Ekonomi dan Pembangunan

Efek Ekonomi PON Di Mimika, Bawa Angin Segar Bagi Pelaku UMKM

Kepala Dinas Koperasi, Ida Wahyuni saat melakukan konferensi pers di Media Centre, Senin (27/9)

MIMIKA, BM

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Mimika menyiapkan tempat pemasaran bagi pelaku UMKM yang terdata di Diskop agar mereka dapat memasarkan produknya pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua cluster Mimika.

Hal ini menjadi bukti sekaligus jawaban terhadap mereka yang selama ini menanyakan keterlibatan pelaku UMKM dalam PON XX Papua di Mimika.

Kepala Diskop dan UMKM Mimika, Ida Wahyuni dalam press conference di Media Center Kominfo di Hotel Grand Mozza, Senin (27/9) mengatakan, UMKM di Timika sangat antusias untuk memasarkan produk mereka.

"Mereka (pelaku UMKM) memperkenalkan produk yang ada di Kabupaten Mimika baik itu olahan makanan, obat maupun mikro. Kontribusi Pemda Mimika melalui APBD sebagaimana kebijakan Bupati Mimika untuk keberpihakannya terhadap UMKM di Diskop dan UMKM menyediakan tempat pemasaran,” jelasnya.

Ida mengatakan, gedung Koperasi yang dibangun selain berfungsi sebagai kantor juga disiapkan sebagai tempat pemasaran.

Tidak hanya itu, pada perhelatan PON ini juga disediakan stand-stand di setiap venue untuk tempat menjual produk dari Timika.

Dikatakan pada event PON ini, Diskop juga menyediakan tempat pemasaran di Pasar lama yang akan berlangsung saat kirab api PON.

"Para pelaku UMKM yang belum diakomodir oleh bidang sosial ekonomi akan diakomodir oleh bidang pemasaran agar dapat memasarkan produknya di eks pasar swadaya yang juga menjadi tempat berlangsungnya pesta rakyat menyambut PON," terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan tempat pemasaran di Diana Shopping Center lantai 2. Bahkan sejak tahun 2019, Diskop terus melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM untuk sertifikasi produk sehingga produk yang akan dipasarkan aman dikonsumsi baik oleh masyarakat Timika maupun tamu dari luar daerah.

“Untuk favorit yang paling di cari adalah noken. Jadi kami dari Diskop menyediakan bordiran maskop PON untuk dapat dipasang di noken,” ujarnya.

Selain itu, ada juga produk olahan ikan yang habis terjual. Dengan demkian maka jelas bahwa secara ekonomi, UMKM merasakan incomenya dari pegelaran PON ini.

Diskop menegaskan bahwa berapa pun produk yang siap sebagai komoditi, akan dipasarkan oleh pelaku UMKM yang ada di Timika.

PON ini juga sebagai ajang memperkenalkan produk UMKM sebagai oleh-oleh yang mana untuk ke depan nanti akan dikembangkan penjualannya secara online.

“Beberapa bulan sebelum pelaksanaan PON kami sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan bank bahwa 2 bulan sebelumnya ada peningkatan pemanfaatan kredit usaha rakyat oleh pelaku usaha mikro. Dari sini kita bisa melihat bahwa pelaku usaha mikro sudah memanfaatkan kredit untuk meningkatkan jumlah produk olahannya,”ujarnya.

Ida berharap pelaku UMKM dengan memanfaatkan KUR dapat lebih banyak melakukan produksi. Dari sebelumnya yang mungkin hanya 100, di momen PON ini harus ditingkatkan menjadi 200 produksi.

“Kami harap peningkatan ini bisa menjadi semangat baru ditengah pandemi ini. Jadi noken yang sekarang dibeli di Timika suatu saat ketika pulang ke Sumatera atau Jawa bisa dibeli secara online. Itu juga menjadi program kita agar UMKM bisa beradaptasi karena konsumen kita bukan hanya masyarakat Mimika tapi dari luar juga. Ini momentum yang luar biasa untuk memasarkan produknya,” katanya.

Secara bertahap pihaknya akan melakukan persiapan-persiapan dan pembinaan pelaku UMKM untuk dapat beradaptasi dengan online. Sehingga yang dilakukan 2 tahun ini adalah bagaimana produk olahan makanan itu bersertifikasi.

“Namun produk dari 49 pelaku UMKM yang kami lakukan pembinaan untuk sertifikasi baru 10 yang bersertifikat. Jadi rendahnya minat pelaku UMKM di Timika untuk melegalkan produknya masih kurang sekali. Inilah yang kami Diskop datangi langsung ke pelaku usaha untuk melakukan sertifikasi produknya maupun BPOM," ujarnya.

"Kami juga melakukan koordinasi agar pelaku UMKM lebih aktif untuk produknya bersertifikat supaya konsumen aman. Karena standar konsumen di luar Timika umumnya mencari produk yang bersertifikat,” ungkapnya. (Shanty)

Tim Pokja Pengembangan Kampung Harus Diisi oleh Mereka yang Selalu Tinggal di Kampung, Bukan di Kota

Foto bersama tim YPMAK dengan kepala kampung dan masyarakat dari kampung Wapo, Sumapri, Waituku, Bulamen dan Waicakam

MIMIKA, BM

Salah satu penegasan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam pemilihan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Program Pengembangan Kampung adalah, masyarakat yang harus selalu berada dan menetap di kampung, dan bukan sebaliknya malahan tinggal di kota.

Penegasan ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggunaan anggaran yang diperuntukkan untuk kemajuan kampung.

Wakil Direktur Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro menegaskan bahwa tim Pokja ini dibentuk dan dipilih sendiri oleh masyarakat di kampung.

"Masyarakat punya hak untuk memperhatikan pokja yang sudah dipilih. Jadi pilihlah masyarakat yang setiap hari tinggalnya di kampung terus, bukan pilih yang setiap hari atau selalu berada di kota," ujarnya ketika bertatap muka dalam memberikan penjelasan tentang program pengembangan kampung kepada perwakilan masyarakat lima kampung di Balai Waituku dan Bapai Sumapro, Distrik Jita, Sabtu (20/9).

Nur menegaskan, jika dalam pertengahan perjalanan program ini, ada tim pokja yang dinilai tidak sesuai oleh masyarakat maka bisa digantikan melaui musyawarah bersama.

Menurutnya, tim pokja terbentuk sebagai perpanjangan tangan dari YPMAK yang merupakan hasil evaluasi dari program ekonomi sebelumnya.

"Program ini hadir karena selama ini kita mendengar masyarakat yang ada di wilayah pedalaman maupun pesisir belum ada pelayanan dari YPMAK terkait dengan program ekonomi. Program ini merupakan usulan uji coba dari pengurus maupun pembina," ungkapnya.

Dengan adanya program pengembangan kampung, Nur berharap masyarakat dapat menciptakan program yang menjadi prioritas masyarakat di kampung karena setiap kampung memperoleh dana sebesar Rp300 juta.

"Jadi semua kampung baik pesisir maupun pegunungan tersentuh semua, sehingga tidak seperti dulu lagi yang hanya beberapa kampung saja yang dapat," ujarnya.

Kepala Divisi Program Sosial Ekonomi, Billy Enerson Korwa menambahkan, program ini merupakan program dari dan untuk masyarakat.

"Kami berharap kita semua satukan hati untuk kerjasama demi program ini dengan baik, karena program ini untuk semua kampung baik di pesisir maupun pegunungan," ungkapnya.

Menurutnya, untuk sepuluh kampung di Distrik Jita yang pertama kali tersentuh program ini, telah menjadi perhatian baik PTFI melalui YPMAK.

"YPMAK juga akan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk pembangunan kampung. Kami berharap semua yang sudah dibicarakan dan diputuskan bersama serta sudah terpilih orang-orang di tim pokja itu bisa bekerjasama. Ini supaya semua berjalan baik, tidak boleh ada yang baku marah, tidak boleh saling bertengkar dan saling cemburu, karena program ini merata di semua kampung," ujarnya.

Dirinya juga berharap dengan besaran anggaran Rp300 juta per kampung, maka masyarakat di kampung harus mensyukurinya. Pasalnya ini merupakan berkat yang diberikan Tuhan melalui YPMAK.

"Kami mohon dukungan semua masyarakat sehingga program ini bisa dilanjutkan ditahun-tahun berikutnya. Jadi yang menentukan program ini berlanjut atau tidak itu semua ada di kampung, dan kami dari internal YPMAK akan melakukan proses pendampingan," terangnya.

Lanjutnya," Karena kampung yang cukup banyak dan jumlah tim kami yang sedikit, kami akan berusaha untuk mengunjungi setiap kampung untuk melakukan pendampingan. Walaupun waktunya pendek, itu bisa dilakukan dan kami juga akan bekerjasama dengan aparat kampung, babinsa dan pegawai distrik," sambungnya.

YPMAK selama hampir sebulan terakhir telah mengunjungi 16 kampung di tiga distrik. Kedatangan mereka dengan membawa program ini mendapat apresiasi dari masyarakat.

Program ini dinilai akan sangat membantu seluruh masyarakat untuk bersama membangun kampung mereka. Warga bahkan berharap program ini cepat terealisasikan.

Seperti halnya disampaikan Kepala Distrik Mimika Timir Jauh, Yulius Katagame bahwa pihaknya sebagai pemerintah daerah mendukung penuh program dari YPMAK.

"Mewakili distrik, kami ucapkan terimakasih kepada YPMAK yang sudah sempatkan diri datang dengan membawa program awal ini. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat disini," ucapnya.

Kepada masyarakat ia juga mengingatkan agar dapat bekerjasama dalam membangun kampung. Pemilihan tim pokja juga harus didasari musyawarah untuk mencapai mufakat.

"Harus dilakukan mendasari kesepakatan seluruh masyarakat kampung jika ingin program ini dapat berjalan dengan baik. Saya berharap masyarakat saling mendukung dan manfaatkan program ini baik," harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh masing-masing kepala kampung di 16 kampung, diantaranya Kepala Kampung Faka Fuku, Beni Motatian.

"Kami akan laksanakan program ini dengan sebaik mungkin. Pemilihan tim pokja sendiri juga akan berdasarkan kesepakatan masyarakat kampung. Jadi apa yang sudah disampaikan oleh pihak YPMAK terkait pemilihan tim pokja adalah yang selalu tinggal di kampung, kami sangat setuju dan itu sudah kami lakukan," ungkapnya.

Selama melakukan perjalanan ke 16 kampung di wilayah pesisir, rombongan tim YPMAK dipimpin langsung Wakil Direktur Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro didampingi Kepala Divisi Program Sosial Ekonomi, Billy Enerson Korwa.

Adapun 16 kampung tiga Distrik itu diantaranya, kampung Fanamo, Ohotya, Amamapare dan Omawita (Distrik Mimika Timur Jauh.

Kemudian Kampung Faka Fuku dan Mafasimamo (Agimuga) dan dilanjutkan dengan Kampung Wenin, Noema, Jaitak, Waicakam, Waituku, Wapu, Sumapro, Sempan Timur, Kamapiri dan Kampung Bulamen (Jita).

Program awal YPMAK ini dinilai sangat membantu masyarakat di kampung, sebab tujuan dari program ini adalah untuk memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Selama melaksanakan program, masyarakat wajib bekerja terlebih dahulu sebelum mendapatkan penghasilan, serta dalam bekerja juga diharapkan menumbuhkan rasa kegotongroyongan dalam membangun kampung dengan memanfaatkan potensi alam yang ada. (Ignas)

DPM-PTSP Gelar Promosi Penanaman Modal Bagi Pelaku Usaha

Foto bersama usai giat promosi yang dilangsungkan di Graha Efata, Kamis (23/9)

MIMIKA, BM

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan pelaku usaha dalam bidang penanaman modal dan perijinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menggelar promosi penanaman modal.

Kegiatan yang melibatkan para pelaku usaha ini berlangsung di Graha Efata, Kamis (23/9) yang dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, kegiatan promosi penanaman modal ini untuk memperkenalkan alur dan proses perijinan guna kemudahan berusaha bagi pelaku usaha.

Menurutnya, Investasi memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan. Dengan adanya pembangunan tentunya akan menentukan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah yang akan memperngaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan banyaknya investasi yang masuk ke suatu daerah tentunya akan membawa dampak positif. Seperti terciptanya lapangan kerja, peningkatan daya beli yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutur Yulianus.

Yulianus mengatakan, agar investasi Kabupaten Mimika menjadi lebih maju dan menarik, maka Pemerintah Kabupaten Mimika menyediakan wadah dalam bidang pelayanan perijinan investasi yaitu dengan membentuk DPM-PTSP dengan konsep pelayanan yang sangat cepat, mudah dan transparan dan terjangkau yang diharapkan Kabupaten Mimika dapat menjadi salah satu daerah dengan tujuan investasi terbaik di Indonesia.

Kabupaten Mimika merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam berupa sektor pertambangan, pariwisata serta sektor-sektor perdagangan dan jasa yang merupakan potensi investasi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Mimika yang akan membawa dampak positif terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya harap peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan proaktif. Dan semoga juga bisa menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Mimika," tuturnya.

Katanya, dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan instansi terkait yang bertanggungjawab terhadap penanaman modal diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi atau penanaman modal di Mimika dapat terwujud.

Sementara Kepala DPM-PTSP Mimika, Willem Naa mengatakan, rencana umum penanaman modal daerah Kabupaten Mimika berfungsi sebagai pedoman arah kebijakan investasi di Kabupaten Mimika yang terintegrasi dengan dokumen-dokumen perencanaan lain.

Dikatakan, bahwa arah kebijakan penanaman modal yang akan ditempuh oleh pemerintah Kabupaten Mimika dalam rangka mensukseskan dan mendukung pencapaian visi pembangunan Kabupaten Mimika dan modal nasional yang berkelanjutan dalam rangka terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju dan sejahtera.

"Promosi investasi di daerah harus lebih canggih. Kita memanfaatkan berbagai kemudahan teknologi informasi yang ada karena daerah juga perlu menggunakan metode yang inovatif untuk mendukung upaya menawarkan peluang investasi yang ada, sehingga dibutuhkan strategi khusus yang direncanakan secara matang untuk memberikan kepercayaan kepada investor maupun calon investor," katanya.

Strategi promosi investasi diharapkan mampu menjabarkan jumlah jenis sektor dan lokasi suatu unit investor di Kabupaten Mimika dengan memaksimalkan dukungan kemudahan informasi teknologi dan jaringan transportasi.

Lanjutnya, penyelenggaraan penanaman modal di daerah sangat dibutuhkan oleh investor maupun calon investor. Untuk itu pemerintah daerah melalui dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu bidang promosi penanaman modal menyelenggarakan acara ini dengan maksud sebagai langkah awal menguatkan rencana penanaman modal sekaligus pemilihan pengembangan investasi di Kabupaten Mimika.

"Sosialisasi ini bertujuan untuk menyusun strategi promosi penanaman modal yang tepat, inovatif dan informatif di Kabupaten Mimika dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis investasi sesuai dengan visi dan misi Pemda Kabupaten Mimika," ujarnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top