Ekonomi dan Pembangunan

Polsek Miru Bagikan 100 Paket Bahan Sembako Bagi Mama-mama Papua

Foto bersama Kapolsek Mimika Baru dengan mama-mama Papua yang menerima bantuan paket sembako

MIMIKA, BM

Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru di halaman kantor mereka, Selasa (23/11), membagikan 100 paket bahan sembako bagi mama-mama Papua.

"Bantuan ini bersumber dari pusat yaitu tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Ini berkaitan juga dimana hari ini Ibu Mendagri melakukan kunjungan ke beberapa wilayah di Kabupaten Mimika," ungkap Kapolsek Mimika Baru, AKP Oscar Fajar Rahadian.

Kata Oscar, pembagian paket sembako selain khusus di wilayah Mimika Baru, juga dilakukan di beberapa wilayah lainnya seperti di Kuala Kencana, Kwamki Narama dan Mimika Timur.

"Jadi menjelang Natal dan Tahun Baru kita menyentuh dengan memberikan paket sembako, terutama dalam rangka mendukung program percepatan penurunan stunting," katanya.

Menurut Oscar, pembagian sembako ini hanya dilakukan sekali saja. Jika ke depan nantinya ada pembagian serupa, pihaknya akan menginfokan kepada para penerima.

"Jadi mama-mama yang menerima ini sesuai dengan data yang sudah diinput sebelumnya. Saya berharap dengan bantuan yang diberikan ini mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka," harapnya. (Ignas)

Antisipasi Agar Tidak Terjadi Penimbunan BBM, Polisi Berikan Himbauan ke Semua SPBU

Situasi pengisian BBM di SPBU Hasanudin, Kamis (18/11)

MIMIKA, BM

Salah satu langkah mengantisipasi agar tidak terjadi adanya penimbunan BBM oleh oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan, Kepolisian Mimika akhirnya memberikan himbauan ke setiap SPBU yang ada di Timika. Hal ini dilakukan mengingat kelangkaan BBM yang sedang terjadi.

"Intinya saat ini hanya langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat. Jadi kita tadi ke semua SPBU berikan himbauan untuk tidak adanya pembelian BBM gunakan jerigen," kata Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/11).

Kata Yusran, langkah yang sudah dilakukan itu didasari koordinasi bersama Dinas Perindustran dan Perdagangan (Disperindag) Mimika.

"Kita minta untuk pengisian BBM penggunaan jerigen itu diminimalisir atau dibatasi, karena sesuai instruksi dan arahan dari Disperindag. Sebelum kita turun ke setiap SPBU, sudah ada koordinasikan dengan Disperindag," ujarnya.

Menurut Yusran beberapa minggu lalu sempat terjadi pemalangan di Pomako, sehingga mengakibatkan suplai BBM dari Pertamina Jober ke SPBU terhambat.

"Itu yang sebabkan kelangkaan BBM," ujarnya.

Dari himbauan ke tiap SPBU, Yusran mengatakan bahwa pihak SPBU menginginkan adanya surat rekomendasi dari Disperindag terkait pembatasan pembelian dalam penggunaan jerigen.

"Supaya ada dasar, karena secara lisan mereka tidak berani menegur konsumen. Dan kita juga sudah sampaikan silahkan berhubungan langsung dengan Disperindag ," ujarnya.

Terkait kelangkaan BBM saat ini terjadi sehingga mengakibatkan antrian panjang disebabkan karena adanya penimbunan? dirinya belum bisa memastikan secara pasti.

"Kalau untuk mengantongi kriminal seperti terjadinya penimbunan terus mencari keuntungan dari adanya kelangkaan BBM ini kita belum bisa pastikan," ujar Yusran. (Ignas)

Harga Bahan Pokok Masih Normal, Namun Diprediksi akan Melonjak


Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Sentral Timika saat melayani pembeli 

MIMIKA, BM

Menjelang Natal yang tinggal sebulan lagi, harga bahan pokok di Pasar Sentral Timika masih tetap normal.

Padahal biasanya harga beberapa komoditas sudah mulai mengalami lonjakan. Seperti cabe dan bawang.

Namun, di pertengahan Bulan November tahun 2021 ini, cabe yang biasanya sudah mulai tembus Rp100 ribu, kini masih bertahan di harga Rp80 ribu per kilo atau masih terbilang normal.

Begitupun dengan tomat yang juga masih normal yakni di harga Rp25 ribu per kilo, bawang merah Rp40 ribu dan bawang putih Rp35 ribu per kilo.

"Jadi, harga bumbu-bumbu dapur lainnya juga sekarang masih tetap normal," kata Dedi salah satu pedagang di pasar sentral saat ditemui, Senin (15/11).

Walau saat ini harga masih terbilang normal, namun diprediksi harga ini tidak akan bertahan hingga natal nanti, karena kenaikan akan mulai terjadi di Bulan Desember sebagaimana yang biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Dedi mengatakan, komoditas yang diprediksi akan mengalami lonjakan harga tinggi adalah cabe dan bawang merah. Bahkan menurut Dedi harganya akan naik hingga 2 kali lipat.

"Setiap tahun kan selalu begitu. Naik sampai Rp150 ribu, pernah juga naik sampai Rp200 ribu. Bawang juga begitu naik sampai Rp80 ribu. Tapi tetap saja dibeli masyarakat karena memang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga bukan sengaja dilakukan pedagang, namun memang karena harga pengambilannya juga sudah mahal. Belum lagi kadang stoknya hanya terbatas.

"Biasanya itu kita lebih bayak kiriman karena lokal kan masih sedikit dan juga mahal. Dan itu belum memenuhi betuhan masyarakat di Mimika,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Bude Sri bahwa harga cabai dan bawang akan terus mengalami peningkatan hingga natal dan tahun baru nanti.

"Sudah pasti akan naik, kita lihat saja," katanya.

Ia juga menututkan, kenaikan harga bahan pokok di pasar bukan karena pedagang ingin mengambil untung banyak, tetapi karena memang harga pengambilannya yang tinggi.

Menurutnya, pedagang hanya menyesuaikan saja, kenaikan juga hanya sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilonya sebagai upah penjual.

"Jadi sebenarnya kami juga cuma untung sedikit. Tapi kadang orang bilang katanya kami sengaja permainkan harga, tapi itukan kita naikkan karena harga ambilnya juga naik. Kita hanya untung sedikit yang penting ada saja,” ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top