Ekonomi dan Pembangunan

Kuota BBM Jenis Pertalite untuk SPBU Akan Ditambahkan

Pulihan kendaraan motor tengah mengantri BBM di salah satu SPBU di Timika

MIMIKA, BM

Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Mimika akan ditambahkan. Hal ini karena BBM Premium sejak tanggal 25 Oktober 2021 setiap SPBU di Timika tidak lagi menjual atau melayani pembelian premium.

Sebelumnya, SPBU di Timika diberi 16 KL untuk pelayanan pertalite sementara untuk premium sebanyak 8 KL. Dengan tidak adanya lagi penjualan premium maka kuota premium akan ditambahkan ke pertalite.

"Nanti dijumlahkan. Jadi setelah hilangnya premium berarti 16 KL ditambah 8 KL maka jadinya 24 KL untuk pertalite di setiap SPBU yang ada di Mimika setiap harinya," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Petrus Pali Amba saat dikonfirmasi, Senin (15/11).

Petrus Pali Amba mengatakan pemberhentian penjualan BBM Premium berdasarkan instruksi langsung dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Pusat.

"Kalau kita Pemerintah Daerah Mimika maunya saja tetap ada tapi namanya daerah tetap harus ikuti aturan yang ada," ujarnya.

Dijelaskan, penghapusan BBM jenis Premium yang merupakan subsidi dari pemerintah ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia.

Selain memperbaiki lingkungan, penghapusan Premium juga mempertimbangkan aspek penurunan jumlah pengguna. Di mana, mayoritas pengguna Premium kini telah beralih ke Pertalite.

"Jadi kita di Timika sudah tidak di distribusikan sejak tanggal 25 Oktober 2021 untuk BBM jenis Premium dan diganti ke Pertalite," tuturnya.

Sementara itu, Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun tidak mau berkomentar lebih terkait hal ini. Menurutnya, Pertamina hanya diberikan penugasan untuk melakukan pendistribusian.

"Kalo dicabut dan lain-lain silahkan tanyakan ke pemerintah terkait apa yang jadi kebijakan mereka terhadap premium sebagai bbm subsidi," ungkapnya. (Shanty)

 

YPMAK Juga Berikan Bantuan Uang Senilai 1 Miliar Kepada Panitia Konferensi Sinode Kingmi

 

Penyerahan bantuan dari YPMAK diserahkan langsung oleh Direktur YPMAK Vebian Magal

MIMIKA, BM

Walaupun Konferensi Sinode Kingmi se-Tanah Papua telah dilangsungkan beberapa waktu lalu, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) tetap memberikan bantuan Rp1 miliar kepada Panitia Konferensi Sinode Kingmi.

Bantuan uang diserahkan di Kantor YPMAK, Jumat (12/11) dan diberikan langsung oleh Direktur YPMAK Vebian Mahal kepada Wakil Ketua I Panitia Konferensi Sinode Kingmi, Pendeta Menas Mayau.

"Memang kegiatan sudah selesai tapi kami punya keyakinan bahwa masih ada beban-beban yang belum diselesaikan, sehingga kami dari YPMAK berikan bantuan ini," ungkap Vebian.

Menurutnya, pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian dari YPMAK sehingga ia berharap paniti tidak melhat dari besar kecilnya bantuan yang diberikan.

"Jadi kami harap jangan dilihat nilainya tapi bagaimana partisipasi kami dalam mendukung kegiatan yang sudah berjalan. Saya ucapkan selamat atas suksesnya kegiatan yang berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan," katanya.

Ucapan terimakasih atas perhatian YPMAK disampaikan oleh Wakil Ketua I Panitia Konferensi Sinode Kingmi, Pendeta Menas Mayau.

"Kami panitia yang hadir disini mengucapkan syukur dan terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan," ucapnya.

Menurut Pendeta Menas, adanya bantuan ini merupakan jalan Tuhan, karena merekapun tidak menyangka akan ada hal ini.

"Hari ini kami bersyukur Tuhan buka jalan buat kami. Walaupun sudah selesai kegiatan namun masih ada beban yang jadi tanggungjawab kami sehingga dengan bantuan ini, sangat membantu meringankan semuanya," ungkapnya. (Ignas)

 

Pertamina : Tra Perlu Khawatir, Hari Ini Kapal Tengker BBM Masuk

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun

MIMIKA, BM

Menipisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di PLTD dan PLTMG membuat PLN UP3 Timika berencana melakukan pemadaman bergilir selama 12 jam.

Dalam surat edaran nomor 0928/DIS.01.01/ C1870000/2021 terkait informasi pemadaman listrik yang mana dalam surat tersebut tertulis stoo BBM menipis sehingga suplai kelistrikan hanya bisa beroperasi sampai dengan Jumat 5 November 2021 pukul 23.00 WIT hingga Sabtu 6 November 2021 pukul 12.00 WIT.

Keadaan diakibatkan berkurangnya pasokan BBM harian untuk PLTD dan PLTMG Pomako.

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi saat dihubungi BeritaMimika.com, Jumat (5/11) mengatakan, memang sudah hampir 1 bulan kuota untuk PLN yang diterima setiap harinya sekitar 120-160 KL itu berkurang atau dikurangi.

"Saya tidak tahu apakah dari pusatnya yang ke Timika berkurang atau seperti apa, tapi yang jelas kuota kami PLN untuk ke PLTD, PLTMG itu berkurang. Perharinya kami hanya terima antara 60 hingga 80 KL dan itu kurang untuk suplay listrik," tutur Manager PLN UP3 Timika, Martinus.

Martinus mengatakan bahwa pihaknya sudah menyurat meminta bantuan untuk pinjam dari SPBU untuk penuhi kebutuhan saat ini. Bahkan, sudah meminta kepada Jober dan Pertamina agar kuota PLN bisa didapatkan seperti sedia kala.

"Kami baru diberitahu bahwa kemungkinan besok itu (Sabtu-red) baru ada kapal dan itupun kuotanya kami tidak bisa ambil lebih lagi. Artinya, masih kurang. Kalau bertahan sampai dengan besok ada kemungkinan cukup dan tidak dalam 1 hari penuh," kata Martinus.

Katanya, petugas PLN lagi mengatur kondisi saat ini di PLTD agar mencukupi suplai listrik hingga besok siang. Mudah-mudahan suhu tidak panas dan mesin tidak panas sehingga beban pemakaian BBM itu tidak terlalu banyak.

"Ada kapal besok itu kami berharap bisa dapat lebih, artinya kalau sama saja berarti yah tidak cukup. Sebenarnya untuk menutupi yang kemarin saja sudah tidak ada. Dan ini tadi disampaikan bahwa untuk bisnis mungkin kami ambil kuotanya malah," ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa hari ini sempat BBM masuk namun masih kurang. Kekurangan itulah yang tidak bisa bertahan sampai besok siang.

"Kemungkinan subuh atau pagi sudah padam. Makanya mulai malam ini kita mulai atur. Mudah-mudahan suhu begini terus sampai pagi supaya tidak banyak keluar. Kalau dingin mesin bagus," tuturnya.

Tadi, kata Martinus, sudah meminta ijin di Wakil Bupati Mimika, Johanes Retton untuk diijinkan dapat pinjam BBM dari salah satu SPBU.

Kepala PLN Martinus Pasensi

"Sebenarnya saya sudah buat surat ke Disperindag untuk minta ijin kalau bisa dari Pemda Mimika ijinkan saya untuk pinjam dari salah satu SPBU. Kalau itu bisa di kasih saya pinjam nanti begitu ada kuota PLN nanti kami kembalikan. Jadi, kalau sampai besok kita tidak dapat kuota kita akan layangkan surat itu," ucapnya.

Ia berharap dapat meminjam BBM dari SPBU. Tetapi, di SPBU saja pun kendaraan juga mengantri. Kendaraan saja mengantri apa lagi kondisi PLN

"Kami dari PLN mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Kami juga ingin berikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," ungkapnya.

Sementara, Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kuota PLN Timika dikurangi karena pemakaian yang over saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang berlangsung di Kabupaten Mimika.

"Kita batasi karena mengimbangi over supply yang selama PON kita supply Solar ke PLN diatas Supply normal yakni 200 KL hingga mencapai 300 KL per hari. Untuk itu ketika kapal kami agak terganggu kami turunkan supply ke PLN agar kuota solar di Timika tahun 2021 Tidak habis sebelum tutup tahun," jelas Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun.

Edi mengatakan, setelah dilakukan koordinasi dengan Pertamina di Timika bahwa Kapal Tengker akan masuk Sabtu siang (hari ini) dan kondisi di Timika bisa kembali normal.

Edi mengakui, bahwa pola suplay atau distribusi di Timika memang agak sedikit diatur mengingat beberapa minggu terakhir ada terjadi keterlambatan di beberapa titik akibat rotasi kapal yang disebabkan oleh cuaca.

"Sebagaimana kita tahu bahwa pola distribusi BBM kita di Timika hanya melewati laut. Dan kita kuga tidak menggunakan kapal yang besar karena untuk masuk ke Timika ini harus melewati perairan yang dangkal," ujarnya.

Ada beberapa rotasi kapal yang terganggu akibat cuaca ini berdampak juga pada keterlambatan kapal yang akan masuk ke Timika.

Tetapi, lanjut Edi, mudah-mudahan besok siang kalau memang kondisi air pasang bagus sehingga kapal tengker bisa masuk dan akan bongkar di Jober sehingga besok sore kondisi di Timika sudah akan bisa kembali normal.

"Perlu juga saya sampaikan bahwa kami sedang berupaya untuk memenuhi stok di Timika yang beberapa saat kemarin saat PON berlangsung di Timika itu Pertamina menyuplai BBM ke PLN melebihi batas normal. Untuk mengisi itu kami harus mengatur bagaimana rotasi kapal itu untuk bisa cepat masuk ke Timika, tetapi itu tidak mudah," jelasnya.

Dijelaskan, di Timika itu di suplay menggunakan kapal yang kecil dan masuk melalui perairan yang dangkal, dan masuknya juga tidak bisa masuk kapan pun, harus menunggu kondisi air pasang surut.

"Sekali lagi saya katakan bahwa kondisi di Timika itu stok kami akan kembali normal. Mudah-mudahan besok tidak ada halangan dan hambatan agar kapal sampai ke Jober. Perlu diketahui juga, tidak ada kelangkaan BBM yang terjadi di Timika," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top