. Itu biasanya langkah terakhir, karena biasanya kita mediasi," tuturnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan, Sutrisno M.U menyampaikan, Kejari siap melakukan pendampingan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk menyelesaikan piutang tersebut.

Ia menjelaskan, ketika BPJS ketenagakerjaan memberikan surat kuasa khusus kepada Kejaksaan Negeri Mimika selanjutnya dengan surat kuasa khusus itu akan ditindaklanjuti.

"Tentunya kita menindaklanjutinya dengan melakukan pendekatan terlebih dahulu. Yang menunggak kita akan undang untuk melakukan mediasi dan mencari solusi untuk menyelesaikan atau membayar piutang tersebut," Katanya.

Sutrisno berharap perusahaan yang masih menunggak segera menyelesaikan tunggakan tersebut, karena itu berdampak bagi tenaga kerja atau karyawan. (Shanty)

Lima Pengusaha Mendaftarkan Diri Sebagai Calon Ketua Kadin Mimika

 

Lima calon berfoto bersama usai melakukan pendaftaran

MIMIKA, BM

Setelah seminggu membuka pendaftaran, pada Kamis (16/12) pukul 16.00 Wit, panitia menutup pendaftaran dan lima pengusaha di Mimika telah mendaftarkan diri dalam bursa pencalonan ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mimika periode 2021-2026.

Kelima pengusaha tersebut adalah Abraham Th Raweyai, Ronald Kambu, Yeri Nawipa, Maximus Tipigau dan Budi Sultan.

Ketua Karateker Kadin Mimika, Soni Mambrasar didampingi Ketua Bidang Organisasi Kadin Provinsi Papua, Max Krey dan Ketua Steering Committe Dedy N Mamboay pada jumpa pers, Kamis (16/13) malam di Resto 66 menyampaikan hasil pendaftaran tersebut.

Kepada media, Soni Mambrasar menjelaskan secara detail bagaimana Kadin Provinsi Papua diutus untuk menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Kabupaten Mimika yang akan di selenggarakan pada Jumat (17/12) besok di Resto dan Hotel Cenderawsih 66.

Ia menjelaskan, setelah lima tahun, kepengurusan Kadin Kabupaten Mimika Periode 2016-2021 berakhir pada 26 Juli 2021.

Setelah masa kepengurusan selesai seharusnya dilakukan Musyawarah Kabupaten (Mukab), namun hal ini tidak dilakukan oleh Kadin Mimika.

Kadin Provinsi Papua bahkan sampai tiga kali mengirimkan surat ke Kadin Mimika namun tidak direspon.

Surat kedua sempat direspon dan pengurus lama meminta waktu namun hingga batas akhir November, Mukab tidak dilakukan sehingga Kadin Provinsi Papua langsung melakukan penunjukan karateker.

Berdasarkan keadaan tersebut, Kadin Provinsi Papua melalui Surat Keputusan Nomor : Skep/019/DP/XII/2021 tanggal 3 Desember 2021 mengangkat karateker Kadin Mimika yang diketuai oleh Soni Mambrasar didampingi empat wakil ketua.

"Karena keadaan ini sehingga saya datang untuk bentuk panitia dan melakukan MusyWarah Kabupaten (Mukab). Sk saya terima tanggal 3 desember dan tanggal 7 langsung bentuk panitia di Mimika dan kemudian mereka telah bekerja sesuai mekanisme organisasi yang berlaku," ungkapnya.

Dalam SK kepanitian nomor : Skep/01/DP/ XII/2021 tedapat tiga anggota sterring committe yakni Ketua Dedi N Mamboay, Sekretaris Herry Warbabkai dan anggota Rusli Limpo.

"Setelah seminggu dibuka pendafaran, hari ini kita tutup pendaftaran pukul 16.00 Wit. Mimika hebat karena ada 5 calon yang mendaftar. Hasil verifikasi nanti akan diserahkan ke sidang Mukab besok baru diumumkan mana yang lolos dan mana yang tidak lolos," jelas Soni Mambrasar.

Disebutkan, sesuai aturan, salah satu persyaratan menjadi ketua adalah pernah menjabat sebagai pengurus Kadin dan pernah memimpin satu organisasi di bawa Kadin.

"Hasil verifkasi nanti diumumkan di saat sidang sehingga tidak bisa diberitahukan di konferensi ini. Kalau semua lolos maka dilakukan pemilihan. Jika ada 2-3 yang lolos maka juga pemilhan, namun jika hanya satu yang lolos verifikasi maka secara aklamasi akan langsung menjadi ketua Kadin Mimika Periode 2021-2026," ungkapnya.

Soni juga mengapresiasi antusias 5 calon yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua Kadin Mimika. Menurutnya ini menunjukan bahwa perkembangan usaha di Mimika semakin baik dan berkembang.

"Kami berharap di Mukab besok, siapapun yang terpilih nanti sebagai ketua Kadin Mimika, maka kita semua harus mendukung dan membantunya. Ini dilakukan agar Kadin Mimika semakin maju dan lebih berkembang," harapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Kadin Provinsi Papua, Max Krey yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kepengurusan karateker Kadin Mimika juga berharap hal yang sama.

"Kadin Provinsi Papua berharap mari sama-sama kita sukseskan acara besok. Semua adalah direktur jadi protes atau penyampaian apapun harus berlaku sebagai seorang direktur. Apapun yang diputuskan oleh steering committe, maka kita harus berbesar hati menerimanya dan ikut mendukung kepengurusan yang baru nanti," terangnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top