Ekonomi dan Pembangunan

'Kam Stop Buang Sampah Sembarang-Sembarang Sudah' Mulai 1 Oktober Satpol PP Jaga TPS

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka

MIMIKA, BM

Pegelaran PON XX Papua, baik di kota dan Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika tinggal menghitung hari. Harapan dan ekepketasi semua maysarakat Papua adalah PON dapat berjalan dengan sukses.

Kesukseskan menyelenggarakan PON tidak hanya mengharumkan nama Provinsi Papua secara keseluruhan, namun akan menjadi tolak ukur bahwa Papua tidak harus menunggu 50-100 tahun lagi untuk menjadi tuan rumah PON lagi.

Dengan demikian maka sudah dapat dipastikan bahwa saat ini, daerah di Papua yang menjadi tuan rumah penyelenggara terus bekerja keras untuk merampungkan segala persiapan yang ada.

Untuk Mimika saja, sejauh ini segala sesuatu terus dipersiapkan dengan baik oleh Panitia Besar PON XX Cluster Mimika. Semua bidang yang terlibat mulai bergerak cepat guna menuntaskan apa yang menjadi tanggungjawab mereka, karena memang masih ada beberapa persoalan yang masih masih terbengkalai.

Dibalik semua kesiapan ini, hal klasik yang terus saja menjadi sorotan di Mimika oleh semua pihak adalah masalah kebersihan. Pasalnya, hingga saat ini, sampah masih saja berserakan dimana-mana.

Masih saja ditemukan tumpukan sampah di waktu siang di beberapa titik ruas jalan, salah satunya di Jalan Hasanuddin, lorong masuk Hotel Ossa De Villa. Bahkan siang tadi, BM masih melihat adanya tumpukan sampah di lorong tersebut.

Padahal perda tentang sampah sejak beberapa tahun lalu telah disosialisasikan bahwa waktu pembuangan sampah hanya dilakukan pada pukul 18.00 Wit hingga pukul 06.00 Wit saja.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Michael R Gomar saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, mengatakan persoalan sampah memang harus segera di selesaikan. Bahkan ini menjadi PR besar bagi Mimika.

Gomar menyebutkan, ia bersama Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Syahrial, Kepala Distrik Mimika Baru, Dedi Paukuma, Kepala Distrik Wania, Richard Wakum, dan kelurahan yang ada di dua distrik telah fokus menyelesaikan masalah ini.

Mereka telah melakukan pertemuan untuk mengatasi masalah sampah dan bahkan telah melakukan pembagian tugas pengangkutan sampah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam tugas dan tanggungjawab.

"Kami sudah bagi tugas untuk penanganan sampah. Jadi pembagian tugas ini sesuai zona pelayanan sampahnya, baik itu kelompok masyarakat dalam pengangkutan sampah rumah tangga, pengangkutan sampah di median jalan maupun bahu jalan. Kita sudah buat pembagian zonasinya," ungkapnya.

Gomar mengatakan, ada satu kendala yang dihadapi petugas pengangkut sampah di lapangan yakni banyak bermunculan Tempat Pembuang Sementara (TPS) yang berada di pinggiran jalan utama.

Hal ini menurut Gomar sangat mengganggu pemandangan karena sangat terlihat kotor dan norah. Untuk mengantisipasi hal ini terjadi pada saat pelaksanaan PON XX yang tidak Lama lagi, ia pun telah meminta agar Satpol PP diturunkan menjaga TPS-TPS ilegal tersebut.

"Nanti mulai tanggal 1 Oktober Satpol PP akan jaga di TPS-TPS ilegal. Itu kita sudah sepakat jalankan ini,” katanya.

Selain itu, Gomar juga meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan pembuangan sampah.

Warga harus membuang sampah sesuai waktu yang ditentukan dan tidak membuangnya di sembarangan tempat tetapi di TPS yang sudah ditentukan.

"Kami juga berharap agar para pengendara kendaraan jangan buang sampah sembarangan dari kendaraan. Ini juga paling sering ditemukan. Masalah sampah akan menjadi tanggungjawab kami pemerintah namun harus didukung juga dengan kesadaran masyarakat,” tuturnya. (Shanty)

Ternyata Mimika Punya Lima Hasil Pertanian yang Bisa Diekspor

lima hasil pertanian di Mimika yang sudah dalam kemasan

MIMIKA, BM

Papua sangat terkenal dengan kekayaan alamnya, mulai dari pertambangan, hasil laut, dan juga pertanian. Kekayaan alam ini ditemukan hampir di setiap wilayah di Bumi Cenderawasih.

Kabupaten Mimika merupakan salah satunya dan ternyata Mimika memiliki lima hasil pertanian yang berpotensi untuk dikirimkan ke daerah lainnya termasuk diekspor ke negara luar seperti gaharu, jenitri, pinang, sagu dan sarang semut.

Sayangnya, dari lima hasil pertanian ini, belum ada satu pun yang diekspor pengusaha. Hal ini bukan karena hasilnya sedikit, namun para pelaku usaha tidak tahu caranya dan kepada siapa mereka akan menjualnya.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Timika melihat peluang ini untuk membantu masyarakat. Mereka kemudian menggelar kegiatan bimbingan akselerasi ekspor dan temu koordinasi jaringan petani nasional.

Giat "Akselerasi Ekspor dan Penguatan Pasar Komoditas Pertanian Menuju Kabupaten Mimika Maju, Mandiri dan Sejahtera ini berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (15/9).

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Timika, Tasrif mengatakan pengusaha pertanian Mimika tidak memiliki jaringan mencari buyer (pembeli). Salah satu kendalanya adalah buyer. Kedua, kurangnya tingkat pemahaman pelaku usaha.

"Saya ambil contoh Pak Edi salah satu pengusaha yang pernah ditipu oleh pengusaha luar sehingga dia agak ragu untuk ekspor hasil usaha atau komoditasnya,” tutur Tasrif.

Namun, dengan adanya dukungan dari salah satu pengusaha Mimika yang berkecimpung di luar negeri, Tasrif yakin ke depan Mimika akan perlahan melakukan ekspor.

Selain itu, Karantina Pertanian bersama instansi lainnya seperti Bea Cukai, perbankkan dan juga Pemda Mimika akan ikut mendorong dan terus mendampingi para pengusaha untuk mempersiapkan segala dokumen kelengkapan ekspor.

"Kami siap melakukan pembimbingan kepada pelaku usaha kita di Mimika supaya mereka bukan hanya menjual hasil produksi mereka dalam negeri tetapi bisa go internasional juga,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya juga akan mendorong pengusaha untuk melakukan ekspor langsung dari Mimika, bukan melalui daerah lain, seperti yang selama ini dilakukan beberapa pengusaha di bidang kelautan.

Ia bahkan menjelaskan, jika menginvetarisir dari pada produk yang dilalulintaskan, urutan yang paling pertama adalah Gaharu karena memiliki nilai yang lebih tinggi.

Dengan kekayaan ini, tinggal bagaimana instansi teknis termasuk Stasiun Karantina Pertanian menyambungkan dan melakukan pendekatan dengan bayer agar mereka tertarik.

"Kita mau perkenalkan Mimika juga di internasional. Kita juga bisa seperti mereka, kenapa daerah lain bisa sementara kita tidak? Jadi saya yakin kita di Timika juga bisa," ujarnya yakin. (Shanty)

Sukseskan PON XX, Garuda Tambah 10 Extra Flight

Foto bersama pilot dan crew Garuda dengan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob 

MIMIKA, BM

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tinggal menghitung hari, Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai yang akan melayani transportasi bagi para kontingen yang akan bertanding di Klaster Mimika mulai mengatur jadwal penerbangan.

General Manager Garuda Indonesia Branch Timika, I Nyoman Teguh saat ditemui di terminal baru bandara Mozes Kilangin, Selasa (14/9) mengatakan terhitung mulai hari ini Garuda Indonesia melayani penerbangan sepekan, Senin hingga Sabtu.

"Sebelumnya kami hanya lakukan pelayanan Selasa, Jumat dan Sabtu saja. Tapi karena PON kami tambah 10 extra flight," tutur Nyoman.

Penambahan 10 extra flight dikarenakan banyaknya permintaan dari kontingen.

"Nanti yang tanggalnya tidak berurut. Sampai Sabtu nanti kecuali hari Minggu tidak ada penerbangan,” tuturnya.

Untuk pelayanan penerbangan dari Jakarta-Timika akan terbang melalui Makassar. Begitupun dengan penerbangan dari berbagai provinsi lainnya seperti Denpasar.

"Untuk pelayanan normalnya dari Makasar, Jayapura lalu balik ke Makasar hingga ke Nabire,” jelasnya.

Sementara untuk harga tiket, kata Nyoman tidak akan mengalami kenaikan atau mengalami perubahan tarif. Baik di kelas ekonomi maupun bisnis.

"Maksimalnya yah sudah seperti harga yang telah beredar selama ini,” ungkapnya.

Garuda Indonesia Resmi Beroperasi di Terminal Sisi Selatan

Sementara itu, terhitung hari ini, Selasa (14/9) Maskapai Garuda Indonesia resmi telah beroperasi di terminal baru Bandara Mozes Kilangin sisi selatan.

Penumpang yang berangkat dengan penerbangan Garuda Indonesia menuju Jayapura pada pagi hari menjadi pembuka penerbangan domestik Maskapai Garuda Indonesia.

Begitupun, dengan penumpang yang Jakarta dan Makasar yang tiba di Timika sudah gunakan terminal baru.

Kedatangan penumpang dan kru Garuda Indonesia disambut oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, Kepala UPBU Bandara Mozes Kilangin, Soekarjo, GM Garuda Indonesia Branch Office Timika, I Nyoman Teguh.

"Ini kemajuan besar yang menjadi harapan masyarakat Indonesia dan Papua khususnya,” ujat anggota DPR RI Dapil Papua, Yan Mandenas yang juga menjadi salah satu penumpang yang tiba dengan penerbangan Garuda pagi.

Yan berharap, semoga pengembangan bandara ke depan selain menjadi kebanggaan juga membuat Mimika menjadi salah satu tempat destinasi wisata di Papua.

"Semoga pembangunan di kota ini semakin berkembang dengan diresmikannya terminal baru dan bisa digunakan oleh Maskapai Garuda Indonesia. Selamat dan sukses untuk Pemda Mimika, Garuda dan Kemenhub," tutur Yan.

Sementara, Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan, ini perjuangan yang luar biasa yang dikerjakan sejak tahun 2006 dan akhirnya bisa terwujud.

Perjuangan mulai dari pembuatan master plan, pelepasan tanah dan kemudian pembuatan MoU dengan PTFI dan bahkan saat perencanaan awal mendapat tantangan dari Kementrian Perhubungan.

"Tapi dengan luar biasa saya paksakan akhirnya terminal ini jadi. Dengan adanya terminal ini kita berharap bahwa semua operator bisa masuk di sini agar terminal ini bisa berkembang ramai dan kita juga berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," kata Wabup John.

Wabup John berharap dengan adanya terminal ini maka ke depan semakin banyak operator lain yang menambah rute ke Mimika.

"Kita gunakan terminal ini sebagai base dan hak untuk Papua," ungkapnya.

GM Garuda Indonesia Branch Office Timika, I Nyoman Teguh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika yang selama ini telah mendukung keberadaan Garuda Indonesia dan juga airline lainnya.

"Tanpa Pemda Mimika, tanpa customer kita di Papua kita tidak jadi apa-apa. Saya sangat mendukung kepindahan ke terminal baru sesuai target tujuan dari bupati bahwa ini merupakan hak dari pada Papua apa lagi ini menyambut PON yang skalanya nasional," kata Nyoman. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top