Ekonomi dan Pembangunan

PON XX : Penjual Ornamen Papua Akui Walau Tidak Banyak Namun Selalu Ada yang Terjual



Mama-Mama Papua yang berjualan Noken di Venue Tarung Derajat Timika, pada perhelatan PON XX Papua. Foto : Humas PPM/Elfrida Sijabat

MIMIKA, BM

Sebagai budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, noken atau tas tradisional Papua menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang baru menginjakan kaki di Papua, khususnya pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Cluster Mimika.

Banyak ornamen Papua dipamerkan dan dijual di stand -stand yang berada di halaman Eme Neme Yauware yang menjadi Venue Cabor Tarung Derajat.

Ornamen yang dipajang sebagai oleh-oleh dari Mimika diantaranya tas noken poli cherry, tas noken kulit kayu, mahkota Cenderawasih dan gantungan kunci.

Dibawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, 36 mama-mama Papua dibagi tiga kelompok untuk ditempatkan di tiga venue pertandingan seperti futsal, biliar dan tarung derajat.

Kepada media Senin (11/10), Mama Damiana Koga mengatakan untuk di venue tarung derajat yakni Graha Eme Neme Yauware mereka dibagi 12 orang.

“Kami sudah dua minggu disini, lumayan hasilnya walaupun tidak tentu. Kadang sehari dua sampai tiga noken laku. Tapi masing-masing mama disini ada yang terjual. Itu semua tergantung nasib juga,” katanya.

Untuk harga noken, dijual mama-mama Papua dengan kisaran harga Rp.100.000-an.

“Mereka suka yang kulit kayu. Hari ini sudah laku, kami masing-masing satu. Kami senang walaupun tidak dapat banyak tapi sehari ada saja yang terjual,” akunya.

Sementara Bella yang juga menjaga salah satu stand mengatakan, mahkota Cenderawasih banyak diminati pembeli dari luar Papua. Sejauh ini, sudah 6 noken yang terjual. Masing-masing Rp 200.000.

“Tadi dari NTB ada yang beli hiasan gantungan kunci. Dari tanggal 2 Oktober saya disini, ada yang beli noken pon poli cherry, dua dari DKI Jakarta itu saya jual Rp100.000, kalau noken kulit sudah laku empat saya jual Rp300.000 keatas. Ini noken dari Paniai,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Koperasi dan UMKM Mimika yang sudah memberikan tempat di Eme Neme Yauware.

“Menguntungkan selama jualan walau tidak setiap hari tapi kami bersyukur. Senang sudah ada tempat untuk kita bisa jualan semoga PON di Mimika bisa sukses,” tutupnya. (Humas/PPM/Elfrida Sijabat dan Ronald Renwarin)

 

Freeport Indonesia Serahkan 20.000 Paket Sembako Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Jayapura

Manajemen PTFI yang diwakili Arief Nasuha menyerahkan bantuan sembako kepada Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri di Kantor Polda Papua, di Jayapura

MIMIKA, BM

Masih dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan PON XX Papua 2021 dan sebagai upaya pengendalian Covid-19 di Papua, PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung program akselerasi vaksinasi Covid-19 di Jayapura yang diinisiasi oleh Kepolisian Daerah (POLDA) Papua.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, PTFI memberikan bantuan 20.000 paket sembako yang akan didistribusikan melalui Polres Kabupaten Jayapura (9000 paket), Polres Kota Jayapura (9000 paket) dan Polres Mimika (2000 paket).

Selasa (12/10) kemarin, Vice President Security Risk Management (SRM) PTFI Arief Nasuha menyerahkan secara simbolik bantuan paket sembako tersebut kepada Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri di Kantor Polda Papua, di Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Mathius menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan kontribusi PTFI untuk program akselerasi vaksinasi Covid-19 di Papua ini.

"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Freeport melalui bantuan sembako ini dalam upaya mempercepat vaksinasi. Harapan kami cakupan vaksinasi bisa bertambah sebelum penutupan PON,” ujar Mathius.

Kapolda berujar paket sembako diberikan kepada mereka yang menjalani vaksinasi Covid-19.

Arief Nasuha, mewakili manajemen PTFI menyampaikan dukungan Freeport Indonesia untuk program ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut menyukseskan perhelatan PON XX Papua 2021 dan ikut mendukung program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah.

"PTFI percaya, salah satu faktor keberhasilan penyelenggaraan PON XX Papua adalah pengendalian Covid termasuk percepatan vaksinasi bagi masyarakat Papua. Dan PTFI punya komitmen tinggi untuk menyukseskan PON XX dan ikut terlibat aktif dalam program mitigasi dan pengendalian Covid-19, khususnya di Kabupaten Mimika,” ujar Arief. (Ronald Renwarin)

Mimika Gelar Timika Expo PON XX Papua di Eks Pasar Swadaya

Koordinator Bidang Pemasaran PB PON Sub Cluster Mimika, Ida Wahyuni

MIMIKA, BM

Bidang Pemasaran Sub PB PON XX Papua Klaster Mimika, Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme-Kamoro (YPMAK) berkolaborasi melakukan kegiatan Timika Expo PON XX.

Rencananya, Bupati Mimika Eltinus Omaleng secara resmi akan membuka Timika Expo PON XX Papua pada Jumat (8/10) yang kemudian dilanjutkan dengan Festifal Amungme Kamoro dan kegiatan hiburan lainnya.

Timika Expo PON Papua berlangsung mulai 6-15 Oktober 2021 di Lapangan eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso.

Pada pembukaan besok akan ada mini barapen, mini show pangkur sagu persembahan dari YPMAK, dan penampilan dari Mitha Talahatu dan beberapa band penghibur lainnya.

Koordinator Bidang Pemasaran, Ida Wahyuni saat ditemui di pameran Timika Expo PON XX menjelaskan hal tersebut.

Ida mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai media pemasaran produk UMKM Timika khususnya kerajinan tangan mama-mama Papua pengrajin noken maupun ukiran.

"Jadi kolaborasinya ini memang benar-benar memperkenalkan dua suku besar yakni Amungme dan Kamoro kepada para tamu yang datang dari luar Timika termasuk luar Papua," kata Ida.

Menurutnya, moment event PON XX Papua 2021 ini dimaksimalkan lewat Timika eXpo PON XX tahun 2021.

Pada giat ini 60 stand yang disiapkan dan semuanya sudah terisi. Namun, jika masih ada permintaan maka akan dibukan stand tambahan. 60 stand yang dilibatkan merupakan UMKM binaan Pemda Mimika, PTFI dan YPMAK.

"Berapa jumlah UMKM ini masih akan berubah karena tadi pagi masih ada penambahan. Yang jelas kita ada 60 stand dari bidang sosial ekonomi. Sisa di belakang yang masih kita sediakan jika masih ada yang ingin bergabung," ujarnya.

Katanya, untuk mama-mama pengrajin noken yang awalnya berada di pinggir jalan sudah disiapkan tempat bagi mereka untuk bergabung.

"Diskop sendiri ada 20 binaan UMKM. Kita bukan 60 UMKM tapi standnya yang ada 60, karena 1 stand ada 3-4 UMKM. Yang sanggar Kamoro saja 1 stand ada 3 UMKM. Yang paling jauh dari Muare ada, SP 6 juga ada. Selain noken ada kerajinan-kerajinan lain seperti gelang, hiasan kepala dan lainnya," jelasnya.

Dikatakan, pengrajin tidak hanya berasal dari Timika, tetapi ada juga pedagang musiman dari Kabupaten tetangga seperi Asmat dan pegunungan.

"Kami kasih tempat tapi kami tentu utamakan kita Amungme dan Kamoro. Tentunya kita dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan saling bantu membantu untuk bersama-sama memperkenalkan dan memasarkan produk Timika," ujarnya.

Ida berharap, dengan memanfaatkan event PON XX ini produk dari Timika lebih dikenal masyarakat luas sehingga ke depan dapat dijual secara online.

"Tapi memang ini merupakan tahapan proses untuk menuju pasar digital," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top